NovelToon NovelToon
The Great Of Martial Art

The Great Of Martial Art

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Fantasi Timur
Popularitas:641.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: IAN JF

Sinopsis:

Liu Bai berusaha sekuat tenaga untuk mencapai puncak bela diri. Dalam menghadapi kesulitan, Liu Bai harus bertahan dan pantang menyerah. Hanya dengan begitu Liu Bai dapat menerobos dan melanjutkan perjalanan untuk menjadi yang terkuat. Suatu hari murid rendahan Liu Bai menemukan bela diri terkuat yang tidak pernah di sangkanya dan menempatkan dirinya di jalan menuju puncak dunia persilatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAN JF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 34 - Rencana II

Di dalam perjalanannya, Liu Bai dan juga Wu Xinxin berjalan bersama sambil bergandengan tangan dan melihat-lihat sekelilingnya. Wu Xinxin beberapa kali menunjuk ke beberapa toko yang sering dia kunjungi dan memberitahukannya kepada Liu Bai. Setiap kali dia memberitahukannya, Wu Xinxin terlihat sangat senang dan menikmatinya. Saat momen itu terjadi, Liu Bai pun juga ikut merasa senang.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba Wu Xinxin menunjuk ke sebuah bangunan yang terbilang cukup besar yang berada tak jauh di depannya.

"Liu Bai, ayo kita ke sana! Tempat itu adalah Kedai Makanan Luo, milik Keluarga Luo. Kedai Makanan Luo adalah tempat makanan terkenal di ibukota ini. Dan yang lebih penting lagi, makanan di tempat itu sangat enak. Aku yakin kau akan menyukainya." ujar Wu Xinxin kepada Liu Bai sambil berharap Liu Bai akan menerima ajakannya tersebut.

"Baiklah, ayo kita ke sana." ujar Liu Bai membalas perkataan Wu Xinxin.

Mendengar jawaban dari Liu Bai, Wu Xinxin pun merasa sangat senang. Keduanya pun berjalan menuju ke Kedai Makanan Luo tersebut.

'Aku tidak bisa bilang kepadanya kalau saat ini aku sedang lapar. Aku masih merasa malu jika mengatakan hal seperti ini kepadanya.' gumam Wu Xinxin di dalam hatinya dengan perasaan bersalah sambil menghela nafasnya.

"..." Liu Bai terdiam sejenak sambil melirik ke arah Wu Xinxin dan tersenyum kecil padanya.

'Aku tahu apa yang dia pikirkan saat ini karena aku sudah beberapa kali mendengar suara gemuruh kecil yang terdengar dari dalam perutnya. Untuk beberapa alasan aku sengaja tidak memperhatikannya. Ku pikir dia akan memberitahuku. Namun, siapa sangka dia akan menggunakan alasan seperti ini. Arah tujuannya sejak awal adalah Kedai Makanan Luo itu. Padahal yang ku lihat, ada banyak jalan yang bisa kami lalui untuk berkeliling. Dia mengira aku tidak mendengarnya. Aku yakin dia masih belum mau terlalu terbuka saat berbicara denganku.' gumam Liu Bai di dalam hatinya sambil tertawa kecil.

Setelah berjalan beberapa saat, Liu Bai dan juga Wu Xinxin sampai di depan pintu masuk Kedai Makanan Luo. Tanpa menunggu lama lagi, Liu Bai dan juga Wu Xinxin masuk ke dalam.

"Di sini ternyata cukup ramai." ujar Liu Bai saat melihat banyak pelanggan yang hampir memenuhi meja yang tersedia. Mereka sedang menikmati hidangan mereka masing-masing.

"Tentu saja. Itu membuktikan betapa enaknya makanan di tempat ini." ujar Wu Xinxin menanggapi perkataan yang keluar dari mulut Liu Bai.

"...!" Wu Xinxin tiba-tiba tersentak saat melihat ada meja kosong yang berada tak jauh di depannya.

