NovelToon NovelToon
TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.

#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan di Persimpangan

# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI

Setelah percakapan berat tentang Guru Bayangan, Xiao Bai kembali ke kamarnya untuk beristirahat sejenak, namun pikirannya masih dipenuhi terlalu banyak hal untuk benar-benar tenang. Tak lama berselang, seorang murid sekte mengetuk pintu, menyampaikan pesan bahwa Tetua Agung Wei dan Tetua Agung Yun telah menunggu di Aula Utama, tak sabar untuk mendengar keputusannya mengenai tawaran mereka.

Xiao Bai menghela napas panjang, menyadari bahwa betapapun besarnya misteri tentang ibunya dan Guru Bayangan, kehidupan nyata di depannya tetap menuntut keputusan segera. Ia melangkah menuju Aula Utama, dengan Li Ling'er dan Master Sekte Agung mengiringinya sebagai saksi.

Aula Utama sekte, meski jauh lebih megah dibandingkan bangunan-bangunan lain di Sekte Awan Sembilan, tetap terasa sederhana dibandingkan wibawa kedua tetua agung yang kini duduk menunggu di kursi tamu kehormatan, masing-masing diapit oleh beberapa pengawal dari rombongan mereka.

"Xiao Bai," Tetua Agung Wei membuka pembicaraan begitu ia memasuki ruangan, nadanya formal namun ada sedikit ketidaksabaran yang tersirat. "Aku harap semalam cukup untuk mempertimbangkan tawaran Kekaisaran Xuan Yu dengan matang."

"Jangan terburu-buru menyimpulkan, Tetua Wei," sela Tetua Agung Yun dengan senyum tipis yang penuh perhitungan. "Anak muda seperti ini butuh waktu untuk memahami perbedaan mendasar antara ikatan politik duniawi dan warisan pengetahuan sejati."

Xiao Bai berdiri di tengah ruangan, menatap kedua tetua agung itu bergantian, sebelum akhirnya menarik napas dalam dan mulai bicara dengan suara yang tenang namun penuh keyakinan.

"Aku menghargai kehormatan besar yang ditawarkan oleh Kekaisaran Xuan Yu dan Sekte Puncak Sembilan Langit," katanya, membuat kedua tetua agung itu saling melirik dengan harapan masing-masing. "Namun setelah mempertimbangkan semalaman, aku memutuskan untuk tidak menerima tawaran menjadi murid resmi dari kedua pihak, untuk saat ini."

Keheningan yang tegang langsung menyelimuti ruangan. Tetua Agung Wei mengerutkan kening tajam, sementara Tetua Agung Yun menatap dengan mata menyipit, jelas tidak menduga penolakan seperti ini.

"Kau menolak kesempatan yang bahkan tidak pernah ditawarkan kepada murid mana pun dalam sejarah beberapa dekade terakhir?" Tetua Agung Wei bertanya, suaranya kini sedikit lebih keras, menyembunyikan rasa tersinggung yang mulai muncul.

"Bukan menolak sepenuhnya, Tetua Agung Wei," Xiao Bai melanjutkan cepat, mencoba menjaga nada hormat meski tegas. "Aku baru saja menemukan kebenaran besar tentang masa laluku, tentang ibuku, dan tentang asal-usul kekuatan yang aku miliki. Sebelum aku bisa mengikatkan diriku pada kekuatan besar mana pun, aku merasa perlu waktu untuk memahami sepenuhnya siapa diriku, dan apa makna sebenarnya dari warisan yang kubawa ini."

"Omong kosong macam apa ini," gumam Tetua Agung Wei, meski nada suaranya mulai melunak sedikit mendengar alasan yang cukup masuk akal itu. "Tapi kekuatan seperti yang kau miliki tidak bisa dibiarkan berkembang sendirian tanpa bimbingan yang tepat, Nak. Salah langkah bisa berakibat fatal, baik bagi dirimu sendiri maupun orang-orang di sekitarmu."

"Aku memahami risikonya," jawab Xiao Bai, menatap lurus ke arah Tetua Agung Wei tanpa gentar. "Karena itu, aku memiliki permintaan alternatif. Aku ingin tetap tinggal di Sekte Awan Sembilan untuk sementara waktu, sebagai murid biasa, sambil terus melatih pemahamanku sendiri tentang Tungku Ekstraksi Surgawi. Namun aku akan sangat berterima kasih jika baik Kekaisaran Xuan Yu maupun Sekte Puncak Sembilan Langit bersedia menjalin semacam kerja sama terbuka—memberikan akses pada sumber pengetahuan atau bahan alkimia langka yang mungkin kubutuhkan di masa depan, tanpa harus mengikatku secara formal sebagai murid eksklusif salah satu pihak."

