NovelToon NovelToon
Gadis Polos Salah Server

Gadis Polos Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cintapertama / Ketos
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Sandhyaruntala

Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: KANTIN

Beberapa jam berlalu, bel yang sangat dinantikan akhirnya berbunyi nyaring memenuhi koridor sekolah. Waktu istirahat telah tiba. Anaya, yang kini raganya diisi oleh jiwa baru, tentu saja sama sekali belum mengetahui seluk-beluk dan denah sekolah megah ini. Ia hanya menatap sekeliling dengan bingung.

“Cil, ayo ke kantin,” ajak Arina sembari menepuk pelan bahu Naya.

Anaya yang memang sudah merasakan perutnya keroncongan langsung memandang Arina dengan mata bulat yang berbinar cerah.

“Ayo! Naya lapar,” jawabnya lucu dengan nada suara yang manja.

Beberapa murid yang masih berada di dalam kelas seketika dibuat gemas mencuri pandang ke arahnya. Tak terkecuali Devan. Pemuda yang masih duduk di bangkunya itu diam-diam menyaksikan seluruh tingkah menggemaskan Anaya dari sudut matanya.

“Oke, let's go!” ucap Arina riang lalu menggandeng tangan mungil Anaya keluar kelas.

Setelah kepergian Anaya dan Arina, Devan, Gavin, dan Reno pun bangkit dari duduk mereka untuk menyusul pergi menuju kantin.

Sesampainya di area kantin yang luas dan ramai, netra jernih Anaya langsung menangkap sosok abang laki-lakinya di salah satu meja pojok. Tanpa aba-aba, ia melepas gandengan tangan Arina, lalu berlari kecil ke arah meja tempat Arka duduk bersama Bintang di sampingnya.

“Abanggg!” serunya riang sambil berlari kecil.

Sontak seisi kantin langsung menoleh ke arah sumber suara. Mereka semua terpana melihat Anaya yang tampak bagai boneka hidup sedang berlari kecil sambil cekikikan lucu. Pipi tembamnya bergoyang seirama dengan langkah kakinya.

“Sayang, jangan lari-lari,” tegur Arka tegas namun sarat akan rasa khawatir jika adiknya terpeleset dan terluka.

“Ups, sorry, Abang,” cicit Naya pelan begitu sampai di depan meja, langsung memasang wajah bersalah yang menggemaskan.

“Ish, Cil! Ngapain sih lo lari-lari, elah? Padahal jalan juga bakalan sampai. Kalau jatuh gimana coba?” omel Arina yang baru saja tiba dengan napas sedikit terengah. Gadis itu berkacak pinggang di depan Naya, sama sekali belum sadar kalau di hadapannya ada Arka—sang kapten basket idaman sekolah yang tidak lain adalah crush-nya.

“Ehem.”

Sebuah dehaman berat dari Bintang seketika menyadarkan Arina. Jantung Arina serasa copot saat menoleh dan menyadari bahwa di meja tersebut sudah ada Arka yang menatapnya datar, lengkap dengan Bintang di sebelahnya.

“Eh... hehehe. Sorry, Bang. Enggak maksud berisik, kok,” ucap Arina mendadak ciut sambil cengengesan salah tingkah.

Arina segera merapatkan tubuhnya ke arah Naya, lalu berbisik panik, “Cil, ayo pergi. Jangan di sini, nanti gangguin mereka.”

Anaya hanya memiringkan kepalanya, memandang Arina dengan tatapan bingung.‘ia hanya ingin bersama abangnya, mengapa teman barunya ini heboh sekali’ pikirnya heran.

“Tapi Naya mau sama Abang, Kak Arin,” jawab Naya polos dengan suara yang cukup terdengar jelas. Jawabannya sukses membuat Arina makin mati kutu karena bingung harus berbuat apa.

“Sudah, sudah, duduk kalian,” sela Arka melerai perdebatan kecil itu. Ia menarik kursi di sebelah kanannya agar Naya bisa duduk di sampingnya, membuat Naya kini duduk diapit oleh Arka dan Bintang.

Mau tidak mau, Arina akhirnya ikut duduk di kursi kosong yang berhadapan langsung dengan Arka. Tak lama kemudian, rombongan Devan, Gavin, dan Reno tiba di area meja tersebut lalu ikut bergabung mengambil tempat duduk. Devan sengaja memilih posisi duduk tepat di seberang Naya, membuat pandangan mereka berdua berhadapan langsung.