"Ayo kita duduk di sana, Liu Bai!" ujar Wu Xinxin kepada Liu Bai sambil menunjuk meja kosong yang berada tak jauh di depan mereka berdua.

"Baiklah." ujar Liu Bai membalas perkataan Wu Xinxin.

Kemudian dengan cepat Wu Xinxin menarik Liu Bai menuju meja kosong tersebut.

'Sepertinya dia benar-benar sudah tidak dapat menahannya lebih lama lagi.' gumam Liu Bai di dalam hatinya sambil tersenyum kecil.

Setelah sampai, Liu Bai dan juga Wu Xinxin pun menempati meja kosong tersebut. Lalu tak lama berselang, seorang pelayan wanita datang menghampiri mereka berdua.

"...!" Pelayan wanita itu menyadari seseorang yang di kenalnya sedang duduk di tempat tersebut.

"Bukankah ini, Nona Muda Wu?" ujar pelayan wanita itu sambil tersenyum.

Wu Xinxin yang juga mengenal pelayan wanita itu pun membalas senyumannya.

"Apakah Nona Muda Wu ingin memesan makanan seperti yang biasanya?" Pelayan wanita itu bertanya kepada Wu Xinxin.

"...!" Wu Xinxin langsung tersentak saat pelayan wanita itu bertanya seperti itu kepada dirinya.

"To-Tolong kurangi sedikit." ujar Wu Xinxin menjawab pertanyaan yang di berikan oleh pelayan wanita itu.

"...!" Pelayan wanita itu sontak terkejut mendengar jawaban yang di berikan oleh Wu Xinxin sambil menutup mulutnya dengan beberapa jari di tangan kanannya.

Pelayan wanita itu sedikit melirik ke seorang pria yang sedang bersama dengan Wu Xinxin. Pelayan wanita itu pun tertawa kecil. Wu Xinxin yang melihat pelayan wanita itu tertawa kecil membuatnya sedikit malu dan wajahnya pun sedikit memerah.

"Baiklah. Saya mengerti. Bagaimana dengan anda, Tuan?" Pelayan wanita itu bertanya kepada Liu Bai.

"Apa yang kau rekomendasikan untukku?" Liu Bai bertanya kepada pelayan wanita itu.

"Kami memiliki Dim Sum yang terlezat di ibukota ini, Tuan. Makanan ini juga adalah makanan kesukaan Nona Muda Wu, Tuan." ujar pelayan wanita itu menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Liu Bai.

Mendengar hal tersebut, tanpa ragu Liu Bai membalas perkataan pelayan wanita itu.

"Baiklah. Aku akan memesan makanan itu." ujar Liu Bai kepada pelayan wanita itu.

"Di mengerti, Tuan. Bagaimana dengan minuman anda, Tuan?" Pelayan wanita itu kembali bertanya kepada Liu Bai.

"Tolong samakan saja dengan wanita yang bersama denganku ini." ujar Liu Bai menjawab pertanyaan yang di berikan oleh pelayan wanita itu.

"Saya mengerti, Tuan. Kalau begitu tolong tunggu sebentar sampai hidangan anda kami siapkan. Saya permisi." ujar pelayan wanita itu membalas perkataan Liu Bai sambil berbalik dan pergi meninggalkan Liu Bai dan juga Wu Xinxin.

"Hei, apakah kau tahu kalau Pangeran dari Kekaisaran Langit Malam menginginkan Putri dari Kekaisaran Laut Biru?" salah satu pelanggan yang berada di dekat tempat Liu Bai dan juga Wu Xinxin bertanya kepada teman yang duduk bersama dengan dirinya.

"Yah, kabar itu terdengar sampai ke seluruh kekaisaran." jawab teman yang duduk bersama dengannya.

Liu Bai tanpa sadar mendengar percakapan di antara mereka berdua.

