NovelToon NovelToon
TOXIC AND CONTROL

TOXIC AND CONTROL

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

TOXIC AND CONTROL
Karya: Parkha
Bagi Kinara Jose, hidup sebagai siswi penerima beasiswa berpenampilan polos dengan kacamata tebal adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dengan tenang di SMA Elite. Namun, seluruh dunianya runtuh saat ia tidak sengaja menarik perhatian Rian Pradifta.Rian—sang Tiran berwajah malaikat namun berhati iblis, cowok terkaya, terdingin, dan paling ditakuti satu sekolah. Sekali Rian mengunci pandangannya pada Kinara, tidak ada jalan keluar. Cowok itu terobsesi mengontrol setiap jengkal hidup Kinara, memutuskan dengan siapa ia bicara, ke mana ia pergi, hingga apa yang harus ia pakai.Kehidupan Kinara yang tenang kini berubah menjadi labirin yang mencekik. Rian adalah racun, namun juga satu-satunya oksigen yang tersisa untuknya. Di tengah kepungan obsesi gila itu, sebuah rahasia besar perlahan terkuak: di balik kacamata tebal dan sikap penurutnya, Kinara menyimpan pesona tersembunyi yang siap menjungkirbalikkan kuasa Rian sang Tiran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

---Toxic and Control *BAB 28: KATA HATI YANG SALAH ARAH* _

---Toxic and Control

*BAB 28: KATA HATI YANG SALAH ARAH*

_

Sengatan hangat dari detak jantung Rian Pradifta yang berdegup gila-gilaan di balik telapak tangannya seolah mengirimkan gelombang kejut yang melumpuhkan seluruh persendian Kinara Jose. Di bawah tatapan mata elang Rian yang menggelap pekat mengunci manik matanya, Kinara mendadak lupa bagaimana caranya bernapas.

Namun, sebelum suasana intim di koridor lantai dua itu semakin menjebak akal sehat mereka, Rian tiba-tiba menurunkan tangan kanannya. Dengan gerakan yang mendadak kaku dan terburu-buru, dia menjejalkan kembali kacamata bingkai hitam itu ke dalam genggaman tangan Kinara.

Rian langsung membalikkan tubuh tegapnya secepat kilat, memunggungi Kinara tanpa mengucapkan satu patah kata pun. Langkah besarnya bergerak cepat meninggalkan koridor, setengah berlari menaiki anak tangga menuju lantai atas.

Di dalam dada bidangnya, jantung Rian serasa mau melompat keluar. Seluruh wajahnya memanas hebat, dan sepasang daun telinganya kini telah memerah padam akibat rasa malu yang teramat sangat. Sialan. Seorang Rian Pradifta—sang penguasa sekolah yang biasa mendominasi dan gila kontrol—bisa seketika mati kutu dan salah tingkah hanya karena kedua telapak tangan mungil Kinara bersandar pasrah di atas dadanya.

Kinara sendiri masih terpaku di tempatnya berdiri dengan napas terengah-engah. Dia buru-buru memakai kembali kacamatanya dengan tangan gemetar, menatap bingung sekaligus heran ke arah punggung tegap Rian yang menghilang di belokan tangga. Untuk pertama kalinya, Kinara melihat sisi rapuh dan menggemaskan dari monster arogan tersebut.

Sementara itu, di balik pilar beton dekat loker olahraga, Randy masih berdiri bergeming seiring hilangnya sosok Rian dari koridor. Kepalan tangan cowok basket itu di dalam saku celana perlahan mengendur, digantikan oleh sebaris pemikiran baru yang mendadak merayap masuk ke dalam otaknya.

Randy menarik napas dalam-dalam, mencoba menata kembali serpihan hatinya yang sempat hancur melihat kedekatan Rian dan Kinara barusan. Otak cerdasnya kembali memutar ulang kalimat peringatan dari Rama dan Rangga di depan pintu basecamp kemarin sore.

`“Satu-satunya alasan kenapa beasiswamu dipulihkan pagi ini adalah karena Kinara menyerahkan dirinya menjadi pelayan pribadi Rian demi kamu!”`

DEG.

Jantung Randy mendadak berdegup kencang, namun kali ini bukan karena patah hati, melainkan karena sebuah kesimpulan baru yang menyesatkan batinnya.

Kenapa Kinara harus melangkah sejauh itu? Kenapa gadis beasiswa yang selalu tertutup itu rela menggadaikan harga diri dan kebebasannya menjadi pelayan pribadi cowok tiran seperti Kak Rian murni demi menyelamatkan beasiswaku?

Sebuah binar harapan yang keliru seketika menyala terang di sepasang mata Randy. Dia salah paham. Kepolosan batinnya menyimpulkan bahwa pengorbanan masif yang dilakukan Kinara adalah bukti fisik tak terbantahkan bahwa Kinara sebenarnya memiliki perasaan khusus kepadanya. Kinara pasti menyukainya, sama seperti dirinya yang teramat memuja gadis itu.

