NovelToon NovelToon
My Sweet Best Friend

My Sweet Best Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:756
Nilai: 5
Nama Author: salbiah pulungan

tentang dua remaja yang bersahabat bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan.
Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan.
Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu.
Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.

ig author: Salbiah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salbiah pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

jebakan

Semua berjalan terkendali hingga hari sudah sore dan semua kembali pulang ke penginapan.

Di depan penginapan, para panitia mendirikan posko untuk para mahasiswa dosen dan para dosen akan berjaga bergantian di sana sampai jam dua belas malam.

Jam menunjukkan pukul tujuh lewat lima belas malam. Di dalam kamar Rigecherta dan Veros sedang fokus melacak dan memperhatikan pergerakan musuh.

Sedangkan River dan Skyler menyiapkan perlengkapan tempur mereka, dari pisau lipat, sengatan listrik serta pistol. Jika di tanya apakah ini adalah pertempuran pertama mereka? Jelas bukan. Mereka sangat suka membantu polisi yang sedang menangkap buronan. Maka dari itu mereka memiliki pistol yang mereka dapat dari kepercayaan langsung dari pihak polisi.

" Mereka udah dekat" Veros langsung memakai Hoodie dan sarung tangannya di ikuti yang lain.

" Vane sama yang lainnya aman kan?" Tanya Skyler memastikan.

" Gue udah hubungin Ella, katanya mereka aman" jawab River membuat semua mengangguk dan semua langsung bergerak ke posisi masing-masing sesuai dengan rencana mereka.

Rigecherta dan yang lainnya langsung keluar dari kamar dari kamar dan bergegas ke dalam mobil mereka. Jika di tanya bagaimana mereka bisa punya mobil itu adalah mobil yang di kirim oleh ibu Rigecherta dan juga ajudan untuk menjaga mereka.

Mobil berhenti di lokasi yang akan di lewati oleh musuh dan mereka langsung ambil posisi. Mereka bersembunyi terlebih dahulu di salah satu rumah kosong dan menunggu musuh mereka lewat.

Skyler langsung membuka laptop dan mengawasi lewat hand-talkie masing-masing.

River yang akan mendaftar jika ada rencana dadakan atau jika ada kelengahan.

Rigecherta dan Veros yang akan terjun untuk bertarung.

Saat gerombolan musuh itu lewat, Rigecherta dan Veros langsung menyelinap masuk ke dalam barisan mereka dan menyerang tanpa suara dari yang paling belakang. Gerakan mereka cepat, tepat dan akurat seolah tak terjadi apa-apa.

Para anggota musuh yang merasakan ada yang aneh pun menoleh ke belakang dan mendapati beberapa anggota tergelatak.

" Siapa itu?!" Sentak salah satu dari mereka sat melihat pakaian serba hitam Rigecherta yang berbeda dengan mereka.

" Penyelundup. Serang mereka" komando salah satu dari mereka yang terlihat seperti ketua

" Oh shit!" Umpat Rigecherta mulai menyerang dengan kasar. Meninju dan menendang musuh di dekatnya, begitu juga dengan Veros yang masih bertarung walau sudah mulai kelelahan.

Saat semua hampir tumbang dan tersisa 3 orang paling depan mereka langsung mundur kaget dan langsung mengacungkan senjata api.

" Siapa kalian?" Tanya ketuanya menatap Rigecherta dan Veros bergantian.

Rigecherta memberikan kode tipis pada Veros untuk mengalihkan perhatian kedua lainnya.

Saat mereka fokus pada Veros, Rigecherta langsung bergerak cepat ke belakang ketua dan mengacungkan pistol di kening pria itu.

" Siapa yang nyuruh kalian?" Tanya Rigecherta rendah dan dingin.

Pemimpin itu sedikit gemetar saat menyadari pistol di keningnya.

Veros langsung melumpuhkan kedua anggota yang tersisa dan ikut mendekat pada Rigecherta.

" Lepaskan saya. Jangan menghalangi jalan!" Sentak sang pemimpin walau dengan suara bergetar kecil melihat aura mereka yang tak main-main.

" RIGE!" Hand-talkie Rigecherta bersuara dan terdengar suara River.

" Rigecherta, Vane dalam bahaya. Di depan penginapan! Dia targetnya, ini jebakan!" Suara Skyler juga terdengar panik saat ia mengalihkan kamera pada penginapan dan melihat ada sniper yang mengarah pada Tivane.

Rigecherta langsung mengeraskan rahang dan berlari cepat ke arah penginapan. Rigecherta terengah karena memang jaraknya sedikit jauh.

" Please... Tunggu dulu" ucap Rigecherta panik dan tak memperdulikan apapun, ia hanya berlari dengan kecepatan gila seolah ia sedang di kejar maut.

