NovelToon NovelToon
Satu Imam Dua Makmum

Satu Imam Dua Makmum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Adiba Aza hra

Bagi Azam, satu-satunya wanita yang berhak bersandar di bahunya hanyalah Aira Humaira, istri sekaligus sahabat sejatinya.Namun, sebuah kesalahan yang tak di sengaja.kini berubah menjadi hantu yang menuntut penebusan. Safira kini hidup sebatang kara dan hidup menderita akibat kelalaian Azam. Ketika uang tak lagi mampu membasuh rasa bersalah, Aira justru menyodorkan madu pernikahan sebagai jalan keluar."Aku ikhlas, Mas..." kata-kata Aira terdengar tegas, meski hatinya sendiri hancur.Terjebak di antara tuntutan istri yang dicintainya dan penolakan hatinya untuk mendua, keputusan apa yang akan diambil Azam? Siapkah Aira menyaksikan suaminya bersanding dengan wanita lain, ketika ego dan rasa bersalah bertabrakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adiba Aza hra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Tak Sangup Membawa Luka

Setibanya mereka di Jakarta, Safira langsung berpamitan kepada Aira dan yang lain. Tak lupa Bu Nilta memberinya beberapa brownies dan kue buatan Bu Nilta sendiri.

"Ada apa sih, Mas? Kamu bilang ada sesuatu. Ada apa?" tanya Aira yang masih kesal kepada suaminya.

Azam menghela napas dalam, lalu menatap sekilas ke arah ayahnya. Ayah Niko mengangguk, mengiyakan ucapan Azam lewat tatapan matanya.

"Bunda Fina sekarang sudah ada di tempat yang aman," kata Azam.

Seketika raut kesal di wajah Aira memudar.

"Alhamdulillah kalau begitu. Kinan, ayo kita temui Bunda!" ajak Aira antusias.

Kinan terdiam. Gadis itu terlihat sangat pucat setelah beberapa menit lalu membaca pesan dari Ayah Fikri.

"Kinan," panggil Aira lagi.

Namun, Kinan hanya diam.

Aira menatap bingung ke arah Kinan, lalu menatap ke arah yang lain yang juga terdiam.

"Plis deh, kalian kenapa pada diam sih? Pasti ada yang kalian sembunyikan lagi kan dari aku?" kata Aira ngambek.

Saat ia hendak melangkah keluar rumah, dengan cepat Azam membopong tubuh mungilnya.

"Lepasin, Azam!" kata Aira kesal sekaligus malu.

"Kita langsung ke rumah sakit saja, Yah," ajak Azam yang langsung membawa tubuh mungil Aira ke mobil.

Ayah Niko mengangguk.

"LEPASIN AKU! AKU ENGGAK SAKIT YAA! AKU TUH CUMA KESAL SAMA KALIAN YANG SUKA NYEMBUNYIIN SESUATU DARI AKU! DAN ITU BUKAN BERARTI AKU SAKIT! PLIS AZAM XAVIER YANG PALING GANTENG SEDUNIA, LEPASIN GUE!" teriak Aira yang terus meronta-ronta.

"Nggak mau, Sayang."

Aira cemberut. Dengan lembut, Azam mendudukkan tubuh mungil Aira di kursi sebelah kemudi.

"Bunda kamu ada di rumah sakit," kata Azam yang sudah melajukan mobilnya.

Aira terkejut mendengarnya.

"Apa? Bun...?"

Azam mengangguk.

"Kamu yang sabar, ya. Yang kuat," kata Azam sedih.

Aira terdiam, lalu menatap wajah serius Azam.

"Kamu bohong, kan?" tanya Aira tidak percaya.

Namun, sebelum Azam menjawab, mereka sudah memasuki area rumah sakit. Aira mengernyit bingung.

"Kok Rumah Sakit Jiwa? Kamu salah rumah sakit, Zam!" kata Aira yang mulai kesal.

Setelah memarkirkan mobilnya, Azam keluar dari mobil lalu bergegas membukakan pintu untuk Aira.

"Itu ada Ayah, Ibu Nilta, Hanum, sama Kinan. Mereka juga ke sini, masa iya aku bohong," kata Azam sabar.

Aira keluar dari mobil. Dan benar saja, Ayah Niko, Ibu Nilta, Hanum, dan Kinan baru saja keluar dari mobil mereka.

Kinan menghampiri Aira lalu menggenggam erat tangan kembarannya itu.

"Ayo kita masuk, di sana Ayah sudah nungguin kita," kata Kinan lembut.

Aira menghela napas dalam lalu menatap ke arah Azam. Azam hanya diam, lalu mengangguk dengan cepat. Mereka berjalan bersama menuju lantai tiga rumah sakit.

"Ayah? Ayah kenapa? Ini? Ini kenapa? Siapa yang sudah nyakitin Ayah?" tanya Aira khawatir saat melihat ada beberapa goresan di pipi dan lengan ayahnya.

Ayah Fikri terdiam, mata teduhnya terlihat berkaca-kaca.

"Kamu baik-baik saja, Fik?" tanya Ayah Niko.

Namun, belum sempat Ayah Fikri menjawab, seorang dokter keluar dari kamar inap Bunda Fina.

"Kinan? Apa di sini ada yang bernama Kinan?" tanya dokter tersebut cepat.

Dengan cepat Kinan menghampiri sang dokter.

"Saya Dok, saya Kinan," kata Kinan tanpa melepaskan genggaman tangannya pada Aira.

Aira terdiam, perempuan itu masih belum paham sepenuhnya dengan situasi ini.

"Mbak Kinan, ya? Mari Mbak, ikut saya..."

