NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Cintapertama
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Asha dijodohkan oleh keluarga dengan tuan muda dari keluarga Rahardi. Keluarga nomor satu di kota mereka. Pria itu tampan, mirip aktor luar negara, bahkan terlihat bak anime hidup. Hanya saja, itu saat ia tidak bergerak saja. Jika ia bergersk atau berbicara, dia berbeda dari yang kaum hawa harapkan. Pria itu gemulai, kemayu, pria bertulang lunak atau apapun lah itu sebutan untuk dia yang berbeda dari pria pada umumnya.

Perjodohan itu karena hutang budi papa Asha pada keluarga Irza. Namun, dibalik itu semua, ada hal tersembunyi yang Asha tidak ketahui. Apakah hal tersembunyi itu? Yuk! Ikuti kisah mereka sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps*5

Sepanjang perjalanan menuju kampus, Irza terus menatap layar ponsel di mana nomor kontak Asha ada di depan layar tersebut. Fokusnya tak teralihkan sedikitpun dari layar ponsel itu. Seolah, di sana ada hal yang paling mengasikkan untuk di lihat.

Pak Kamil, sopir yang selalu mengantar tuan muda Rahardi itu ke manapun si tuan muda ingin pergi, sudah melirik tuan mudanya berulang kali. Perhatiannya terpecahkan karena Irza yang biasa suka menikmati dunia luar dari balik kaca mobil, kini malah sibuk memperhatikan layar.

"Tuan muda."

"Eh, iya?"

"Tuan muda sedang memperhatikan apa?"

Irza mengalihkan pandangan dari layar ponsel.

"Itu ... sedang lihat saja, Pak."

"Tumben lihat layar ponselnya seserius itu, Tuan muda. Kayak ada yang paling asik aja."

Irza hanya bisa nyengir kuda saja. Dia tidak punya jawaban untuk apa yang baru saja pak Kamil katakan. Beberapa saat kemudian, perhatian yang awalnya berhasil ia alihkan, kini kembali fokus ke satu pandangan. Lagi-lagi Irza menatap layar ponselnya dengan pandangan yang serius.

'Mama benar. Aku hanya kurang keberanian sebelumnya, hingga sampai ke titik ini tidak berhasil mendekati orang yang aku suka.' Anak itu bicara dalam hati.

'Apa ... aku hubungi saja dia sekarang? Ku ajak ketemu untuk bicara soal perjodohan itu. Atau, aku .... Nggak. Jangan sekarang. Karena ini bukan saat yang tepat.'

Ada akhirnya, Irza tetaplah Irza. Keberaniannya untuk berbicara dengan Asha tetap tidak bisa ia bangun walau hanya bicara lewat udara melalui pesan singkat saja.

'Ya Tuhan ... kenapa ini sulit sekali buat aku?'

"Tuan muda. Kita sudah sampai do gerbang sekolah sekarang."

"Ah. Maaf, pak Kamil. Aku turun sekarang."

Tidak ada yang berubah hari ini. Semua berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Irza tetap melakukan hal-hal yang biasa ia lakukan. Belajar dengan baik. Mengabaikan cemoohan yang teman sekampusnya berikan. Lalu, melewati waktu dengan tenang seperti biasa.

Padahal sesungguhnya, hati Irza tidak setenang yang dia perlihatkan di luaran. Perasaannya sedang tidak baik-baik saja sejak kemarin. Pikirannya pun sedang terbebani dengan orang yang sangat ia sukai.

'Mungkin aku harus temui dia saat jam kuliah selesai.'

'Ayo, Za. Kamu bisa, Za. Bisa.'

Beberapa saat kemudian, waktu kuliah akhirnya usai. Irza bergegas membereskan barang-barang miliknya. Lalu, segera beranjak meninggalkan kelas.

Di lorong menuju kelas Asha, pria itu malah bertemu dengan geng anak nakal yang suka mengganggu.

"Eh, mas Irza. Mau ke mana, Mas? Jalan pulang di sana noh," ucap salah satu dari tiga orang cowok yang sedang berdiri di lorong tersebut.

"Ada urusan."

"Ooo ... mas Irza ada urusan. Kamu dengar itu, si mas nya ada urusan."

