NovelToon NovelToon
Dewa Abadi Season 2

Dewa Abadi Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Iblis / Romansa / Fantasi Timur
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Kemenangan gemilang dan gunungan harta yang dibawa pulang oleh Zeng Niu dan "Kelompok Perampok Tersenyum" ke Sekte Angin Merah harus dibayar dengan harga yang menentang surga. Kematian tragis Pangeran Pertama, Di Tian, di Lautan Bintang telah menghancurkan kedamaian Alam Abadi.

Kaisar Langit Di Shitian, penguasa Benua Tengah, terbangun dari meditasinya dengan amarah kosmik. Mesin perang terbesar dan paling menakutkan di Alam Abadi pasukan dewa dari Istana Pusat kini digerakkan dengan satu tujuan pasti: meratakan Sekte Angin Merah dan menghapus seluruh Benua Utara dari peta keberadaan.

Saat kebahagiaan sekte berubah menjadi kengerian massal, Zeng Niu tidak memiliki pilihan selain bersiap menghadapi badai kehancuran yang ia tarik sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Hancurnya Wujud Dewa Matahari

Di langit Benua Utara yang telah berubah sewarna darah, raksasa magma setinggi seratus tombak mengayunkan pedang apinya. Ruang di lintasan pedang itu meleleh, menciptakan celah dimensi hitam yang memancarkan badai spasial. Ini adalah kekuatan Ascendant Awal yang didorong hingga batas puncaknya melalui formasi lima puluh kapal perang!

Menyongsong kiamat yang turun dari langit itu, sesosok bayangan hitam melesat naik tanpa sedikit pun keraguan.

Zeng Niu menjejakkan kaki di kehampaan. Fluktuasi Soul Transformation Tahap Akhir meledak dari Dantiannya, mengubah ruang di sekitarnya menjadi rawa ketiadaan.

"Mati kau, Serangga Utara!" raung Jenderal Xue Yang dari dalam wujud raksasa magmanya.

Zeng Niu tidak menghindar. Ia menyalurkan seluruh Qi ke kedua lengannya, mencabut Nisan Petir Asura, dan menebas ke atas menyambut pedang raksasa yang sepuluh kali lebih besar dari tubuhnya itu!

BOOOOOOOOOOOOOOOM!

Benturan pertama terjadi. Gelombang kejut dahsyat meledak di udara, menyapu awan dalam radius sepuluh ribu mil menjadi ketiadaan! Sisa-sisa energi benturan itu bahkan membuat kubah pelindung Sekte Angin Merah di bawah sana bergetar hebat.

Di titik benturan, Zeng Niu terdorong mundur sejauh tiga puluh tombak. Tangannya bergetar hebat, dan setitik darah merembes dari sudut bibirnya. Panas ekstrem dari Hukum Api Ascendant mencoba menyusup ke dalam meridiannya, membakar dari dalam.

"Hanya segini kekuatan fisik dewa-iblis yang kau banggakan?!" tawa Xue Yang menggelegar, melihat Zeng Niu berdarah. "Di hadapan hukum dunia ranah Ascendant, kekuatan fisik murni tak lebih dari gumpalan daging mati!"

Zeng Niu mengusap darah di bibirnya dengan punggung tangan. Bukannya ketakutan, seulas senyum gila justru perlahan mengembang di wajahnya.

"Hukum dunia?" kekeh Zeng Niu, matanya yang sebelah emas dan sebelah hitam berputar beringas. Urat-urat keemasan gelap mulai menonjol di leher dan lengannya.

"Kau meminjam tenaga dari lima puluh perahu kayu di belakangmu dan menyebut dirimu dewa? Kalau begitu, biar kutunjukkan padamu apa itu kekuatan yang tak butuh pinjaman!"

Zeng Niu menghentakkan kakinya.

[Teknik Darah: Kebangkitan Bintang Primal!]

KRAAAK! KRAAAK!

Tulang-tulang Zeng Niu berderak keras. Ia tidak membesar menjadi raksasa seperti Tuoba Gu, melainkan memampatkan seluruh esensi darah kosmik ke dalam sel-selnya! Kulitnya kini memancarkan kilau perak gelap yang absolut. Rasa panas di meridiannya seketika ditelan habis oleh Domain Ketiadaan.

WUSSSSH!

Zeng Niu menghilang dari pandangan. Ia melesat dengan kecepatan yang merobek ruang, muncul tepat di depan dada raksasa magma Xue Yang, dan mengayunkan pedangnya ratusan kali dalam satu tarikan napas!

TRANG! TRANG! TRANG! TRANG!

Bunyi logam surgawi yang beradu dengan magma padat bergema layaknya simfoni kematian. Xue Yang terkejut bukan main. Pemuda ini tidak hanya bertahan, ia menyerang balik dengan intensitas yang membuat wujud magmanya teriris!

"Kurang ajar! Lautan Api Penyucian!" Xue Yang meraung, melepaskan gelombang api dari seluruh pori-pori raksasanya, mencoba menelan Zeng Niu dari segala arah.

