NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.

Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!

kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Semua petinggi kota menghilang?

Menjelang senja, Kota Tujuh Bintang akhirnya benar-benar memperlihatkan tanda-tanda kehidupan yang kembali pulih. Jalan-jalan utama yang beberapa jam sebelumnya dipenuhi tubuh-tubuh tak sadarkan diri kini mulai ramai oleh para penduduk yang saling membantu membersihkan puing-puing bangunan, mengangkat kereta yang terbalik, serta mengevakuasi mereka yang masih membutuhkan perawatan.

Tangisan ketakutan perlahan berubah menjadi suara syukur dan tawa lega ketika anggota keluarga yang sempat kehilangan satu sama lain akhirnya kembali bertemu.

Di berbagai sudut kota, para pengembara dan kultivator yang kebetulan singgah ikut membantu tanpa diminta. Sebagian memperbaiki formasi pertahanan yang rusak akibat benturan energi sebelumnya, sementara yang lain membantu para tabib memindahkan korban ke tempat yang lebih aman.

Pil-pil pemulih yang dibagikan Nova menjadi penyelamat bagi banyak orang. Beberapa kultivator tua bahkan berkali-kali menatap pil tersebut dengan wajah tidak percaya, seolah masih sulit menerima bahwa pil tingkat menengah dapat dibagikan begitu saja tanpa meminta imbalan sedikit pun.

Nova sendiri tidak banyak bicara. Ia hanya berjalan perlahan bersama Lin Xue, Yun Xi, Gu Shen, Yan Mei, dan Qin Yu menyusuri jalan utama kota sambil memastikan tidak ada lagi penduduk yang membutuhkan pertolongan darurat. Sesekali beberapa anak kecil berlari menghampiri mereka dengan wajah penuh kekaguman, sementara para orang tua membungkukkan badan berkali-kali sebagai ungkapan terima kasih.

"Terima kasih telah menyelamatkan kami!"

"Kalau bukan karena kalian..."

"Kami mungkin sudah menjadi korban ritual iblis itu."

Ucapan syukur terdengar dari berbagai arah.

Bahkan beberapa pedagang yang kiosnya masih setengah hancur tetap memaksa rombongan Nova menerima buah-buahan spiritual, minuman hangat, hingga berbagai makanan khas Kota Tujuh Bintang sebagai tanda terima kasih. Tidak sedikit pula yang sampai meneteskan air mata ketika mengetahui bahwa orang-orang yang mereka kira telah menjadi mayat ternyata masih memiliki kesempatan untuk hidup.

Yan Mei yang biasanya paling cerewet mulai kewalahan. "Kalau begini terus, kita bisa pulang dengan membawa satu pasar."

Gu Shen tertawa sambil mengangkat beberapa keranjang buah yang dipaksakan kepadanya.

"Setidaknya kali ini pekerjaanku mengangkat barang dibayar dengan makanan."

Qin Yu menggeleng pelan sambil tersenyum tipis.

"Sepertinya mereka tidak akan berhenti sebelum kita menerima semuanya."

Suasana yang sebelumnya mencekam perlahan berubah hangat. Untuk pertama kalinya sejak memasuki Kota Tujuh Bintang, senyum kembali terlihat di wajah para penduduk. Namun di balik ketenangan tersebut, Nova justru merasakan sesuatu yang janggal.

Tatapannya perlahan menyapu seluruh kota.

Jalan utama, balai kota, gedung administrasi, menara penjaga, semuanya mulai kembali beroperasi.

Tetapi...

"Aneh."

Nova menghentikan langkahnya.

Lin Xue menoleh.

"Kau juga merasakannya?"

Nova mengangguk pelan.

"Kota sebesar ini..."

"...kenapa belum ada satu pun petinggi yang muncul?"

Kalimat sederhana itu langsung membuat seluruh rombongan saling berpandangan.

Benar.

Sejak mereka memasuki kota hingga berhasil membebaskan puluhan ribu penduduk dari pengaruh Formasi Mata Iblis Tujuh Jiwa, tidak satu pun pejabat kota, tetua keluarga besar, panglima penjaga, ataupun penguasa Kota Tujuh Bintang yang menunjukkan diri.

Padahal peristiwa sebesar ini seharusnya sudah cukup mengguncang seluruh wilayah barat Planet Galastos.

Yun Xi perlahan menganggukkan kepala. "Aku juga merasa aneh."

"Setidaknya harus ada seseorang yang bertanggung jawab mengurus keadaan kota."

Gu Shen menggaruk kepalanya.

"Jangan-jangan..."

"Mereka juga ikut dikendalikan?"

"Tidak."

Nova langsung menggeleng.

"Kalau benar begitu, orang itu pasti sudah muncul ketika pemimpin Lembah Iblis Hitam mengendalikan seluruh kota."

Semua kembali terdiam, pertanyaan tersebut tetap menggantung tanpa jawaban.

Malam pun tiba.

Atas permintaan hampir seluruh penduduk, rombongan Nova akhirnya diantar menuju sebuah penginapan terbesar di pusat Kota Tujuh Bintang.

