Reina Yusa Anggara seorang mahasiswi semester akhir yang dijodohkan dengan dosennya sewaktu masih kuliah.
Daren Putra Danendra yang dijodohkan dengan mahasiswinya. Sedangkan dirinya masih mempunyai kekasih. Hubungan Daren dengan kekasihnya sangat ditentang oleh keluarga Danendra, karena dia bukan wanita yang baik.
Suatu hari Daren melihat kekasihnya sedang bersama pria lain di sebuah restoran, tapi Reina melarang Daren untuk menghampirinya. Daren dan Reina menyiapkan misi untuk menjebak kekasih Daren, namun mereka gagal karena Daren sudah percaya dengan kekasihnya.
Akankah Daren akan memilih Reina atau kekasihnya?
Simak kelanjutannya di novel I LOVE YOU PAK DOSEN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ssabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Usaha Sarah
"Pak Daren duduk di kursi mana, sudah ga ada yang kosong loh" tanya Sarah saat melihat Daren berjalan dari kamar mandi.
"Daren sini" panggil Dewi.
"Iya kak" ucap Daren kemudian berjalan mendekati Dewi dan tidak menghiraukan Dewi.
"Dasar Bu Dewi kurang ajar" ucap Sarah lirih karena Dewi selalu mengganggu saat Sarah ingin dekat dengan Daren.
"Kakak tinggal dulu ya" ucap Dewi pada Reina dan Daren.
"Iya kak" jawab Reina
"Jangan lupa jagain suami kamu" ucap Dewi kembali memperingatkan Reina.
"Pasti kak" jawab Reina sambil tersenyum.
"Harusnya mas yang jagain kamu" ucap Daren sambil menarik hidung Reina.
Pesawat yang akan mereka tumpangi sudah mau terbang, semua penumpang diminta untuk segera masuk ke dalam pesawat.
"Pak Daren duduk sendiri kan? mau sama saya nggak di sini?" tanya Sarah.
"Biar saya aja bu, kebetulan saya ingin duduk dekat jendela" ucap Dewi kemudian duduk di kursi kosong samping Sarah.
"Adiknya Pak Daren duduk disini aja dekat sama Bu Dewi, saya lihat kalian tadi akrab banget. Biar saya yang temani Pak Daren" ucap Sarah sambil berdiri dan mempersilahkan Reina duduk.
"Tidak usah bu, biar saya sama Reina saja" ucap Daren
"Loh ga papa lo Rein kalau kamu mau sama Bu Dewi biar saya yang mengalah" bujuk Sarah agar Reina mau duduk dengan Dewi.
"Kalau ga mau ga usah dipaksain to Bu Sarah" Ucap Dewi.
"Biar saya sama Mas Daren saja bu, karena saya baru pertama kali naik pesawat jadi saya masih agak takut" ucap Reina bohong, karena ia sudah berkali-kali naik pesawat.
Reina kemudian duduk di samping Daren. Dewi tertawa kecil melihat raut wajah Sarah yang kesal.
"Bu Sarah kenapa?" tanya Dewi
"Ga papa" jawab Sarah.
Selama penerbangan Reina tertidur pulas di dada bidang suaminya. Sarah tampak kesal melihat Reina dan Daren karena Daren kadang mencium kening Reina.
"Rein bangun" ucap Daren sambil menepuk-nepuk pipi Reina dengan lembut.
"Sudah sampai ya mas?" tanya Reina sambil mengucek matanya.
"Eitss jangan dikucek nanti merah" ucap Daren sambil menarik tangan Reina.
"Sebentar lagi sampai, nanti kalau mas bangunin kamu mendadak kamu jadi pusing deh, sini" ucap Daren sambil menarik kepala Reina agar menyender di bahunya.
Setelah pesawat mendarat, Daren menggandeng tangan Reina untuk keluar. Mereka kemudian mengambil koper mereka dan segera masuk ke mobil yang telah di sediakan.
Para mahasiswa menaiki bus dan khusus dosen mereka menyewa mobil, dan Sarah sengaja satu mobil dengan Daren.
Saat sampai di hotel, Sarah juga sengaja memesan kamar hotel yang berhadapan dengan kamar Daren. Sarah melihat Reina yang juga masuk ke dalam kamar Daren.
"Loh kok kamu satu kamar sama Pak Daren sih?" tanya Sarah pada Reina dan Daren sudah masuk ke dalam kamar.
"Memangnya kenapa bu?" tanya Reina
"Ya ga papa sih, tapi ga enak aja dipandang" ucap Sarah sewot.
"Kan sah-sah aja bu ga ada larangan kan?" tanya Reina kemudian meninggalkan Sarah sendiri di depan pintu.
Malam harinya Daren mengajak Reina ke pantai namun Reina tidak mau.
"Rein jalan-jalan yuk" ajak Daren
"Ga mau mas, Reina pengen di kamar aja" ucap Reina
"Mass" panggil Reina di telinga Daren dengan suara sexy.
