NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil
Popularitas:36.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22

Aroma minyak kayu putih dan balsem menguar kuat di ruang tamu yang sempit itu. Di kamar sebelah, terdengar suara grasak-grusuk dan omelan Elena serta Bella yang sedang sibuk menyulap gudang kecil menjadi kamar darurat yang layak untuk ditempati sang bule.

Sementara itu, di ruang depan, suasana justru bertolak belakang.

Hening. Kosong. Dan luar biasa dingin.

Leonard yang baru saja siuman kini duduk bersandar di tembok dengan sebotol air mineral di tangannya. Tepat dua meter di depannya, duduklah Noah di atas karpet lipat.

Bocah enam tahun itu melipat kedua tangannya di depan dada, menyilangkan kaki kecilnya dengan gaya arogan yang entah ia pelajari dari mana.

Keduanya saling bertatapan dalam diam selama hampir lima menit penuh.

"Sudah mendingan?" tanya Noah akhirnya, memecah keheningan dengan nada datar yang sama sekali tidak terdengar seperti simpati anak-anak pada umumnya.

Leonard tidak langsung menjawab. Sepasang mata biru lautnya menatap lekat-lekat fitur wajah bocah di depannya. Mulai dari alis yang menukik tajam, hidung mancung yang angkuh, hingga bibir tipis yang terkatup rapat.

Ini benar-benar tidak masuk akal. Bagaimana mungkin ada manusia versi miniatur dirinya yang berkeliaran di lingkungan kumuh ini?

"Ck!"

Mendengar decakan kesal itu, alis Leonard sedikit terangkat.

"Aku bertanya padamu. Kenapa diam saja?" ketus Noah, menatap Leonard dengan sorot mata mengintimidasi. "Apa sistem pendengaranmu mengalami penurunan fungsi akibat usia? Atau tendangan mamaku merusak saraf otakmu?"

Leonard masih membisu.

Alih-alih marah karena dihina oleh bocah, otak genius sang mafia justru sedang memutar kembali memori percakapannya dengan Xander beberapa hari yang lalu.

Ditambah lagi fakta tentang topeng silikon tingkat tinggi berwajah Xander muda yang dulu pernah Leonard pakai untuk menyamar di sebuah hotel tujuh tahun silam.

Topeng yang sama, yang kemungkinan besar dilihat oleh wanita yang ia tiduri malam itu.

Mata Leonard perlahan melebar, meski wajahnya tetap berusaha sedatar papan cucian.

"Jangan-jangan... wanita bar-bar yang menendang lambungku tadi adalah wanita dari kamar hotel itu?! Dan bocah sombong di depanku ini adalah anakku? Tapi mana mungkin? Kami hanya sekali melakukannya!" batin Leonard bergejolak hebat.

"Hei, Paman! Kamu mendengarku tidak?!" tegur Noah lagi, kali ini nada suaranya naik satu oktaf, merasa harga dirinya diabaikan.

Leonard menarik napas pelan, mengembalikan topeng dingin dan angkuhnya.

Ia menegakkan punggung, membalas tatapan tajam Noah dengan tatapan yang tak kalah mematikan.

"Aku malas bicara dengan bocah," balas Leonard dengan suara berat, ketus, dan sangat arogan. "Kapasitas otak anak seumurmu belum mumpuni untuk mencerna kosa kataku. Jadi, lebih baik kamu diam."

Rahang kecil Noah seketika mengeras. Matanya menyipit tajam.

Tidak ada satu pun orang dewasa yang berani meremehkan kecerdasannya selama ini!

"Kamu pikir aku mau bicara dengan om-om sepertimu?! Kalau bukan karena Mama yang memaksaku mengawasimu di sini agar kau tidak mencuri barang di rumah kami, aku lebih memilih membaca buku ensiklopedia fisika kuantum daripada menatap wajah menyebalkanmu itu!" balas Noah tak kalah sengit, bibirnya menyeringai sinis.

"Fisika kuantum? Kamu tahu apa soal kuantum? Paling-paling kau hanya membaca gambar ilustrasinya lalu berlagak pintar." Leonard mendengus remeh, melipat tangannya di dada meniru gaya Noah.

"Aku sudah menghafal tabel periodik unsur sejak umur tiga tahun! Sementara kamu? Menghindari tendangan wanita saja tidak bisa! Lemah!"