“Adek mau pesan apa, hmm?” tanya Arka lembut, mengabaikan tatapan mata anak-anak kantin yang melotot syok melihat sang kapten basket berwajah garang bisa bersuara selembut sutra.

“Ehh, itu beneran si arka? Kok bisa dia ngomong selembut itu”.bisik salah satu siswi

“Iya lagi, siapa ya degem itu? Bisa-bisanya deket sama most wanted sekolah. Sampe clara and the geng tau bisa gawat kan” ucap salah satu siswi

“Alahhh udah sih biarin aja, lagian jadi cewek kecentilan” ucap salah satu siswi yang iri pada anaya.

“Yeee, si markonah satu ini gak nyadar diri.” Ucap temannya gemas sendiri

Di sisi lain Naya menoleh ke arah Arka. “Abang, Naya mau bakso boleh?” tanyanya dengan posisi kepala memiring lucu dan mata berkedip-kedip penuh harap.

“Ah, gemes banget...” bisik beberapa siswi di meja sebelah yang tidak tahan melihat keimutan natural Naya. Devan yang duduk di seberangnya bahkan sampai harus mengepalkan tangan di bawah meja agar tidak reflek mencubit pipi tembam gadis itu.

“Boleh. Tapi tidak boleh pakai sambal, okey?” putus Arka mutlak.

Naya mengangguk cepat tanpa protes. ‘Tak apa tidak menggunakan sambal, asalkan Naya bisa makan bakso,’ pikirnya riang di dalam hati.

Arka kemudian menoleh ke arah sisi meja lain. “Ren, pesan makanan gih,” perintahnya santai pada Reno.

Reno yang namanya disebut mendadak melotot tak terima. “Lah, kok gue? Emangnya gue babu lo apa?” protesnya ceplas-ceplos.

“Buruan pesan. Nanti semua makanannya gue yang bayar,” potong Arka tenang, mengeluarkan kartu dompetnya. “Sekalian tanyain temen adek gue mau makan apa.”

Mendengar kata ‘gratisan’, mata Reno langsung berbinar cerah. Ia berdeham formal. “Siap, laksanakan Kapten! Eh, rin lo mau makan apa?” tanya Reno pada Arina.

“Gue bakso aja, Ren. Samain kayak Anaya. Minumnya es teh manis,” jawab Arina tidak enak. Bagaimana tidak ‘heii ini yang pesenin most wanted sekolah. Kalau bukan karna Anaya, mana mungkin ia duduk di meja yang sama dengan para idola sekolah ini’ pikir Arin

“Naya mau minum es teh manis juga, Abang Ren!” sahut Anaya bersemangat sembari membayangkan betapa segarnya es teh manis di tenggorokannya siang ini.

“Oke, Cil! Berarti bakso dan es teh manis untuk semuanya ya, biar enggak ribet antrenya. Samain semua!” ucap Reno mutlak.

Tanpa perasaan, ia langsung menarik paksa lengan Gavin yang sedang asyik dengan game di ponselnya. “Ayo Gav, temenin gue bawa mangkuknya nanti!”

Gavin hanya bisa menghela napas pasrah mengikuti tarikan Reno menuju stan bakso, meninggalkan atmosfer meja yang mendadak hening namun dipenuhi debaran aneh, terutama bagi Devan yang sejak tadi tak bisa melepas pandangannya dari Naya.

...****************...

Setelah beberapa saat menunggu, Reno dan Gavin kembali dengan membawa dua nampan besar berisi mangkuk-mangkuk bakso yang masih mengepulkan uap panas. Anaya yang melihat makanan pesanannya datang langsung berseru senang sambil bertepuk tangan kecil.

“Yeay! Bakso Naya datang!” ucapnya riang gembira.

Mangkuk bakso diletakkan di hadapannya. Aroma gurih kaldu langsung menggelitik indra penciuman Naya. Karena sudah sangat lapar dan dasarnya polos, Naya langsung menyendok kuah bakso tersebut dan melahapnya begitu saja tanpa ditiup terlebih dahulu.

Detik berikutnya, mata bulat Naya melotot sempurna. Ia terkejut bukan main saat kuah yang ternyata masih sangat panas itu menyentuh permukaan lidahnya hingga agak melepuh. Refleks karena rasa panas yang menyengat, Naya menjatuhkan sendok di tangannya hingga berdenting keras di atas meja.

“Abang, lidah Naya panas...!” keluhnya spontan dengan suara bergetar. Sepasang mata jernihnya seketika mulai digenangi air mata.