"Pangeran itu meminta dengan paksa Putri dari Kekaisaran Laut Biru. Dikarenakan Putri dari Kekaisaran Laut Biru menolaknya, akibatnya terjadi peperangan kecil di antara 2 Kekaisaran tersebut." ujarnya lagi.

"Entah apa yang terjadi, Kekaisaran Laut Biru selalu mendapatkan masalah. Padahal belum lama ini, pada belasan tahun lalu Kekaisaran Laut Biru sempat mengalami masa-masa yang menyulitkan karena terjadinya perang di dalam Istana. Tidak ada yang tahu permasalahan seperti apa yang terjadi pada saat itu. Sepertinya hanya orang-orang penting saja yang mengetahuinya. Sungguh ironi." ujar temannya tersebut.

"..." Liu Bai terdiam sejenak saat mendengar percakapan mereka berdua.

'Di dalam Benua Besar Yang Hilang ini, terdapat 5 Kekaisaran yang menempati masing-masing wilayah. Hutan Kematian adalah titik pusat dari Benua Besar Yang Hilang ini. Hutan Kematian di kelilingi oleh 5 Kekaisaran tersebut. Arah Utara Hutan Kematian terdapat wilayah Kekaisaran Biru Langit. Arah Barat Hutan Kematian terdapat wilayah Kekaisaran Angin Ribut. Arah Timur Hutan Kematian terdapat wilayah Kekaisaran Cahaya Bulan. Dan yang mereka bicarakan adalah Kekaisaran Langit Malam dan Kekaisaran Laut Biru yang berada di kiri dan kanan arah Selatan Hutan Kematian.' gumam Liu Bai di dalam hatinya.

"Hei, Liu Bai." ujar Wu Xinxin kepada Liu Bai.

"...!" Liu Bai sontak tersadar dari pemikirannya terhadap percakapan kedua orang tersebut saat mendengar dirinya di panggil oleh Wu Xinxin.

"Ada apa?" Liu Bai bertanya kepada Wu Xinxin.

"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa yang sedang kau pikirkan?" ujar Wu Xinxin kepada Liu Bai.

"Tidak. Maafkan aku. Aku hanya..."

Belum sempat Liu Bai menyelesaikan perkataannya, 2 orang pelayan wanita datang dengan membawa hidangan yang mereka pesan sebelumnya. Hidangan-hidangan tersebut berupa 2 buah wadah bambu 3 tingkat yang berisi Dim Sum dan juga sebuah teko berukuran sedang yang berisi teh panas dengan 2 buah gelas dan 2 pasang sumpit yang mendampinginya.

"Maaf membuat anda menunggu. Silahkan untuk menikmatinya." ujar salah satu pelayan itu sambil meletakkan hidangan-hidangan tersebut di atas meja.

"Terimakasih banyak." ujar Wu Xinxin kepada 2 orang pelayan wanita tersebut.

"Kalau begitu kami permisi." ujar salah satu pelayan wanita itu setelah selesai meletakkan hidangan-hidangan tersebut. Keduanya pun berbalik dan pergi meninggalkan Liu Bai dan juga Wu Xinxin.

"Liu Bai, cobalah!" seru Wu Xinxin kepada Liu Bai.

"Baiklah." ujar Liu Bai membalas perkataan Wu Xinxin sambil mengambil sumpit dan membuka salah satu wadah bambu tersebut.

Swoosh-!

Asap panas keluar dari dalam wadah bambu tersebut sesaat setelah Liu Bai membuka tutupnya.

Setelah membuka tutupnya, Liu Bai melirik ke arah Wu Xinxin. Terlihat Wu Xinxin sedang tersenyum. Wajahnya benar-benar terlihat sangat menantikan Liu Bai untuk segera menyantapnya. Lalu tanpa berlama-lama lagi, Liu Bai pun mengambil 1 buah Dim Sum tersebut menggunakan sumpitnya dan memasukkannya ke dalam mulutnya.

