NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:951
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Tiga hari penuh di neraka perbatasan telah mengubah fisik Joni secara drastis. Setelah melewati siksaan lari gravitasi bersama Nexus Hound dan berendam di rawa asam Arcane Nexus, kulit Joni kini terasa sekeras lapisan baja tipis namun tetap memiliki fleksibilitas tinggi khas faksi Brawler.

Memasuki hari keempat pelatihan, Om Remon membawa Joni kembali ke area tebing batu hitam yang agak kering, tidak jauh dari Pos Batas Perimeter 3.

"Dua teknik dasar tingkat tinggi sudah kamu kuasai, Joni. Arcane Movement Burst untuk kecepatan kaki, dan Physical Resilience murni untuk ketahanan kulit," ucap Om Remon sambil memeriksa kondisi fisik Joni yang kini tampak lebih tegap dan padat. "Hari ini adalah hari terakhir latihan fisikmu, sebelum besok kita fokus pada pemulihan mental dan taktik."

"Jadi, apa menu kita hari ini, Om?" tanya Joni, sembari menggerak-gerakkan pergelangan tangannya. Percikan listrik birunya kini jauh lebih tenang, tidak lagi meletup liar, tanda bahwa kontrol energinya sudah meningkat pesat.

Om Remon tidak menjawab dengan kata-kata. Beliau hanya bersiul kencang ke arah langit malam yang pekat.

WUSH!

Dari balik tebing batu yang tinggi, sesosok bayangan melompat turun dengan sangat anggun, mendarat tanpa suara di samping jip militer. Jubah hitamnya berkibar, dan di wajahnya terpasang topeng rubah kayu yang sangat familiar.

Joni langsung memasang kuda-kuda waspada. "Si topeng rubah?!"

"Santai, Jon. Dia bukan musuh," kata Om Remon, menepuk pundak Joni agar menurunkan tensinya. "Seperti yang dibilang Master Johan tempo hari, dia adalah anak didik luar akademi yang ditugaskan untuk mengawasi pergerakan keluarga Baskoro. Mulai jam ini sampai sore nanti, dia yang akan menjadi lawan tandingmu (sparring partner)."

Assassin bertopeng rubah itu maju selangkah. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia menarik sebilah belati kembar (dual daggers) dari balik jubahnya. Bilah belati itu memancarkan aura hitam keunguan yang sangat pekat—energi khas faksi Assassin/Swordsman tingkat tinggi yang sudah diselaraskan dengan Resonance of Arcane Nexus.

"Dia tidak akan menahan kekuatannya, Joni," lanjut Om Remon, berjalan mundur ke arah menara pengawas. "Gunakan semua yang sudah kamu pelajari dalam tiga hari ini untuk menyentuh tubuhnya. Kalau kamu bahkan tidak bisa menyentuh bayangannya, jangan harap kamu bisa menang melawan Tian Baskoro hari Senin nanti."

SHUT!

Belum sempat Joni membalas ucapan Om Remon, sosok Assassin bertopeng rubah itu sudah lenyap dari pandangannya. Atmosfer di sekitar tebing mendadak menjadi sangat dingin.

Clang!

Insting bertarung Joni berteriak kencang. Ia secara refleks mengangkat lengan kanannya, membiarkan belati si topeng rubah menghantam langsung kulit lengannya yang kini sekeras baja kelabu. Percikan api memercik maut di kegelapan, namun kulit Joni sama sekali tidak robek.

"Kecepatan yang gila... tapi gue yang sekarang udah beda!" seru Joni.

Joni menekuk lututnya, memicu teknik Arcane Movement Burst. BOOM! Dengan satu hentakan listrik biru di kakinya, Joni melesat maju, membalikkan keadaan dan langsung melayangkan pukulan kombinasi straight dan uppercut berlapis petir ke arah topeng rubah tersebut.

Pertarungan sengit di batas perimeter pun pecah, menjadi ujian akhir bagi Joni sebelum melangkah ke arena kampus yang sesungguhnya.