"Itu karena aku sedang mengalami reaksi alergi, bukan karena aku lemah! Secara anatomis, sistem imunku—"

"Alasan orang kalah!" potong Noah telak.

"Bocah kurang ajar!" geram Leonard tertahan.

"Paman penyakitan!"

"Aku tidak penyakitan!"

Sekali lagi, keheningan mencekam menyelimuti ruangan itu. Leonard menatap Noah dengan kilatan amarah yang tertahan, sementara Noah menatap Leonard dengan dagu terangkat menantang, sama sekali tidak gentar menghadapi aura membunuh sang mafia.

Suhu di ruang tamu yang sumpek itu mendadak turun drastis.

Bella yang baru saja keluar dari kamar sambil membawa sapu, seketika membeku di ambang pintu. Ia menggosok kedua lengannya yang merinding.

"El cepat kemari!" panggil Bella dengan suara gemetar, melongok ke dalam kamar memanggil sahabatnya. "Ini perasaanku saja, atau ruang tamu kita mendadak berubah jadi kutub utara? Kenapa dua orang itu bertatapan seperti mau saling menelan hidup-hidup?!"

Elena yang baru keluar sambil membawa bantal hanya bisa menepuk jidatnya. Melihat dua balok es dengan cetakan wajah yang sama persis sedang beradu tatapan mematikan di ruang tamunya, membuat tekanan darah Elena langsung naik ke ubun-ubun.

"Noah, mama sudah memutuskan malam ini kamu akan tidur dengannya," ucap Elena.

Mereka berdua serentak menoleh lalu berteriak, "Tidak mau!"

****

Jangan nabung bab kak please...

Yang nggak mau baca karena masih on going, baca pas Ending saja ya..

Sekali lagi RETENSI mempengaruhi kelanjutan novelku ini🥲

1
Nice1808
elena mata duitan demi uang dia akan bermanja2 dgn xander buat leonard cemburu🤭🤣🤣🤣
Dede Maesaroh
bener noah keluarga ayah mu emang aneh termasuk ibu mu🤣
Pawon Ana
ayo kita lihat dan nikmati ketika para tetua mengerjai cucu singa-nya....🤣
tinie
🤣🤣 kakek nenek mau balas dendam
tetang bagaimana jadinya ada anak kecil yng mirip
Dew666
Lanjuttttt
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus kau opa🤣🤣🤣🤣🤣🤣ciap oma jd singa
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nice1808
hahhah xander bego bukannyz menjelaskan dr awal klo elena salah tebak klo xander yg tdr di hotel itu, krna topeng leon yg mirip xander, mampus kau xander kena amukan naomi🤣🤣
Nice1808: 🤣🤣🤣🤣iya betul
total 2 replies
Kinara Widya
🤣🤣🤣🤣🤣segera jelasin ke istrimu Xander...sebelum terjadi perang dunia...🤣🤣🤣
Sri Rahayu
wkwkwkkk....kaget Naomi denger Noah panggil Xander PAPA.bukan kakek buyut 🤩🤩🤩...lanjut Thott kepo nih 😘😘😘
Mita Paramita
kakek nenek datang 🤣🤣🤣
Keysha Aurelie
hahaha lucu saat Noah panggil Opa Xander "Papa"🤣🤣🤣
Elena pasti panik melihat Naomi , berasa jadi wanita simpanan
🤣🤣
Leon siap siap jadi asisten opa dan oma mu🤣
vj'z tri
amin kan gak yaaa /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ itu dirimu versi mini maseee
Dew666
Lanjut lanjut lanjut
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat dan terimakasih up nya

meskipun namanya Leon tetap saja akan kupanggil singa yang alergi sentuhan🤣
hahaha Joni sampai menangis itu lho Leon 😂
habislah Leon setelah ini di tangan opa Xander 🤣
berani banget menghamili gadis sampai ada nya seorang anak yang menyebalkan
Senja: Wkwk sama sama beb, ini sambil nunggu kontrak baru up banyakan
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Senja: Okeeee kk
total 1 replies
Mita Paramita
kocak bapak sama anak🤣🤣🤣
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr...asyik ceritanya 😘😘😘😘😘
Senja: Siappp
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!