"Kamu kenapa Rein?" tanya Daren bingung dengan tingkah istrinya.
"Reina ingin itu" ucap Reina.
Daren yang paham dengan kemauan istrinya langsung memenuhi permintaannya karena saat ini ia juga ingin.
Sarah berniat untuk mengajak Daren jalan-jalan. Sarah keluar dari kamarnya dan mendekati pintu kamar Daren. Sarah ingin mengetok pintu kamar Daren, sebelum ia mengetok pintunya ia mendengar suara aneh di dalam, dan dia juga mendengar Reina sedang mendesah.
"Ternyata begitu ya kelakuan Pak Daren sama adiknya" ucap Sarah lirih.
"Gue harus manfaatin kejadian ini. Gue harus ancam Pak Daren agar mau pacaran sama gue kalau tidak tinggal gue sebarin deh berita ini" ucap Sarah sambil tertawa kencang.
"Bu Sarah kenapa?" tanya Bu Dewi
"Ga papa, Bu Dewi ngapain ke sini kan kamar Bu Dewi di lantai bawah?" tanya Sarah.
"Saya mau ketemu sama Reina, Bu Sarah sendiri ngapain di situ?" tanya Dewi
"Eh itu anu saya lagi mau keluar, tapi Pak Daren sama Reina tadi saya lihat sedang keluar" ucap Sarah
"Ya sudah kalau begitu" ucap Dewi kemudian berjalan menuju lift. Dewi sebetulnya dari kamar temannya yang kebetulan berada di samping kamar Sarah, saat ia keluar ia melihat Sarah sedang menempelkan telinganya pada pintu kamar Daren.
Ke esokan harinya Reina bangun dan segera membersihkan dirinya.
"Waduh banyak banget sih" ucap Reina sambil mencoba menutupi bekas merah di lehernya dengan make up.
"Lagi ngapain sayang?" tanya Daren sambil memeluk Reina dari belakang.
"Lihat nih" Reina menujukkan bekas merah akibat ulah Daren.
Daren kemudian menciumi tiap bekas merah tersebut.
"Mas Daren" bentak Reina
Daren kemudian lari menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi Daren mengajak Reina untuk sarapan di restoran hotel.
Saat di depan pintu Daren dan Reina melihat Sarah yang sedang keluar dari kamarnya.
"Eh yang semalem habis mantab-mantab, upss keceplosan" ucap Sarah sambil pura-pura membungkam mulutnya.
"Bu Sarah tau dari mana?" tanya Reina
"Emm kepo ya kamu" ucap Sarah
"Bapak ga malu ya kalau semua dosen tahu masalah ini?" tanya Sarah
"Kalau bapak mau rahasia ini aman, bapak mau ga janji sama saya?" ucap Sarah
"Janji apa?" tanya Daren
"Bapak mau ya jadi pacar saya" ucap Sarah sambil memegang tangan Daren namun segera ditepis oleh Daren.
"Cih saya ga sudi" ucap Daren
"Kalau gitu bapak siap-siap aja, kabar ini akan segera tersebar satu kampus" ucap Sarah
"Silahkan kalau itu mau ibu, tapi jangan salahkan kami jika nanti ibu yang akan malu sendiri" ucap Reina
"Ayo mas pergi" ucap Reina sambil menarik tangan Daren.
Daren tidak memberi tahu jika Reina aadalah istrinya adalah permintaan dari Reina, karena ia ingin tahu seberapa besar niat Sarah untuk mengganggu suaminya.
Saat di restoran Sarah duduk dengan Bu Susan yang kebetulan sedang duduk dengan Dewi. Kamar Bu Susan kebetulan berada di samping kamar Sarah.
"Bu Susan semalam dengar suara aneh gitu nggak?" tanya Sarah
"Suara apa bu?" tanya Susan
"Sepeti suara orang sedang gitu-gitu" ucap Sarah
"Enggak tuh bu, emangnya siapa?" tanya Susan
"Jangan bilang siapa-siapa ya bu, semalam saya tidak sengaja mendengar suara itu di kamar Pak Daren, dan ibu tau ga kalau semalam Pak Daren sama Reina itu satu kamar." ucap Sarah dengan pelan.
"Halah bu cerita apa ini, wong cuma Pak Daren sama Reina to, saya kira siapa" ucap Susan kemudian melanjutkan makannya.
Dewi menahan tawanya saat mendengar cerita dari Sarah.
"Bu Susan sama Bu Dewi ga kaget?" tanya Sarah
"Opo to seng kudu dikageti, orang cuma Pak Daren sama Reina kok kaget, wes biasa" ucap Susan
"Terus Bu Dewi?" tanya Sarah
"Sama" jawab Dewi.
"Emang ya jaman sudah gila" ucap Sarah.
"Seng edyan ki sampeyan bu, orang lagi gituan kok diceritain" ucap Susan.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE💟💟