Pertarungan tidak berakhir dalam satu jurus. Zeng Niu terlempar, kembali menerjang, tertusuk pilar api, namun fisik asuranya menolak untuk hancur. Ia bertarung layaknya binatang buas purba, menggerogoti energi Ascendant Xue Yang sedikit demi sedikit, menjadikan sang jenderal sebagai batu asahan untuk mematangkan fondasi Soul Transformation-nya!

Di balkon Paviliun Utama, Jiu Feixue berdiri mematung. Matanya yang indah tak berkedip menatap langit. Tangannya mencengkeram pagar balkon hingga kayu abadi itu retak.

"Dia... dia benar-benar mengimbangi seorang Ascendant secara langsung," gumam Jiu Feixue. Meskipun ranah Ketua Sekte ini berada di Setengah Langkah Kaisar Bumi (yang secara teori berada jauh di atas Ascendant), ia tahu betapa mustahilnya apa yang dilakukan Zeng Niu. Di dunia kultivasi, seorang Soul Transformation melawan Ascendant adalah kemustahilan yang melanggar hukum alam.

Di sampingnya, Leluhur Jiu Zui menenggak araknya dengan santai. Ranah Kaisar Raja Akhir yang dimilikinya membuat matanya bisa melihat setiap detail pertarungan dengan sangat jelas.

"Kau salah, Feixue," ucap Jiu Zui dengan suara parau. "Bocah itu belum mengimbanginya. Dia sedang dipukuli. Ranah Ascendant memiliki pasokan energi dari langit dan bumi yang tiada habisnya, sedangkan bocah itu hanya mengandalkan kolam Dantiannya sendiri."

Jiu Zui tersenyum tipis, matanya menyipit penuh kekaguman yang jarang ia tunjukkan. "Namun... fisik anak itu adalah anomali. Setiap kali tulang peraknya retak, energi asura dan bintang purba di dalamnya langsung merekatkannya kembali, menjadikannya sepuluh kali lebih keras dari sebelumnya. Dia sengaja tidak menggunakan sihir ilusi atau kelicikannya... dia sedang menempa tubuhnya menggunakan palu dewa musuh!"

Sementara itu, melayang beberapa puluh tombak di atas atap paviliun, Zhao Ying berdiri dengan tenang.

Roda 7 Bintang di punggungnya berputar perlahan, memancarkan kedinginan yang menjaga agar sisa-sisa api dari langit tidak melukai para murid sekte di bawah. Mata biru jernihnya menatap sosok Zeng Niu yang terus menerjang badai magma.

Sebagai ahli Ascendant Menengah, Zhao Ying bisa saja menggerakkan jarinya dan membekukan raksasa magma itu hingga hancur. Namun, ia tidak melakukannya. Ia memahami kebanggaan pria yang berjanji akan menembus langit untuknya itu.

"Jangan memaksakan diri, Asura Bodoh," batin Zhao Ying, meski Niat Es di telapak tangannya telah bersiap sedia untuk meledak jika nyawa Zeng Niu benar-benar terancam. Tidak ada aturan sekte yang bisa mencegahnya menyelamatkan pria itu.

Di pelataran bawah, pertarungan juga tidak kalah berdarah.

Mo Tian, Wang Chen, dan Lin Feng memimpin puluhan murid inti yang baru menembus Nascent Soul Puncak. Mereka mengepung dan membantai sisa-sisa Jenderal Sayap Kiri Istana Pusat. Formasi pedang Angin Merah, yang dikombinasikan dengan kelicikan merampok ajaran Zeng Niu, membuat para jenderal Benua Tengah itu mati dalam keadaan frustrasi dan terhina.

"Tusuk dari bawah! Ambil cincinnya sebelum dia jatuh!" teriak Wang Chen sambil menendang wajah seorang jenderal yang baru saja kehilangan keseimbangan.

Kembali ke pertempuran di langit tertinggi.

Napas Zeng Niu memburu. Jubahnya telah hangus separuh, mengekspos otot perunggu dan urat-urat emas yang berdenyut gila-gilaan. Qi di Dantiannya telah terkuras hingga tersisa tiga puluh persen.

Namun, kondisi Xue Yang jauh dari kata baik. Raksasa magmanya dipenuhi oleh celah-celah pedang yang memancarkan hawa ketiadaan hitam, menghalangi magma itu untuk beregenerasi.

Xue Yang merasa terhina. Sebagai Jenderal Dewa, ditahan begitu lama oleh seorang kultivator pinggiran adalah aib yang akan membuatnya ditertawakan seumur hidup di Istana Pusat.

"KESABARANKU SUDAH HABIS!" raung Xue Yang.

Raksasa magma itu mengangkat kedua tangannya. Kelima puluh kapal perang di belakangnya bersinar terang, menyalurkan seluruh energi inti mereka langsung ke tubuh Xue Yang. Suhu udara melonjak miliaran derajat! Langit benar-benar mulai mencair.

[Teknik Tabu Ascendant: Tombak Penghakiman Matahari!]

