NovelToon NovelToon
MASIH MENCINTAIMU

MASIH MENCINTAIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga / Cintapertama
Popularitas:4.3M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Ethan dan Dira berpisah karena salah paham. Semuanya di mulai dari Kara, keponakan kesayangannya jatuh ke jurang. Belum lagi saat ia melihat Dira dan Jeremy bercumbu dalam keadaan telanjang. Hubungan keduanya hancur

6 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali. Dira kebetulan bekerja sebagai asisten dari adik Damian bernama Zora. Ethan masih membencinya.

Tapi, bagaimana kalau Dira punya anak dan anak itu adalah anak kandungnya? Bagaimana kalau Dira merahasiakan sesuatu yang membuat Ethan merasa bersalah dan benar-benar hancur? Akankah Ethan berhasil mengejar cinta Dira lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekejaman Ethan

Lampu-lampu berwarna ungu dan biru menyapu wajah Ethan begitu pintu kaca SOLARIA terbuka. Dentuman musik keras langsung menghantam dadanya, membuat lantai bergetar halus.  Orang-orang yang berpakaian glamor berlalu-lalang di sana, beberapa menoleh sekilas. Para wanita langsung tertarik begitu melihat wajah tampan Ethan. Bahkan ada yang sengaja menggoda pria itu dengan mengedipkan mata.

Sayangnya itu Ethan. Wanita asing yang mengedipkan mata padanya akan dia balas dengan tatapan intimidasi yang akan membuat mereka tidak berpikir dua kali untuk mundur.

"Caramu menatap wanita sadis sekali, lihat, mereka jadi takut." kata Liana pelan.

"Itu memang tujuanku."

Liana memutar bola matanya malas.

"Aku tidak butuh tempat seperti ini," gumam pria itu lagi dingin.

Liana tersenyum tipis tanpa melepaskan genggamannya.

"Justru kau butuh. Kalau kau mau marah, salurkan dengan cara yang tidak menghancurkan rumahmu sendiri. Sayang sekali rumah sebagus itu harus di renovasi tiap kali kau marah."

Mereka lalu disambut seorang manajer yang langsung membungkuk hormat.

"Nyonya Liana. VIP room sudah disiapkan." kata manajer itu penuh arti.

Liana menganggukkan kepala, tersenyum tipis. Ia kembali menarik Ethan masuk ke dalam VIP room.

Pintu ruangan tertutup rapat begitu mereka masuk. Suasana di dalam jauh lebih tenang dibanding lantai utama. Musik masih terdengar, tapi teredam, hanya menjadi dentuman samar yang terasa seperti detak jantung di kejauhan. Sofa kulit hitam mengelilingi meja marmer rendah. Lampu temaram menggantung redup, menciptakan bayangan lembut di dinding kaca yang menghadap ke lantai dansa.

Ethan langsung melepaskan tangan Liana dan duduk di sofa. Tangannya mengambil botol alkohol yang sudah tersedia di atas meja dan langsung meminumnya dalam satu kali teguk.

"Astaga Ethan, pelan-pelan saja. Nikmati minumannya." kata Liana, tapi Ethan tidak peduli.

Beberapa menit kemudian, dua orang wanita cantik masuk ke dalam ruangan itu. Penampilan mereka seksi sekali. Ethan melemparkan tatapan tajamnya ke Liana.

"Aku tahu kau suka bersenang-senang dan tidur dengan sembarang laki-laki di luar negeri. Tapi aku tidak suka kau menyeretku ke permainan seperti ini," lanjut Ethan dingin, sorot matanya menusuk.

Dua wanita itu saling berpandangan, ragu untuk melangkah lebih jauh. Liana menghela napas panjang, lalu memberi isyarat halus agar mereka mendekat, namun tetap menjaga jarak.

"Tenang saja. Mereka hanya menemani duduk. Tidak ada yang memaksamu melakukan apa pun," jawab Liana santai.

