Temmy Lynn, seorang dokter cantik super jenius tapi sangat plenger, ceplas ceplos dan omongannya kadang sepedas seblak level 100. dia bisa menyembuhkan segala macam penyakit tanpa terkecuali. Dia hanya peduli dengan uang, baginya itu sangat realistis.
Kailendra Adyaksa, tuan muda dingin yang mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan mobil yang dialaminya dua tahun yang lalu. Dia menolak semua pengobatan dan orang-orang yang mencoba mendekat termasuk orang tuanya. Apa yang terjadi jika kedua manusia beda karakter ini bertemu? Yuk kepoin keseruan mereka di sini guys..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
"Bapak/ibu sekalian, tujuan diadakannya rapat ini untuk menentukan masa depan perusahaan ini. Seperti kita tahu bahwa saat ini posisi CEO masih dipegang oleh tuan Kailendra tapi kita semua juga tahu bahwa beliau tidak bisa menjalankan tugasnya secara maksimal, untuk itu kita harus fikirkan kembali posisi CEO di perusahaan ini, citra perusahaan akan jelek bila pemimpin perusahaan tidak kompeten seperti sekarang" ucap salah satu dewan direksi.
"Bagian mananya yang tidak kompeten tuan Bima? Selama ini saya masih menjalankan tugas saya, perusahaan juga tidak mengalami kerugian bahkan profit perusahaan meningkatkan, saya akui memang ada beberapa pegawai nakal tapi akan diselesaikan segera" jawab Kai tenang.
"Itu saja tidak cukup tuan Kai, sebagai seorang pemimpin anda harus muncul ke public, bertemu client penting secara langsung"
"Tapi selama ini para client penting yang anda bicarakan tersebut tidak pernah keberatan melakukan pertemuan secara virtual"
"Walaupun mereka tidak keberatan tapi bila suatu saat anda harus muncul di hadapan public dengan keadaan anda mohon maaf yang tidak sempurna, itu bisa membuat citra perusahaan jelek" Bima masih tetap dengan pendapatnya.
Di belakang, Lynn dan Alan berdiri dengan tenang menyaksikan perdebatan tersebut.
"Kok orang goblok kaya si Bima bisa jadi dewan direksi? Setau gue memimpin perusahaan mah lebih banyak pake otak bukan pake kaki, dikira mau tanding Piala Dunia kali. Hehehe" Lynn berbisik kepada Alan, namun ternyata apa yang dia ucapkan terdengar oleh beberapa orang yang menyetujui pendapatnya.
"Ah ini mah akal-akalan mereka aja sih nona buat nyingkirin tuan muda Kai" balas Alan.
"Iya lah pasti. Lagian menurut gue justru bagus kalau public tahu keadaan tuan Kai. Dengan keterbatasannya aja bisa memimpin perusahaan sampai hebat gini, apalagi kalau keadaanya udah pulih. Beuh makin gacor yakin"
"Mereka mah mana mau ngambil sisi positivenya nona, orang fikirannya aja kotor semua"
"Iya sih kebanyakan makan duit haram kali ya. Kalau aku punya atasan atau bawahan kaya gitu fkirannya udah gue jadiin tumbal proyek" ujar Lynn gemas.
"Makanya nona mah gak cocok menjalankan perusahaan, emosinya meledak-ledak" ujar Alan jujur. "iya sih sekiranya merugikan atau membahayakan mah sikat, tinggal suntik mati aja" jawab Lynn enteng.
"Nona mah cocoknya jadi nyonya boss aja lah" goda Alan.
"No thanks, cinta bikin ribet" balas Lynn. Rupanya interaksi keduanya diperhatikan oleh Kai. Wajah cemburunya sangat terlihat jelas oleh Alan. Rupanya dia tidak lagi mendebat Bima bukan karena kalah tapi atensinya tertuju kepada Lynn dan juga Alan.
"Bagaimana tuan Kai? Apa ada yang ingin anda sampaikan lagi?" tanya Bima dengan senyum meremehkan.
"Tidak ada, lakukan saja apa yang kalian inginkan" jawab Kai tanpa mengalihkan pandangannya dari Alan dan juga Lynn.
"Nona sepertinya tuan Kai memperhatikan kita"
"Biarkan saja"
"Sepertinya beliau cemburu"
"Ah lebay" ujar Lynn acuh.
"Baiklah karena sudah tidak ada yang dikatakan lagi oleh CEO kita, maka hari ini kita akan mengadakan voting, apakah tuan Kai tetap menjabat atau kah harus diganti orang lain" ujar Bima penuh percaya diri karena sebelumnya ia sudah mempengaruhi para anggota dewan yang dianggap sangat penting dalam perusahaan. Namun di luar dugaan, karena obrolan konyol Lynn dan Alan, mereka jadi berubah fikiran. Hanya bebepa orang yang ingin menggantikan Kai. Bima terlihat terkejut.
"Tuan Arya, bukannya anda sudah setuju?" tanya nya.
"Tuan Bima sepertinya apa yang dikatakan wanita muda ini benar, selama ini keuntungan perusahaan semakin meningkat, saya rasa sangat tidak pantas apabila hanya karena kondisi tuan Kai yang belum membaik kita menggantikannya" jawab Arya.
..."Ya saya setuju, justru dengan keadaan tuan Kai yang seperti ini bisa menginspirasi orang di luar sana yang mempunyai kekurangan tapi bisa melalukan hal-hal luar biasa" timpal seorang dewan direksi perempuan bernama ibu Sherly....
"Wah sepertinya tuan Bima sudah mempunya calon yang sangat cocok untuk menggantikan saya" sindir Kai
"A...a...aku..? Jawab Bima terbata bata.
"Sudah tidak ada apa apa tuan Bima anda tidak usah gugup sepertinya memang sudah saatnya saya.menyerahkan jabatan saya" ucap Kai santai. Ruang rapat mendadak ramai. Banyak yang tidak setuju Kai di ganti. Namun saat ini Kai hanya ingin focus membuat perusahaannya sendiri maju.