NovelToon NovelToon
Siasat Cantik Istri Bercadar

Siasat Cantik Istri Bercadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lia Lby

Fatimah mengira pernikahan paksa dengan Rayhan Khalif adalah akhir dari impiannya.

Namun, saat ia mulai mencintai sang suami yang selalu memanjakannya, sebuah rahasia kelam terbongkar: Rayhan Khalif telah dijebak dan menikah siri dengan wanita dari masa lalunya.

​Alih-alih mengamuk, Fatimah menghadapi pengkhianatan ini dengan cara yang elegan.

Menggunakan strategi psikologis dan ketenangan yang mematikan, sang istri bercadar siap merebut kembali kebahagiaannya. Air mata berbalut iman, siasat paling mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Lby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penantian di Ujung Pengabdian

​Aroma tanah basah sisa hujan semalam masih menguar di udara pagi kompleks Pesantren Al-Hidayah.

Di teras asrama putri, Fatimah duduk bersimpuh di atas tikar pandan, tangannya cekatan melipat tumpukan mukena bersih yang baru saja kering dijemur. Gerakannya berirama, seiring dengan lantunan zikir yang tak putus dari bibirnya di balik cadar kain yang ia kenakan.

​Dua puluh tahun usianya kini. Sebuah usia di mana gadis-gadis di luar sana mungkin sedang sibuk memilih baju untuk pergi ke kampus atau nongkrong di kafe.

Namun, bagi Fatimah, dunianya selama satu tahun terakhir ini terpaku pada tembok-tembok pesantren, kitab-kitab kuning, dan wajah-wajah polos para santri cilik yang ia ajar.

​"Fatimah,"

sebuah suara lembut memanggilnya.

​Fatimah menoleh. Ustazah Zahra, sang pengasuh asrama, berjalan mendekat dengan senyum keibuan yang selalu menentramkan.

"Iya, Ustazah."

Sahut Fatimah lembut, menghentikan kegiatannya sejenak lalu mencium punggung tangan wanita paruh baya itu dengan takzim.

​"Surat dari rumahmu baru saja tiba lewat pengurus depan."

Ustazah Zahra mengulurkan selembar amplop putih.

"Ibumu bilang, Faisal akan diwisuda minggu depan."

​Mendengar nama kakak laki-lakinya disebut, sepasang mata Fatimah yang jernih langsung berbinar bahagia. Ia menerima surat itu dengan tangan sedikit gemetar karena rasa antusias yang membuncah.

​"Alhamdulillah... Akhirnya Mas Faisal selesai juga kuliahnya, Ustazah," ucap Fatimah, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.

​Satu tahun yang lalu, sebuah kesepakatan tak tertulis terjadi di rumahnya. Sang ayah, yang kondisi ekonominya mulai tidak stabil karena usaha yang merosot, meminta Fatimah untuk menunda keinginannya melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi Islam negeri.

Karena itulah Fatimah memutuskan untuk mengabdi dulu di pesantren tempatnya menimba ilmu, sembari menunggu Faisal—kakak tertuanya—menyelesaikan babak akhir kuliah tekniknya.

​Sebagai anak perempuan yang berbakti, Fatimah menerima keputusan itu tanpa tapi. Di dalam hatinya, ia menanam sebuah janji kecil. Begitu Mas Faisal lulus, mendapat gelar, dan mulai menata masa depan, maka tibalah giliran Fatimah untuk mengejar cita-citanya yang sempat tertunda.

Ia ingin belajar lebih dalam, ingin menjadi wanita yang berwawasan luas.

​"Kamu pasti sudah sangat rindu rumah, ya?"

Ustazah Zahra mengusap bahu Fatimah dengan penuh kasih sayang.

"Pengabdianmu di sini sudah genap satu tahun, Nak. Ilmu yang kamu bagikan ke anak-anak di sini akan menjadi ladang pahala yang terus mengalir. Sekarang, bersiaplah untuk menjemput impianmu yang selanjutnya."

​"Terima kasih banyak, Ustazah. Tanpa bimbingan Ustazah, Fatimah tidak akan sekuat ini," jawab Fatimah tulus. Matanya terasa hangat oleh air mata haru.

​Setelah Ustazah Zahra pamit untuk memeriksa dapur asrama, Fatimah buru-buru membuka amplop tersebut. Ia duduk bersandar pada tiang kayu teras, perlahan membaca deretan tulisan tangan ibunya.

​Awalnya, senyum Fatimah mengembang membaca detail rencana kedatangan Mas Faisal dari kota tempatnya merantau.

Namun, semakin helai kertas itu dibaca ke bawah, senyum di wajah Fatimah perlahan memudar. Matanya mengerjap beberapa kali, memastikan bahwa ia tidak salah membaca baris demi baris kalimat yang tertulis di sana.

​...Fatimah, anakku sayang. Kepulangan Mas Faisal minggu depan bukan hanya untuk merayakan kelulusannya. Ada hal besar yang harus Ibu dan Ayah sampaikan kepadamu.

Ayahmu telah menjodohkan mu dengan Seseorang dan mereka telah datang melamarmu, secara resmi Nak. Dia seorang pengusaha yang sukses dan mapan. Ayah dan Ibu sudah menetapkan tanggalnya, dan pernikahan kalian akan dilangsungkan secepatnya setelah kakakmu tiba di rumah...

​Pernikahan? Dilangsungkan secepatnya?

​Jantung Fatimah mendadak berdegup kencang, seperti dihantam godam yang sangat berat. Surat di tangannya perlahan merosot ke pangkuan. Pasokan udara di sekitarnya seolah menipis secara tiba-tiba.

​"Nggak... ini nggak mungkin," bisik Fatimah dengan suara bergetar.

​Pikiran Fatimah langsung berkecamuk. Mengapa mendadak seperti ini? Siapa lelaki itu?

Mengapa orang tuanya sama sekali tidak meminta pendapatnya atau setidaknya memberi tahu jauh-jauh hari?

Di mana janji bahwa ia bisa melanjutkan kuliah setelah pengabdiannya selesai?

​Fatimah memeluk lututnya di atas teras asrama yang sepi. Rasa bahagia yang baru beberapa menit lalu membubung tinggi, kini diempaskan begitu saja ke dasar jurang yang paling dalam.

Di ujung penantian pengabdiannya yang ia kira adalah gerbang menuju impian, justru sebuah belenggu tak terlihat kini sedang menantinya di rumah.

1
Enz99
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!