NovelToon NovelToon
Madu Pilihan Ibu

Madu Pilihan Ibu

Status: tamat
Genre:Poligami / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:205.9k
Nilai: 5
Nama Author: AniitaLee_

Tahun pertama pernikahanku bersama mas Abim kehidupan kami sangat harmonis dan bahagia, manakala diriku sudah mengandung buah hati dari cinta kita.
Tapi siapa sangka, tahun kedua pernikahanku di landa badai yang amat dasyat saat aku melahirkan seorang putri cantik yang justru di benci oleh ibu mertuaku yang menginginkan seorang penerus berjenis kelamin laki-laki.

Siapa sangka, diam-diam suamiku telah menikah dengan mantan sahabatnya. Yang merupakan wanita pilihan ibunya. Dan ibu mertuaku memintaku untuk menerima pernikahan kedua suamiku dan madunya itu.

Apakah yang harus aku lakukan? Bertahan atau melepaskannya? Ikuti kisahku..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AniitaLee_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Petuah

“Assalamu.....”

Plaaaakk!!!

Inara terkejut luar biasa baru saja hendak masuk ke halaman rumah ayahnya, ia sudah di hadiahi sebuah tamparan yang lumayan cukup keras. Sebelah wajahnya terasa kebas akibat tamparan itu. Bahkan wajah Inara terlihat memerah menahan rasa panas dan perih yang menjalar di area bekas tamparan sang ayah. Namun sekuat hati Inara berusaha untuk tidak menangis.

“Istri macam apa kamu Inara?! Sudah bersuami dan punya anak, tapi kamu malah enak-enakkan pergi berdua dengan pria lain! Istri macam apa kamu ini?”

bentak pak Karno ayah Inara dengan geram, begitu semalam Abim meneleponnya untuk mencari keberadaan Inara. Kini paginya ia malah melihat sang putri di antar oleh pria lain yang tidak ia kenal.

Karena terkejut akan bentakkan pak Karno barusan, baby Jelita pun terbangun dan menangis.

“Oeekk! Ooeekk! Ooekk!”

“Ayah sabar ayah, lihat bayi Inara sampai terbangun. Ayo Inara, sini bayimu biar mama yang gendong,” ujar Santi menawarkan diri.

Santi adalah istri kedua pak Karno yang merupakan mantan wanita penghibur. Dan semenjak menikah dengan pak Karno, Santi beralih menjadi ibu rumah tangga.

Inara pun enggan menyerahkan putrinya kepada ibu tiri yang sebenarnya masih belum ia terima kehadirannya. Mengingat wanita itu lah yang menyebabkan almarhum ibu kandung Inara meninggal dunia.

“Tidak usah berlagak baik, kamu bukan mamaku.”

 Ucapan Inara tidak ketus, namun begitu dingin dan menusuk.

Bu Santi pun mematung di tempat. Hatinya sedikit tercubit mendengar sikap ketus Inara kepadanya.

“Inara! Jaga ucapanmu! Santi itu sekarang sudah menjadi mamamu! Bersikaplah yang baik kepadanya.”

“Mas jangan terlalu keras dengan Inara mas, Inara ayo masuk ke dalam rumah kasihan bayimu Inara, ayo masuk!” bujuk Bu Santi dengan sabar kepada Inara.

Bu Santi tahu, masa lalunya lah yang belum sepenuhnya bisa di lupakan oleh anak sambungnya itu. Sehingga Inara putri sambungnya itu membangun tembok pembatas yang tinggi untuknya. Tanpa Inara tahu kebenaran di balik kisah masa lalu sang ayah dan istri keduanya.

Begitu mendengar pembelaan Bu Santi untuknya, hati Inara sedikit melunak dan membiarkan Bu Santi menggendong putrinya. Bagaimana pun Bu Santi juga sudah menjadi nenek Jelita sekarang.

