NovelToon NovelToon
Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:399.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: LaQuin

Lyra mencoba untuk bertahan meski ia terluka oleh kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui setelah 6 bulan lamanya. Suami tercinta tega menduakan cintanya dan bermain api dengan Ibunya sendiri.

Rumah Tangga seumur jagung bagai neraka untuk Lyra. Lantas bagaimana ia harus menghadapi situasi ini?

Baca kisahnya yuk readers...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Sahabat Papa

Bab 33. Sahabat Papa

(POV Author)

Setumpuk buku-buku sudah di tangan Lyra dan langsung di bawakan oleh Teguh untuk di bayar di kasir. Lyra merasa tidak enak Teguh terus berkorban untuk dirinya. Dalam hatinya berjanji, begitu warisan selesai di urus nanti, ia akan memberikan Teguh beberapa bagian.

"Abang nggak ngantor hari ini?"

"Cuti Abang masih ada sampe hari ini. Besok Abang baru aktif kerja lagi."

"Terus kita mau kemana lagi ini Bang?" Tanya Lyra melihat sekitar arah yang di lewati Teguh bukan jalan menuju Apartemen Teguh.

"Kita akan kerumah sahabat Papa mu.."

"Papa punya sahabat?"

"Kamu nggak tahu Cil?"

"Aku lupa Bang."

"Namanya Hasan Sanusi. Kita akan mencari tahu darinya."

Lyra mengangguk. Lalu pandangannya pun lurus kedepan setelah Teguh kembali fokus menyetir.

Sesekali Lyra menatap ke luar jendela, bukan melihat gedung-gedung atau bangunan rumah-rumah yang mereka lewati, melainkan bertanya dalam hatinya, mengapa sang Papa sampai bisa menikahi Kamila, ibu tirinya. Lalu siapa wanita yang telah melahirkannya sesungguhnya.

Lyra berpikir mungkinkah bila ibu kandungannya masih hidup akan menyayanginya dan memberinya kekuatan seperti Umi Teguh padanya?

Sebulir cairan bening menetes di pipinya. Lyra segera mengusap cairan itu dan berusaha untuk tegar kembali.

Macet di ibukota tidak menghentikan perjalanan mereka walau menghabiskan waktu lebih dari sejam lamanya untuk sampai di tujuan. Sebuah bangunan dua lantai dengan kebun mini di halaman rumahnya sebagai titik akhir dari maps yang di tampilkan dari monitor mobil Teguh. Mereka sudah tiba di rumah sahabat sang Papa.

Teguh dan Lyra keluar dari mobil dan berjalan mendekati pintu rumah yang tingginya satu meter setengah itu.

Jatung Lyra bedegub kencang akan bertemu sahabat sang Papa. Dan khawatirannya itu terlihat jelas di wajahnya yang hingga Teguh meraih tangannya dan menggenggamnya.

Hati Lyra menghangat dan perlahan-lahan kecemasan itu pun pudar dan menghilang.

"Udah siap Cil?"

Lyra menatap Teguh, lalu mengangguk pelan.

Teguh pun lalu memencet bel pintu yang terletak tidak jauh dari mereka.

Tidak lama mereka menunggu, pintu pun di buka. Seorang pembantu rumah tangga tampak membukakan pintu untuk mereka.

"Maaf, cari siapa..."

"Betul ini rumahnya Bapak Hansan Sanusi Bu?"

"Iya benar Den. Aden ada perlu apa? Biar saya sampaikan ke Bapak dulu."

"Saya pengacara dari Lyra Larasati, putri dari Almarhum Bapak Muhammad Zailudin, ingin bertemu dengan beliau."

"Baik, sebentar ya Den. Akan saya sampaikan dulu ke Bapak."

Teguh mengangguk.

Pekerjaan rumah tangga itu pun kembali masuk ke dalam rumah dan memanggil majikannya.

Tidak lama kemudian, keluarlah seorang laki-laki paruh baya dengan perawakan besar tinggi dan masih terlihat segar di usianya.

"Lyra!"

Lyra menoleh ke arah Teguh karena pria paruh baya itu mengenali dirinya.

"Selamat siang Pak Hasan, saya Teguh dari Firma Jaya Abadi, pengacaranya Lyra." Ujar Teguh menyapa sambil tersenyum mengulurkan tangannya untuk di jabat.

