NovelToon NovelToon
Pergi Dengan 1 Milyar

Pergi Dengan 1 Milyar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Lari Saat Hamil
Popularitas:108.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Kanaka kecewa berat mengetahuinya jika kekasih sekaligus suster pribadinya, meninggalkannya demi uang 1 milyar tawaran dari Ayahnya. Sejak dia buta karena kecelakaan 2 tahun yang lalu, Zea begitu tulus menjaganya hingga ia jatuh cinta. Namun cinta tulusnya, kalah dengan uang 1 milyar.

8 tahun berlalu, saat Naka sudah bisa melihat setelah menjalani operasi kornea mata, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Zara. Janda dengan satu anak laki-laki itu, memiliki suara yang mirip sekali dengan Zea. Fakta akhirnya terkuak, ia tahu jika Zara ternyata adalah Zea. Kebencian pada wanita itu, membuat Naka membalas dendam dengan cara memisahkan Zea dengan putranya. Ia ingin Zea merasakan kehilangan seperti apa yang ia rasakan dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Bi Nuning yang sedang memasak di dapur gelisah, berkali-kali melihat jam yang terpasang di dinding. Sekarang sudah pukul 6 lebih, tumben Zea belum ke dapur. Biasanya meski bukan tugasnya, gadis itu selalu ke dapur pagi-pagi untuk membantunya. Puncaknya, sampai jam 7 pagi, Zea belum muncul juga.

"Rin," dia memanggil Ririn yang kebetulan lewat, teman sekamar Zea yang bertugas di bagian laundry. "Zea sudah bangun apa belum, apa mungkin kesiangan?"

"Udah tadi, malah lebih pagi dari aku bangunnya."

"Tumben belum ke dapur."

"Di kamar Tuan Naka kali," Ririn tersenyum sinis. "Palingan ngelonin majikannya itu. Dia kan perawat plus-plus, tugasnya banyak, gak hanya ngurusin keperluan Tuan Naka, tapi juga ngelonin dan nenenin," cibirnya.

"Hus, jangan ngomong gitu."

"Emang kenyataannya gitu," melengos lalu pergi.

Bi Nuning mematikan kompor, mendatangi kamar Zea untuk memastikan apa gadis itu ada disana dan dalam kondisi baik-baik saja atau tidak. Jujur, sejak tersebarnya gosip tentang hubungan Zea dan Naka, ia mengkhawatirkan gadis itu, ditambah lagi kemarin dia dipanggil ke ruang kerja Tuan Very. Zea gadis yang baik, gadis lugu dari desa yang selama bekerja disini, lumayan dekat dengannya, paling sering membantunya. Tak hanya soal pekerjaan, tapi juga pernah membantu keuangan saat ia membutuhkan.

Zea Gadis desa yang baru lulus SMA, baru pertama kali merantau, jauh dari pantauan orang tua, mungkin hal itu yang menjadi penyebab Zea mudah luluh pada laki-laki. Di tambah lagi, Zea sudah kehilangan ayahnya sejak TK, jadi diberi perhatian sedikit saja dari laki-laki, sudah langsung baper.

Tok tok tok

"Zea, kamu di dalam?"

Lamunan Zea buyar mendengar suara Bi Nuning.

"Iya, Bi," sahutnya, buru-buru menyeka air mata lalu bangkit untuk membukakan pintu. "Ada apa, Bi?"

Tatapan Bi Nuning langsung tertuju pada mata Zea yang sembab. "Ada apa, Zea?"

Zea meminta Bi Nuning masuk, lalu menutup kembali pintu kamarnya. Keduanya duduk bersebelahan di sisi ranjang.

"Ada apa?" Bi Nuning kembali bertanya.

"Ibuku, Bi," Zea kembali menangis. "Ibuku kecelakaan."

"Innalillahi," Bi Nuning reflek menyentuh dada. "Kecelakaan apa, motor, jatuh, atau gimana?"

"Tabrak lari," Zea makin sesenggukan. "Tak ada yang tahu kejadiannya karena masih dini hari. Ibu ditemukan sudah tergeletak di jalan raya, motornya hancur, dan sekerang ada di rumah sakit," menutup mulut dengan telapak tangan saat tangisnya makin pecah.

Bi Nuning meraih bahu Zea, memeluknya, ikut meneteskan air mata.

"Bi, aku takut Bi. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi pada ibuku."

"Berdoa Ze. Terus do'akan Ibumu semoga kondisinya baik-baik saja," Bi Nuning mengusap kepala hingga punggung Zea. "Lalu gimana, kamu mau langsung pulang sekarang?"

Zea mengangguk.

"Ya udah, telepon Pak Anam, minta cuti, bilang Ibu kamu kecelakaan."

Zea mengambil ponsel di yang tergeletak di atas ranjang. Sejak tadi ia memang belum menghubungi asisten Tuan Very tersebut karena masih menunggu jam 7. Pak Anam jarang mau menerima telepon sebelum jam 7 pagi.

"Iya, ada apa Zea?" tanya Pak Anam saat ponselnya telah terhubung dengan Zea.

"Pak, saya mau minta izin pulang, Ibu saja kecelakaan," ujar Zea dengan suara terputus-putus karena isakan.

"Maaf Zea, kamu langsung minta izin pada Tuan Very saja."

"Biasanya kan izin cuti sama Pak Anam."

"Sekali lagi saya minta maaf, kamu langsung izin ke Tuan Very sendiri." Anam memutus sambungan setelah itu.

"Hallo, hallo Pak Anam," Zea melihat layar ponselnya, telepon sudah ditutup.

"Ada apa, Zea?" tanya Bi Nuning penasaran.

