NovelToon NovelToon
HERE I AM "GHOST"

HERE I AM "GHOST"

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:367
Nilai: 5
Nama Author: chiechie kim

Park Soo-jin, siswi baru yang pindah ke SMA Haneul di Seoul, menghadapi beban berat: biaya sekolah dan pengobatan ayah yang terus menumpuk. Saat kehabisan pilihan, ia menemukan sebuah lowongan dengan bayaran tinggi—namun tugasnya tak terduga: menjadi pemburu hantu sekolah.

Di siang hari, ia adalah siswi biasa yang berusaha mengikuti pelajaran. Di malam hari, ia menyusuri koridor sepi, ruang kelas terbengkalai, dan lorong gelap untuk menenangkan arwah yang belum tenang. Awalnya hanya demi uang, perlahan Soo-jin menyadari tugas ini mengajarkannya lebih dari sekadar keberanian: setiap bayang memiliki kisah, dan setiap perjuangan punya makna.

Akankah ia mampu bertahan menyeimbangkan kehidupan sekolah dan rahasia kelam yang tersembunyi di balik tembok sekolahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechie kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kematian yang Misterius

Malam mulai turun, lampu-lampu jalan menyala satu per satu memancarkan cahaya kekuningan yang remang. Min-woo dan Seung-hyun berjalan santai menyusuri jalan sepi menuju kontrakan, masing-masing menggenggam es krim vanila yang perlahan mencair di ujung kerucutnya.

“Besok kita harus mulai persiapan ujian tambahan ya,” ujar Min-woo sambil menjilat pinggiran es krimnya. “Kau tidak lupa kan?”

“Tentu tidak,” jawab Seung-hyun sambil tertawa pelan. “Tapi biarkan aku menikmati ini dulu sebentar. Rasanya damai sekali malam ini.”

Baru saja ia melangkah beberapa langkah lagi, matanya tiba-tiba tertuju pada rumah di ujung jalan—rumah Tante Mi-ja, tetangga yang sering menyuguhkan mereka makanan hangat. Pagar rumah itu terbuka lebar, dan halamannya sudah penuh orang yang berdesak-desakan. Dari dalam terdengar suara tangisan histeris serta teriakan yang memecah keheningan malam.

Wajah Seung-hyun seketika berubah pucat. Es krim di tangannya hampir terlepas.

“Itu Tante Mi-ja…” gumamnya pelan. Tanpa menunggu lama, ia langsung berlari sekuat tenaga menuju kerumunan itu.

“Hei Seung-hyun! Mau ke mana kamu?!” teriak Min-woo kaget, segera membuang sisa es krimnya dan berlari menyusul temannya.

Seung-hyun menerobos kerumunan, dan matanya langsung tertuju pada tandu yang baru saja diturunkan dari ambulans. Di sana terbaring sosok yang tubuhnya tertutup kain putih, sementara Tante Mi-ja merangkul pinggiran tandu sambil menangis sejadi-jadinya, punggungnya terguncang hebat menahan isak tangis.

“Tolong… kembalikan putriku… satu-satunya anakku…” rintihnya tak berdaya.

Hati Seung-hyun mencelos. Ia perlahan mendekat, tangan gemetar menyentuh ujung kain putih itu. Dengan napas tertahan, ia sedikit membuka penutup wajah itu—dan kakinya terasa lemas seketika.

Wajah yang pucat dan diam itu adalah Yeon-woo, anak tunggal Tante Mi-ja, gadis ceria yang sering menyapa mereka dan berbagi camilan saat pulang sekolah.

“Tidak mungkin…” bisik Seung-hyun tak percaya, matanya memanas. “Yeon-woo…”

Min-woo yang baru sampai di sampingnya ikut terdiam kaku, dadanya terasa sesak seketika. Mereka berdua sama sekali tidak menyangka, orang yang telah tiada adalah gadis muda yang penuh senyum itu.

“Tante… Tante harus tabah ya,” kata Seung-hyun lembut, sambil memeluk erat bahu Tante Mi-ja yang gemetar hebat.

Namun tangis wanita itu tak kunjung reda. Ia menatap kosong ke arah tandu, suaranya pecah penuh keputusasaan. “Yeon-woo… Yeon-woo dibunuh! Mereka membunuh anakku! Tolong dia… kumohon tolong putriku…”

“Iya, iya Tante… aku mengerti,” jawab Seung-hyun pelan, berusaha menenangkannya meski hatinya pun ikut perih.

Tiba-tiba mata Tante Mi-ja melotot tajam ke arah seseorang di antara kerumunan. Ia melepaskan pelukan Seung-hyun dan berlari menerjang gadis itu dengan amarah yang meledak-ledak.

“Kamu! Kamulah yang membunuh anakku! Karena kamu dia mati!” teriaknya sambil mencengkeram bahu gadis itu kuat-kuat.

“Bu! Tante, bukan aku! Aku tidak tahu apa-apa!” gadis itu menangis ketakutan, wajahnya pucat pasi. Ia adalah teman sekelas Yeon-woo.