Tetua Agung Yun tertawa pelan, sebuah tawa yang terdengar lebih terkesan daripada tersinggung. "Berani sekali kau menawar dengan dua kekuatan besar sekaligus, anak muda. Tapi aku menghargai kecerdikan semacam ini—jarang ada yang berani menempatkan diri di posisi netral saat ditawari kesempatan seistimewa ini."

"Aku setuju bahwa ini adalah keputusan berani," tambah Tetua Agung Wei, meski nadanya masih sedikit kaku, "namun bukan berarti aku sepenuhnya menyetujuinya. Kekaisaran Xuan Yu tidak biasa menjalin kerja sama tanpa ikatan formal yang jelas."

"Jika begitu," Xiao Bai berkata dengan tenang, "aku mengerti jika Kekaisaran Xuan Yu memutuskan untuk menarik tawarannya. Aku tidak ingin memaksakan hubungan yang tidak nyaman bagi kedua belah pihak."

Ucapan itu membuat Tetua Agung Wei terdiam sesaat, menyadari bahwa pemuda di hadapannya, meski usianya masih sangat muda, memiliki keberanian dan kecerdikan yang jauh melampaui perkiraannya. Ia menghela napas panjang, mempertimbangkan kembali posisinya.

"Baiklah," katanya akhirnya, meski dengan nada yang masih terdengar sedikit enggan. "Kekaisaran Xuan Yu akan tetap membuka pintu kerja sama informal denganmu, Xiao Bai. Namun ingat, tawaran untuk bergabung secara resmi tetap terbuka kapan pun kau berubah pikiran."

"Sekte Puncak Sembilan Langit juga akan melakukan hal yang sama," tambah Tetua Agung Yun, senyumnya kini terlihat lebih tulus dibandingkan sebelumnya. "Aku menghargai keteguhan prinsipmu, anak muda. Jarang ada yang mampu menahan godaan kekuasaan sebesar ini di usia semuda dirimu."

Xiao Bai membungkuk hormat kepada kedua tetua agung itu, merasakan sedikit kelegaan mengalir di dadanya setelah ketegangan yang cukup lama menggantung di ruangan itu akhirnya mereda.

Namun tepat ketika suasana mulai melonggar, sebuah suara ketiga yang belum pernah didengar sebelumnya tiba-tiba menggema dari pintu masuk Aula Utama, membuat seluruh perhatian di ruangan itu kembali teralih.

"Sungguh keputusan yang bijaksana, meski aku datang membawa tawaran yang mungkin akan mengubah segalanya."

Seluruh mata di ruangan menoleh ke arah pintu, mendapati sesosok wanita muda berjubah hitam bersulam bintang-bintang keperakan melangkah masuk dengan percaya diri yang luar biasa, diiringi hanya oleh satu orang pengawal—sebuah kesederhanaan rombongan yang justru terasa lebih mengintimidasi dibandingkan kemegahan pasukan Tetua Agung Wei maupun Tetua Agung Yun sebelumnya.

Master Sekte Agung, yang sejak tadi duduk tenang mengamati, tiba-tiba berdiri tegak, wajahnya berubah waspada. "Siapa kau, dan dari mana kau mendengar kabar tentang urusan ini?"

Wanita berjubah hitam itu tersenyum tipis, matanya menatap langsung ke arah Xiao Bai dengan tatapan yang penuh makna tersembunyi. "Namaku tidak penting untuk saat ini. Yang penting, aku datang mewakili sebuah kekuatan yang bahkan Kekaisaran Xuan Yu dan Sekte Puncak Sembilan Langit sekalipun akan berpikir dua kali sebelum berani menyebut namanya secara terbuka di tempat seperti ini."

1
Aisyah Suyuti
seru
Luó Lìxuān: makasih kak jangan lupa bintang 5 nya kak
total 1 replies
Crimson
daftar target baru balas dendam di masukkan./Angry/
Luó Lìxuān: kan bagus bg 🤣
total 5 replies
Crimson
Gw mampir lagi min. seru soalnya. hehehe /Grin/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Luó Lìxuān
menurut kalian su yan ada rahasia apa ya kok bisa artefak kelas dewa di sembunyikan
Crimson
bunga untuk mu, min/Good/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Crimson
Ciri" kacang lupa kulit ya, ini. Kan, biadab emang.😡🤬
Luó Lìxuān: soal nya perjalanan xiao bai masih panjang bg
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!