NovelToon NovelToon
Garis Darah Naga Purba

Garis Darah Naga Purba

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Ye Chenlong adalah aib terbesar Klan Ye.

Di hari ujian bakat, ia dinyatakan memiliki bakat kultivasi terburuk sepanjang sejarah. Tunangannya memutuskan pertunangan di depan semua orang, keluarganya mengusirnya tanpa belas kasihan, bahkan nyawanya hampir berakhir di hutan terlarang.

Namun, di ambang kematian...

Darah yang telah tertidur selama ribuan tahun akhirnya terbangun.

Bukan kekuatan yang langsung membuatnya tak terkalahkan, melainkan serpihan ingatan dari leluhur Naga Purba yang menuntunnya menuju teknik kuno, warisan yang hilang, dan rahasia yang sengaja dikubur oleh dunia.

Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak kebenaran yang terungkap.

Mengapa Klan Naga Purba dimusnahkan?

Siapa yang memburu seluruh pewaris garis darah naga?

Dan mengapa namanya telah tercatat dalam takdir jauh sebelum ia dilahirkan?

Ketika seluruh dunia menganggapnya sampah...

Tak seorang pun menyadari bahwa naga yang mampu mengguncang langit telah membuka matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 :PERTEMUAN YE CHENLONG DAN MU TIANXING

tangannya bergetar hebat, tombak yang sosok itu pegak melayang jatuh ke bawah.

melebur saat terkena lava di bawah.

tempat yang sebelumnya hutan rimbun dengan pasir di bawah, kini telah berubah menjadi hamparan lava luas.

ye chenlong yang harus sampai ke tempat kejadian terdiam.

di depannya sudah terbaring beberapa orang, termasuk xiao yu.

ia berlari mendekat, mengangkat tubuh temannya itu.

"xiao yu...."

ia mengguncang tubuh xiao yu.

"xiao yu, bangun"

nemuin tak ada respon dari xiao yu, ye chenlong meraih pergelangan tangan xiao yu.

"sebenarnya apa yang terjadi...."

"kenapa, jalur qinya berantakan. dan jiwanya sangat lemah" gumamnya.

ia menatap ke sosok sosok yang terbaring di sana, matanya penuh amarah.

"bukit pertama...."

"kalian..!"

emosinya naik, namun kali ini dia tak bisa berbuat apapun.

apa lagi dengan kondisi xiao yu yang seperti ini.

ye chenlong mengangkat tubuh xiao yu, ia berbalik hendak pergi.

"chenlong...."

"mau kemana, kenapa terlalu terburu buru"

ucapan ini, membuat ye chenlong menoleh.

di udara berdiri sosok yang ia kenal jelas, sosok yang tak pernah mau kalah darinya sedari kecil.

tangan ye chenlong benar benar mengepal.

namun saat ingin mengeluarkan pedang, dia tersadar ada tubuh xiao yu di gendongannya.

"tianxing...."

"aku tak ada waktu berurusan denganmu"

ye chenlong tak memperdulikan, ia memilih berbalik, namun baru hendak melangkah.

jalan di depannya tertutup tembok api besar.

"ingin lari..?"

"chenlong, apa menurutmu setelah sekian lama menunggu momen seperti ini, aku akan melepaskanmu"

"jangan harap"

saat melontarkan kata kata terakhir ini, tangannya mengayun sedikit.

beberapa orang di belakang tak ada yang tinggal diam.

aura mereka meletus, rata rata kultivasi mereka sudah ada di alam langit menengah.

detik berikutnya, mereka menyerbu.

lebih dari dua puluh orang melesat langsung ke arahnya, seperti serbuan lebah.

ye chenlong menurunkan xiao yu.

"saudara yu, bersabarlah"

"aku akan mengurus mereka dulu..."

ye chenlong menatap ke sosok yang menyerbu, perlahan pedang usang muncul di tangannya.

bum....

pasir yang ia injak sebelumnya menyebar, kilatan biru menembak lurus ke kerumunan.

bug..

bug....

bug.....

satu per satu, sosok itu jatuh tak sadarkan diri dengan luka tebasan di tubuh.

di udara tak ada bunyi pedang yang beradu, namun cairan merah mulai jatuh bagaikan hujan.

mu tianxing menyipitkan mata.

ia bisa melihat jelas, ye chenlong meliuk liuk di antara kerumunan sembari menebas.

"jadi benar, dia sudah bisa berkulivasi" batinnya.

hanya dalam waktu kurang dari 3 menit, puluhan sosok yang menyerang tadi sudah berserakan terbaring di pasir, bahkan ada yang tersangkut di antara pepohonan.

namun, kilatan biru tak berhenti di sana.

kilatan itu menembak lurus ke arah mu tianxing.

ting....

bunyi nyaring memenuhi tempat itu, sebuah pedang usang berbalut petir menghantam gagang kipas yang di pegang mu tianxing.

kini kedua sosok itu saling menatap.