"Aku sedang tidak ingin bercanda. Tolong menyingkir."

"Astaga, Mas. Galak amat."

"Iya, Mas. Jangan galak-galak. Entar gak ada cowok yang mau sama kamu lho."

Cowok? Ah, Irza sudah kebal akan kata-kata itu. Katanya memang tidak salah. Tapi makna dibalik kata itulah yang sangat salah. Mereka selalu mencemooh Irza yang gemulai dengan hal-hal yang bertolak belakang dengan karakter sebenarnya.

Mereka selalu beranggapan kalau Irza yang gemulai ini tidak normal. Sudah belok atau apapun itu. Tentu saja itu cukup untuk menyakiti hati Irza. Walau fisiknya bertolak belakang dengan lelaki kekar yang terlihat pada umumnya. Tapi hatinya tetap normal. Batinnya tidak belok sedikitpun.

Irza menggenggam tali tas punggung yang terpasang di bahunya. Tatapannya tajam bukan kepalang. Tapi, amarahnya tidak lepas. Amarahnya masih tertahan dengan baik. Nada bicaranya juga masih rendah.

"Tolong jangan halangi jalan ku sekarang. Ada hal penting yang harus aku lakukan. Menyingkir lah. Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni candaan kalian."

Irza langsung melangkah setelah melihat celah untuk pergi dari tempat tersebut. Hidupnya memang tidak mudah. Saat ia berjalan, cemoohan terus saja mengiringi langkah kakinya. Tawa mengejek jarang tinggal dari telinga. Selalu saja ada. Bahkan, bisikan-bisikan kecil tentang fisiknya tak pernah mereda, atau berkurang sedikitpun. Padahal, mereka semua tidak ada baru mengenali dia. Mereka sudah kenal sejak lama. Tapi tetap saja, masih menatapnya dengan tatapan asing penuh akan penghakiman.

'Abaikan, Irza. Abaikan. Semua akan baik-baik saja. Kamu sudah terbiasa. Semua itu bukan apa-apa.'

Perjalanan singkat yang terasa sangat panjang bagi Irza akhirnya sampai ke tempat yang ingin pria itu tuju. Kelas Ashanti yang ada di ujung lorong kampus tersebut.

Sampai di depan kelas, ia langsung di tatap dengan tatapan asing. Namun, dia mengabaikan tatapan itu. Sayangnya, saat mata menelusuri setiap tempat dari ruang kelas yang selama ini Asha tempati saat jam kuliah berlangsung, orang yang Irza ingin temui tidak terlihat di sana.

"Maaf, ada perlu apa?" Tanya seorang perempuan yang tak lain adalah teman dekat Asha.

"Eee ... Asha .... Asha di mana?"

Gadis itu menoleh ke samping tempat di mana teman wanita yang lainnya masih duduk manis. Sesaat mereka saling bertukar pandang karena pertanyaan tersebut.

"Sha tidak masuk. Ia izin hari ini."

Seketika, harapan Irza langsung pupus. Semangat yang awalnya ia bangun dengan susah payah, kini menghilang. Putus asa pun datang melanda.

"O-- oh ... begitu?"

"Iya. Memangnya, ada urusan apa nyari Asha?" Akhirnya, gadis yang masih duduk itu ikut bicara.

Irza hanya bisa tersenyum kecil sambil menggeleng. "Nggak. Cuma keperluan kecil saja."

"Terima kasih," ucap Irza sebelum beranjak meninggalkan pintu kelas Asha.

Baru juga beberapa langkah Irza beranjak, suara berisik langsung terdengar dari dalam kelas tersebut. Suara itu seakan sangat tidak sabar untuk membicarakan dirinya di belakang. Tidak menunggu dirinya hilang dari pandangan lagi.

"Dia Irza kan? Anak fakultas ekonomi yang gemulai itu?" Salah satu siswa angkat bicara.

"Ya iyalah. Gak lihat kamu barusan gaya jalannya. Uh ... lemah gemulai. Lebih lembut dari perempuan."

"Sayang banget lho dengan wajah setampan itu, kalo kekar kan luar biasa banget."

"Rugi banget mamanya ngelahirin dengan wajah yang setampan itu tapi malah jadi pria kemayu."