Inara pun mengikuti ayahnya yang lebih dulu berjalan di depannya. Sambil salah satu tangannya memegangngi pipinya yang masih memerah akibat tamparan dari sang ayah. Inara sudah menebak, kalau hal itu akan terjadi. Sudah Inara pastikan, suaminya Abim pasti menelepon ke ayahnya untuk mencari keberadaannya.

“Duduklah!”

“Sekarang jelaskan kepada kami apa yang sebenarnya terjadi? Abim semalam menelepon kami, katanya kamu pergi terus tidak pulang. Ponselmu juga tidak aktif, dan siapa pria asing tadi?” tanya Pak Karno beruntun dengan wajah dinginnya.

“Mas sabar, satu-satu nanyanya mas,” sela Bu Santi yang berusaha mengontrol amarah sang suami agar tak kelepasan lagi.

Pak Karno pun menghembuskan nafasnya kasar. Pak Karno sudah cukup lelah dengan pekerjaannya sebagai petani, kini harus di hadapkan dengan aduan Abim tentang putrinya Inara yang pergi dari rumah.

“Inara hanya ingin bermain di luar yah, mas Abim sibuk terus soalnya.”

Untuk saat ini Inara tidak ingin membantah ayahnya, atau mengadukan perlakuan Abim kepada sang ayah. Itu akan jadi hal yang sia-sia mengingat pak Karno begitu menyanjung menantunya Abim yang seorang pegawai kantoran. Abim juga telah banyak membantu perekonomian pak Karno dan keluarganya.

“Astaga! Inara, berfikirlah yang jernih jangan seperti ibumu! Jika kalian ada masalah bicarakan baik-baik, jangan menghindar seperti ini. Ayah tidak pernah mengajarimu untuk lari dari masalah.”

“Ibu? Maksud ayah apa?”

“Sudahlah, kamu tidak perlu tahu. Sekarang yang jelas kamu harus memperbaiki perilakumu sebagai seorang istri. Ingat Inara, Abim itu sudah sangat baik kepada kita. Apa kamu lupa?! Abim sudah membelikan tanah untuk ayah garap senilai 300 juta. Dan memberikan modal 100 juta untuk modal tani ayah. Jadi kamu harus bersikap baik padanya Inara. Mengerti?!”

“Iya yah mengerti.”

Inara hampir melupakan kebaikan suaminya Abim yang satu itu. Abim memang sebaik itu kepada keluarganya. Bahkan selain sudah memberikan lahan serta modal untuk bertani, Abim juga sudah pernah berjasa melunasi hutang-hutang ayahnya di bank.

Makanya tak heran jika sang ayah begitu menyanjungkan menantunya itu di hadapan siapa pun. Bahkan membela seperti anak sendiri.

Namun bagi Inara itu hanya kenangan Abim yang dulu bukan Abim yang sekarang. Jiwa Inara masih shock usai mengetahui kegilaan Abim yang di lakukan pria itu akhir-akhir ini. Namun Inara masih menutupi jejak kebejatan Abim di hadapan ayahnya. Karena Inara inginkan, suatu hari ayahnya melihat langsung segila apa seorang Abim itu.

“Ayah minta maaf soal tamparan tadi, karena hati ayah sakit melihatmu bersama pria yang bukan suamimu Inara! Apalagi hati Abim suamimu! Kamu harus ingat statusmu dan anakmu!”

“Dia Indra yah, sahabat Inara dulu. Kebetulan dia dokternya Jelita. Kemarin dia yang merawat Jelita waktu sakit.”

“Tapi tetap saja kamu harus jaga jarak dengan pria lain karena kamu sudah bersuami Inara. Hormati suamimu!”

Inara hanya meringis mendengar petuah dari ayahnya. Bagaimana kalau hal ini terbalik pada suaminya, apakah ayahnya masih mengeluk-elukkan menantu kesayangannya itu?

“Ayah tidak tahu saja bagaimana perilaku mas Abim kepadaku. Mas Abim saja tidak menghargai kehadiranku, lalu untuk apa aku masih menghormati laki-laki yang sudah menghancurkan hati, jiwa dan mentalku yah?!”