BLAAMMM!

Tinju kanan Joni yang berlapis petir biru murni menghantam telak tanah berbatu hitam, menciptakan retakan besar dan kepulan debu tebal. Namun, Assassin bertopeng rubah itu sudah tidak ada di sana. Dengan kelincahan yang tidak masuk akal, ia melompat mundur, hinggap di atas sebuah pilar batu runcing dengan posisi berjongkok, jubah hitamnya berkibar pelan ditiup angin malam.

"Hah... hah... hah..." Joni berdiri di tengah kawah kecil buatannya sendiri, napasnya memburu.

Selama empat jam terakhir, Joni tidak berhenti menyerang. Setiap kali ia memicu Arcane Movement Burst, ia berhasil memangkas jarak, namun si topeng rubah selalu punya cara untuk menghindar di detik-detik terakhir menggunakan manipulasi bayangan faksi Assassin.

Meski begitu, ada satu hal yang membuat Om Remon—yang mengawasi dari kejauhan—tersenyum puas. Pakaian Joni memang robek di beberapa tempat akibat sabetan angin belati, tetapi tidak ada satu pun luka goresan dalam yang berhasil menembus pertahanan fisik murni milik Joni. Kulit kelabu metaliknya telah teruji sempurna.

Si topeng rubah menatap Joni dari atas pilar batu. Perlahan, ia menyarungkan kedua belati kembarnya ke balik pinggang. Gerakan itu menjadi penanda bahwa sesi *sparring* maut ini telah berakhir.

"Cukup," suara datar dan mekanis terdengar dari balik topeng rubah. "Ketahanan fisikmu sudah siap untuk menerima esensi kristal hitam. Kontrol energimu juga tidak lagi kasar seperti di stasiun kereta bawah tanah."

Joni menurunkan kuda-kudanya, membiarkan aliran petir di tubuhnya meredup perlahan masuk kembali ke dalam dantiannya. "Lo... sengaja gak menyerang titik fital gue dari tadi, kan?"

Assassin itu melompat turun dari pilar batu, mendarat dengan anggun di hadapan Joni. "Tugasku di sini bukan untuk membunuhmu, Joni. Tapi memastikan kau tidak mati konyol di hari Senin nanti."

Ia kemudian merogoh sesuatu dari balik jubahnya dan melemparkannya ke arah Joni. Sebuah gulungan kain hitam kecil yang diikat dengan tali segel spiritual.

"Apa ini?" tanya Joni sambil menangkap gulungan itu.

"Informasi mengenai rute gerakan faksi Mythic Peak di dalam Zona Merah yang berhasil kukumpulkan bersama Master Johan. Serahkan itu pada pamanmu," jawab si topeng rubah. Sebelum Joni sempat bertanya lebih jauh, sosok itu melangkah mundur, tubuhnya perlahan memudar menjadi kabut hitam dan menyatu dengan kegelapan perimeter luar.

Om Remon berjalan mendekat, langsung menyambar gulungan kain hitam itu dari tangan Joni dengan wajah serius. "Kerja bagus, Jon. Informasi dari si topeng rubah ini akan jadi kartu as Divisi Penyelidikan untuk menggulung tambang ilegal Baskoro."

Om Remon melirik jam tangannya yang kini sudah menunjukkan pukul lima sore di hari keempat. Beliau kemudian menepuk pundak kokoh keponakannya itu.

"Besok adalah hari kelima, hari terakhir jatah libur kuliahmu. Tidak ada latihan fisik lagi untuk besok. Kita akan pulang ke rumah. Kamu harus mengistirahatkan total tubuh dan pikiranmu agar sel-sel ototmu bisa mengunci kekuatan baru ini dengan sempurna."

Om Remon berjalan menuju jip militer tua miliknya. "Masuk ke mobil, Joni. Mari kita kembali ke kota. Hari Senin sudah di depan mata, dan saatnya menunjukkan pada dunia apa arti sebenarnya dari resonansi seorang Brawler."

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!