NovelToon NovelToon
Kisah Pendekar Maung Kulon

Kisah Pendekar Maung Kulon

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Epik Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.3
Nama Author: Nnot Senssei

Perjalanan seorang pendekar muda yang mendapatkan titah dari gurunya untuk menyatukan nusantara, khusunya tatar Pasundan. Tapi siapa sangka, perjalanan untuk mewujudkan cita-cita gurunya tersebut tidaklah mudah.

Pendekar muda yang bernama Cakra Buana harus melewati berbagai macam rintangan, mulai dari hadirnya bangsa dedemit dan juga para tokoh hitam dunia persilatan.

Perjalannya dihiasi berbagai macam kejadian. Baik itu kejadian kecil maupun besar. Kebahagiaan dan kesedihan menjadi teman setianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nnot Senssei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Empat Pendekar

"Kita bicarakan itu nanti saja Langlang. Sekarang, mari kita hadapi iblis busuk ini. Aku sudah muak melihat kelakuanmya selama ini, setelah mereka mati … baru kita cari dan tangkap kepala desanya. Lalu aku akan menceritakan semuanya kepadamu," kata Ki Jaya Wikalpa dengan amarah yang menggebu-gebu.

"Baik ki," kata Langlang Cakra Buana. Sesaat pemuda itu menyalurkan hawa murni ke seluruh tubuhnya, terlebih ke bagian tubuh yang mengalami luka dalam akibat tendangan Surapati tadi.

Setelah keadaannya normal, Langlang Cakra Buana langsung berdiri disamping Ki Jaya Wikalpa dengan gagahnya. Begitu pun Surapati dan Raka Gini. Kini empat orang pendekar sudah berhadapan satu sama lain dan siap untuk bertarung kembali.

Mungkin sampai titik darah penghabisan, mengingat apa yang sudah dilakukan oleh Kelompok Ucing Hideung sudah terlalu melampaui batas.

Dengan begitu, jika semua ketua mereka sudah tewas maka pastinya anak buah mereka tidak akan berani melawan, apalagi kabur.

"Heh orang tua, cepat pergi dan jangan campuri urusanku. Ini peringatan terakhirku kepadamu, kalau kau masih bersikeras, maka jangan salahkan aku jika kepalamu pecah dengan Aji Batu Besi milikku," ucap Surapati dengan nada mengancam kepada Ki Jaya Wikalpa.

"Hahaha … apakah kau yakin bisa menandingi Ajian Bolo Sewu milikku?" ucap Ki Jaya Wikalpa dengan nada mengejek sehingga membuat Surapati menggertak giginya.

Seperti yang kita ketahui, Ajian Bolo Sewu jika diartikan dalam bahasa Indonesia kurang lebihnya adalah seribu teman/kawan. Artinya, jika seseorang mempunyai ajian ini tentulah dia bisa memanggil seribu bantuan dari alam ghaib.

Dan pastinya bukanlah perkara mudah untuk bisa melawan ajian ini, karena yang menjadi lawan dari pengguna Ajian Bolo Sewu seolah merasa dia bertarung dengan seribu orang.

Tanpa basa-basi, Surapati dan Raka Gini langsung menyerang Langlang Cakra Buana dan Ki Jaya Wikalpa. Ki Jaya Wikalpa mendapat bagian untuk melawan Surapati, sedangkan Langlang Cakra Buana menjadi lawan Raka Gini.

Keduanya kini sudah mengambil tempat pada jarak tertentu supaya tidak mengganggu satu sama lainnya. Meskipun Raka Gini merasa gentar untuk melawan pemuda asing serba putih itu, tapi apa boleh buat? Mau tidak mau, suka tidak suka, dia harus melawannya apapun yang terjadi.

Raka Gini menyerang Langlang Cakra Buana dengan memberikan hujan pukulan yang cukup merepotkan. Sinar-sinar ungu terlihat menyambar-nyambar saat tanganya diayunkan untuk menyerang Langlang Cakra Buana.

Tapi meskipun serangan itu terbilang berbahaya, bagi murid Eyang Resi Patok Pati untuk menahan dan menangkis serangan ini bukanlah perkara sulit.

Hanya cukup menggeser kaki dan menggerakkan tubuh sedemikian rupa, maka semua hujan pukulan yang digencarkan Raka Gini bisa luput tanpa mengenai dirinya seujung rambut pun.

Puluhan jurus sudah berlalu, tapi sejauh ini belum ada satu serangan pun yang diberikan oleh Raka Gini bisa mengenai pemuda bernama Langlang Cakra Buana.

