NovelToon NovelToon
INDIGO

INDIGO

Status: tamat
Genre:Horor / Contest / Indigo / Mata Batin / Hantu / Tamat
Popularitas:595.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Riumi

On IG: @ry_riuu
Ini kisah tentang Seorang gadis bernama Renara Maharani memiliki kemampuan untuk melihat mereka yang tak kasat mata. Kesehariannya di kelilingi oleh nyawa tanpa raga atau sering di kenal sebagai hantu, dimana pun dirinya berada mereka yang tak kasat mata selalu menganggu ketenangan yang dirinya inginkan selama ini.

Percaya atau tidak mereka yang kalian sebut sebagai hantu itu hidup saling berdampingan dengan manusia dan apa kalian merasakan bahwa saat ini disamping kalian ada mereka yang tak kasat mata sedang melihat kalian membaca coretan kisahnya sambil berbisik "Aku ada disini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 34 [BULLYING]

Saat sampai di lapangan outdoor itu, Renara langsung di suguhkan dengan pemandangan yang sangat mengerikan.

Wanita bertubuh gemuk sedang mengantung dirinya di tiang basket dengan mata melotot dan lidah yang memelet keluar.

"Aneh ya?" Tanya Renara dalam hati saat melihat mayat wanita gemuk tersebut.

Ada sesuatu yang janggal ketika Renara melihat wanita tersebut, tangan yang mengepal kuat dan ada darah di sudut bibirnya.

"Apa ada bullying?" Tanya Renara dalam hati.

Meskipun Renara tidak melihat wanita ini tapi dia dapat merasakan ada orang yang membullynya.

Terlihat dari tangan yang mengepal, sudut bibir yang berdarah dan rambut yang berantakan.

"Ra." Panggil seseorang dari arah belakang.

Sedangkan Renara yang mendapat panggilan seperti itu langsung melihat kearah sumber suara.

"Sam, kenapa?" Tanya Renara yang melihat orang tersebut adalah Irsyam.

"Ngapain disini?" Tanya Irsyam.

"Liat deh mayatnya, kaya udah di bully." Jawab Renara sambil menatap mayat yang berada di hadapan nya.

Irsyam yang mendapat perkataan seperti itu langsung menatap kearah mayatnya, dan benar saja ada beberapa kejanggalan.

"Udah jangan di liat, biar nanti guru yang beresin semuanya," ucap Irsyam sambil membawa Renara ke arah Daren dan yang lainnya.

"Lo berani banget ngeliat sedeket itu." Ucap Metta.

"Ngapain harus takut? Dia juga manusia cuman udah gak ada nyawa." Ujar Renara.

Renara tidak takut melihat hal seperti itu, dia sering melihat hal.yang lebih mengerikan daripada itu.

Ini adalah kebiasaan Renara yang tidak di ketahui orang, melihat mereka yang tak kasat mata bergentayangan tanpa arah dan tujuan.

"Iya juga sih," ucap Metta.

Tiba-tiba saja kepala sekolah datang kelapangan tersebut bersama dengan polisi di belakangnya.

"Kalian pergi, biarkan kasus ini ditangani oleh pihak berwajib." ucap Kepala sekolah.

Semua murid yang ada di sana langsung bubar ketika kepala sekolah memerintahkan mereka untuk segera pergi ke kelas masing-masing.

Renara dan yang lainnya langsung melangkahkan kakinya pergi meninggalkan lapangan.

"Bisa-bisanya ada mayat pagi-pagi, padahal tadi sama sekali gak ada apa-apa disini." ujar Metta.

"Udah, jangan dibahas gak baik." ucap Safira.

"Jadi, gimana? sekolah bakalan bener gak bang?" tanya Renara.

"Kayaknya gak bakalan bener." jawab Daren.

"Yaudah kalau gitu Nara pengen pergi ke ruang OSIS aja ya." ucap Renara.

"Iya," ucap Daren.

"Nara mau beli makanan dulu." ujar Renara.

"Gue ikut Ra." ucap Metta.

"Oke." ujar Renara.

Renara dan Metta langsung pergi kearah kantin yang jalannya berlawanan arah dengan ruangan OSIS. Renara langsung memesan makanan bersama Metta.

"Gue pesen minumannya dulu ya Ra." Ujar Metta.

"Iya," Ucap Renara.

"Mang beli mie ayam nya 3, bakso nya 3." Ucap Renara.

"Iya neng, mau 1 porsi atau setengah porsi?" Tanya Penjual bakso tersebut.

"Semuanya 1 porsi aja, nanti tolong anterin ke ruang OSIS ya." Jawab Renara.

