NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

Pagi-pagi sekali, saat embun masih membasahi dedaunan, Rahma sudah bergegas pulang dari rumah sakit. Sesuai janjinya pada sang ayah dan Sakti, hari ini ia harus mengumpulkan dan mempersiapkan segala berkas penting untuk persyaratan administrasi pernikahan militer. Namun, langkah kakinya mendadak terhenti di pagar halaman rumah. Ia cukup terkejut melihat sesosok gadis yang sangat familiar sudah duduk santai di teras rumahnya sambil mengayun-ayunkan kedua kakinya.

"Salma? Sejak kapan kamu di sini?" tanya Rahma setengah tidak percaya, mempercepat langkahnya mendekati teras.

Salma menoleh dengan cengiran khasnya yang lebar. "Baru saja sampai, Ma. Ada lah sekitar sepuluh menit yang lalu. Eh, kata Papahku, kamu sama Kak Sakti jadi nih nikah? Cie... Akhirnya omongan kamu waktu kita kecil kesampaian juga ya, Ma!" goda Salma sengaja menaik-turunkan alisnya.

Seketika Rahma menundukkan kepala, menyembunyikan wajahnya yang mendadak terasa panas. "Ish! Sudah ah, Sal. Kamu jangan terus-menerus menggodaku seperti itu. Aku kan... aku kan hanya menjalankan amanah dan keinginan dari kedua orang tuaku," jawab Rahma gugup, meremas ujung kemejanya.

"Alah, bertingkah pasrah padahal dalam hati senang tuh," sahut Salma terkekeh geli sebelum mengubah nadanya menjadi sedikit lebih serius. "Eh, iya. Sebenarnya aku ke sini karena disuruh Papah sama Kak Sakti buat bantuin kamu menyiapkan dokumen penting untuk pengajuan pernikahan kalian, Ma. Kau tahu sendiri kan, nikah sama abdi negara itu prosedurnya rada ribet?"

Mendengar hal itu, Rahma menghembuskan napas panjang. Bayangan tentang rumitnya berkas-berkas militer yang sempat disinggung Sakti semalam kembali membayangi kepalanya.

"Tapi gak apa-apa, Ma! Demi calon kakak iparku yang cantik ini, aku rela berkorban lahir batin," ucap Salma dramatis, lalu kembali memasang wajah jahilnya. "Aih... kakak ipar. Aku masih gak menyangka saja kalau akhirnya Rahma si wanita pintar bin kalem ini adalah calon istrinya Kapten Sakti Prawira Kusuma."

Rahma yang sudah tidak sanggup lagi meladeni ocehan Salma yang terus-menerus memojokkannya hanya bisa memutar bola mata pasrah. "Terserah kamu deh, Sal. Ayo masuk, bantuin aku cari berkasnya," potong Rahma buru-buru membuka pintu rumah dan melangkah masuk untuk menghindari godaan sahabatnya yang semakin menjadi-jadi.

Sementara itu, di belahan kota Bandung yang lain, suasana di Markas Kodam III/Siliwangi tampak sibuk. Kapten Sakti Prawira Kusuma sedang fokus menyelesaikan beberapa laporan administrasi di mejanya. Sebagai perwira yang baru saja dipindahtugaskan kembali ke tanah air setelah empat tahun mengemban tugas berat di Lebanon, ia sempat terlibat obrolan dengan beberapa perwira sejawatnya. Dengan gaya bicaranya yang tegas namun penuh karisma, Sakti menceritakan beberapa pengalaman menarik serta tantangan mendebarkan selama ia menjadi bagian dari Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL).

Namun, di sela-sela kesibukannya, fokus Sakti sesekali terbagi. Pandangannya sempat melirik ke arah sudut ruangan tempat ia meletakkan helm Hello Kitty pink milik Rahma yang terbawa semalam. Rencananya, nanti siang setelah jam dinasnya sedikit longgar, ia akan menemui Rahma secara langsung sekaligus mengembalikan helm tersebut.