Sebuah tombak yang terbuat dari inti matahari bermanifestasi di tangan raksasa itu. Ini bukan sekadar energi; ini adalah hukum pemusnahan murni. Jika tombak ini dilemparkan, bukan hanya Zeng Niu, seluruh Puncak Pedang Sekte Angin Merah akan rata dengan tanah!

Melihat ancaman itu, Zhao Ying di bawah sana mengerutkan kening. Roda bintangnya bergetar, bersiap untuk ikut campur.

Namun, dari atas langit, suara tawa biadab Zeng Niu terdengar mengalahkan gemuruh badai api.

"Hahahaha! Bagus! Kekuatan yang sangat bagus, Jenderal Anjing!" Zeng Niu menyarungkan Nisan Petir Asura kembali ke punggungnya. Ia tidak menghindar. Ia justru mengambil postur merendah di udara, tangan kanannya mencengkeram gagang pedang di sarungnya.

Zeng Niu menutup matanya. Lautan Ketiadaan di Dantiannya yang tersisa tiga puluh persen ia kompresi ke satu titik mutlak. Seluruh kekuatan Tulang Perak Asura dan Teknik Darah Bintang Primal ia salurkan ke pergelangan tangannya.

"Jika ruang adalah lembaran kertas... maka pedang ini adalah jarum yang menembusnya."

Zeng Niu membuka matanya. Petir ungu membelah pupil matanya yang hitam pekat.

Tombak matahari itu dilemparkan turun oleh Xue Yang, membawa raungan naga api yang menelan langit!

[Pedang Ketiga: Runtuhnya Tatanan Bintang!]

SRINGGGGG!

Zeng Niu mencabut pedangnya, tidak menebas secara vertikal maupun horizontal, melainkan menusukkannya langsung menyambut ujung tombak matahari raksasa tersebut!

Pertemuan antara mata pedang hitam dan tombak matahari raksasa itu tidak menghasilkan ledakan cahaya.

Sebaliknya, segalanya menjadi sunyi.

Ruang di titik benturan itu... melengkung ke dalam. Gravitasi di ujung pedang Zeng Niu meningkat miliaran kali lipat dalam sepersepuluh detik! Tombak matahari yang membawa hukum pemusnahan itu secara paksa terhisap dan terpelintir ke dalam singularitas sekecil biji kacang di ujung pedang Zeng Niu.

"T-TIDAK MUNGKIN! HUKUM APA INI?!" Xue Yang menjerit histeris dari dalam wujud magmanya. Ia merasakan koneksi hukum apinya ditarik secara paksa.

Zeng Niu menggertakkan giginya hingga berdarah. Matanya melotot gila.

"RUNTUHLAH!" raung Zeng Niu.

Titik itu tidak bisa menahan kompresi lebih lama lagi dan akhirnya meledak ke arah sebaliknya!

Gaya gravitasi yang tak tertahankan berbalik menghantam raksasa magma Xue Yang. Ruang di sekitar raksasa itu hancur berkeping-keping layaknya cermin yang dihancurkan palu godam. Jalur koneksi energi antara Xue Yang dan kelima puluh kapal perang astral di belakangnya... terpotong paksa oleh robekan dimensi!

KRAAAAAAAAK!

Wujud raksasa magma setinggi seratus tombak itu hancur berantakan seperti patung tanah liat yang ditendang!

Dari tengah puing-puing lahar yang berjatuhan, sesosok tubuh manusia terpental keluar dengan kecepatan meteor, memuntahkan darah segar sejauh puluhan tombak.

Itu adalah Xue Yang dalam wujud aslinya! Zirah naga apinya hancur lebur. Dada kanannya melesak ke dalam akibat gaya gravitasi. Ia adalah ahli Ascendant Awal yang baru saja dipukul mundur hingga sekarat oleh kultivator Soul Transformation!

Xue Yang melayang di udara dengan napas tersengal-sengal. Matanya yang merah kini dipenuhi oleh kengerian yang dalam saat menatap pemuda berjubah hitam di depannya.

Zeng Niu berdiri di udara, napasnya berat, tubuhnya dipenuhi luka bakar ringan dan darah. Namun, punggungnya tegak lurus menentang surga. Senyumnya yang kejam terukir sempurna.

"Bagaimana rasanya, Jenderal?" kekeh Zeng Niu, memiringkan pedangnya. "Apa Istana Pusat kalian kekurangan ahli, sampai mengirim orang selemah ini ke wilayah Sekte Angin Merah?"

1
Abidin Ariawan
kalo dari Utara semut ,, lha putra mu apa🤣,, mosok gajah. udah pikun
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
hancurrrrkannnn sudahhhhhhh...
saniscara_Patriawuha
serapppppppp semuaaaaa.....
saniscara_Patriawuha
gassssdddd keunnnnnnn deuiiiiii...
Rhaka Kelana
harusnya sungkem atau cium tangan sama bapak mertua bukan malah ngajak gelut...ajak ngopi bareng...kena sentil kan..🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
lumayannnnm lahhhh...
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!