Kegelapan dan Cinta sangat cocok untuk menggambarkan cerita ini. Karakter utamanya adalah seorang pemuda bernama Hayakawa Yugioh.
Ia bertemu dengan tiga gadis cantik di tempat yang berbeda-beda. Kuroyuki Yukino (Stasiun Kereta), Minazuki Reina (Klub Voli), dan Hanamori Airi (Hujan Badai).
Yugioh membantu semuanya untuk menyelesaikan masalah hidup masing-masing. Seiring berjalannya waktu, ketiganya mulai jatuh cinta padanya.
Dimulai dengan mengancamnya menggunakan benda tajam, menguntitnya ke manapun ia pergi, dan paling parah mengajaknya mati bersama.
Diakhir... Mereka mengajukan pertanyaan yang intinya: 'Siapa yang akan ia pilih untuk menjadi istrinya?.'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4.4: Para Penipu
“Wow! Megah sekali ya! Apakah Tadeshiko-san adalah orang kaya?”
Itu pertanyaan yang bagus sekali Arisu. “Ini sebenarnya rahasia dan akan ku katakan kalau kita sudah berada di dalam lift.”
Sepertinya rahasianya cukup berbahaya dan itu menurutku sangat normal. Arisu pasti berpikiran sama sepertiku.
Lalu, kami bertiga masuk ke dalam pintu kaca yang otomatis terbuka serta berkata lembut ‘Silakan masuk, tuan-tuan terhomat!’.
Benar-benar canggih sekali ya! Tapi, sebagai pengawal dari ‘Mob Character’, Zhao Jun, ini semua nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan pria yang menyukai segalanya tentang kuliner itu.
Y-ya, kayaknya nggak ada hubungannya juga sih. Lalu... Hotel ini banyak sekali kilauan di mana-mana.
Para arsitekturnya benar-benar niat membuat hotel ini dan hal tersebut tentunya menjadi nilai plus untuk bagian luarnya.
Balkon ada, tangga naik turun super aman juga ada dan kelihatan besinya juga tidak sakit bahkan... Kayak semacam seluncuran gitu.
Bisa gitu ya! Orang kaya memang beda sih. Bukan hanya sutradara pemula, tapi dia bahkan bisa menginap di hotel semahal ini.
Benar-benar keren dan kalau hitunganku benar, hotel beginian biasanya terdiri dari 548 kamar tidur yang luas sekali sampai-sampai untuk makan, toilet, permainan, ada semuanya di dalamnya.
Semua ruangan begitu kah? Ya, tentu saja. Hotel mewah memang beda dari yang lain, jadi kami berdua cukup bersyukur bisa masuk ke sini.
Yahh... Cukup bersyukur karena ini bukanlah hal yang spesial banget. Zhao Jun... Lebih gila lagi lho! Bahkan otakku tak mampu menggambarkan semuanya.
Lalu, beralih dari situ, sekarang kami semua sudah ada di dalam lift bertiga saja. Karena sekarang sudah cukup malam, orang-orang kayaknya sudah tidur atau mungkin sedang beraktivitas selayaknya suami-istri, keluarga harmonis, di dalam kamar tidur serba ada masing-masing dari mereka.
Jadinya... Tidak ada kejadian seperti ikut masuk. Dan, menurutku masuknya bagus, jadinya rahasianya benar-benar diantara kami berdua saja dan Tadeshiko-san tentunya.
“Apakah kalian tahu sesuatu tentang ‘Mob Character’ ?”
“Ini juga akan menjadi rahasia kami berdua.”
Wow! Tanaka kayaknya mau memberitahu salah satu keaslian dari kami yang berhasil menjadi penipu profesional.
“Rahasiamu dan Arisu memangnya apa?”
“Aku dan Arisu adalah pengawal Zhao Jun yang merupakan salah satu dari ‘Mob Character’.”
Hahaha. Menarik sekali dua orang ini! Begitu ya! Ternyata alasan dia kelihatan bahagia selalu dalam setiap mencicipi makanan, karena Arisu dan Tanaka kayaknya.
“Hebat. Rahasia kalian keren dan rahasiaku adalah... Diriku merupakan salah satu dari‘Mob Character’ yang biasa dipanggil ‘Mr. Abra’.”
Rahasianya benar-benar gila! Mr. Abra katanya terdengar sangat kejam kepada para Penipu. A-arisu, sepertinya kehidupan kita takkan bertahan lama.
Ah! Rasanya Tanaka mengerti apa yang ku rasakan. Kehidupan kami mungkin sebentar lagi dapat berakhir.
Karena mereka berdua memikirkan hal tersebut, keduanya jadi memutih hingga roh keluar dari atas kepala. Tadeshiko yang melihat itu semua hanya bisa tertawa hingga lift terbuka serta keduanya mengikutinya ke mana dirinya berjalan.
