NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Langkah Bintang Jatuh

Debu kemerahan berpusar liar ketika Kalajengking Bintang Ekor Besi, binatang buas purba sekelas ranah Pondasi Abadi awal (Foundation Establishment), menerjang maju. Makhluk itu mendesis tajam, mengayunkan ekor bajanya yang beracun untuk mencabik Lin Chen yang baru saja memasuki wilayahnya.

Lin Chen mencoba menghindar ke samping, tetapi gravitasi ekstrem yang setidaknya lima puluh kali lipat lebih berat dari dunia luar itu menahan tubuhnya bagaikan jangkar raksasa. Pergerakannya melambat.

TRANG!

Ujung ekor baja beracun itu menyerempet bahu Lin Chen. Jubah abu-abunya robek seketika, namun alih-alih menembus daging, benturan itu justru menghasilkan percikan api. Kulit Lin Chen yang telah ditempa oleh Teknik Penempaan Tubuh Gajah Purba hanya menyisakan bekas garis putih.

Meski tidak terluka, gaya dorong dari serangan itu membuat Lin Chen terhuyung mundur, kakinya menggores tanah berbatu hingga meninggalkan parit kecil.

"Jangan melawan gravitasi, Bocah bodoh!" raung Tua Hitam dari dalam Dantian-nya. "Kau berjalan seperti manusia fana yang sedang memikul batu! Di area gravitasi ini, melawan tarikan bumi hanya akan menguras tenagamu. Jangan angkat beratmu, tapi jatuhkan! Gunakan gravitasi itu sebagai momentum!"

Mata Lin Chen menyipit tajam. Ia dengan cepat memproses instruksi Tua Hitam. Menggunakan gravitasi. Menjatuhkan diri.

Saat Kalajengking Bintang Ekor Besi itu kembali melontarkan capit raksasanya, Lin Chen tidak mencoba melompat atau menghindar ke belakang. Sebaliknya, ia melepaskan seluruh pertahanan kakinya, membiarkan gravitasi 50 kali lipat itu "menarik" tubuhnya jatuh ke bawah dalam sepersekian detik.

Kecepatannya jatuh jauh melebihi kecepatan serangan monster tersebut. Tepat sebelum tubuhnya menghantam tanah berbatu, Lin Chen menanamkan satu kakinya dan meledakkan kekuatan fisik gajah purbanya untuk mengubah arah jatuh itu menjadi gaya lontar ke depan.

WUSSH!

Tubuh Lin Chen melesat bagaikan meteor yang menyambar permukaan tanah, meninggalkan bayangan buram. Ia melewati capit monster itu dan langsung berada tepat di bawah perut Kalajengking Bintang Ekor Besi.

"Ini dia... Langkah Bintang Jatuh," gumam Lin Chen dingin. Ia telah menemukan fondasi teknik pergerakannya sendiri.

Monster itu panik, berusaha menekan tubuhnya ke bawah untuk meremukkan Lin Chen. Namun, Lin Chen sudah menarik kepalan tangan kanannya. Seluruh Qi di Dantian-nya dikompresi ke satu titik, memancarkan cahaya emas-hitam yang pekat.

Teknik Tinju Penghancur Bintang Purba: Tingkat Pertama!

BAMMM—!!!

Tinju Lin Chen menghantam lapisan zirah di perut monster purba itu. Ledakan kekuatan destruktif yang mengerikan menyapu ke atas. Zirah baja kalajengking yang setara dengan artefak tingkat menengah itu hancur berkeping-keping seperti kaca tipis. Gelombang energi terus menembus, menghancurkan organ dalamnya, hingga akhirnya meledakkan punggung monster itu menjadi hujan darah berwarna hijau kental.

Binatang sekelas Pondasi Abadi awal (Foundation Establishment)  itu mati bahkan sebelum sempat mengeluarkan auman terakhirnya.

Lin Chen perlahan berdiri di tengah hujan darah hijau yang mendesis membakar tanah berbatu. Napasnya sedikit memburu. Mengeksekusi Tinju Penghancur Bintang Purba bersamaan dengan Langkah Bintang Jatuh di bawah tekanan gravitasi ekstrem benar-benar menguras tenaganya.

Ia melangkah maju dan merogoh sisa bangkai monster itu, menarik keluar sebuah kristal seukuran kepalan tangan yang memancarkan energi tanah yang sangat padat Inti Binatang Kalajengking Bintang Ekor Besi.

"Inti binatang purba. Sangat berguna untuk menstabilkan Dantianmu nanti," komentar Tua Hitam dengan nada puas. "Teknik pergerakanmu barusan masih kasar, tapi fondasinya sudah benar. Teruslah berlatih, dan di bawah gravitasi ini, kecepatanmu tidak akan bisa dilacak oleh kultivator biasa."

Lin Chen mengangguk, memasukkan Inti Binatang itu ke dalam cincin penyimpanannya.

Ia baru saja hendak mencari tempat yang aman untuk memulihkan energi Qi-nya, ketika tiba-tiba, sebuah sensasi dingin yang menggigit menyebar dari balik jubahnya, tepat di atas dadanya.

Lin Chen merogoh jubah abu-abunya dan mengeluarkan liontin Giok Es pemberian Su Qingyue.

Batu giok berbentuk kristal salju itu kini menyala dengan pendar biru yang terang benderang. Sesuai perkataan Qingyue, Giok Es ini akan beresonansi jika mereka berada dalam radius sepuluh mil.

Namun, cahaya biru itu tidak menyala dengan stabil. Giok itu berkedip-kedip dengan sangat cepat, dan memancarkan hawa dingin yang tak beraturan, seolah-olah energinya sedang terkuras hebat.

"Resonansi energi yang sangat kacau," Tua Hitam memperingatkan, suaranya berubah berat. "Gadis esmu itu sedang menggunakan Qi-nya secara maksimal. Dia sedang bertarung, dan lawannya memaksanya hingga ke batas."

Mata Lin Chen yang sebelumnya tenang kini berubah menjadi sekelam dasar samudra. Niat membunuh yang murni dan dingin memancar dari tubuhnya, menekan debu di sekitarnya.

Ia ingat jelas bahwa Tetua Puncak Salju tahu faksi-faksi besar, termasuk kekuatan di balik Fraksi Harimau Ungu, akan menggunakan kekacauan di Alam Rahasia ini untuk memburu mereka tanpa jejak. Su Qingyue pasti telah dicegat.

Tanpa membuang waktu satu detik pun untuk memulihkan diri, Lin Chen langsung merendahkan kuda-kudanya. Ia membiarkan gravitasi 50 kali lipat menuntun pusat massanya. Dengan eksekusi Langkah Bintang Jatuh yang makin luwes, tubuhnya melesat menembus ngarai-ngarai hitam, berubah menjadi bayangan pembawa maut yang membelah dimensi gravitasi kuno itu.

"Bertahanlah, Qingyue," bisik Lin Chen di sela deru angin yang menampar wajahnya. "Siapa pun yang berani menyentuhmu, aku akan pastikan tulang mereka tertinggal selamanya di jurang ini."

1
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!