Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Manusia lebih kejam dari siluman.
Deg..
Deg..
Deg..
Jantung An dan Nan berdebar begitu kencang, bukan karena bertemu dengan orang yang mereka cintai, namun Mereka melihat beberapa siluman disiksa oleh manusia dengan begitu kejamnya.
"Manusia memang lebih kejam dari kita." kata An.
"Mereka benar-benar kejam bahkan mereka lebih kejam daripada siluman, mereka seperti binatang." lanjut Nan.
Mereka yang masih berwujud laba-laba itu nampak terus memperhatikan apa yang dilakukan oleh bangsawan Kwan-tu dan anak buahnya. Beberapa siluman wanita dipaksa menjadi pelayan nafsu para orang-orang kaya, begitu pula dengan para siluman laki-laki, mereka dipaksa untuk memuaskan para anggota kerajaan.
"Kalau seperti ini terus aku yakin mereka bisa kehilangan nyawa." ucap An.
"Tidak, kita harus menyelidiki ini terus, setelah itu kita laporkan kepada Ratu." jawab Nan.
Pemandangan yang mereka lihat begitu menyesakkan hati, benar-benar menyesakkan hati hingga membuat An dan Nan seperti dikuliti ketika melihat kejadian itu. Berbeda dengan nyonya katak yang terus mencari informasi dari para hewan yang ada di sekitar tempat keberadaannya, dia terus mencari tahu mengenai sosok dan keanehan yang ada di desa Won.
"Cihhhh..., ternyata desa ini benar-benar sangat berbahaya." ucap nyonya katak.
Dia kembali ke tempat Arin dengan mulut mengerucut dan berbicara tanpa henti.
"Ada apa nyonya katak? kelihatannya kamu sangat kesal?" tanya Arin.
"Iya, bagaimana tidak kesal. Apa ratu tahu apa yang tadi aku dapatkan?" tanya nyonya katak.
Tentu saja Arin menggelengkan kepalanya, nyonya katak kemudian menceritakan mengenai informasi yang didapatkan dari beberapa hewan yang ada di tempatnya. Hewan-hewan itu menceritakan kalau secara sembunyi-sembunyi para manusia yang ada di desa Won sering sekali memasuki wilayah para siluman ataupun setengah siluman. Mereka kesana untuk membantai siluman kemudian mengkonsumsi daging mereka, para manusia itu meyakini kalau mereka mengkonsumsi daging siluman atau setengah siluman. Maka mereka akan awet muda dan mempunyai kekuatan seperti dewa.
"Apa?!" Arin terkejut. dia langsung berdiri dan meletakkan makanan yang hendak dia makan.
"Benar sekali Ratu, mereka itu ternyata benar-benar kejam...," belum selesai menceritakan apa yang dia dapatkan, An dan Nan kemudian kembali dengan air mata yang terus mengalir.
"Kalian ada apa?" tanya Arin yang kebingungan.
An dan Nan menangis terisak sembari memeluk Arin.
"Ada apa?" tanya Arin kembali.
An dan Nan kemudian menceritakan mengenai apa yang terjadi dan apa yang mereka lihat.
"Mereka itu benar-benar binatang, Mereka tidak pantas disebut manusia." jawab Nan dengan bibir gemetar.
"Coba ceritakan kenapa kalian seperti itu? tanya nyonya katak.
Nan kemudian menceritakan mengenai beberapa siluman yang ditangkap oleh manusia, dia juga menceritakan bagaimana para siluman itu diperbudak oleh manusia. An tidak mengeluarkan sepatah kata pun, Dia seolah mengalami syok yang sangat luar biasa.
"Ayo kita pergi ketempat itu." ajak Arin.
"Kemana ke tempat An atau ke tempatku?" tanya nyonya katak.
"Oh iya ya, kalau begitu kita tunggu saja nyonya beruang. Kalau dia sudah kembali kita akan tanya kepadanya." kata Arin.
Sesaat kemudian nyonya beruang akhirnya datang bersama dengan raut wajah yang nampak begitu lelah. "Ada apa denganmu?" tanya nyonya katak saat melihat nyonya beruang wajahnya begitu masam.
Nyonya beruang menghela nafas begitu dalam, setelah itu dia menatap nyonya katak. "Tempat ini benar-benar sangat kejam, aku tidak pernah berpikir kalau manusia itu seperti ini, dulu.. aku pernah ke dunia manusia tapi orang-orangnya begitu baik. Tapi di sini tempat ini seperti neraka." jawab nyonya beruang.