"Tapi saya bawa kembaran saya, tidak apa-apa kan, Dok?" tanya Kinan yang langsung diiyakan oleh sang dokter.

Aira mengikuti langkah dokter perempuan itu di depan Kinan. Saat pintu luar ditutup, di dalam sana ternyata ada satu pintu pembatas lagi.

"Mama..."

Kinan yang melihat kondisi sang ibu langsung melepaskan genggaman tangannya. Tubuhnya bergetar hebat, napasnya memburu, dan tangisnya mulai terdengar.

Fina menatap kosong ke arah Kinan. Meski dalam keadaan terguncang seperti ini, naluri seorang ibu masih saja mengingat putrinya dan mengkhawatirkan anak-anaknya.

"Halo Bu, Bu Fina, Ibu dengar suara saya?" kata dokter sembari melambaikan tangan di depan wajah Bu Fina. Bu Fina hanya terdiam, namun bola matanya bergerak sekilas.

"Bu, ini putri Ibu, ya. Ibu tidak boleh pukul, jambak, apalagi lempar barang ke mereka lagi, ya," kata dokter dengan nada lembut. Bu Fina mengangguk samar.

"Kinan," lirih Mama Fina.

Kinan langsung berlari ke arah sang ibu dan memeluk tubuh lemah itu. Seketika tangis mereka pecah. Berkali-kali Kinan meminta maaf, berkali-kali juga ia berusaha menenangkan sang ibu.

Aira hanya terdiam membisu. Perempuan itu begitu syok melihat kondisi ibunya sekarang. Bayang-bayang saat sang ibu menjenguknya di rumah sakit, bayang-bayang saat sang ibu meminta izin untuk memeluknya, serta kehangatan pelukan yang pernah ia rasakan seketika membuat dunia Aira runtuh. Sejak kecil tidak pernah bertemu, dan sekarang? Bahkan sekarang sang ibu sudah tidak bisa mengingatnya dengan normal. Aira menangis dalam diam, tubuh mungilnya bergetar hebat.

"Bunda..." lirih Aira.

Mama Fina terdiam menatap kosong ke arah Aira. Perempuan berusia 40 tahun itu menunjuk ke arah Aira dengan tawa kecil, namun air matanya tetap mengalir deras.

"Dia...? Kamu... ada dua..." kata Mama Fina merasa lucu karena melihat kemiripan Kinan dan Aira.

Kinan tersenyum pedih, lalu mendekatkan wajahnya ke arah sang mama.

"Dia Aira, Ma. Dia putri Mama juga," kata Kinan gemetar.

Mama Fina tertawa, lalu mengisyaratkan Aira untuk mendekatinya.

"Sini," kata Mama Fina pelan.

Aira menurut. Perempuan itu langsung memeluk Mama Fina dengan sangat erat.

"Kamu... putriku... kamu cantik. Siapa nama kamu, Nak?" kata Mama Fina yang mengusap lembut rambut panjang Aira.

"Aira," jawab Aira yang masih terisak. Namun tiba-tiba, kesadaran Aira menurun dan ia langsung tak sadarkan diri di dalam pelukan Mama Fina.

"Aira!" teriak Kinan khawatir.

Dokter yang melihat Aira pingsan langsung bergegas membuka pintu dan memanggil Azam.

"Tuan Azam, silakan ikut saya masuk. Istri Anda pingsan di dalam!" kata dokter cepat.

Azam yang mendengar perkataan dokter langsung panik dan melangkah masuk. Di dalam ruangan, Mama Fina justru mempererat pelukannya pada tubuh Aira. Perempuan itu menangis histeris karena mengkhawatirkan putrinya. Saat dokter dan Kinan ingin mengambil tubuh Aira, Fina langsung berteriak liar.

"KAMU SIAPA KAMU!!! JANGAN SAKITI PUTRI SAYA! PERGI!!!! PERGI!!! JANGAN AMBIL PUTRI SAYA!!!" teriak Mama Fina histeris.

Dokter segera meminta Kinan untuk membantu memeluk tubuh sang bunda untuk mengalihkan perhatiannya, lalu dengan cepat menyuntikkan obat penenang. Beberapa detik kemudian, efek obat bekerja; Mama Fina mulai mengantuk dan tubuhnya perlahan lemas.

Azam bergegas membawa tubuh lemah Aira dan membawanya keluar dari kamar inap Mama Fina.

1
Redmi
Lanjutkan 😎
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Lanjut 👍🙏
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Lanjut 👍
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Lanjut👍
Saddam Husein
lanjut👍
Saddam Husein
Semangat terus kak 😎👍
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
hubungan sama orang tua atau saudara terasa asik biasanya kebanyakan kn nya fokus ke pemeran utama yg ini nih asikkkk gokil /Drool//Joyful//CoolGuy/
pokok lanjut bro Apa lagi pas di suruh masak nasi ngakak. habis hahaa lanjutkan bos kuhh
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Mantap gw yg cowo aja ngakak bca nya 🤣😄
Adiba Azahra
Wah, terima kasih banyak, Kak! 😍 Semoga makin baper ke depannya, ya. Ikuti terus kelanjutan ceritanya! 🔥🚀
Ridwan Hasan: Dari judul nya udah nyesek 🙏 Bagus kak semangat siap menyemak 👍
total 3 replies
Redmi
Lanjuttttttttttt 😍
Redmi
Aaaa ikut baper 😍🙏
gk kebayang aku punya suami kayak azam 🤣 😍
Redmi
Lanjut kak Bagus
Adiba Azahra: Terima kasih banyak, Kak! 🥰 Ditunggu kelanjutannya, ya, secepatnya! 🚀🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!