Brianna, gadis berumur 20 tahun. Yang selalu menghabiskan harinya hanya untuk bersenang-senang. Tidak mau melanjutkan ke perguruan tinggi dan hanya menjadi benalu di rumah. Anak tunggal yang pasti akan mewarisi semua harta kekayaan orang tuanya.
Henry, pria dewasa berumur 35 tahun yang belum menginginkan untuk menikah selepas kehilangan tunangannya 10 tahun silam. Olivia yang merupakan tunangannya dinyatakan hilang dan jejaknya tak dapat dicari hingga detik ini.
Abraham yang merupakan ayah dari Brianna menjodohkan putrinya dengan putra dari sahabat lamanya. Berharap setelah menikah Brianna akan berubah menjadi seseorang yang lebih menghargai hidup dan masa depannya.
Saat Brianna bertemu dengan sosok Henry, mereka berdua sama-sama terkejut. Karna mereka sebelumnya pernah bertemu dalam sebuah tragedi tak terduga.
Bagaimana kisah rumah tangga Anna si gadis nakal dan Henry si pria dewasa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PutrieRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BABA 34 RAHASIA DIBONGKAR
Chris sudah mutuskan bahwa malam ini akan diadakan makan malam bersama sekaligus acara syukuran atas kehamilan Anna.
Malam pun tiba. Semua telah berkumpul di meja makan kecuali Anna dan Henry yang belum datang.
Terdengar suara langkah kaki berpadu dengan hak tinggi membuat semuanya menoleh ke sumber suara.
Anna dan Henry datang dengan serasi. Keduanya kompak memakai pakaian senada berwarna hitam. Anna tampak cantik dengan dress panjangnya dan Henry tampak gagah dengan kemeja hitamnya.
"Karna semuanya sudah berkumpul. Mari kita makan malam bersama." Chris memimpin doa lalu dari istri mereka masing-masing mengambilkan lauk-pauk ke dalam piring suaminya. Tapi berbeda dengan Anna, ia malah mengambil lauk untuk dirinya sendiri. Sesaat mereka memandangi Anna dengan heran. Henry yang menyadari langsung menginjak kakinya pelan.
"Aww!!" pekik Anna merasa sakit kakinya diinjak. Ia lantas menoleh dan menatap suaminya dengan tajam. Henry memberi kode dengan melempar pandangan ke adik-adiknya, kening Anna berkerut berusaha mencerna apa maksud dari suaminya.
Kepalanya perlahan memutar, lalu menyadari bahwa mereka sedang memandangi mereka berdua.
"Kak Anna tidak mengambilkan lauk-pauk untuk kak Henry?" Alice menahan tawa, ia sebenarnya tak mempermasalahkan. Tapi terkesan aneh saja. Sebagai istri seperti kurang memberi perhatian.
Anna melihat piringnya yang sudah penuh dengan makanan lalu melirik suaminya. "Ah ini sebenarnya untuk Kak Henry." Dengan cepat ia menukar piringnya dengan milik suaminya. "Apa segini cukup?" Henry diam saja, ia menatap piring itu dengan isi yang penuh. Banyak macam lauk ada didalamnya. Ini bukan selera Henry dengan berbagai macam lauk.
"Hm iya, terima kasih."
Semuanya menahan tawa melihat tingkah Anna juga Jane yang ingin sekali tertawa. "Anna mungkin sudah lapar. Sekarang kan dia juga harus memberi makan pada calon bayinya," ucap Jane seraya tersenyum.
"Oh ya, selamat ya Kak Anna atas kehamilannya." Alice memberi ucapan selamat. Naomi yang berada disisinya langsung menarik-narik lengan baju ibunya.
"Ibu, hamil itu apa?" bisiknya.
"Naomi sebentar lagi akan memiliki adik bayi," jawab Alice.
"Asyikkkk!!!!" Naomi bersorak riang. Matanya yang bulat berbinar-binar merasa bahagia. "Bibi Anna akan memberikan Naomi adik bayi?" tanyanya dengan suara gemas.
Pipi Anna sudah memerah, ia menahan malu. "Iya, Naomi."
"Kenapa membahas kehamilan sih! Jika membahas itu, aku jadi teringat adegan panas itu! Menyebalkan!"
"Wah, selamat ya, Kak. Semoga aku bisa cepat diberi keturunan juga," harap Bella.
Setelah makan malam selesai. Chris menyuruh semuanya untuk berkumpul di ruang tengah.
"Ayah sengaja mengumpulkan semua putra-putra Ayah di sini. Ada beberapa hal yang ingin Ayah sampaikan dan beritahu pada kalian semua. Ini semua tentang putra pertama Ayah. Henry, Ayah meminta ijin padamu untuk memberitahukan sebuah rahasia yang selama ini kita simpan rapat-rapat. Agar nantinya tidak akan terjadi sebuah kesalahpahaman."