Sementara di sisi Tivane. Gadis itu terlihat sedang berjalan menuju posko yang ada di sepan penginapan. Zein tapi bilang bahwa ada dosen yang memanggilnya.

Tadi Milenia menawarkan agar di temani, namun karena dekat Tivane tak mau.

" Duh, udah jam sembilan lewat lagi, sepi banget. Kirain bakal rame sama mahasiswa yang nanya" gimana Tivane sambil berjalan ke arah posko.

Tak sadar bahwa seorang sniper sedang membidik ke arahnya.

" Mana dosennya?" Tanya Tivane pelan saat melihat posko itu kosong dan memutuskan berbalik untuk kembali ke dalam penginapan.

Namun Rigecherta langsung datang berlari kencang dan langsung memeluknya erat.

DORR!

Suara tembakan nyaring itu membelah malam dan membuat Tivane tersentak kaget. Tivane lebih kaget saat menyadari punggung Rigecherta yang terkena tembakan karena posisi cowo itu sedang memeluknya.

Tivane menegang saat melihat darah menetes dari punggung Rigecherta.

Rigecherta mengerang pelan dan memeluk Tivane lebih erat, menenggelamkan wajah Tivane di dadanya dan menutup telinga Tivane.

Rigecherta menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkannya tepat pada sniper yang masih berdiri di atas atap.

DORR!

Tembakan itu berasal dari Rigecherta yang langsung mengenai jantung sniper tersebut.

Tivane tersentak kaget dan mencengkram erat baju Rigecherta.

Rigecherta mulai melemas di pelukan Tivane membuat Tivane panik. Keduanya ambruk di tanah dengan kepal Rigecherta di pelukan Tivane

"Rige!" Panggil Tivane panik sambil menepuk pelan pipi Rigecherta sambil menangis histeris.

" Rige, Rige bangun Rige" ucap Tivane panik setengah mati dengan tangan gemetar luar biasa melihat darah semakin deras dari punggung Rigecherta.

" Rige... Jangan tidur dulu please.. aku takut sumpah" ucap Tivane terisak keras dan mengguncang tubuh Rigecherta.

" RIGECHERTA! jangan tinggalin aku !" Teriak Tivane menangis histeris dan terus memeluki tubuh kekasihnya.

" Jangan nangis.." pinta Rigecherta pelan dan terdengar serak. Ia mengusap air mata gadis kesayangannya dan berusaha tersenyum.

" Aku nggak papa.. jangan nangis.." ucap Rigecherta semakin memelan dan terdengar merintih menahan sakit di punggungnya.

Air mata Tivane semakin deras dan ia mengangguk sambil sesenggukan kecil.

" Kamu kuat. Kamu harus kuat" Tivane langsung mengambil handphonenya dan menelpon Milenia.

Hand-talkie Rigecherta kembali bersuara.

" Rige! Rige are you oke? Jawab Rige!" Sentak Veros terdengar panik.

" Veros tolong! Dia ketembak" ucap Tivane mengambil benda itu dengan tangan bergetar dari tangan Rigecherta.

" Ketembak?!" Suara Skyler, River dan Veros terdengar bersamaan.

" Kita ke sana sekarang" Veros langsung membawa mobil dan menuju lokasi Tivane.

" Rige kamu harus bertahan, mereka udah di perjalanan" ucap Tivane terus menangis dan memeluki tubuh Rigecherta dengan tubuh berguncang hebat.

" Vane..." Panggil Rigecherta pelan menahan sakit yang menjalar di punggungnya.

" Iya? Mau ngomong apa hm?" Tanya Tivane menggemngam tangan Rigecherta erat.

" Maafin aku.. a-aku sayang sama kamu" ucapan Rigecherta sudah mulai terputus dan matanya hampir terpejam sempurna.

" Iya. Aku maafin kamu. Kamu nggak salah. Aku yang salah" tangisan Tivane semakin kencang dan nafasnya mulai tersengal.

" Aku juga sayang banget sama kamu Rige.. jangan tinggalin aku ya sayang.." ucap Tivane mengguncang tubuh Rigecherta saat pemuda itu mulai memejamkan mata tak sadarkan diri.

" Aku minta maaf" lirih Tivane semakin kecil dan menangis sesenggukan di tempat gelap itu.

Suara tangisan dan ruangan Tivane terdengar di tempat sepi itu. Menembus gelapnya malam sembari memeluki tubuh kekasihnya.

Rasanya sangat sesak melihat Rigecherta yang tak sadarkan diri hanya demi menyelamatkan dirinya.

_karna katanya, orang yang benar-benar tulus kepadamu akan melindungi dan menyayangi dirimu di banding dengan dirinya sendiri_

1
jaybi
buat visual dan foto kenangannya ada di Instagram aku ya guys.. namanya: Salbiah
jaybi
jangan lupa tinggalin komentar kalian yaa😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!