Rasa percaya diri sebagai kapten tim basket yang sempat runtuh, kini kembali bangkit sepenuhnya. Randy menegakkan bahunya kokoh. Dia tidak akan menyerah begitu saja. Dia tidak akan membiarkan gadis yang mengorbankan diri demi melindunginya harus menderita sendirian di dalam kurungan sangkar emas milik Rian Pradifta. Jika Kinara terpaksa menjauhinya murni untuk melindunginya, maka Randy bersumpah dia akan mencari cara yang jauh lebih taktis untuk merebut kembali gadis itu dari cengkeraman sang penguasa sekolah.

Saat jam pelajaran bergulir di kelas sebelas, atmosfer di sekitar bangku Kinara terasa begitu menekan.

Jena, siswi yang biasanya paling vokal dan gencar merundung Kinara, kini hanya bisa duduk membeku di mejanya tanpa berani menoleh sedikit pun. Nyalinya telah ciut sepenuhnya. Paranoia hebat mencengkeram benak Jena setelah menyaksikan bagaimana tragisnya nasib Kak Silla anak kelas tiga yang dikeluarkan dan keluarganya dibuat bangkrut total dalam semalam murni karena menyentuh Kinara. Jena tahu diri, dia tidak ingin menjadi korban pembersihan ego Rian berikutnya.

Namun, meski aksi perundungan fisik telah lenyap, desas-desus miring di dalam kelas masih saja berembus kencang. Di sudut belakang ruangan, beberapa siswi tampak berkerumun sembari mencuri pandang sinis ke arah Kinara yang sedang fokus menulis materi pelajaran.

"Heh, kalian lihat tidak kejadian di koridor tadi pagi?" bisik salah satu siswi dengan nada mencemooh. "Si cupu itu sengaja menempel-nempelkan tangannya ke dada Kak Rian. Centil sekali."

"Iya, menjijikkan. Kemarin dia mendekati Kak Randy sampai pasang badan di kelas, sekarang dia malah menggoda Kak Rian juga. Dasar anak beasiswa tidak tahu diri, berani-beraninya main dua kaki di antara para pangeran sekolah," timpal siswi lain dengan dengusan muak.

Kinara yang mendengar lamat-lamat obrolan beracun tersebut hanya bisa mengeraskan rahangnya kokoh. Jemarinya meremas pulpen kuat-kuat hingga buku jarinya memutih, mati-matian menahan emosi yang bergejolak di dadanya. Dia ingin sekali berteriak menjelaskan bahwa semua tuduhan menjijikkan itu salah total, namun kepolosan batinnya memaksa Kinara untuk tetap diam menunduk, menelan bulat-bulat fitnah tersebut demi menjaga ketenangannya yang ringkih.

Sore harinya, setelah bel pulang sekolah berbunyi nyaring, Kinara kembali berjalan lunglai menuju ruang basecamp lantai tiga untuk menjalankan tugas pelayannya.

Saat dia mendorong pintu ganda kayu ek tebal itu, ruangan tampak sepi. Hanya ada Rian yang sedang duduk bersandar di sofa tunggal dengan laptop terbuka di atas pangkuannya. Begitu Kinara melangkah masuk, Rian langsung menutup laptopnya perlahan. Sisa rona merah di telinganya pagi tadi sudah hilang sepenuhnya, berganti dengan ekspresi wajah tampan yang ditekuk datar dan tenang, seolah kejadian memalukan di koridor lantai dua tidak pernah terjadi.

"Ini berkas rincian pemindahan kamar ibumu dan jadwal kontrol pasca-operasi untuk bulan depan," ujar Rian datar, melempar sebuah map dokumen biru ke atas meja kaca.

Kinara berjalan mendekat, mengambil map tersebut dengan gerakan kaku.

"Terima kasih, Kak Rian... untuk semua fasilitas rumah sakit Ibuku, aku benar-benar berterima kasih," ucap Kinara dengan tulus, suaranya parau menatap map biru di tangannya.

Rian tidak langsung menjawab. Dia menyandarkan punggung tegapnya ke sofa, melipat kedua tangan di dada sembari menatap lekat-lekat ke arah Kinara yang wajah polosnya tertutup kacamata. Sisi gengsi di rahang tegasnya mengeras samar, menutupi debaran aneh yang kembali menggelitik batinnya.

"Tidak perlu berterima kasih... ini tidak gratis," sahut Rian dengan suara baritonnya yang rendah dan teramat dalam. "Nanti pulang sekolah temani aku makan di luar... aku bosan makan sendiri."

Kinara langsung memutar bola matanya jengah, menatap malas ke arah cowok di depannya. Dasar tuan muda sewenang-wenang. Benar-benar tidak mau rugi sedikit pun setelah membantuku, batin Kinara menggerutu kesal di dalam hati. Dia murni meyakini bahwa perintah ini adalah bentuk hukuman tambahan yang sengaja dirancang Rian untuk memeras tenaganya sebagai pelayan pribadi. Namun, di bawah aturan kontrak tiga bulan yang mengikat erat kebebasannya, Kinara terpaksa menundukkan kepalanya pasrah murni demi menjaga kedamaian yang baru saja dia beli untuk ibunya.