Ucapan itu masih bisa Irza dengar dengan sangat jelas. Kalau ditanya hatinya terluka atau baik-baik saja. Jelas jawabannya terluka. Sangat-sangat terluka. Fisiknya selalu saja jadi bahan omongan padahal dia sama sekali tidak menginginkan hal itu.

Irza mempercepat langkah kakinya agar tidak lagi mendengar apa yang mereka bicarakan. Sementara itu, di dalam kelas, Cindy dan Laura yang diam sejak tadi akhirnya bicara juga.

"La, dia nyariin Asha buat apa?"

"Ya mana aku tau. Mungkin Sha bikin si gemulai ini terusik barang kali," ucap Laura enteng tanpa beban.

"Astaga. Mana mungkin. Sha gak mungkin ganggu orang. Apalagi dia kan?"

"Ya, aku tahu. Aku kan cuma jawab asal aja, Cindy. Kita ini kan teman Sha. Ya jelas kita tahu dong kek mana wajah asli teman kita."

1
Patrick Khan
berangkat bulan madu aja siapa tau nti kecebong hadir🤣😁
Rani: wkwkwkwk ... kayaknya gak perlu deh. cebongnya hadir gak perlu ke mana2 deh kek nya. 🤣
total 1 replies
Patrick Khan
pelakor muncul🔨🔨
Patrick Khan
aku suka😍😍😍
Patrick Khan
bikin asha cepet hamil ya kak😁
Rani: huahahahahaha... sabar atuh, nona. butuh proses ya
total 1 replies
Patrick Khan
ow gitu ternyata irza suka dr dulu tp gk berani ungkapin
Anime aikō-kā
e
Hari Dunddung
kenapa dikit banget up nya Thor 😭😭😭
Rani: uhuk, othor mu banyak kerjaan atuh akhir2 ini. mana ada acara lagi.
total 1 replies
Patrick Khan
ayo irza tunjukan km bisa dan berubah jd lebih jreng🤣🤣🤣
Rani: wkwkwkwkw.... aduhhhaiiiii
total 1 replies
Rani
mana nih yang lain. Yang udah nungguin Irza dan Asha menyatu. Mana nih mana?
Patrick Khan
akhirnya gol jg permisa🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan: ahhh kakak tau aja yg gol di tunggu😁😁😁
total 2 replies
Patrick Khan
knp yg di bahas itu2 aja sih😭😭😭😭
Rani: apa atuh?
total 1 replies
Hari Dunddung
Author jahat banget sich.....lagi tegang²nya BERSAMBUNG 😭😭😭😭😭
Hari Dunddung: 😭😭😭😭😭
total 2 replies
Dew666
Kok kasian banget ya sama irza
Rani: anak aku ini penuh cobaan tau gak sih? k
total 1 replies
partini
aku Nambung bab dulu ya Thor gumussss Banggt ga tahan akuh 🤭
Rani: eh ... kamu ya
total 3 replies
Hari Dunddung
Sekali² bikin Irza garang Thor biar pada diam teman² nya
Rani: ada entar. saat ia belain Asha, dia akan berubah.
total 1 replies
partini
si Irza ini di lemppar kotoran ke muka pun diem Bae gumusss aku , gemulai sih gemulai za tapi ga gitu juga kali kaya ga punya harga diri Banggt kamu
partini
secara what hah ?aihhhh gemulai gitu kalian pikir gemulai si Otong juga ikut lunglai CK CK CK
ga salah juga ya Thor secara melambai 🤭🤭😂
Kar Genjreng
siap siap tempur ya Sha Jangan ngira Suami gemulai lantas tidak punya senjata Kamu salah BESAR. coba sekali Kamu Ok,, langsung di exekusi oleh si gemulai hingga loyo ,,,nnt terheran mengapa si gemulai senjatanya mirip jagung bakar jumbo hahaha

🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan
sah sahhhhh👏👏👏👏
Kar Genjreng
suka suka kamu lah Asha. cuma jangan keseringan di perlakukan seperti itu tidak baik juga buat suami jadi ga punya harga diri karena selalu ngalah,,, begitu di masalh ada pas di rumah , tetapi bila di luar kamulah yang bisa menghargai,,,👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!