"chenlong, terlalu cepat jika kau ingin membunuh tuan muda ini."

bom...

dari benturan itu, muncul ledakan qi.

mereka berdua mundur bersamaan di udara.

Setelah menyetabilkan diri, kipas mu tianxing terbuka.

ia mengayunkannya di udara, hembusan api langsung menuju ke arah ye chenlong.

ye chenlong yang telah menyetabilkan diri, menatap datar api ini.

ia mengayunkan pedang, menebas api itu.

api yang membara sebelumnya langsung terbelah, dan menghilang di udara.

"jaga amarahmu nak..."

"lawanmu kali ini tidak lemah, jika salah sedikit saja kau bisa mati di sini" ucap ye yuanzi dari dalam pedang.

ye chenlong, sedikit mengangguk.

"baik leluhur, aku sebelumnya memang sedikit terbawa emosi."

ia mulai menarik napas sedikit dalam, agar emosinya stabil.

mu tianxing, tersenyum dengan kipas mengayun lembut ke arahnya.

"kenapa diam...?"

"bukankah kay tadi sangat bersemangat menyerang tuan muda ini, seakan ingin membunuhku dalam sekali tebasan"

"tanpa, menyadari dengan kekuatanmu kau tak akan mampu melakukan itu"

petir yang menyebar di tubuh ye chenlong mulai mereda.

yang tadinya petir itu menyelimuti seluruh tubuh, kini hanya berpusat di pedangnya..

bahkan tatapan amarahnya kini perlahan menghilang.

"tianxing, apa lua tak salah berbicara?".

"sedari dulu bukankah kau sendiri yang menginginkanku mati"

"namun sayangnya, kau tak mampu melakukan ini hingga sekarang"

kipas yang berayun lembut langsung tertutup seketika, tangan yang memegangnya pun mengencang.

"sampah...."

"jangan bersar kepala, jika bukan klan ye mu kau sudah mati sedari dulu..!"

"benarkah?"

"sekarang tak ada klan ye di belakangku, tapi kau masih belum berhasil membunuhku"

"ingatlah tianxing, sedari kecil kau tak pernah memenangkan apapun dariku"

wajah mu tianxing merah seketika, bukan karena malu.

tapi karena darahnya mulai naik, aura pembunuh mulai bocor dari tubuhnya.

"sampah...."

"kau terlalu banyak bicara"

"lihat saja, bagaimana aku akan membunuhmu".

"SERIBU PEDANG API"

dalam sekali ayunan, banyak pedang api bermunculan.

pedang pedang itu melayang lurus ke arah ye chenlong.

ye chenlong tak diam, ia sedikit menunduk.

tubuhnya menghilang menjadi kilatan biru.

kilatan biru itu menghantam satu per satu.

mu tianxing pun sama, ia melesat langsung ke arah ye chenlong.

ting.....

bom....

Ting...

Bom.....

bunyi benturan pedang dan ledakan qi terdengar bergantian.

beberapa orang yang datang karena tertarik dengan fenomena xiao yu sebelumnya menatap tempat itu dari kejauhan.

tak ada satupun yang berani mendekat, walau mereka tak bisa melihat siapa yang bertarung.

tapi hanya dengan benturan cahaya biru dan merah itu, mereka bisa tau orang yang bertarung jauh melampaui mereka.

Di luar tempat itu.....

brak.....

kepala bukit pertama menggebrak meja dengan keras.

matanya tertuju ke lampu jiwa para murid, dan dari deretan lampu jiwa yang berjejer.

hanya lampu jiwa bukit pertama yang hampir habis.

hanya tersisa 2 lampu jiwa saja, padahal bukit pertamalah yang mengirimkan perwakilan paling banyak.

Kini tatapannya tertuju langsung ke arah lian dong.

sedangkan yang di tatap, tetap santai meminum anggur di tangan.

"kepala bukit pertama, kenapa menatapku seperti itu..."

"jangan bilang kau mencurigai murid dari bukit tuanku..?"

"kepala bukit guan, jangan mengelak...."

"hanya murid dari bukit guanmu lah yang berani melawan murid bukit pertamaku. jangan lupa, bahkan sebelumnya mereka berani melawan tetua penegak hukum"

liam dong tersenyum, ia menaruh guci anggur di atas meja.

kepalanya menoleh ke arah kepala bukit pertama.

"lalu apa...?"

"apa dengan tuduhan bodohmu itu kau ingin menghakimi muridku"

"jangan lupa, mereka sedang berada di perbatasan antara ras manusia dan iblis, jadi di sana tak hanya ada murid sekte 7 jiwa"

"tapi, jika kau tetap ingin menghakimi muridku..."

bom....

aura mengerikan, langsung keluar dari tubuh lian dong.

beberapa pemimpin bukit langsung bisa merasakan tekanannya.

jangankan mereka, bahkan patriark sekte sedikit merasakan tekanan ini.

"kau bisa mencoba melawan dulu" lanjut lian dong.

1
Ilham Yono
foto? udah ada kamera di jaman itu????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!