"Oh, selamat siang Pak Teguh."

Mereka pun berjabat tangan.

"Bapak kenal dengan Lyra?" Tanya Teguh setelah mereka selesai berjabat tangan.

"Tentu saja. Dia putri satu-satunya Almarhum Zail. Ayo masuk, kita berbicara di dalam."

"Baik Pak, terima kasih."

Teguh dan Lyra mengikuti langkah Hasan Sanusi menuju ruang tamu. Kemudian mereka pun duduk di sofa empuk berwarna putih gading itu.

"Bagaimana kabarmu Lyra?"

"Alhamdulillah sehat Om." Jawab Lyra.

"Bagaimana kabar Mamamu dan dimana suamimu? Maaf Om jarang sekali mengunjungimu."

"Jadi Bapak sudah tahu Lyra sudah menikah?" Tanya Teguh.

"Ya, Saya datang ke acara pernikahannya beberapa bulan lalu bersama pengacara. Ada apa Pak Teguh? Apa sesuatu telah terjadi?"

Teguh merasa lega. Seorang pengacara baru saja di sebut oleh Pak Hasan yang berarti mereka akan segera bisa menyelesaikan masalah Lyra.

"Hari ini Saya baru saja mendampingi Lyra memasukan gugatan cerainya ke kantor Pengadilan Agama."

"Astagfirullah...,ada apa Lyra?" Tanya Pak Hasan.

Lyra menunduk, wanita itu malu harus mengungkapkan kembali apa yang terjadi pada dirinya.

Teguh yang melihat Lyra menunduk dan tak mampu menjawab merasakan wanita itu sedang berkecamuk kembali hatinya. Ia pun mengeluarkan handphone-nya dan ingin memperlihatkan sebuah video bagian dari bukti-bukti yang ia kumpulkan kepada Pak Hasan.

"Silahkan Bapak lihat ini."

Teguh memberikan handphone-nya kepada Pak Hasan. Dengan raut wajah bingung, Pak Hasan menerima dan membuka video yang berdurasi cukup lama itu.

"Astagfirullahaladzim..."

Pak Hasan langsung menghentikan putaran video itu, hanya dalam beberapa detik. Lalu mengembalikan handphone itu kepada Teguh.

Pak Hasan membuang napas kasar sambil menggeleng-geleng kepala seakan-akan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.

"Bapak tahu siapa dua orang di dalam video ini?" Tanya Teguh.

"Biaddap mereka!" Umpat Pak Hasan geram.

(Sengaja ketikan huruf dobel agar tidak di sensor pihak aplikasi ya readers).

"Kami pun tidak menyangka mereka akan berbuat seperti itu. Dan itu lah sebabnya, Saya dan Lyra datang mencari Bapak, untuk menyelesaikan masalah Lyra." Ungkap Teguh.

Pak Hasan mengangguk.

"Sudah berapa lama mereka berbuat jahat kepadamu Lyra?" Tanya Pak Hasan yang menatap sendu Lyra seakan-akan hatinya ikut tergores dan luka akan apa yang terjadi dalam rumah tangga Lyra.

Bukan tanpa sebab Pak Hasan merasakan demikian. Muhammad Zailudin adalah sahabat terbaiknya, yang selalu membantunya ketika ia berada dalam keterpurukan hidupnya. Disaat keluarga dan sahabat-sahabatnya yang lain menjauh, Muhammad Zailudin justru mendekat dan mengulurkan tangan padanya. Budi baik itu membekas dalam hati Pak Hasan sampai sekarang.

"Lyra baru satu bulan ini mengetahuinya Om." Jujur Lyra.

"Sepertinya hubungan mereka sudah lama Pak. Bahkan menikahi Lyra hanyalah sebuah rencana."

"Maksud Pak Teguh?"

"Ya, Pak. Mungkin seperti apa yang sedang Bapak pikirkan saat ini. Dan saya memiliki bukti yang kuat akan hal itu."

Pak Hasan tersandar di sofa empuknya. Tak percaya nasib miris menimpa anak dari sahabatnya.

"Saya akan memberikan kalian alamat pengacara yang mengurus warisan Zailudin. Dia pengacara senior dan belum lama ini pensiun dari pekerjaannya. Sebentar..."

