NovelToon NovelToon
Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:22.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Astirai

“Kita sudah sama-sama tahu kan, pernikahan ini keinginan orang tua kita, jadi kamu jangan terlalu banyak berharap pada diriku. Asal kamu tahu, dengan pernikahan ini, kebahagiaanku sudah terrenggut. Jangan kuatir, aku tidak akan meminta hak ku sebagai seorang suami. Sampai saatnya nanti tiba, aku akan tetap memperjuangkan kebahagiaanku.”

“Kamu tahu... gara-gara pernikahan ini, semua rencanaku berantakan, termasuk tinggal di rumah ini bersama istri pilihanku. Rumah ini sudah aku persiapkan untuk dia...”


Karena kalimat itulah, seorang gadis yatim piatu bernama Karina menjalani kehidupan yang penuh liku-liku dengan sorang anak laki-laki yang merindukan sosok ayahnya.
Sementara saat Karina akan belajar membuka hatinya pada sosok laki-laki yang sangat menyayangi anaknya, datang seorang gadis yang sedang hamil anak laki-laki itu.
Masih adakah bahagia yang dapat dia raih? Apa jawaban yang harus diberikan pada anaknya?


Ikuti terus ceritanya ya. Dukung dg vote, like & komen biar smangat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astirai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Pertemuan tak terduga 2

Satu-satu ucapannya pada Karina beberapa tahun lalu muncul dalam ingatan Seno. Kata-kata yang sangat menyakitkan. Dada Seno makin terasa nyeri, karena ingatan-ingatan itu melintas di hadapan Seno dengan manis. Semua perlakuannya pada Karina, sampai dengan saat kepergian Karina dari rumahnya.

Tanpa sadar Seno menggeleng-gelengkan kepalanya. Hal itu sempat terlihat oleh Karina dengan ekor matanya. Karina berpikir jangan-jangan presentasinya kurang memuaskan Seno, makanya Karina menjadi lebih detail lagi menjelaskan konsep-konsepnya. Semua yang hadir dari pihak PT Rajawali sangat mengagumi penampilan dan penjelasan Karina, yang sangat jelas dan detail,  kecuali Seno tentu saja, yang memang tidak konsentrasi. Mereka kagum, di usianya yang masih muda, Karina memiliki wawasan dan pemikiran yang sangat bagus  di bidang arsitek dan desain interior. Bahkan beberapa pertanyaan dari anak buah Seno di sela-sela presentasinya, dapat Karina jawab dengan baik dan lugas, membuat semua yang hadir makin mengagumi Karina.

“Demikian, saya akhiri presentasi ini. Mohon maaf apabila banyak kekurangan. Terimakasih.” Karina menganggukkan kepalanya sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada, kemudian duduk. Tanpa terasa hampir dua jam Karina presentasi dan menjawab semua pertanyaan.

“Baik terimakasih. Presentasi yang sangat bagus. Mungkin ada hal-hal yang akan disampaikan pak Arseno, silakan… ”Kata sekretaris Seno, seorang wanita yang berusia hampir empat puluhan. Semua berdebar-debar menunggu komentar Seno. Karena semua tahu, Seno orangnya sangat teliti dan banyak maunya. Ada hal sedikit saja yang menurutnya kurang pas, dia pasti akan marah. Semua harus benar dan sempurna di hadapan Seno yang kadang temperamental, dan ucapannya sangat pedas. Ya…. Arseno sangat dikenal sebagai pengusaha muda yang

berwajah dingin dan tidak bersahabat, bicara seperlunya dan tidak toleransi dengan kesalahan. Tetapi justru penampilannya itu yang menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi para wanita yang menginginkan dirinya menjadi kekasih Arseno, berusaha menarik perhatian Seno dengan cara apapun, tetapi semuanya tidak pernah bisa menggoyahkan hati Seno yang tetap dingin dan cuek.

Seno kaget mendengar omongan sekretarisnya yang mempersilahan dia mengomentari presentasi Karina.  Seno

merasa tidak bisa berkomentar, karena tadi dia tidak konsentrasi dengan apa yang disampaikan oleh Karina.

“Baik… saya rasa cukup bagus. Saya pelajari dulu konsepnya, nanti kita bicarakan lagi.” Akhirnya Seno bicara. Semua anak buahnya heran dan merasa ajaib mendengar ucapan Seno. Ini sungguh di luar kebiasaan seorang Arseno, yang terkenal bermulut pedas.

“Jadi…. “ Pak Kristo hendak berbicara, yang tiba-tiba dipotong Seno.

“Pak Kristo… saya mengundang bapak dan tim ke ruangan saya. Kita ngobrol-ngobrol dulu..” Seno berdiri diikuti sekretaris dan asistennya meninggalkan ruangan dengan pandangan heran dari anak buahnya.