Ethan mendengus pelan. Ia kembali menuang minuman ke dalam gelas, lalu menghabiskannya lebih pelan kali ini, meski rahangnya tetap mengeras.

Salah satu wanita mencoba tersenyum ramah.

"Tuan ingin ditemani minum?"

Tatapan Ethan langsung membuat senyum itu membeku.

"Tidak."

Satu kata. Tegas. Tanpa celah.

Wanita itu mundur setengah langkah. Liana akhirnya berdiri.

"Kalian temani dia, aku pergi sebentar. Ingat, jaga jarak. Jangan buat dia marah."

Kedua wanita itu mengangguk. Mereka mengamati Ethan yang terus minum sampai pria itu mulai tampak mabuk.

"Memangnya kita tidak cantik sampai dia mengabaikan kita?"

"Betul, apa enaknya minum sendiri. Kalau begitu kenapa harus datang ke sini?"

"Ah, mungkin dia sok jual mahal kali. Laki-laki kalau sudah di kasih umpan, pasti akan luluh juga," lanjut salah satu dari mereka sambil tersenyum tipis.

"Kita lihat saja," balas yang lain pelan.

Mereka duduk di sisi berlawanan sofa, menjaga jarak seperti yang diperintahkan Liana. Ethan tidak memperhatikan mereka sama sekali. Ia menuang lagi minuman ke dalam gelasnya, namun kali ini tangannya sedikit goyah. Cahaya temaram membuat bayangan wajahnya tampak lebih keras, tapi sorot matanya mulai kabur.

Dentuman musik dari luar terdengar seperti gema jauh di kepalanya.

Salah satu wanita memberanikan diri mendekat satu langkah.

"Tuan terlihat sedang banyak pikiran," katanya lembut.

"Kalau ingin bercerita,"

Ethan tertawa pendek. Bukan tawa senang. Lebih seperti ejekan pada dirinya sendiri. Ketika wanita itu menyentuh lengannya, dia segera menepis dengan kasar.

"Jangan sentuh aku." katanya penuh peringatan. Tapi wanita itu malah makin tertantang. Dia yakin kalau makin di goda, laki-laki sekelas Ethan itu pasti akan luluh.

Wanita itu semakin memberanikan diri menyentuh paha dalam Ethan, naik terus ke atas dan hampir menggapai belalai pria itu. Namun sebelum dia berhasil, ia kaget luar biasa karena pria itu tiba-tiga mencekik lehernya kuat sampai tubuhnya terangkat ke udara dan ia kesulitan bernafas.

Ethan menatapnya dengan tatapan membunuh.

"Sudah ku peringatkan jangan sentuh aku jalang!"

BRAKKKK!

Ethan melempar wanita itu dengan kekuatan penuh hingga tubuh wanita tersebut menabrak dinding kuat sekali, kepala dan bagian wajahnya yang lain robek dan darah segar menyembur dari bagian belakang kepalanya.

Wanita itu kejang-kejang, menatap Ethan dari lantai sebelum akhirnya matanya tertutup, entah mati atau hanya pingsan. Ethan tidak peduli. Ia duduk lagi dan kembali meraih botol alkohol.

Sementara wanita yang satunya, kaget sekali. Ia syok dengan apa yang baru saja dilihatnya. Lututnya lemas, tidak dapat lari karena ia terlalu syok.

Wanita yang tersisa itu gemetar hebat. Napasnya memburu, matanya membelalak melihat temannya tergeletak tak bergerak di lantai. Musik dari luar tetap berdentum, seolah tidak peduli dengan kekacauan di dalam ruangan itu.

Sementara Ethan duduk dengan napas kasar, dadanya naik turun cepat. Tangannya masih bergetar, bukan hanya karena alkohol, tapi karena amarah yang belum benar-benar padam. Botol di tangannya hampir saja terlepas ketika pintu VIP mendadak terbuka.