Di tempat lain, Pak Wirahadi dan istrinya juga tidak tinggal diam. Pasangan paruh baya itu sudah bersiap di dalam mobil untuk kembali menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin. Mereka ingin menjenguk Pak Salim lagi, sekaligus memanfaatkan momen itu untuk mematangkan diskusi dan menentukan tanggal baik bagi pernikahan Rahma dan Sakti bersama Bu Rima.

*

*

Menjelang siang, lembaran-lembaran kertas yang berserakan di meja teras akhirnya berhasil dirapikan. Rahma dan Salma baru saja menyelesaikan seluruh berkas dan dokumen penting sesuai dengan instruksi yang diberikan Sakti semalam. Matahari yang semakin naik dan memancarkan terik menyengat di luar sana perlahan menguras energi kedua gadis itu, menyisakan rasa lelah dan perut yang mulai keroncongan.

Salma menjatuhkan kepalanya ke sandaran kursi sambil memegangi perut. "Ma, kita makan dulu yuk... Cacing di dalam perutku sudah mulai demo dan protes nih!" rengeknya, matanya melirik ke arah seberang jalan raya, tempat sebuah warung bakso mercon dan gerobak es kelapa muda mangkal.

Rahma ikut menoleh dan seketika menelan ludah. "Oke Sal, let's go!" ajak Rahma bergegas.

Mereka berdua segera melangkah menuju warung bakso yang siang itu sudah mulai ramai dipadati pembeli. Saat mereka sedang duduk menunggu pesanan datang, ponsel Salma di atas meja mendadak bergetar. Sebuah pesan singkat masuk dari Sakti, menanyakan posisi mereka sekarang.

Seketika, senyum geli nan usil terukir di wajah Salma. Tanpa membuang waktu, ia langsung mengirimkan fitur share location lewat aplikasi pesan, lengkap dengan sebuah kalimat di bawahnya: "Cieee... baru juga ditinggal semalam, sudah kangen lagi ya Kak sama Rahma? 😜"

Salma kembali tertawa cekikikan sendiri menatap layar ponselnya, membuat Rahma yang duduk di hadapannya mengerutkan kening heran.

"Kamu kenapa, Sal? Senyum-senyum sendiri begitu," tanya Rahma curiga.

"Eh? Gak apa-apa kok, Ma! Duh, lama banget sih baksonya, udah lapar akut nih!" protes Salma buru-buru mengalihkan pembicaraan, menyembunyikan ponselnya ke dalam saku.

Sekitar sepuluh menit kemudian, dua mangkuk bakso mercon yang mengepulkan uap panas akhirnya tiba di meja mereka. Rahma dan Salma yang sudah tidak sabar langsung menyergap makanan tersebut. Kedua gadis itu kompak menuangkan sambal dalam jumlah banyak dan kecap manis, hingga kuah kaldu di dalam mangkuk berubah warna menjadi merah tua menyala.

Tanpa memperdulikan gengsi, keduanya menyantap bakso tersebut dengan sangat lahap. Mereka harus berjuang melawan sengatan rasa pedas cabai rawit yang membakar lidah, hingga bulir-bulir keringat mulai membasahi pelipis dan hidung mereka. Sebagai penawar, sesekali mereka menyeruput es kelapa muda yang terasa begitu dingin dan segar di siang bolong seperti ini.

"Wah, nikmat mana lagi yang kau dustakan!" celoteh Rahma dengan wajah kepedasan, membuat Salma tertawa terbahak-bahak sampai tersedak.

Sret.

Sebuah bayangan bertubuh tegap mendadak berdiri di samping meja mereka. Kehadiran pria berseragam loreng lengkap itu seketika memicu kasak-kusuk di antara pengunjung warung bakso, terutama para pengunjung wanita remaja yang usianya tidak jauh dari Rahma dan Salma. Mereka menatap kagum pada ketampanan dan kegagahan sang perwira.

"Sepertinya enak sekali ya, makan bakso pedas yang membakar lidah begitu, lalu dicampur es kelapa?"