Kamar nomor 176 adalah tempatku menginap bersama istriku. Ini adalah lantai ke tiga dari 50 lantai yang ada di hotel ini.
Setiap lantai bervariasi jumlah kamarnya dan lantai pertama dengan kedua berbeda sendiri, karena di situ tempat para karyawan istirahat serta bekerja sesuai shift masing-masing.
Beralih dari situ, aku membuka pintu dan terlihat kamar yang begitu mewah. Kasurnya lega dan bisa ditiduri oleh mereka yang sudah menikah.
Orang-orang yang hanya ingin memuaskan nafsu, menurutku tidak cocok menggunakan kasur tersebut. Nikah dulu, jalanilah kehidupan yang normal, dan jangan seperti orang-orang yang lagi melakukannya di lantai lebih atas lagi dariku.
Lantai tempatku menginap aman-aman saja dan nggak ada yang melakukan hal seperti itu.
Bisa menahan hawa nafsu sangatlah keren dan patut untuk diacungi jempol. Lalu, tirai di depan sana tertiup angin yang berarti istriku sedang berada di balkon. Bau asap rokok menyebar di dalam ruangan membuat kabut onsen klasik di sebelah kiriku beradu dengan asap tersebut.
“Yang terakhir tutup pintu ya!”
Aku berada di belakang Tanaka, jadinya langsung ku tutup pintunya dan ku kunci. “Boleh dikunci kan!”
“Ya, boleh. Nanti kalian berdua menginap di sini saja. Sebelum balkon atau di arah telunjuk kananku boleh kalian gunakan untuk tidur. Simpan barang bawaan kalian di sana!”
“Baiklah. Ayo Arisu!”
“Oke Tanaka.”
Fufufu, benar-benar menarik mereka berdua ini. Dan... Istriku masih merokok serta mendengarkan lagu kesukaannya ya!
Dia takkan berhenti mendengarkan lagu tersebut sampai kapanpun. Nama lagunya adalah Pon. Lagu yang diciptakan oleh seorang musisi jenius dengan julukan ‘Undo’.
Nama aslinya tidak pernah diberitahu olehnya dan mereka yang mencari tahu pun nggak pernah mengetahuinya.
Hahaha, bisa menyembunyikan nama itu keren. Lalu, mereka berdua menuju ke sini. Karpet motif harimau melawan kawanan elang cukup menarik.
Apakah para tamuku boleh tidur di atas karpet? Mereka juga tidak protes, jadi sepertinya boleh.
“Di balkon ada istriku. Tadi kita belum melihatnya begitu sampai di sini yang berarti baru mau merokok, hahaha.”
Pantas saja aku mencium bau asap rokok. Ternyata istrinya suka merokok ya!. “Apakah itu baik untuk kesehatannya?”
“Istriku kecanduan merokok dan kehidupan lainnya sangat normal juga terjaga dengan baik, jadi... Harusnya nggak bakal buruk untuk kesehatannya.”
“Namanya juga kecanduan Tanaka. Seperti tiduran di rumput contohnya.”
“Kau benar sekali Arisu. Tadeshiko-san, makasih sudah membuat kami bisa merasakan tiduran di rumput!”
“Hahaha, sama-sama. Aku mau mandi dulu di onsen yang sudah disiapkan istriku. Nanti bergiliran saja ya! Kalian boleh duduk atau ganggu istriku kok! Itu juga...”
Tatapan Tadeshiko-san tiba-tiba jadi sangat menakutkan. Tanaka, kau juga bisa merasakannya kan! Itu adalah tatapan orang yang benar-benar kejam. Apalagi kepada para Penipu.
Arisu juga kayaknya merasakannya ya! Tatapan kejam. Istrinya sepertinya sangat menakutkan ya!
“Jika kalian tidak ingin mati.”
‘Me-mengerikan sekaliii!!!’
Kami barengan lagi ngomongnya. Ketakutan kami berdua adalah hal yang sangat wajar. Semoga saja, istrinya orang baik.
Tapi... Mati ya? Kalau menganggu istrinya bisa mengalami hal seperti itu, lebih baik tidak usah saja. Dan... Tanaka sepertinya tertarik ya!
Terserah dia saja deh. Semoga saja kau masih bisa hidup setelah mengganggunya.
Ohh...! Hebat juga kau Tanaka! Hahaha. Mandi dulu deh. Semoga saja... Nyawamu nggak melayang.
Aku berjalan perlahan, membuka tirai dan berada di luar, tepatnya di balkon. Dia berdiri menghadap ke diriku yang tiba-tiba muncul di hadapannya.