“Pak…. saya ijin ya tidak ikut, saya mau ke bandara takut terlambat…. ”Kata Karina berbisik pada pak Kristo.

“Baiklah biar saya sendiri yang ketemu pak Arsen, kamu diantar Anto ya. Hati-hati, semoga semuanya lancar…. “ Jawab pak Kristo.

“Makasih pak. Kalau boleh, nanti kalau ditanya, bapak bilang saja kalau saya masih ada meeting lagi.”

“Oke siippp….. “ Jawab pak Kristo meskipun sedikit heran dengan permintaan Karina.

“Kok bapak sendirian, yang lain kemana… ?” Tanya Robby, asisten Seno saat melihat pak Kristo sendirian ke ruangannya.

“Maaf pak, tim saya harus ada meeting lagi nanti…”

Ada sedikit kekecewaan di wajah Seno mendengar jawaban pak Kristo, dan pak Kristo yang melihat raut wajah kecewa Seno menjadi heran.

“Silakan duduk pak. Saya tertarik dengan rancangan dari bapak. Sungguh… presentasi yang bagus.” Kata Seno membuka pembicaraan, setelah duduk berdua dengan pak Kristo.

“Ya pak, terimakasih. Staf saya memang seorang yang sangat berbakat. Padahal belum lama dia bergabung di Abinaya, mungkin… kira-kira baru setengah tahunan, atau malah belum ada. Tetapi dari sisi skill dan pengetahuannya tidak diragukan lagi.” Kata pak Kristo sambil mempromosikan Karina

 Jawaban pak Kristo makin membuat Seno penasaran. Jadi selama ini Karina kemana, bahkan jejaknyapun tidak diketahui oleh orang-orang suruhannya. Kata seno dalam hati.

Sementara itu di ruang tunggu bandara, Karina yang duduk di kursi pojok, meneteskan air matanya yang sudah ia tahan dari tadi. Dia tidak mau Anto mengetahui masalahnya, meskipun sepanjang jalan ke bandara, Anto

heran melihat Karina yang menjadi pendiam dan wajahnya murung.

Kenapa harus bertemu lagi dengan laki-laki yang sudah sempat mencuri hatinya tapi sekaligus menorehkan luka yang amat dalam? Karina tidak menyangka kalau ternyata perusahaan Senolah yang akan bekerja sama dengan

perusahaan tempatnya bekerja.

Memang selama pernikahannya dengan Seno, Karina tidak tahu menahu dengan pekerjaan Seno, perusahaannya dan kantornya. Yang Karina ketahui, Seno anak dari keluarga Baskoro yang memiliki perusahaan besar. Ah…. rupanya nama Arsen yang disebut pak Kristo kemaren adalah Seno. Kenapa aku tidak menyadari itu? Seandainya tahu dari awal, pasti aku tidak akan bersedia presentasi, dengan berbagai alasan. Pikir Karina.

Dan sekarang…. Dia sudah bertemu kembali dengan Seno. Ingatan Karina melayang pada semua kata-kata Seno beberapa tahun yang lalu. Dadanya terasa sesak, seolah-olah semua ucapan Seno terngiang di telinganya. Ah… pasti dia sudah hidup bahagia dengan isteri pilihannya. Kata Karina dalam hati. Kemudian dia terbayang wajah Sam yang sangat mirip dengan Seno.

******

Hai readers....... Makasih ya, kalian tetap setia menunggu dan mengikuti kisahnya.

Jangan bosan, tinggalkan jejaknya dengan vote, like & komen ya....

Happy reading.....😘

1
Runik Runma
nah lo
Runik Runma
GTU donk
Runik Runma
ciee ada yang cemburu
Runik Runma
minggat aja karin
Endah Ing
ya ampun Chris masih kepikiran jadi pebinor? apa kabar dgn karismamu, yg katanya tdk mampu ditolak kaum hawa? malu-maluin tau
Endah Ing
makanya jgn suka cari tau berlebih, bisa stroke ringan, migrain berkepanjangan nnt Chris /Facepalm/
Endah Ing
tersisa setelah dicampakkan selingkuhanmu. itu bukan rasa yg masih tersisa tapi rasa yg kamu oker-oker
SisAzalea
karya bagus
Amarantha Chitoz
sedihhhh/Sob//Sob//Sob/
Amarantha Chitoz
makasiiiihhhh
Amarantha Chitoz
ayo gassss
Amarantha Chitoz
ayooooo
Amarantha Chitoz
lanjuuutttt
Amarantha Chitoz
lanjuuuttt
Amarantha Chitoz
lanjuuuttttt
Amarantha Chitoz
legaaaaaw
Amarantha Chitoz
bahagia & sehat selalu
Amarantha Chitoz
selamat el
Amarantha Chitoz
ayo smangat....
Amarantha Chitoz
sehat trs ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!