Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.
Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.
Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.
Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.
Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.
Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3: Lamaran Kerja Sang "Monster Kaku"
...Di sudut terdalam distrik Bogota, berdiri sebuah gedung pencakar langit berwajah kaca gelap yang dari luar tampak seperti markas besar perusahaan investasi multinasional....
...Namun, di lantai teratas bangunan tersebut, sebuah griya tawang berkeamanan militer tinggi dengan kaca antipeluru, suasananya jauh dari kesan perkantoran biasa....
...Tempat itu adalah pusat dari Kingsley Syndicate, organisasi bawah tanah terbesar dan paling ditakuti di seluruh penjuru Kolombia....
...Di dalam ruangan kerja yang luas dan sunyi, cahaya matahari pagi tertahan oleh gorden otomatis yang menutup rapat....
...Satu-satunya sumber penerangan berasal dari cahaya layar monitor raksasa yang menampilkan peta logistik dan jaringan global....
...Berdiri menghadap jendela yang tertutup itu, seorang pria tampak bagai siluet dewa kematian yang tenang namun mematikan....
...Gavin Kingsley....
...Di usianya yang baru menginjak 30 tahun, dia sudah memegang kendali penuh atas dunia bawah tanah Kolombia....
...Tubuhnya yang tinggi seratus delapan puluh lima sentimeter tampak sangat atletis di balik setelan jas tiga potong berwarna hitam legam, karya desainer terbaik Savile Row yang melekat sempurna tanpa lipatan seujung kuku pun....
...Kemeja putihnya dikancingkan rapat hingga ke leher, dipadu dasi sutra hitam, memancarkan kerapian yang ekstrem, dingin, dan kaku....
...Saat Gavin berbalik perlahan, sepasang mata biru cerahnya yang sedingin es langsung tertuju pada sebuah map berkas fisik yang diletakkan di atas meja kayu mahoni miliknya....
...Aura di sekitar pria blasteran Kolombia-Inggris ini begitu mengintimidasi, tipe aura yang bisa membuat udara di dalam ruangan mendadak terasa tipis dan mencekam bagi siapa saja yang berada di dekatnya....
...Di depan meja tersebut, berdiri Mateo Viper Silva, tangan kanan sekaligus kepala eksekutor kepercayaan Gavin....
...Wajah Viper yang biasanya sangar kini dipenuhi gurat kebingungan yang sangat besar....
..."Bos," Viper berdehem pelan, mencoba memecah keheningan yang kaku....
..."Informasi dari agensi bayangan kita di bawah... Marco Moretti baru saja memasukkan permintaan darurat. Dia mencari pengawal pribadi untuk putrinya, Larissa Moretti. Tapi... saya masih tidak mengerti." Viper memberanikan diri menatap mata biru cerah bosnya....
..."Kenapa Anda sendiri yang bersikeras mengambil profil lamaran ini? Anda adalah pemimpin tertinggi Syndicate. Satu jentikan jari Anda bisa menggerakkan ribuan tentara. Kenapa Anda harus merendahkan diri menjadi anjing penjaga untuk putri seorang pengusaha?"...
...Gavin tidak langsung menjawab....
...Dia berjalan dengan langkah yang sangat teratur, hampir seperti robot yang terprogram sempurna menuju meja kerjanya....
...Jari-jarinya yang panjang membuka map tersebut, menyingkap lembar pertama yang menampilkan foto profil target....
...Mata biru cerah Gavin seketika terkunci pada foto itu....
...Gambar seorang gadis berusia 24 tahun yang tersenyum sangat lebar ke arah kamera....
...Kulitnya yang seputih susu tampak kontras dengan latar belakang foto, dan sepasang mata hazelnya yang jernih seolah-olah sedang menatap langsung ke dalam jiwa Gavin yang gelap....
...Dalam sekejap, dinding kekakuan di wajah Gavin sedikit goyah....
...Pikirannya terlempar kembali ke sebuah memori beberapa bulan yang lalu, di sebuah sudut pasar kumuh di pinggiran Bogota....
...Hari itu, Gavin sedang berada di sana dalam sebuah misi pengintaian rahasia untuk mengeksekusi seorang pengkhianat kartel....
...Suasana pasar sangat pengap, kotor, dan dipenuhi oleh anak-anak jalanan berpakaian compang-camping yang kelaparan....
...Di tengah lingkungan yang suram dan penuh bau kemiskinan itu, tiba-tiba muncul sebuah mobil sedan perak yang berhenti di pinggir jalan....
...Pintu mobil terbuka, dan seorang gadis berpakaian kasual melompat turun dengan riang....
...Itu Larissa Moretti. Tanpa rasa takut atau jijik sedikit pun terhadap lingkungan kumuh tersebut, Larissa langsung duduk bersila di atas tanah yang kotor bersama anak-anak jalanan....