Suara yang berat dan sangat familiar itu menyela tawa mereka. Sakti berdiri di sana sambil melipat kedua tangan di dada, menatap datar dua wanita yang selalu ia anggap anak kecil itu. Mereka benar-benar tertangkap basah sedang menikmati makanan paling nikmat sejagat raya dengan cara yang jauh dari kata anggun.

Uhuk!

Rahma hampir saja menyemburkan bakso di mulutnya. Wajahnya yang memang sudah memerah karena kepedasan, kini ditambah rona malu yang luar biasa. Bibirnya yang agak bengkak karena cabai mercon membuat penampilannya makin berantakan. Refleks, Rahma berusaha menutupi sebagian wajahnya dengan sebelah tangan. Sialnya lagi, efek pedas itu membuat hidungnya berair.

Sreeett.

Rahma terpaksa menarik kembali ingusnya yang hendak keluar, hingga menimbulkan suara yang terdengar sangat jelas di telinga Sakti.

'Salma menyebalkan! Kenapa dia tidak bilang kalau Kak Sakti mau datang ke sini? Malu kan kalau penampilanku sekacau ini, mana nih ingus mau keluar terus lagi!' protes Rahma habis-habisan dalam hati, merutuki nasib apesnya.

Tanpa memperdulikan kepanikan Rahma, Sakti dengan santai menarik kursi kosong tepat di samping gadis itu lalu mendudukinya. Jarak yang mendadak mengikis ini seketika membuat Rahma membeku, menahan napas dengan tingkat kegugupan yang langsung melonjak drastis.

Bersambung...

1
Nar Sih
kalau udah ada rsa suka pasti bntr lgi cinta datang nih
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali, tinggal menunggu waktu saja kak
total 1 replies
Nar Sih
cemburu mu lucuu sakti ,dan bikin rahma sedih karena sikap mu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bener kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
dewi rofiqoh
Benar tu sakti apa yang sama bilang, klo kamu gk segera ungkapkan rasamu pada rahma keburu diambil orang tu si rahma🤭🤭🤭
Ilfa Yarni
tau nih sakti klo suka bila g aja pake gengsian sgala liat Rahma akrab dgn laki2lain km cemburu hadeeh sakti
Uba Muhammad Al-varo
Sakti.......kena sama jebakan nya Salma,ayo jujur kamu sukakan, cintakan ke Rahma, jangan gengsi yang digedein /Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ilfa Yarni
hahahaha dasar sakti gengsi setinggi la git udah tau suka sama Rahma malah tidak mau mengakuinya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh Bun 🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
masih pagi wes delok sakti ambek rahma nag kasor🥱🥱🥱😁
Anonim
Aku suka
Anonim
🤭🤭🤭🤭
depoll_poll aje 😉😉😉
astagfirullah..
sakti u itu keterlaluan sekali SM s Rahma..
cemburu s cemburu tp sadar diri donk udh mantap blm hati u nya...
hahahaha kepergok s adik nya juga,,
gimna ya cerita selanjutnya...
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Anonim
❤️❤️❤️
depoll_poll aje 😉😉😉
cie cie yg sakit cemburu jugaa.. hahahaha
kepo ya kamu dengan keakraban Rahma dengan pria lain... hihihihihi
Anonim
😍😍😍
Patrick Khan
cemburu kan kau sakti🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betoolll🤣
total 1 replies
Patrick Khan
q aja pengen bisa pakai motor gede lo..tp punya siapa yoan 🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: apalagi aku kak, yg ada nyungsep 🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
aku lupa cara ciuman 🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: weleh... masa iya lupa, kak 🤣🤣🤣
kocak nih 🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
gak usah cemburu sakti ,dr adnan cuma mau bicara sbntr dgn istri mu tentang wanita pujaan nya yg kebetulan profesor nya rahma di kmpus
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 😄
total 1 replies
Nar Sih
wah ..rahma hebat lho bisa bwa motor besar suami nya👍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Anonim
😍😍😍😍
Ilfa Yarni
akhirnya cemburu jg km sakti mknya jgn sok jual mahal pdhl suka mantan terburuk malah difikiran yg sempurna didpn mata dianggurin
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: setuju Bunda 🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!