Sementara itu, di balik wajah tampan yang ditekuk datar miliknya, sebuah senyuman miring yang teramat tipis dan penuh kemenangan mutlak perlahan terukir di dalam benak Rian Pradifta. Binar kepuasan yang teramat pekat bergejolak hebat di sudut hatinya.

Pelan tapi pasti, seluruh rencana dan jerat manipulasi yang dia susun sejak semalam telah berhasil sepenuhnya. Dia berhasil menutup seluruh celah dunia luar gadis itu. Mulai detik ini, tidak ada lagi ruang untuk bajingan basket atau siapa pun mengusik dunianya. Kinara Jose hanya akan berputar di dalam teritorinya, dan seluruh fokus gadis itu murni hanya akan tertuju padanya.

---

1
mamah fitri
alur cerita nya bikin penasaran .. tokoh utamanya betul2 punya aura masing2
mamah fitri
bisa 3 sampai 4 bab ngga .. penasaran dengan apa yg terjadi nanti di kapal..

semoga Kinara terselamatkan dr jebakan Randy
Park ha: kwkkwkwk sabar kak 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Tamirah
Begitu bucinnya Rian pada Kinara sampai meng-klaim bahwa dia pacar putrinya..... wesss angelllll..,!
Tamirah
Ceritanya semakin halu Uuuuu.Yayasan kepala sekolah yg tunduk dgn Rian lalu rumah sakit yg mendadak naik tarifnya apa lagi mungkin bandara dan pesawat nya sekalian atau pusat perbelanjaaan atau mall semua milik pelajar yg bernama Rian wik...wik....wik.
Park ha: ini emang cerita halu ku kak ...kwkwkwk
bukan pengalaman pribadi whehehehe
total 1 replies
Tamirah
Thor mulai hingga episode ini gak ada interaksi orang tua Rian maupun guru guru di sekolah, alur cerita didominasi Rian dan temannya juga Rendi serta so Cupu.dan aneh nya lagi semua keputusan ada ditangan Rian ttg pencabutan bea siswa Rendy padahal ada komite sekolah.dimana peran ketua yayasan dan ketua komite,masih status siswa bak seorang CEO punya kartu hitam lagi cerita nya berlebihan Thor.
Tamirah
Kok bisa orang yg sdh mabuk berat dan hasrat nya sdh fulll bisa berhenti mendadak karena sebuah kalimat aku membencimu ya emang sengaja' dibuat begitu sama sang sutradara dara.Kalau dunia nya itu mah lewat langsung jebol selaput sang dara 😄😄😄.
Park ha: 🤭 lanjutin ya kak masih banyak kejutan..moga gk bosen bacanya..gpp sambil marah2 juga.berarti karakter Rian ini emang berhasil di buat untuk di benci wkkwk
total 1 replies
Tamirah
Menjijikan berapa korban pelajar yg dilecehkan selama ini apa gak ada yg berani para Guru untuk melaporkan kebejatan murid laki laki walau org tuanya pemilik yayasan sekolah' tsb, laporan pada Diknas jangan takut kalau dipecat banyak yg akan membela guru bahkan dgn bukti bukti kuat sekolah itu ijin pendirian akan dicabut dan sekolah' otomatis ditutup.Pimilik yayasan akan dipanggil oleh pihak Diknas.
Tamirah: sayang nya ini hanya cerita halu, Thor terinspirasi dari mana cerita ini dari lingkungan sekitar atau dari Drakor atau dracin 😄😄😄
total 2 replies
Tamirah
Sangat disayangkan masih pelajar tapi sdh biasa menikmati' minuman minuman haram dan sdh biasa menyentuh tubuh wanita .yah mungkinn dari kehidupan orang tuanya yg gak mengutamakan agama hingga anaknya gak bermoral, tapi namanya cerita halu bisa saja author nya berubah seorang pelajar dari amoral menjadi bermoral akanw lebih seru dan bisa menjalin cinta SMA dengan si Cupu jenjang perguruan tinggi dan ahirnya mereka menikah' itupun maunya pembaca.
Park ha: 🤭 iya kak aku emang sengaja tokohnya toxic.. gk menormalisasi juga buat kehidupan nyata...itu cuma tokoh fiksi...

judulnya jelas ya Toxic and control
bukan Kisah cinta yang manis...
moga kakaknya gak bosen naca kelanjutannya..Dan kuat mental dengan Ke toxic an Rian hehe
total 1 replies
Park ha
novel ini ceritanya lumayan panjang ya mulai dari masa sma transisi ke Dewasa...
kalian yang awal bab maki2 Rian ..tetap maki2 ya soalnya Rian tobatnya masih lama wkkwkwk
Park ha
kwkwkwkw santai mari kita maki bersama wkkwwk
falea sezi
burung bekas masuk ke lobang beda2 tangan. bekas obok2 lubang beda. lagi astaga🤣 gimna g jijik
falea sezi
cowok bekas🤣 najis amat
falea sezi
dikira semua bisa di beli dengan uang🤣🤣
Park ha: bisa kak semua butuh duit wkkwkw🤭🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
dikira semua cwek murahan apa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!