...Dia membawa beberapa kardus besar berisi makanan hangat, mainan, dan buku-buku cerita....
...Gavin, yang saat itu mengawasi dari balik lantai dua sebuah bangunan tua dengan teropong senapan runduknya, sempat membeku....
...Dia melihat bagaimana kulit seputih susu gadis itu berkilau di bawah terik matahari Kolombia....
...Namun, yang benar-benar meruntuhkan pertahanan Gavin adalah senyumannya....
...Larissa tersenyum begitu ceria, tertawa lepas tanpa beban saat salah satu anak jalanan secara tidak sengaja mengolesi pipinya dengan cokelat....
...Sifatnya yang bar-bar namun penuh kebaikan hati yang murni seolah menjadi secercah cahaya yang menusuk kegelapan hidup Gavin....
...Sejak detik itu, sang monster berdarah dingin yang tidak pernah mengenal arti kata cinta, telah jatuh dalam pesona mata hazel Larissa pada pandangan pertama....
...Selama berbulan-bulan, Gavin diam-diam mencari tahu segala hal tentang Larissa, menyadari bahwa gadis itu sering kali terlibat bahaya karena sifat rusuhnya, dan berada di bawah radar kartel-kartel saingan yang ingin memanfaatkan kekayaan ayahnya....
...Gavin tersadar dari kilas baliknya....
...Dia menutup map berkas itu dengan ketukan pelan dari ujung jarinya yang bersarung tangan kulit hitam....
..."Moretti tidak tahu siapa aku, Viper," suara Gavin terdengar rendah, bariton, dan tanpa emosi yang berlebih....
..."Di mata dunia, aku hanyalah seorang mantan tentara bayaran miskin bernama Gavin yang memiliki catatan militer bersih dari agensi rahasia. Penyamaran ini sempurna untuk memastikan keselamatannya dari jarak dekat."...
..."Tapi, Bos... rumor mengatakan putri Moretti itu sangat sulit diatur. Sifatnya bar-bar, hobi membuat keributan, dan baru saja menghancurkan kelab malam El Paraíso tadi malam," Viper meringis, membayangkan repotnya menghadapi gadis manja seperti itu....
..."Dia sudah memecat belasan pengawal. Dia akan menjahili Anda, Bos. Dia akan menguji batas kesabaran Anda."...
...Gavin menegakkan tubuhnya....
...Pikirannya membayangkan kembali laporan tentang keributan di kelab malam tadi malam....
...Bukannya marah atau terganggu, ada letupan aneh di dalam dada Gavin, sebuah rasa posesif yang mendadak membakar pembuluh darahnya saat mengetahui ada pria lain yang mencoba menyentuh Larissa....
...Gengsi tingginya membuat Gavin menolak mengakui bahwa dia cemburu bahkan sebelum mereka resmi bertemu, namun batinnya sudah berteriak ingin menguliti siapa saja yang berani menatap mata hazel milik gadis itu....
..."Dia boleh mencoba menjahiliku sesukanya," jawab Gavin ketus, mencoba menyembunyikan detak jantungnya yang sedikit berpacu lebih cepat hanya karena membayangkan interaksi mereka nanti....
..."Tapi tugas utamaku adalah memastikan tidak ada satu pun lalat kotor di negara ini yang bisa menyentuh seujung kuku dari kulitnya."...
...Gavin melangkah menuju cermin besar di sudut ruangan....
...Dia merapikan kerah jas hitam mahalnya, memastikan tidak ada satu pun debu yang menempel....
...Sikapnya kembali menjadi sosok monster kaku yang dingin, tanpa cela, dan dipenuhi aura pembunuh yang pekat....
...Di punggung kanannya, tersembunyi di balik kain jas yang tebal, terdapat tato mawar berduri besar, simbol kekuasaan tertinggi Kingsley Syndicate yang siap dia gunakan untuk meratakan siapa saja yang berani mengusik kedamaian gadis impiannya....
...Viper yang melihat tatapan mata Gavin hanya bisa menelan ludah dengan susah payah....
...Dia tahu, jika bosnya sudah mengeluarkan ekspresi seperti ini, maka tidak akan ada satu pun kekuatan di Kolombia yang bisa menghentikannya....
...Gavin membalikkan badan, menatap tangan kanannya untuk terakhir kali sebelum berangkat menuju kediaman keluarga Moretti untuk memulai lamaran kerjanya sebagai pengawal pribadi....
...Tiba-tiba, sudut bibir Gavin terangkat sedikit. Dia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat jarang terlihat, yang justru tampak begitu mengerikan, dingin, sekaligus menyimpan obsesi yang mendalam di mata anak buahnya yang menyaksikannya....
...Gavin meraih senjata api rahasia yang dia selipkan di balik jasnya, lalu berkata dengan nada suara yang rendah namun penuh akan keposesifan, "Gadis sekecil itu... harus dijaga oleh monster sepertiku."...