"Siap neng, nanti dianterin ke ruang OSIS." Ucap Penjual bakso.

"Semuanya jadi berapa?" Tanya Renara.

"65 neng." Jawab penjual bakso tersebut.

Renara yang mendapat pertanyaan seperti itu langsung mengambil uang yang ada di saku bajunya.

"Kembaliannya ambil aja ya mang." Ucap Renara saat mengeluarkan uang 50 ribu dan 20 ribu.

"Makasih ya." Ujar penjual bakso.

"Iya sama-sama," Ucap Renara.

Sedangkan Renara yang sudah selesai memesan bakso dan mie ayam itu mencari keberadaan Metta yang juga sudah selesai memesan minumannya.

"Minumannya mana?" Tanya Renara saat melihat Metta melangkahkan kakinya kearah Renara.

"Nanti di anterin." Jawab Metta.

"Oh oke." Ucap Renara.

"Ayo." Ajak Metta sambil melangkahkan kakinya untuk menuju ruang OSIS diikuti dengan Renara disampingnya.

Selama di koridor Renara merasakan hawa yang mencekam, mengerikan dan dingin apalagi cuaca saat ini sedang mendung di tambah baru saja ada kejadian mayat.

Renara melihat sekeliling hingga dia melihat ada sosok wanita yang bunuh diri tadi di belakang tubuhnya seolah sedang meminta tolong.

"Tolong.." ucap nya lirih dengan mata melotot dan wajah pucat dengan tali yang masih menggantung di lehernya.

"Aaaaaa!!" Teriak Renara yang kaget melihat sosok itu ada di belakangnya.

"Aaaaa! Ada apa-apa?!" Tanya Metta yang kaget dengan teriakan Renara.

Renara yang melihat Metta sudah berlari ke ruang OSIS dia kembali melihat kebelakang, namun sudah tidak ada lagi sosok tersebut.

Seolah hilang begitu saja, bersamaan dengan datangnya Violetta dari arah berlawanan dengan dirinya.

Violeta menatap tajam kearah Renara bersama dengan 1 orang teman wanita yang berada di belakangnya yang entah siapa.

Renara pun melakukan hal yang sama seperti Violetta dan temannya itu lakukan, menatapnya tajam sambil tersenyum sinis.

"See, ini yang gue ceritain, cewek gatel yang mau ambil Daren dari gue, bisa-bisanya dia mau ambil daren." Ucap Violetta sambil tersenyum sinis kearah Renara.

Sedangkan Renara yang di beri senyuman sinis itu langsung tertawa mengejek, lihatlah seorang wanita dengan penuh pencitraan.

"Cila, Lo denger ada yang ketawa gak?" Tanya Renara kepada temannya yang bernama Cila itu.

"Gue denger tapi gak ada wujudnya." Jawab Cila sambil celingukan kesana kemari seolah mencari orang Renara yang tampak ada di hadapannya.

"Pencitraan." Ucap Renara sambil berlalu pergi meninggalkan Violeta dan Cila.

Namun saat Renara melangkahkan kakinya itu, Violetta langsung menarik rambutnya yang tergerai bebas.

"Argh!" Ringgis Renara yang merasakan sakit ketika rambutnya di tarik sangat kuat oleh Violetta seperti ingin melepaskan kepala dari lehernya.

"Berani-berani nya pergi pas ada orang yang lagi ngomong." Ucap Violetta sambil membawa Renara menghadap kearah wajahnya.

"Dan Lo sama temen Lo itu gak nganggap gue ada kan? Jadi percuma aj ague diem disini, ngomong panjang lebar dan akhirnya di anggep gak ada orang." Ujar Renara sambil menepis tangan Violetta yang langsung terlepas dari rambut Renara.

"Aww.." ringgis Violetta saat tangannya di tepis sangat keras oleh Renara.

"Lemah." Ucap Renara sambil tersenyum sinis.

"Jangan berani bilang gitu kesahabat gue!" Bentak Cila menatap tajam kearah Renara.

"Percuma ngomong sama orang yang gak suka ngaca." Ucap Renara sambil meninggalkan Cila dan Violeta.

"Awas aja, gue gak bakalan pernah lepasin Lo." Ujar Violetta menatap kepergian Renara.

Tanpa Violetta sadari Renara yang dia benci adalah adik dari Daren dan tanpa dia sadari juga ada sosok yang baru saja bunuh diri di lapangan menatap penuh amarah ke arah Violetta.

"Sebelum itu, kamu harus rasain apa yang aku rasain." Ucap sosok tersebut dengan tatapan penuh amarah.