Liana masuk dengan langkah cepat.

"Apa yang ..." ucapannya terhenti saat melihat situasi di hadapannya.

Astaga, dia baru pergi beberapa menit, tapi sudah terjadi kejadian yang tidak dia duga itu. Salah satu dari kedua perempuan itu terkapar di lantai, bersimbah darah. Liana segera berlari untuk memeriksa nadinya, apakah dia masih hidup atau tidak. Ia bernafas lega begitu mendapati wanita itu masih bernafas, meski kondisinya parah sekali.

Tatapan Liana langsung berubah tajam. Ia segera memberi isyarat pada dua petugas keamanan yang berdiri di luar.

"Bawa dia ke rumah sakit sekarang. Pastikan dia ditangani. Cepat."

Petugas itu bergerak sigap, mengangkat wanita yang terluka dan membawanya keluar. Wanita yang satunya lagi ikut keluar dengan kaki gemetar, masih syok.

Pintu kembali tertutup. Kini hanya tersisa Ethan dan Liana.

Liana menatap sepupunya itu lama. Tidak marah. Tidak berteriak. Hanya masih tidak menyangka Ethan yang dulu masih bisa menjaga emosinya terhadap wanita, hari ini berubah drastis.

"Kau gila? Kau benar-benar Ethan yang aku kenal?" tanyanya pelan.

Ethan tertawa lirih, terdengar kosong.

"Dia tidak dengar peringatanku. Aku sudah bilang jangan sentuh aku."

"Dan kau hampir membunuhnya."

"Kalau kau tidak membawaku ke sini, kejadian seperti ini tidak akan ada." balas Ethan.

Liana menghembuskan nafas panjang. Dia bingung bagaimana lagi cara menghadapi laki-laki ini.

1
Nandi Ni
coba aja dekati kalau kau penasaran,aku menanti akan jadi seperti apa kau nanti🤣🤣🤣
Ros Ani
masih ada ujian lagi Dira Ethan dari author...
Fia Ayu
Jangan coba2 nyari perkara nur, habis kau nanti😂
moerni🍉🍉
la iya...gak d posisi pembantu ..cmn turun jdi tawanan...
it kl untung ..kl apessss...lsg ...ahhh sudahlah ...ga usah jelasin...
Nandi Ni
dr part yg lalu,aku ada curiga sama si Nur ini,dia kan pas pertama kali liat Ethan udah ngiler.Trus tahu-tahu aja dia ada diJakarta,apakah dia sengaja? demi Ethan? atau mata-mata?
Anita Rineke Tumundo
semoga author berbaik hati nda bikin Dira keguguran dan semoga anknya kali ini cewek🙏
dikamar sebelah dijelaskan anaknya cuma 2 semoga author lagi Prank kita kan😄
moerni🍉🍉
udh..fixs siap3 kehilangan nyawa si nur
PengGeng EN SifHa
wah....ada KECOA yang mulai mengganggu niiccchhhhhh
Fortu
Niat hati Dira tulus menolong, malah akan jadi bumerang dengan kelakuan Nur nanti. jangan bilang karena Nur kamu cemburu dan kabur lagi Dira🤔🤔🤔🤔
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
nanti baby girl lahir🤣🤣
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
wah alhamdulilah mbak Ella gak di pecat makasih bos mafia🥰🥰
Ririn Danayanti
bahagianya rumah tangga seperti itu
Tini Uje
cari mati sienur ini mah 😄
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
si arion masih menyusui malah kebobolan 🤣🤣
Fortu
Nur jangan jadi ulat bulu ya kalau tidak mau mati
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
nur takutnya mereka pelakor🫠🫠
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
Dira adalah nyawa Ethan ..
kehidupan nya bakalan hancur kalo Dira kabur lagi
Fortu
udah 2 bulan aja
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
baru satu ronde 🤣🤣
Ari Subekti
nur ...nur km jng cr gara2 yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!