NovelToon NovelToon
Malam Pertama Dengan CEO

Malam Pertama Dengan CEO

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Kayla hancur saat tunangannya, Damar, ketahuan selingkuh dan menghina dirinya sebagai wanita “mandul”. Dikhianati keluarga sendiri, ia kabur dalam keadaan terluka hingga tanpa sadar menghabiskan malam dengan seorang pria asing di hotel. Tanpa ia ketahui, pria itu adalah Adrian, CEO dingin dan berkuasa yang kemudian menjadi atasan barunya di hotel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35

“Tunggu!” bentak Lina kesal. “Kamu ini sekarang pelayan. Aku haus, cepat ambilkan aku minum.”

Suara Lina yang keras membuat beberapa tamu di sekitar mereka menoleh. Kayla terdiam beberapa detik. Dadanya terasa sesak, bukan karena perintah itu, tetapi karena cara Lina memperlakukannya seolah dirinya tidak lebih dari seorang bawahan yang bisa dipermainkan.

Kayla menarik napas panjang, berusaha menekan emosi yang mulai naik ke permukaan.

“Malah diam. Kalau tamu minta dilayani ya dilayani. Bukankah seperti itu peraturannya?” kata Rina.

Kayla menundukkan pandangan sebentar. Dia memilih diam daripada memperpanjang masalah. Bagaimanapun, dia berada di hotel tempatnya bekerja dan tidak ingin membuat keributan di tengah acara.

Dengan langkah tenang, Kayla berjalan menuju meja minuman.

Tangannya mengambil botol anggur merah, lalu menuangkannya perlahan ke dalam gelas. Setelah memastikan tidak ada yang tumpah, dia meletakkan gelas tersebut di atas nampan perak.

Kayla mengangkat nampan itu dan kembali berjalan menuju Lina.

Setiap langkahnya terlihat tenang, meskipun hatinya masih dipenuhi rasa tidak nyaman.

Namun saat jaraknya tinggal beberapa langkah dari Lina, tiba-tiba kaki Lina bergerak.

Dengan sengaja, Lina menahan langkah Kayla.

Kaki Kayla tersangkut.

Tubuhnya kehilangan keseimbangan.

“Ah!”

Kayla refleks mencoba menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Namun nampan di tangannya sudah lebih dulu miring.

Gelas anggur merah bergeser.

Cairan merah itu melayang dan jatuh tepat mengenai gaun mahal Linda.

“Arghhh!” teriak Linda.

Seluruh ruangan seakan terdiam sesaat.

Linda mundur selangkah dengan wajah terkejut. Tangannya langsung bergerak mengusap bagian gaun yang terkena noda merah. Dia mengibas-ngibaskan kain mewah itu dengan panik, berharap noda tersebut bisa hilang.

Namun semakin dia membersihkannya, semakin jelas bekas merah yang tertinggal di pakaian mahalnya.

“Kamu gimana sih, Kayla?” Lina berkata dengan nada tajam.

Lina melangkah mendekat. Tatapannya penuh kepuasan yang sulit disembunyikan.

“Kamu ini sengaja merusak baju Mama aku ya?”

Kayla masih berdiri di tempatnya. Wajahnya terlihat tegang. Dia tahu kejadian itu bukan kesalahannya, tetapi situasi membuat semua orang seolah menyalahkannya.

“Bisa kerja enggak kamu, ha?” bentak Linda. “Di sini ada ruang ganti tidak?”

“Ada, Mah. Di lantai atas,” jawab Rina.

Linda menatap Kayla dengan tajam.

Tatapan itu membuat Kayla merasa kembali direndahkan.

“Bajuku ini baju mahal. Kamu harus menggantinya meski dengan darah kamu.”

Kayla mengepalkan tangannya perlahan. Rahangnya mengeras menahan emosi.

“Aku tidak bersalah. Kaki dijegal oleh...”

“Diam,” potong Linda.

Suara Linda begitu tegas hingga membuat Kayla terdiam.

“Kami tunggu kamu di atas. Kamu harus bertanggung jawab.”

Linda membalikkan badan dengan angkuh. Dia berjalan menuju tangga, diikuti Rina dan Lina yang tampak puas melihat Kayla berada dalam posisi sulit.

Sementara itu, Kayla masih berdiri di tempatnya.

Tangannya mengepal. Dadanya naik turun menahan amarah. Dia tahu ada yang sengaja menjebaknya. Namun di tengah ratusan tamu yang menyaksikan, dia hanya bisa menahan diri.

Linda dan Rina melangkah menuju ruang ganti. Suara hak sepatu mereka terdengar berirama di lantai marmer hotel yang mewah.

Keduanya berjalan berdampingan, tetapi raut wajah mereka tidak menunjukkan ketenangan. Ada kemarahan dan rasa tidak puas yang masih tersisa setelah kejadian bersama Kayla.

“Dia bukan anak bodoh,” kata Linda sambil berjalan. “Dia sangat percaya diri. Sepertinya anak yang dikandung dia adalah anak Adrian.”

Linda mengingat kembali tatapan Kayla yang tidak sedikit pun menunjukkan rasa takut. Perempuan itu tetap berdiri tegak meskipun dihina oleh mereka bertiga.

Hal itu membuat Linda merasa terganggu.

“Loh, terus gimana, Mah?” tanya Lina panik sambil memegang tangan Linda.

Langkah Lina melambat. Wajahnya yang sebelumnya penuh kemarahan berubah menjadi cemas. Dia menatap ibunya, menunggu solusi agar Kayla tidak lagi menjadi ancaman baginya.

“Tenang saja. Usia kandungannya masih muda, masih bisa kita hilangkan,” kata Linda.