5 menit telah berlalu, kini Renara sudah sampai di ruang OSIS. Saat membuka pintu ruangan, Renara melihat Metta yang sedang pingsan di pangkuan Aditya.

"Meta kenapa?" Tanya Renara bingung sambil melangkahkan kakinya kearah Metta yang sedang di beri minyak kayu putih oleh Safira.

"Abang baru aja mau tanya sama kamu Ra." Jawab Daren yang mendengar perkataan Renara.

"Tadi Nara cuman teriak karena kaget ada orang di kelas, kirain hantu." Ucap Renara berbohong.

"Tiba-tiba aja Metta lari ninggalin Nara sendirian, baru aja mau Nara bilangin itu cuman orang. Eh taunya udah lari duluan." Sambung Renara.

"Kirain ada apaan, baru aja Sam mau nyusul kamu takut kenapa-kenapa." Ucap Daren.

"Makasih udah mau nyusul Nara, tapi Nara gak apa-apa kok." Ucap Renara cengengesan sambil menatap Irsyam.

Di tengah-tengah percakapan itu tiba-tiba saja makanan dan minuman yang mereka pesan sudah datang.

Renara yang dekat dengan pintu itu langsung membuka pintunya dan membawa nampan berisi makanan untuk di simpan di meja OSIS.

"Makasih ya Mang.. Bi.." ucap Renara.

"Iya sama-sama." Ujar kedua penjual tersebut.

"Nanti biar kita yang mangkuk sama gelasnya." Ucap Safira.

"Iya," ucap kedua penjual tersebut sambil melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruangan OSIS.

1
ranval Anval
assalamu'alaikum
slm knl y
aku pecinta hl2 yg berhubungan dg alm ghoib
mkny aku snng skli mmbca novel in 🥰🥰🥰
Sabariah Riah
kak lanjut lagi ya , LG seru kak cerita nya , semngat 💪💪
Suwarni Anny
up lgi donk kak
Nura
Kak Riumi, novelnya masih lanjut kan? Pliss kak, lanjutin ya. Sayang banget novel sebagus dan seperfect ini harus berhenti. Yaaa.. Walau udh tiga tahun gak up, tapi coba kakak baca lagi dan lanjutkan. Sumpah, sayang banget kalau harus berhenti. Yang baca jadi penasaran sama kelanjutannya. Novel kakak itu bagus semua loh, beneran. Jadi pliss lanjutin ya kak. Maaf banget kalau maksa😅. Ini suara hati dari penggemar Renara-Irsyam yang udah terlanjur baper sama ceritanya. Kayak di tinggal tanpa kabar pas lagi sayang sayangnya. Lanjutin ya kak😁😁
Semoga aja kak Riumi nya baca...
Fala Fala
up dong thor!
nggak sabar nungguin kelanjutanny nih
Indy
terkadang sejenak berpikir, apa iya di real kehidupan ada yg persis sama kayak di novel².. andai iya,,
Nuna98
kapan up nya thor?
Arnhy Suwarni
kak ko enggak ad kelanjutanya ya padahal bgus lo ceritanya
ncsa
kakkk riuuu ini udahhh 2023 smnjakkk trkhir 2021 udahh brpaa lamaa tuhh, ayooo dilanjutt kakkk sklian smaa teror jugaaa kak riuu beneran bikin penasaran dehhhh up scptnyaaa kakkk smngttt🥺🥰🥰🥰
vivi yahya
udah 2023.. ini orngnya masih hidup kn ? kok udah lama gk up
Tamtam Tamiazahra
ayuh d lanjut ka ...nunggunih lanjutnya
anton sobekti
Kecewa
AFM_real
kak kpn nih up nya? jangan kelamaan di gantung sakit tw kak🙂
Susi Zahra
bagus cerita. gk banyak episode tapi ngena banget sama yang baca.
emng the best cerita kak riumi.
AyuUnnie
ditunggu² loh Thor up nya indigo sma terror apalagi indigo
Septyawati Denita
lama sekali Thor.............
fatmah nolly
baca ni dulu lagi bosen sm cerita ceo yg modelannya sama
Ngah Ry
menarik ceritanya
plus seram 😃
semangat Thor👍💪💪
yumna
cerita kk tuh bagusssss banget bisa bikin baper ya baca tpi knpa harus di gantungin cerita nya mulai dari indigo sampai teror ngk ada lagi sambungan nya 😧 jujur kak penasaran banget sama ending nya.semoga kk nya sehat sehat hingga bisa up lagi yaaa 😉😊😊😊
레지나
Up lagi kak cerita nya baguss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!