"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.
Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Masih lanjutan bab sebelumnya ya guys, jangan lupa like, komen, subscribe yah🥰👇.
Penuh pengertian Altas mempersiapkan makanan yang diminta Sera dan menyuapinya, sedikit penolakan dari Sera mengatakan kalau ia bisa melakukannya sendiri namun Altas tetap memaksa.
"Makanlah juga."
"Melihatmu makan begitu lahap saja sudah membuatku kenyang, apalagi mendengar kabar bahagia ini. Rasanya hati begitu bahagia dan tak bisa berkata-kata."
"Hehe kau terlalu berlebihan."
"Makanlah yang banyak sayang. Sekarang ada 2 orang penting yang harus aku jaga, kamu dan baby kita. Kalau perlu yang lain katakan saja, apapun itu akan akan aku cari."
Getar suara ponsel Altas yang mana Corleo menelponnya, langsung ia menanyakan apakah ada sesuatu yang terjadi sambil menaikan volume panggilan agar Sera juga bis mendengarnya. Pertama, Corleo mengatakan soal Ivana yang setiap hari mencarinya dan memaksa masuk ke rumah.
"Aku sudah mengatakan kalau kau tidak ada kak, tapi dia bersikeras memaksa seperti orang gila. Bahkan rasanya aku ikut gila jika setiap hari harus menghadapi dia."
Tertawa Altas, "Dia memang seperti itu, biarkan saja dia. Lalu?"
Yang kedua, Corleo mengatakan kalau entah bagaimana sistem keamanannya mulai bisa di akses oleh beberapa pihak. Bahkan ia merasa kewalahan mengurus semuanya sendiri, karena banyak sekali pihak yang sudah bisa melacak dan menyerangnya.
"Sepertinya, para rekan bisnis kita sebelumnya ikut andil dalam hal ini dan mencoba menjatuhkan kita sejatuh-jatuhnya."
Mendengar hal itu Altas tetap bersikap tenang dan santai seolah ia sudah paham bagaiman alurnya berjalan. Ia pun mengatakan pada Corleo untuk tetap memantau sistem itu dna jangan sampai kebocoran itu terlalu jauh.
"Handle dulu semuanya, aku akan segera kembali."
"Baik kak, aku menunggumu" telepon dimatikan.
"Seperti yang aku duga, hal ini pasti akan terjadi" ucap Altas pada Sera.
Sera pun meminta Altas agar mereka pulang lebih cepat jika keadaan di rumah sedang tidak baik-baik saja. Karena ia juga tidak mau suaminya itu nantinya harus berurusan dengan hukum jika ada pihak yang nantinya akan menjatuhkan namanya.
Altas pun mencoba menenangkan Sera dengan mengatakan kalau semua itu tidak akan terjadi dan semua akan baik-baik saja. Karena pihak musuh hanya akan menjatuhkan namanya tapi tidak akan berani jika harus berurusan dengan hukum.
"Karena mereka semua sama sayang, jika 1 masuk apakah yang lain akan lolos?. Tidak, sayang. Jadi tenanglah, aku sudah sangat tahu alur permainan ini. Aku juga rasanya tidak ingin berurusan dengan hal seperti ini lagi, aku hanya ingin fokus denganmu dan anak kita saja. Dan dengan bisnis yang jauh lebih baik dari ini."
"Kau yakin?"
Merangkul Sera, "Sangat yakin."
Kembali Sera merasa mual dan berlari kecil ke kamar mandi di susul Altas memijat lirih belakang pundaknya.
"Aku mual sekali."
"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja, kita periksa ya."
Tolak Sera mengatakan kalau hari ini ia ingin istirahat dan mungkin meminum obat jika ada.
"Tapi jika mual seperti ini terus-menerus aku kasihan denganmu sayang, semua makanan yang dimakan keluar."
"Tidak papa, aku juga seorang perawat dan hal ini sangat wajar. Tenanglah, aku baik-baik saja aku kan kuat" ucap Sera keluar dari kamar mandi dibarengi Altas.
Altas pun mengajukan satu permintaan untuk Sera yang harus di laksanakan, kerut alis Sera penasaran dan bertanya permintaan apa yang diajukan suaminya itu.
"Aku minta, mulai saat ini, detik ini jangan panggil aku kamu lagi. Panggil aku dengan sebutan sayang, mengerti sayang?. Kita kan sudah menikah, dan sebentar lagi kita akan jadi orang tua, masak iya nanti anak kita denger orang tuanya manggil aku kamu."
Tawa Sera, "Hhe, iya sayang" mengusap lembut pipi Altas.
"Emmh, sayang sekali!" memeluk gemas Sera dengan erat.
"Hehe, lepasin sayang. Sakit ih!"
...