Lina terdiam sesaat. Kemudian sudut bibirnya perlahan terangkat, meskipun matanya masih menyimpan rasa kesal.

“Benar, Mah. Aku rasa dia begitu percaya diri itu karena dia hamil.” Giginya bergemertak. “Aku yakin kalau anaknya itu hilang, pasti Adrian juga tidak akan memperdulikannya.”

Linda menatap lurus ke depan. Wajahnya terlihat dingin, tanpa menunjukkan keraguan sedikit pun.

“Benar. Kita harus melenyapkan anak dia,” ucap Linda.

Mereka terus melangkah menuju ruang ganti.

Kayla akhirnya memutuskan untuk naik ke lantai atas.

Dia tidak mau nama Hotel Adrian tercoreng karena kejadian yang sebenarnya bukan kesalahannya. Sebagai istri Adrian, dia merasa bertanggung jawab menjaga tempat yang sudah dipercayakan kepadanya.

Dengan langkah cepat, Kayla berjalan menuju ruang ganti.

Pikirannya masih dipenuhi kejadian beberapa menit lalu. Tatapan para tamu, tuduhan yang dilontarkan kepadanya, serta sikap Lina dan keluarganya terus berputar di kepalanya.

Saat hampir sampai di depan ruang ganti, langkah Kayla tiba-tiba terhenti.

Rina berdiri menghadangnya.

“ikut kami keluar” kata Rina.

Kayla mengernyitkan kening.

“Bukankah aku harus ke ruang ganti?”

“Jangan bawel, ikut aku cepat.”

Sebelum Kayla sempat bertanya lagi, tangan Rina langsung mencengkeram lengannya.

Cengkeraman itu terlalu kuat.

Kayla mencoba menarik tangannya, tetapi Rina justru semakin erat menggenggamnya lalu menarik Kayla menjauh dari ruang ganti.

Mereka berjalan keluar ruangan.

Di luar ballroom terdapat taman hotel yang indah dengan lampu-lampu kecil yang menghiasi jalan setapak. Tidak jauh dari sana terdapat kolam renang yang tampak tenang di bawah cahaya malam.

Namun suasana yang Kayla rasakan justru sebaliknya.

Ada sesuatu yang membuat hatinya tidak nyaman.

“Mau apa kamu?” tanya Kayla sambil mengedarkan pandangan.

Baru saat itu dia menyadari bahwa Linda dan Lina sudah menunggu di sana.

Mereka berdiri bersama, seolah memang sudah merencanakan semuanya.

“Sekarang di sini kamu sendirian, Adrian tidak akan melindungi kamu” ucap Rina.

Tangannya kembali mencengkeram lengan Kayla dengan keras, lalu mendorongnya menjauh.

Kayla hampir kehilangan keseimbangan, tetapi dia segera menahan tubuhnya.

“Mau apa kalian?” tanya Kayla.

Tatapannya mulai waspada.

“Aku mau tanya anak yang kamu kandung itu anak siapa?”

Kayla terdiam.

Dia langsung tahu arah pembicaraan mereka.

“Bukan urusan kalian,” tegas Kayla.

“Anak ini anaknya Adrian kan?” tanya Lina menatap tajam Kayla.

Kayla membalas tatapan itu tanpa gentar.

“Bukan urusan kalian,” tegas Kayla tanpa rasa takut.

Dia menarik napas panjang, berusaha tetap tenang menghadapi mereka.

“Jika tidak ada urusan lagi aku mau pergi,” lanjut Kayla.

Namun baru saja dia hendak melangkah, tangannya langsung ditahan. Lina dan Rina mencengkeram kedua tangan Kayla dengan kuat.

“Mau apa kalian?” Kayla mencoba berontak.

Tubuhnya mulai menegang.

Dia tidak lagi melihat mereka sebagai orang yang hanya ingin menghina dirinya. Ada sesuatu yang berbeda dari tatapan mereka.

“Kamu di sini sendirian masih berani kamu melawan ya.”

Kayla menatap mereka satu per satu. Jantungnya mulai berdetak lebih cepat.

“Mau apa kalian?” tanya Kayla.

Untuk pertama kalinya, ada rasa takut yang muncul di matanya. Bukan karena dirinya. Namun karena dia mulai menyadari satu hal. Mereka tidak hanya membencinya. Mereka mengincar bayi yang ada di dalam kandungannya.

1
Jansi Kojong
kapan lanjut ceritanya thor..
Jansi Kojong
ceritanya bagus
Jansi Kojong
lanjut thor udah pada tegang bacanya👍
Risman Afandi
kurang menarik
Risman Afandi
cerita taik
Ariany Sudjana
Kayla terlalu lemah, terlalu mengandalkan Adrian dan ga bisa melawan ... pantas saja mudah dihina 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
Linda juga sama, apa ga ada niat untuk mencari kebenaran dulu? malah mau saja percaya dengan omongan pelacur murahan
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Lina, dan mau saja dibodohi sama perempuan sampah seperti Rina... katanya orang kaya, tapi bodohnya kebangetan
Ariany Sudjana
berarti Kayla anak kandungnya Linda yang hilang itu ya? semoga Adrian bisa menemukan siapa orang tua kandungnya Kayla, dan membungkam mulut si pelacur murahan Rina, juga Lina itu
Ariany Sudjana
kenapa bab 28 dan 29 isinya sama?
Adi Sudiro
wanita 2 menjijik kan apak mereka anak kandung..?
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang ga tahu diri kalian itu, Rina, Mila, sama saja, sama-sama pelacur dan kalian harusnya dibunuh saja, karena sudah mengusir istri bos. mampus kalian🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!