“Inget pesan ayah Inara, membangun biduk rumah tangga itu tidak mudah. Kita harus menyatukan dua kepala dengan isi fikiran yang berbeda. Menurunkan ego kita demi bisa bersama dengan pasangan. Jangan menuntut terlalu sempurna, karena tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini Inara. Menikah itu harus saling melengkapi, saling mengingatkan akan kesalahan. Jadi jika Abim punya salah, bicarakan baik-baik lalu ingatkan dan maafkanlah. Jangan kabur seperti ini, bicarakanlah dari hati ke hati. Apa pun yang terjadi dengan Abim, sebagai istri kamu harus terus mendukung dan menemani di sampingnya Inara.”

“Baik yah.” sahut Inara sambil menunduk.

Tidak ada sangkalan yang keluar dari bibir tipis Inara. Karena bagi Inara, ini bukanlah waktu yang tepat.

“Ya sudah, sekarang makan dan beristirahatlah. Ayah akan telepon kan Abim untuk menjemputmu.”

“Tidak usah yah! Inara pulang sendiri.”

“Kamu masih punya suami Inara, jangan suka berpergian seorang diri. Apalagi pergi dengan pria asing lagi. Inget statusmu!”

“Baik ayah.”

Kali ini Inara hanya bisa menurut kepada Pak Karno ayahnya. Untuk membicarakan alasannya ke rumah itu pun Inara belum sampai hati. Melihat kehidupan sang ayah yang sepertinya terlalu tergantung dengan suaminya Abim.

Inara berusaha memikirkan apa yang di ucapkan ayahnya barusan. Akankah ia harus menerima kehadiran Jenita sebagai madunya? Atau memilih bercerai saja.

Yang jelas saat ini, Inara harus memikirkan matang-matang keputusannya agar ia tidak mengambil langkah yang salah. Dan menyesalinya di kemudian hari.

Bersambung ...

1
Erna Lubis
good jub
Nur Lela
luar biasa
Lee: Terima kasih sdah brkenan mampir di novel saya ya kak 🤗
total 1 replies
Yenisia Afila
sepertinya kerjaan papahnya bela
Ruzita Ismail
Luar biasa
Lee: Terima kasih banyak sdh brkenan mampir di kisah Inara ya kak 😍
total 1 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Happy Ending
Selamat buat Inara dan Indra pny anak kembar dan jelita
Atmita Gajiwi
/Determined//Kiss//Rose/
Lee: Terima kasih bnyak utk 🌟 limanya kak...sehat selalu serta lncar rezekinya...😘😍
Jika brkenan mau ampir jg di novel otor yg baru ya kak ..🤗
total 1 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Selamat inara udh hamil anak Indra
DinDut itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Wah Inara keren bs membunuh mereka yg telah membuat hidup nya seperti itu
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Ternyata Abian dan pak karno dalang di balik semuanya
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Pasti krj Abian tuh
Inara hrs mengusut sampai tuntas
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Buk Retno aja yg meninggal Indra jgn
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Jujur Ry takut novel sad ending kyk Gaby Kk bust
efridaw995@gmail.com
kapan bahagia nya Inara Thor masa mo di tinggal selama sama Indra
klo indra tidak selamat malas lanjut baca nya
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
aduh duh konflik blm selesai juga ya Kk
DinDut Itu pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Akhirnya Indra dan Inara unboxing juga
Buk Retno bnr2 pembuat masalah nih
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY: Iya Kk usahakan tamat biar fokus nulis novel baru
total 2 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Pasti Bian yg bawa buk Retno sampai kesana
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
Lee: Makasih banyak ya Ry, maaf blum smpet mampir lg dkaryamu Ry.. 🙏
total 1 replies
Aerik_chan
support sistem dari suami dan keluarga sangat dibutuhkam
Aerik_chan
woylah sahabat macam apa itu, tidur seranjang...ini lagi praktek biologi apa???
Omah Tien
lasada suka gangu lg asik kalau mau kita bisa cari ko
Omah Tien
lasada bikin pusi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!