Arka yang melihat adiknya kepanasan langsung dilanda panik luar biasa. Seisi meja, termasuk Devan yang duduk di seberang, ikut menegang kaget. Dengan cekatan, Arka langsung menyambar gelas es teh manis dan mendekatkannya ke bibir sang adik. “Minum dulu, Sayang, minum!”

“Ya ampun, Princess, kenapa tidak hati-hati, hmm?” tanya Arka cemas setengah mati. Tanpa memedulikan tatapan ratusan pasang mata di kantin, Arka langsung menarik tubuh mungil Naya dan membawanya ke dalam pangkuannya untuk menenangkan gadis itu.

Arka bergerak cepat mengambil bongkahan es batu bersih dari dalam gelas minumannya menggunakan sendok. “Buka mulutnya sebentar, Adek.”

“Hiks... Abang, sakit,” tangis Naya akhirnya pecah. Pipi tembamnya kini sudah basah oleh air mata yang luruh, membuat hidung mungilnya memerah. Ia menerima suapan es batu dari Arka untuk meredakan rasa terbakar di lidahnya.

“Sudah, jangan menangis lagi, ya? Adek emut es batu ini dulu biar panasnya berkurang, okey?” bujuk Arka dengan suara yang sangat melembut, sambil sebelah tangannya bergerak mengusap punggung Naya dengan penuh kasih sayang.

Di seberang meja, Devan mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ada rasa tidak nyaman dan khawatir yang tiba-tiba bergejolak di dadanya saat melihat air mata Naya jatuh. Sisi dinginnya runtuh seketika, digantikan oleh dorongan aneh yang ingin ikut menenangkan gadis imut di pangkuan Arka tersebut. Sementara Reno dan Gavin hanya bisa saling berpandangan, takjub melihat bagaimana seorang Anaya kini bisa menggerakkan seluruh emosi orang-orang di sekitarnya hanya dengan sebuah tangisan polos.

...****************...

Setelah drama kuah panas yang sempat menghebohkan meja mereka, akhirnya bakso milik Anaya habis paling duluan.

“Yeay! Naya selesai!” ucapnya riang sambil bertepuk tangan kecil.

Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling meja. Semua orang masih asyik menikmati makanan mereka, kecuali Devan yang memang sudah selesai sejak tadi. Pemuda itu tampak sangat fokus menatap layar ponselnya. Rasa penasaran jiwa polos Naya langsung bergejolak melihat hal itu.

Dengan langkah seringan kapas dan tanpa disadari oleh siapapun—Anaya bangkit dari kursinya. Ia berjalan memutari meja menuju ke arah Devan. Dan entah bagaimana caranya, bocil imut tersebut tiba-tiba mendudukkan dirinya begitu saja di atas pangkuan Devan yang sedang asyik menonton tayangan YouTube.

Deg!

Tubuh Devan seketika menegang kaku. Ada sengatan listrik aneh yang mendadak menjalar ke seluruh tubuhnya begitu bobot tubuh mungil Naya mendarat di pangkuannya. Aroma lembut bedak bayi khas Naya langsung menyeruak ke indra penciumannya. Dengan gugup yang luar biasa, Devan berdeham berat demi menutupi keterkejutannya.

“Ehem!”

Meskipun otaknya mendadak blank, refleks tubuh Devan justru bergerak cepat. Kedua tangan kekarnya langsung melingkar longgar di pinggang Naya, menahan pergerakan gadis itu agar tidak terjatuh dari pangkuannya.

“Abang Ganteng nonton apa, sih? Dari tadi fokus banget. Naya mau ikutan lihat,” tanyanya super polos dengan mata bulat yang berkedip-kedip menatap layar ponsel Devan. Ia sama sekali tidak tahu bahwa perbuatan spontannya baru saja memporak-porandakan detak jantung sang Ketua OSIS.

Karena tidak kunjung mendapat jawaban dari Devan yang masih membatu, Anaya lantas mendongakkan kepalanya, menatap langsung ke rahang tegas pemuda itu.

“Abang Dev sick?” tanyanya lagi dengan dahi berkerut cemas, mengira Devan sedang sakit karena wajahnya mendadak kaku.

Suara cicitan Naya itu seketika memecahkan keheningan meja. Detik itu juga, seisi meja langsung menoleh, dan mereka semua—khususnya Arka—baru tersadar kalau si "bocil kematian" itu sudah nangkring dengan nyaman di pangkuan Devan.

“Adek! Kamu ngapain di situ? Sini turun! Sama Abang saja kalau mau dipangku,” ucap Arka panik setengah mati.