"Pak Anam menyuruh langsung izin ke Tuan very," wajah Zea pias, kembali teringat kejadian semalam. Haruskah ia menemui laki-laki itu lagi?

"Kenapa begitu, bukankah biasanya yang ngurusin pegawai di rumah ini adalah Pak Anam?" tiba-tiba ia teringat sesuatu. "Ze, semoga dugaan Bibi tidak benar, semoga semua ini memang hanya kebetulan," wajahnya seketika pucat pasi.

"Dugaan apa, Bi?" tubuh Zea gemetar, ketakutan sendiri melihat wajah Bi Nuning yang seperti menyiratkan sesuatu yang gawat.

"Ze, semua terjadi dalam waktu bersamaan. Semoga saja, ini tak ada kaitannya dengan Tuan Very."

Deg

Tubuh Zea seketika tremor. Yang dikatakan Bi Nuning masuk akal. Kemarin Tuan Very mengancamnya, bahkan yakin jika dalam 2 hari, ia akan menerima tawarannya. Apakah ini salah satu cara dia menekannya?

"Ze," Bi Nuning dengan wajah pucat dan tubuh gemetar, menatap Zea. "Zea, apa yang Tuan Very katakan padamu kemarin?"

Merasa tak bisa mengatasi masalah ini sendiri, Zea menceritakan secara detail apa saja yang dikatakan Tuan Very, mulai dari tawaran uang 1 milyar, ancaman, hingga video syurnya dengan Naka.

"Terima Zea, terima uang itu dan pergi dari sini," Bi Nuning meneteskan air mata. "Pakai logika kamu Ze, cinta tidak lebih penting dari keselamatan kamu dan keluarga kamu."

Zea makin ketakutan, bagaimana jika semua yang dikatakan Bi Nuning benar. Bagaimana jika ternyata, memang Tuan Very dalang dibalik kecelakaan ibunya? Ia meraba perut, dimana saat ini sedang ada nyawa yang tumbuh disana. Bisa jadi, nyawa janin dalam kandungannya juga terancam. Tuan Very pasti tidak akan mau menerima cucu dari wanita kelas rendah sepertinya.

Ponsel Zea yang tergeletak di kasur berdering, buru-buru ia ambil, takut Kakaknya mengirim kabar penting, namun ternyata yang telepon Naka. Ia menyeka air mata sambil menarik nafas dalam lalu membuangnya perlahan. Suaranya harus terdengar biasa.

"Iya, ada apa?"

"Kamu kok belum kesini, aku kangen."

"Iya, sebentar lagi aku kesana. Mau sesuatu, biar sekalian aku bawain."

"Mau kamu aja," Naka tertawa pelan.

Zea mematikan sambungan lalu menyimpan ponselnya ke dalam saku celana.

"Tuan Naka manggil kamu?" tanya Bi Nuning.

"Hem, iya Bi."

"Ya udah, kamu temui dia. Fikirkan matang-matang saran Bibi. Terima uang itu lalu pergi, jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari."

Zea mengangguk, mengusap wajah dengan kedua telapak tangan lalu keluar bersama Bi Nuning.

1
Ummah Intan
iya itu lebih baik
Sugiharti Rusli
kalo status Naka sudah jelas jadi suaminya, dia akan lebih leluasa melindungi keluarganya, bahkan dari sang ayah sekalipun
Sugiharti Rusli
memang jadi dilematis sih yah jadinya, karena apapun keputusan yang Zea ambil keselamatan Arka yang jadi taruhannya
Sugiharti Rusli
apalagi dulu tuan Very sangat keras melakukan penolakan terhadap kehadiran Zea yang tidak seimbang dengan Naka
Sugiharti Rusli
karena di luar yang si Zea pikirkan, mengahadapi tuan Very memang harus bersama-sama yah
Sugiharti Rusli
kalo saat ini mereka belum terikat pernikahan, susah bagi Naka nanti buat melindungi Zea dan putra nereka
Sugiharti Rusli
pada akhirnya Zea harus menurunkan egonya sih yah, karena apa yang Naka katakan tentang sang ayah memang benar
Nesya
🤣🤣🤣🤣🤣
Nesya
😂😂😂😂😂
lyani
sdh punya investasi atau harta rahasia kamu Naka? kl diusir sama very, setidaknya sekere2nya kamu nanti masih hrs menghidupi anak istri Krn mrk butuh 9 bahan pokok bukan cuma butuh bijilu😄
Ninik
masuk akal sih alasan Naka
Sugiharti Rusli
yah sepertinya agak susah sih yah, soalnya anaknya juga uda antusias mau naik pesawat tuh😝😝😝
Sugiharti Rusli
apalagi dengan masalah kepulangan mereka ke Jombang nanti, apa si Zea akan kembali mengalah,,,
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bener juga kata Naka,tuan Very pasti akan mencelakai Zea..
Sugiharti Rusli
apalagi sejatinya yang dipakai juga uang ayah kandungnya sendiri, cuma lagi" sepertinya Zea ga mau nanti Arka terlalu dimanja dan mendapatkan sesuatu dengan mudah,,,
Sugiharti Rusli
memang susah sih kalo biasanya hanya bisa melihat orang melakukan, sekarang di saat ada kesempatan Arka bisa melakukan dan senang, Zea jadi serba salah yah😝😝
Sugiharti Rusli
sepertinya sekarang kamu sudah agak susah mengarahkan Arka yah Zea, soalnya selalu Naka jadi dekingan kuat😁😁😁
Ari Atik
entahlah......
pasti sulit bagi zea membuat keputusan....
Ari Atik
🤣🤣🤣
di tukar teflon?
emak2 emang gitu naka.....
Mah_Rika
😂😂janda emang menggoda Zal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!