Di sisi lain, pertarungan antara Surapati dan Ki Jaya Wikalpa pun berlangsung dengan begitu serunya. Keduanya terus memberikan serangan-serangan yang berbahaya secara silih berganti.

Tapi meskipun sudah lewat dari dua puluh jurus, kedua pendekar tua tersebut belum mengeluarkan ajian pamungkasnya masing-masing.

Sebaliknya, mereka sejauh ini hanya bertarung dengan jurus-jurus silat tingkat tinggi yang disertai tenaga dalam baik serangan pukulan maupun tendangan.

Serangan pukulan dan tendangan terlihat begitu hebatnya, masing-masing dari mereka merasa kesulitan untuk menembus pertahanan lawan satu sama lain. Hingga pada akhirnya kedua pendekar tua itu beradu tapak dengan kerasnya.

"Desss …"

Debu-debu disekitar terlihat beterbangan karena efek beradunya kedua tangan kedua pendekar tua itu. Cukup lama mereka dalam posisi demikian hingga keduanya saling melepaskan tapaknya dan mundur masing-masing satu tombak ke belakang.

"Hebat juga kau Wikalpa, bisa mengimbangiku hingga sejauh ini … hahaha," ucap Surapati dengan suara tawa mengejek.

"Hahaha … aku bukanlah orang yang lemah Surapati. Mari kita akhiri masalah kita dalam pertarungan ini, kita bertarung sampai titik penghabisan," kata Ki Jaya Wikalpa menantang.

"Degg …"

Jantung Surapati langsung berdegup dengan kencangnya. Entah mengapa, yang jelas dia sudah merasakan firasat yang buruk. Padahal sejauh ini sudah yakin bahwa dia bisa mengalahkan Ki Jaya Wikalpa.

Terlebih karena Ki Jaya Wikalpa belum bisa melukainya walau seujung kuku sekalipun. Tapi ketika dirinya ditantang bertarung hingga titik darah penghabisan, ada perasaan aneh yang timbul dihatinya. Sudahlah, itu hanya Surapati saja yang mengetahui secara pasti tentang perasaan tersebut.

"Kenapa kau diam saja heh? Apakah kau tidak berani?" tanya Ki Jaya Wikalpa dengan tatapan mata menyelidik dibarengi senyuman yang mengejek.

"Cuih!!!" Surapati meludah. "Kau pikir kau siapa hingga aku takut padamu? Hahaha … tentu saja aku berani," ucap Surapati dengan lantang supaya menutupi perasaan aneh yang ada dihatinya sekarang.

1
Ardan
ahkk... mati 😄
Ardan
novel tatar oasundan nih, pasti seru
Le Akasha
Keren Kang
Le Akasha
Mantap
Ameng lia
dari bayi thor kok cuma tigatahun
Ameng lia
mulai baca
ayda
jangan tzy mag
Wan Trado
alasan kesian, tidak mau turun tangan kejam, kalau tidak terdesak tidak mau pake, terus tidak mau sombong, terus lagi lebih mau jadi bulan-bulanan karena jelas-jelas tau kemampuan lawan tidak rendah..
entah author ingin membentuk karakter MC seperti apa..
Wan Trado
memperpanjang bab
Wan Trado
untuk apa kok siluman dimunculkan pula.. hadehh.. 🤦‍♂️
Wan Trado
diatas langit masih ada langit
Wan Trado
always like that happened by survivor
Wan Trado
siapa nih yang dari Sumatera Barat danuarta atau magenta.. ada ajian dari Batusangkar nya.. 🤣
Wan Trado
ya, satu dari segelintir kelompok orang
Wan Trado
👍good point👍
Wan Trado
ilmu kedigdayaan dan kanuragan tidak akan habis atau berkurang setelah diturunkan/diajarkan kepada orang lain, karena ilmu tsb tidak berupa benda yg apabila diberikan kepada orang lain maka siempunya barang sudah kehilangan..
Wan Trado
minum apa tuh harimau sampai mabuk berat 🤣🤣🤣
Wan Trado
tidak tahu ada orang dibelakangnya..
Wan Trado
eeh sebelumnya dengan bangga menyombongkan diri sebagai pendekar maung kulon murid eyang resi patok pati, berarti sudah sadar yaaa... 😁
Wan Trado
ada ya kata bosan bertahan dalam pertarungan hidup mati, yg ada tidak ada kesempatan membalas..
kecuali yg dilawan levelnya jauh dibawah.. 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!