Seung-hyun segera bereaksi. Ia dengan sigap menarik tubuh Tante Mi-ja ke belakang, memisahkan mereka berdua sebelum keadaan semakin parah.

“Tante! Tenang dulu! Tante salah paham!” serunya tegas namun tetap lembut, menahan tubuh Tante yang masih berontak ingin mendekati gadis itu.

Gadis itu melepaskan diri , berbalik badan dan segera berlari terbirit-birit meninggalkan kerumunan, seolah ada sesuatu yang mengerikan sedang mengejarnya.

Min-woo tidak tinggal diam. Ia segera melangkah cepat lalu berlari menyusul, sampai akhirnya berhasil meraih pergelangan tangan gadis itu dan menahannya.

“Tunggu! Apa kau sebenarnya tahu sesuatu?” tanyanya tegas, menatap mata gadis itu lekat-lekat.

Gadis itu menggeleng keras, matanya terbuka lebar penuh ketakutan, napasnya memburu tak beraturan. “Tidak! Tidak, aku tidak tahu apa-apa! Jangan libatkan aku! Aku masih ingin hidup!”

Ia melepaskan cengkeraman Min-woo sekuat tenaga, lalu berlari secepat kilat menghilang di tikungan jalan gelap.

Min-woo berdiri terpaku di sana, menatap ke arah kepergiannya dengan dahi berkerut bingung.

“Aneh… dia sangat aneh,” gumamnya pelan pada diri sendiri. “Sikapnya seolah baru saja diancam seseorang. Ketakutannya itu… bukan sekadar takut dituduh, tapi takut pada nyawanya sendiri.”

Min-woo kembali menghampiri Seung-hyun yang masih berdiri di pinggir beranda.

“Bagaimana keadaan Tante Mi-ja?” tanyanya pelan.

“Dia sudah dibawa naik ambulans,” jawab Seung-hyun lemah. “Kondisinya terlalu syok, harus diperiksa di rumah sakit dulu. Kau tadi dari mana?”

“Ah… aku hanya sekadar melihat-lihat di sekitar sini sebentar,” jawab Min-woo cepat, berusaha menutupi rasa curiganya terhadap gadis itu. Ia belum ingin menceritakan hal itu sebelum menemukan bukti yang jelas.

Seung-hyun menatapnya sejenak, lalu mengangguk pelan. “Sudah. Ayo kita naik ke lantai atas, ke kamar Yeon-woo.”

“Bolehkah kita masuk ke sana?” tanya Min-woo ragu.

“Boleh. Aku sudah minta izin pada kerabat Tante yang ada di sini,” jawab Seung-hyun mantap.

“Baiklah. Ayo kita pergi.”

Mereka berdua pun melangkah masuk ke dalam rumah yang kini terasa sunyi dan dingin, menaiki tangga kayu menuju kamar gadis itu.

Ketika mereka sampai di depan kamar Yeon-woo, pintu terbuka lebar dan sudah banyak petugas yang sibuk bergerak di dalamnya—beberapa memeriksa setiap sudut, yang lain mencatat sesuatu di buku catatan, dan yang satunya lagi memeriksa layar laptop yang masih menyala di mejanya.

“Saya maaf, kalian mau apa?” tanya salah satu petugas dengan nada tegas, melihat Min-woo dan Seung-hyun yang berdiri di pintu.

“Kami teman dari Yeon-woo,” jawab Seung-hyun sopan. “Apa boleh kita melihat kamar dia sebentar?”

Petugas melihat mereka sejenak, lalu mengangguk. “Oke, silahkan masuk. Tapi ingat—jangan sentuh apapun di sini. Semua barang ini bukti.”

Mereka berdua hanya mengangguk, lalu melangkah masuk perlahan. Ruangan yang dulu penuh warna dan bunga kini terasa sepi dan kaku.

Seung-hyun mendekat pelan ke petugas yang sedang memeriksa laptop. “Mbak… apa yang sebenarnya terjadi padanya?”

Petugas mengangkat kepala, wajahnya terlihat sedih. “Menurut informasi yang kita dapatkan… dia bunuh diri saat melakukan streaming live. Beberapa penonton menyaksikannya dan langsung memanggil kita.”

Kedua anak itu terdiam kaku. Napas mereka terasa sesak seketika. Gadis ceria yang selalu penuh senyum… tidak mungkin dia melakukan hal seperti itu sendiri.

Mata Min-woo meneliti setiap sudut meja belajar. Di sana tergeletak pisau kecil yang masih menyisakan noda kemerahan, bersebelahan dengan ponsel dan kamera yang masih terhubung—alat untuk siaran langsung itu belum sempat dimatikan, layarnya masih menyala redup.

“Sayang sekali kita tidak bisa menyentuh apapun,” bisik Seung-hyun pelan, menahan diri agar tidak maju selangkah lagi.

“Iya, aku tahu. Diamlah saja,” jawab Min-woo singkat dan tegas. Matanya tak berhenti menatap benda-benda itu, menyimpan keraguan yang semakin dalam di hatinya.

1
chie_bapeer
❤️❤️❤️
chie_bapeer
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!