Bangunan itu terdiri atas lima lantai dengan arsitektur kuno yang megah. Pilar-pilar kayu spiritual menopang setiap sudut bangunan, sementara lampion kristal menggantung di sepanjang koridor, memancarkan cahaya hangat yang membuat suasana terasa begitu nyaman.

Pemilik penginapan bahkan menolak menerima pembayaran sedikit pun.

"Kalian adalah penyelamat Kota Tujuh Bintang."

Pria tua itu membungkukkan badan dengan penuh hormat.

"Selama kalian berada di sini, seluruh biaya menjadi tanggung jawab kami."

Bukan hanya itu.

Malam itu, aula utama penginapan dipenuhi berbagai hidangan terbaik yang berhasil disiapkan para penduduk dalam waktu singkat. Daging binatang spiritual, sup jamur seribu tahun, buah-buah langka, hingga teh spiritual berkualitas tinggi memenuhi meja panjang yang sengaja disiapkan khusus untuk menyambut rombongan Nova.

Perlakuan yang mereka terima benar-benar menyerupai tamu kehormatan kerajaan.

Yan Mei yang melihat meja penuh makanan langsung kehilangan seluruh rasa lelahnya.

"Kalau setiap selesai bertarung kita disambut seperti ini..."

"Aku rela bertarung lebih sering."

Gu Shen langsung menyambar sepotong daging spiritual.

"Itu karena kau hanya memikirkan makanan."

"Kau juga."

"Ya, memang."

Mendengar jawaban tanpa rasa malu itu, seluruh aula dipenuhi gelak tawa.

Nova hanya tersenyum kecil sambil menikmati secangkir teh spiritual yang baru saja disuguhkan.

Namun pikirannya masih tertuju pada pertanyaan yang sama.

Ke mana para petinggi kota?

Seolah mampu membaca kegelisahan di wajah Nova, pria tua pemilik penginapan itu perlahan mendekati meja mereka.

Rambutnya telah memutih seluruhnya, tetapi sorot matanya masih tampak tajam.

"Anak muda..."

"Aku tahu apa yang sedang kalian pikirkan."

Nova segera menatapnya.

"Kakek mengetahui sesuatu?"

Pria tua itu menghela napas panjang sebelum menganggukkan kepala.

"Bukan hanya kalian."

"Seluruh penduduk kota juga mempertanyakan hal yang sama."

Ia menuangkan teh ke dalam cangkirnya sendiri sebelum melanjutkan.

"Beberapa hari sebelum bencana ini terjadi..."

"...seluruh petinggi Kota Tujuh Bintang meninggalkan kota."

Lin Xue sedikit mengernyit.

"Seluruhnya?"

"Benar."

Pria tua itu mengangguk perlahan.

"Penguasa kota."

"Para tetua keluarga besar."

"Komandan Pasukan Penjaga."

"Bahkan beberapa kultivator terkuat kota."

"Mereka semua pergi bersamaan."

Ekspresi Nova berubah semakin serius.

"Pergi ke mana?"

Pria tua itu terdiam beberapa saat, seolah sedang memastikan tidak ada orang lain yang mendengarkan pembicaraan mereka.

Barulah ia merendahkan suaranya.

"Mereka memasuki sebuah portal."

"Portal?"

Qin Yu ikut mengangkat kepala.

"Portal menuju alam rahasia?"

"Itulah yang kami dengar."

Pria tua itu mengangguk.

"Tidak ada seorang pun rakyat biasa yang mengetahui ke mana portal itu terhubung."

"Yang kami tahu hanyalah..."

"...portal tersebut muncul di Alun-Alun Bintang beberapa hari yang lalu."

"Setelah berdiskusi cukup lama, seluruh petinggi kota memutuskan untuk memasukinya."

"Mereka berkata akan kembali paling lambat tiga hari."

Pria tua itu menghela napas pelan.

"Tetapi..."

"Hingga hari ini..."

"...tidak seorang pun kembali."

Suasana di meja langsung berubah sunyi.

Nova dan teman-temannya saling bertukar pandang.

"Yang lebih aneh lagi," lanjut pria tua itu dengan nada semakin berat, "ketika Kota Tujuh Bintang diserang oleh orang-orang Lembah Iblis Hitam..."

"...tidak ada satu pun dari mereka yang muncul."

"Bahkan setelah lonceng darurat kota dibunyikan berkali-kali."

"Seolah..."

Pria tua itu mengepalkan tangannya perlahan.

"...mereka benar-benar menghilang tanpa jejak."

Nova perlahan meletakkan cangkir tehnya.

Di dalam lautan jiwanya, Tian Long yang sejak tadi diam akhirnya membuka mata.

"Portal yang muncul tiba-tiba..."

"...dan seluruh petinggi kota menghilang bersamaan."

Suara naga kuno itu terdengar jauh lebih serius daripada biasanya.

"Anak muda..."

"Aku punya firasat..."

"...dua kejadian itu tidak ada hubungannya dengan kebetulan."

1
Raden Mamad
yg suka fantasi pria ini ada novel bagus di jamin pokoknya judul JALAN MENUJU KEILAHIAN'
Muhammad Irdham
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!