Arka tahu betul tabiat Devan yang sangat benci disentuh sembarangan, apalagi oleh perempuan. Ia sudah bersiap menarik Naya sebelum Devan mengamuk. Namun, saat Arka memperhatikan wajah sahabatnya lebih dekat, ia justru menangkap pemandangan langka: kedua belah telinga Devan sudah memerah padam karena tersipu malu. Devan bahkan mati-matian membuang muka agar tidak membalas tatapan mata jernih Naya.

Melihat pemandangan itu, kepanikan Arka langsung menguap, bahkan membuatnya mati-matian menahan gelak tawa.

‘Gila, pesona adek gue beneran nggak kaleng-kaleng. Sampai si kulkas seribu pintu aja dibuat mati kutu begini,’ batin Arka tertawa puas di dalam hati, sementara Reno dan Gavin di sebelahnya sudah saling sikut sambil menahan tawa sampai bahu mereka bergetar hebat.

...****************...

# HAI GUYSSS ✨#

GIMANA NIH CERITA DI BAB SEMBILAN..

PASTI SERU BANGET KAN!!

STAY TUNE TERUS SETIAP JAM 08.00-19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 08.00-19.00😙

JANGAN LUPA YAAA

LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.

THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶

1
Opacraphile
clara kayaknya gak ada kapoknya deh, udah si disiksa aja. gemes bener😡
partini
dua kali loh Clara bikin masah masa cuma di ancam doang gas eksekusi bikin kere
Sandhyaruntala: Namanya juga mancing emosi kak🤭🫶
total 1 replies
partini
di kelilingi Abang" tamvan masa ga ngeh kalau lagi di di selidiki apa mereka ga peka apa agak kurang 🤭
Sandhyaruntala: tunggu tanggal mainnya kak hihihi, 🤭
total 1 replies
Dana Kristina
suru,menghibur,TDK membosankan 🥰😎😎😎😎🤩🤩🤩🤩💪🙏
Dana Kristina
ikutan deg deg an kyk Devan Thor,Krn tingkah polosy naya😄😄
Dana Kristina
mampir baca, cerita y seru😍😍,mga TDK membosankan 💪💪💪🙏
Renn
lanjut dong 🙈
Sandhyaruntala: Tunggu jam 19.00 ya guys🥰🫶
total 1 replies
Opacraphile
mulai ada musuh bermuncula, lanjut thorr💪
Sandhyaruntala: Tunggu bab selanjutnya ya guys🔥🫶
total 1 replies
partini
udah muncul ini yg ga suka
Sandhyaruntala: Nanti makin seruuu, tungguin aja kak🥰
BTW aku ada tulis judul baru loh tentang pembalasan, yuk mampir kak dijamin makin banyak keselnya🔥🫶
total 1 replies
Sandhyaruntala
Namanya juga nanay 🥰, kelakuannya diluar nurul 😭
Opacraphile
the real bocil kematian🤣
udah bikin satu kelas mikir berjamaah dianya malah anteng anteng aja🤭
Sandhyaruntala
Guysss FYI, sedikit lagi memasuki babak seruu loh, stay tune bareng degem yaa🫶🔥
Jangan lupa like, komen dan klik favorit yaa🥰

HAPPY READING & HOPE YOU ENJOY GUYSSS💜
aku
lah lah 🤔 terulang apa gmn ini 🤔
Opacraphile: no no kaka, itu karna kedatangan sepupu tamvan itulah yang buat mereka histeris hehe
total 1 replies
partini
ini gimana sih Thor 2 bab sama
Opacraphile: no no, itu karna kedatangan para sepupu tamvan hehe
total 1 replies
Anita Rahayu
bagus
Sandhyaruntala: Thank you untuk penilaiannya kak🥰
total 1 replies
Anita Rahayu
Suka thor tapi panjang dikitlah alur dan epsnya👍👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Sandhyaruntala: Thank you kak, di usahakan ya kak 🫶

Aku up dia kali kok kak.hehe🥰
total 1 replies
partini
musuh" waduh. tapi tenang Naya yg satu ini pasti banyak kejutan nya
Sandhyaruntala: Thank you sudah dukung karyaku kak, happy sekali ada yang sayang sama degem🫶
total 1 replies
falea sezi
kurang thor🤣
Sandhyaruntala: besok pagi up lagiiii, jangan lupa masukin favorit ya biar tau pas author up😍
HAPPY READING GUYS💜
total 1 replies
Opacraphile
Bocil ada aja gebrakannya🤣
falea sezi
lanjut
Sandhyaruntala: Tunggu jam 7 author update ya kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!