Semua mata tertuju pada Henry. Juga Anna yang merasa penasaran. Dia bahkan tidak tahu apa-apa soal suaminya. Mereka belum mengenal terlalu dalam.
"Dan juga untuk Anna. Mungkin nantinya kamu akan terkejut. Tapi itu tidak akan mempengaruhi hubungan kalian."
"Maksud Ayah apa? Sebenarnya apa yang ingin Ayah katakan tentang Kak Henry? Apa ini ada sangkut-pautnya dengan Olivia? Ah iya, mungkin saja ini masalah Olivia."
Anna tak sabar mendengar kelanjutan apa yang ingin Chris sampaikan. Ia sampai *******-***** sisi dressnya. Hatinya berdegup kencang takut-takut apa yang dia dengar bisa saja melukai hatinya.
"Zion, Jason, yang kalian ketahui selama ini bahwa Henry adalah kakak kalian itu memang benar. Tapi, Henry bukan kakak kandung kalian."
DEG.
DEG.
"Hah?" Anna terkejut dan spontan mengeluarkan suara. Sedangkan Jason dan Zion saling pandang.
"Ayah, lelucon apa ini?" Jason berusaha tidak percaya. Ia menatap kakaknya yang tampak tenang. "Kak! Katakan bahwa ini lelucon!" Jason selama ini sangat menyayangi Henry. Tak ada kecurigaan selama ini terhadap Henry. Bahkan wajah tampan keduanya tak berbeda jauh. Juga kasih sayang yang Chris dan Jane berikan tak ada bedanya.
"Jason, Ayah tidak sedang bercanda. Henry adalah putra dari mendiang sahabat Ayah. Orang tuanya meninggal karna kecelakaan. Lalu Ayah yang mengadopsi Henry karna orang tuanya dulu telah banyak membantu bisnis Ayah."
Anna menatap suaminya dengan iba. Ternyata suaminya adalah yatim piatu. Bahkan selama ini, dirinya tidak merasakan hangatnya pelukan dari orang tua kandung.
"Jason, Zion, walaupun Kakak bukan kakak kandung kalian, tapi Kakak sangat menyayangi kalian. Maafkan Kakak kalau selama ini belum bisa menjadi kakak yang baik."
Rahasia besar akhirnya terbongkar. Semuanya terkejut sekaligus tidak percaya.
Rasanya seperti mimpi mengetahui kenyataan ini setelah bertahun-tahun bersama.
"Ayah kenapa baru memberitahu sekarang?" Jason menahan kesedihannya.
"Ini waktu yang tepat, Jason. Juga Ayah akan memberitahu satu hal lagi soal kepemilikan perusahaan. Hmm Zion, masih dengan pertanyaan yang sama. Kamu mau kan mengurus perusahaan yang sekarang sedang dikelola Henry?"
"Ayah, lalu Kak Henry memegang perusahaan yang mana?" tanya Jason dengan menggebu.
Chris tersenyum. "Henry bahkan lebih kaya dari Ayah," jawabnya tenang.
Anna ingin sekali mengeluarkan suaranya, tapi ia malu. "Drama apa ini? Kenapa aku tidak dikasih tahu?" Anna berbisik, ia masih tidak percaya dengan semuanya.
"Asal kalian tahu, Henry memiliki banyak perusahaan di dalam negeri dan luar negeri," jawabnya lagi.
Zion yang sedari tadi hanya diam, entah ia masih terkejut atau malas membahas soal ini.
"Ayah, aku dan Bella mau istirahat dulu di kamar." Zion menarik tangan istrinya tiba-tiba. Bella yang masih ingin mendengar kelanjutan yang sedang dikatakan ayah mertuanya akhirnya mau tidak mau mengikuti suaminya yang menuju kamar.
"Kenapa kita pergi duluan sih! Ayah kan belum selesai bicara." Bella masih penasaran, ia ingin mendengar kelanjutannya. Tapi suaminya malah mengajaknya untuk beristirahat.
Terlihat Zion mengusap kasar wajahnya. Entah apa yang sedang ia pikirkan.
"Sayang, kamu kenapa?" Bella menghampiri suaminya yang kini masih menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
Zion tak mau menjawab, ia memilih untuk berbaring.
"Sudah malam, ayo tidur," ajaknya. Zion mengambil selimut dan membalutkan ke seluruh tubuhnya.
Henry dan Anna pamit untuk segera pulang karna hari sudah menggelap. Mereka keluar ditemani Chris dan Jane.
"Ayah, Ibu ...." Henry memeluk ibunya dengan erat. Walaupun Jane bukan ibu kandungnya tapi kasih sayangnya tak pernah dibedakan.
"Hati-hati, Nak. Ingat, ada calon bayimu."
Di dalam mobil, Anna melirik suaminya. Tapi pria itu tetap fokus menyetir. "Apa yang dikatakan ayah Chris
tadi apa benar?" Anna memberanikan diri bertanya. Rasanya masih tidak pervaya.
Congrats Henry!!!
buang Olivia kelaoot 😂😂😂