Pak Hasan bangun dari duduknya, lalu beranjak menuju sebuah ruangan. Tidak lama kemudian, ia kembali dengan sebuah kartu nama di tangannya.

"Ini kartu nama beliau. Coba temui dia sebelum segalanya terlambat." Ujar Pak Hasan.

"Terima kasih Pak."

Dengan senang hati, Teguh menerima kartu nama itu.

"Kalau begitu, kami akan langsung menemui beliau." Ujar Teguh kemudian beranjak bangun dari duduknya, di ikuti Lyra.

"Lakukan yang terbaik untuk Lyra. Lyra maaf, Om hanya bisa bantu kamu seperti ini saja."

"Nggak apa-apa Om. Informasi dari Om saja sudah sangat membantu untuk Lyra."

Pak Hasan mengusap kepala anak sahabatnya itu.

"Om, apa Om tahu siapa Ibu kandung Lyra?"

Rupanya sedari tadi Lyra diam karena memikirkan siapa Ibu kandungnya.

"Loh, kamu nggak tahu?"

Lyra menggeleng pelan.

"Nggak ada satu pun foto Ibu kandung Lyra di rumah itu om. Karena itu Lyra menyangka Mama Kamila adalah Ibu kandung Lyra."

Pak Hasan kembali membuang napas kasar. Lagi-lagi ia merasa marah dengan perbuatan Kamila.

"Sebentar, sepertinya Om punya."

Lyra menatap Teguh begitu pun sebaliknya. Teguh tahu apa yang Lyra pikirkan. Tentu dalam hati wanita itu merasa deg-degan akan melihat wajah sang Ibu kandung yang terlupakan setelah 19 tahun lamanya.

"Iya Om."

Pak Hasan melangkah kembali menuju ruangan tadi. Lyra dan Teguh merasa itu adalah ruangan kerja Pak Hasan karena sekilas tampak berjejer buku-buku yang tersusun rapi.

Tidak lama kemudian Pak Hasan kembali dan memberikan sebuah foto kepada Lyra.

Sontak mata Lyra mengembun melihat foto itu. Di dalam foto itu ada Pak Hasan yang berdiri di samping Papanya. Dan di samping Papanya ada seorang wanita cantik dan ayu yang mengenakan kebaya berwarna mocca sambil tersenyum manis menggandeng lengan sang Papa.

Bersambung...

1
Ulfayanty Syamsu Rajalia
tolol nangis aj trus sampai kiamat bego banget si knp gk manggil warga bego
Deuis Hilmatussa'dah
Kecewa
Deuis Hilmatussa'dah
Buruk
74 Jameela
manusia berhati iblis tuuh andi😠
74 Jameela
lyra...cemungut yooooo..
hempaskn para bunga bangkai itu
74 Jameela
kyok jallang dech jd ny si clara..
maksain diri amiiiittttt
74 Jameela
waduh..gaswat..
salah sangka..tiwas berbunga hati tryt berbunga bangkai
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
kaget aq
Vindy swecut
uuwwooowww/Gosh//Gosh//Gosh/
Vindy swecut
sumpah ngakak banget...lucu banget si onta timur ini...gemes deh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ristieriswanharti
terbangun haus air minum lewat depan kamar mamah dapur suara desahan miling 😂
Sivia
/Facepalm/
Akbar Razaq
Rasain di culik bener bener ya gak bs di bilangin di cemasin orang gak bs jaga diri juga tapi ngeyel sukurin.
Akbar Razaq
mendadak minta di kawinin gatal ya...urusan aja lo gak bs apa apa klo gak ada temem sama teguh.duh lemot amat ya Si Lyra gemes deh
Akbar Razaq
untung ketemu orang baik klo enggak habis lo.agak kesal sih sama Lyra yg agak.bodoh juga.
Akbar Razaq
Nah kenapa gak sekalian.lo undang orang orang buat lihat secara life kelakuan mereka.li bodoh juga sih
Akbar Razaq
Bodoh.mereka jadi hati hatikan??
harus nya selidiki diam diam saat mereka mengira kamu gak curiga klo gini kan mereka waspada dasar. Polos apa goblok. gregeten akunya 😄
Akbar Razaq
Beneran Lyra mmg terlalu polos harusnya di selidiki mana ada maling yg ngaku.dodol?
Akbar Razaq
Ya ampun ternyata othor belum kasih jalan smua ini blum terkuak.😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!