"Ini enak. Ini makanan terenak yang pernah ku makan sampai saat ini." ujar Liu Bai saat mengunyah makanan tersebut.

"Benarkan? Terkadang kalau aku merasa bosan dengan makanan yang ada di rumah, aku pergi ke tempat ini. Ah, aku tidak bilang kalau makanan yang ada di tempatku tidak enak." ujar Wu Xinxin sambil membuka salah satu wadah bambu miliknya.

Swoosh-!

Asap panas keluar dari dalam wadah bambu tersebut sesaat setelah Wu Xinxin membuka tutupnya.

Tanpa berlama-lama lagi, Wu Xinxin mengambil sumpitnya. Kemudian Wu Xinxin pun mengambil 1 buah Dim Sum tersebut menggunakan sumpitnya dan memasukkannya ke dalam mulutnya.

Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Wu Xinxin. Wu Xinxin hanya mengunyah Dim Sum tersebut dengan wajah yang terlihat sangat puas.

Liu Bai yang melihatnya pun tersenyum kecil dan kembali menyantap makanan-makanan tersebut.

1
Jumadi 0707
thor knp ngalahin musuh yng jauh dibawah bertele tele sampe terluka aneh
Aryadi
bisa tidak mengurangi obrolan dengan sun wukong nya Author.
Raimon
Thor....kamu tau tak kenapa like pada Novelmu semakin menurun tajam....diawal diatas 1000....sampai bab 62 like 370....Jujur banyak detail deskripsi seharusnya ada tetapi kenyataannya tidak ada...contoh...selera pembaca itu rata rata pingin mcnya Cerdas, Sadis, sedikit kocak dan suka merampas atau menguras harta musuh....dah...itu tip dari aku...
Raimon
Kok semakin turun like ny...apa yang salah yaa....
Raimon
Sungguh pembicaraan buang buang waktu....
Raimon
Aaah....goblok lagi....seharusnya kesempatan Wu Shan mempromosikan pil tingkat Bumi Sempurna ini....
Raimon
Awal yang baik....seharusnya Xin Xin langsung ambil kesempatan dan MC juga bisa Membuat Paviliun Pil di Ibukota....Haaah....jauh kalu imajinasinya....
Raimon
Aaah.....kelewatan pula Tolol MC nya.....tidak menarik....sementara MC disebelah walaupun diawal sudah ahli membedakan jenis dan tingkatan pil ....
Raimon
Benarkan dugaan ku....semakin keatas Authornya semakin membuat kebodohan alias kesalahan yang tak perlu....saya yakin sama seperti novel lain disebelah semakin keatas semakin sedikit likenya....sama kita buktikan....
Raimon
Ini adalah suatu kebodohan yang tak perlu dalam alur cerita....seharusnya MC sudah dari awal memanfaatkan mata illahinya dari semua hal ....terlepas dari curiga atau tidaknya....seorang yang baru keluar dari hutan kematian alias baru turun gunung maka otomatis akan memanfaatkan ilmunya....Bodoh kaan....Iyaa ini kebodohan yang tak perlu....
Raimon
Kalau disebelah khasiat pil akan cepat hilang kalau tidak disimpan dalam botol khusus....kebodohan berikutnya...m
Raimon
Blm ada cincin yaa ...kok Sun Go Kongnya miskin...biasanya dewa itu ada harta Karun nya....Kebodohan berikutnya....
Raimon
Kok hanya 1 pil ular sebesar itu....mulai ada kebodohan....
Raimon
Disebelah ada Kristal jiwa binatang buas tuuh...laku dijual sekian koin emas....disini blm jelas....
Raimon
Mmmhhhh....ada ada saja....mana pula ada akibat jurus seperti itu....ngaco Authornya
Raimon
Aku mulai tertarik....Smoga tidak ada kebodohan kebodohan seperti novel novel sebelah....
Rolland
Luar biasa
Wah membuat pil
1 pil 5 koin emas tinggal x bisa kaya mendadak
Makin bagus tor 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!