Nyonya katak menghela nafasnya dengan begitu dalam, dia juga berpikir seperti itu, dia dulu pernah mendengar mengenai cerita manusia tapi tidak seperti ini. "Ternyata dunia ini benar-benar sangat menakutkan." ucap nyonya katak yang kemudian ikut menghela nafas dengan begitu berat.
"Ya sudah kalau begitu, nanti kita akan keluar untuk melihat bagaimana kondisi para siluman itu." jawab Arin.
"Lalu, bagaimana dengan para siluman yang dibunuh?" tanya nyonya katak.
"Itu cuma rumor yang dikatakan oleh para binatang, kita belum melihatnya." jawab Arin.
"Aku sudah melihatnya." sahut nyonya beruang.
Semuanya menatap nyonya beruang.
"Maksudmu?" tanya Arin.
"Aku sudah melihat bagaimana kejamnya manusia, aku melihat dengan kedua mataku bagaimana manusia itu membunuh para siluman ataupun setengah siluman. Mereka menyiksanya terlebih dahulu, setelah mereka sekarat dan kehilangan nyawa, mereka menguliti tubuh para siluman itu." nyonya katak menceritakan apa yang dia lihat dengan bulu kuduk yang berdiri, air matanya menetes dia tidak pernah melihat bagaimana kejamnya manusia.
"Heh...,"
Semua orang menghela nafas dengan begitu dalam, akhirnya Arin menceritakan mengenai apa yang akan mereka lakukan.
setelah menyusun rencana untuk membunuh orang-orang yang sudah membunuh para siluman itu, akhirnya mereka sudah bersiap untuk memasuki wilayah terlarang.
"Apakah semuanya akan baik-baik saja?" tanya An dan Nan.
"Semuanya akan baik-baik saja selagi kita bisa." jawab Arin.
"Aku juga bisa merasakan kalau mereka mempunyai kekuatan yang berbeda dari kekuatan para siluman, kekuatan itu sangat besar sepertinya para manusia dibantu oleh penyihir gelap." ucap nyonya beruang.
"Tidak peduli punya sihir gelap atau sihir terang atau sihir setengah gelap, yang penting kita selamatkan para siluman." jawab Arin.
Akhirnya malam itu Arin bersama yang lain pergi ke tempat yang sudah dikatakan oleh nyonya beruang, ketika berada di tempat yang tidak terlihat itu hari nampak sangat terkejut, dia bisa mencium bau yang begitu aneh bau yang bisa membuat kepalanya sangat pusing.
"Ada apa Ratu?" tanya katak.
"Kenapa bau ini bisa membuat kepalaku pusing?" tanya Arin.
"Nau ini adalah bau darah siluman ataupun campuran, darah kami memang memiliki ciri khas, manusia khusus yang mencium darah kami Dia akan merasakan kesakitan yang kami rasakan." jawab nyonya beruang.
"Apa mungkin karena aku sudah menikah dengan Kaisar naga, jadi aku bisa merasakan apa yang kalian rasakan?" tanya Arin.
Keempat siluman itu nampak terdiam, bukan karena itu, seperti yang dikatakan oleh raja naga Arin memiliki darah yang sangat spesial, darah campuran yang tidak akan bisa dilawan oleh siapapun.
Ketika berada di sebuah tempat yang ditunjukkan oleh nyonya beruang, Arin nampak terdiam, dia melihat seekor siluman rusa dibunuh bahkan tubuhnya dikuliti. Melihat itu darah Arin terasa mendidih.
"Mereka benar-benar kejam, kenapa kita tinggal diam? kita akan bunuh mereka sekarang juga!" perintah Arin.
Setelah itu kelima orang itu merubah wujud mereka, Arin meminta nyonya beruang untuk merubah dirinya menjadi sosok yang berbeda darinya saat ini. Mereka langsung menyerang beberapa pria yang sudah membunuh siluman rusa.
"Kalian benar-benar kejam, kalian tidak pantas hidup." kata Arin yang kemudian mengambil pisau yang mereka gunakan untuk membunuh siluman rusa, dia menusukkan pisau itu ke dada bagian jantung si pria berulang kali.
*bersambung*