NovelToon NovelToon
LEGENDA KULTIVATOR GILA

LEGENDA KULTIVATOR GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

​Langkah kaki Wu Tian dan Wu Lin terdengar beraturan saat mereka menapaki anak tangga batu kuno menuju Gua Spiritual Puncak Langit. Tempat ini adalah area paling sakral di seluruh wilayah teritorial Klan Wu, sebuah zona terlarang yang dijaga ketat oleh formasi pelindung kuno tingkat tinggi serta barisan tetua tetua sepuh klan. Namun hari ini, para penjaga gerbang berambut putih itu hanya bisa menundukkan kepala mereka dengan sangat segan, menatap Wu Tian dengan kombinasi rasa penasaran dan ketakutan yang mendalam.

​Menggunakan Kunci Giok yang diterimanya kemarin, Wu Tian menyentuh permukaan gerbang batu raksasa.

​RUMMMBLE...

​Pintu batu itu bergeser perlahan, seketika melepaskan embusan kabut energi spiritual (Qi) yang sangat tebal dan pekat layaknya awan putih cair yang langsung menyelimuti tubuh mereka.

​Wu Tian melirik sekilas ke dalam gua, lalu menunjuk sebuah kolam spiritual alami yang airnya memancarkan riak energi murni di tengah ruangan. "Kamu berkultivasi di dekat kolam itu," ucap Wu Tian dengan nada datarnya yang khas.

​Malam pun tiba dengan cepat, membawa hawa dingin ekstrem khas puncak gunung yang mulai menusuk tulang. Wu Lin yang sedang bersila di dekat kolam tampak sedikit menggigil. Merasakan penurunan suhu tersebut, Wu Tian yang berdiri tidak jauh darinya melangkah maju tanpa banyak bicara. Ia melepaskan jubah luar biru tuanya yang tebal, lalu menyelimutkannya ke pundak ramping Wu Lin sebelum berbalik berjalan menuju sudut gua yang paling gelap dan terisolasi.

​Di tengah kegelapan, Wu Lin memeluk jubah tebal yang masih menyisakan aroma tubuh hangat Wu Tian itu dengan wajah yang seketika merona merah padam.

​Di sudut gua yang paling gelap, Wu Tian duduk bersila. Kegelapan di sekelilingnya seolah menyatu dengan aura sunyi yang biasa ia pancarkan. Ia merogoh balik pakaiannya, mengeluarkan Batu Inti Yunzhou berwarna ungu pekat yang memancarkan pendar cahaya mistis.

​Tanpa keraguan sedikit pun, Wu Tian mengepalkan tangan kanannya.

​KRAAAK... PRASSH!

​Cengkeraman fisik murninya meremukkan kristal legendaris itu hingga hancur berkeping-keping. Cairan energi ungu murni yang teramat padat meledak keluar, namun sebelum sempat menguap ke udara, cairan itu langsung terserap masuk secara paksa melalui pori-pori kulit tangan Wu Tian, mengalir cepat membanjiri seluruh jaringan pembuluh darahnya.

​DEG...!!!

​Sentakan energi dari batu wilayah tersebut bertindak bagai palu godam yang menghantam paksa gerbang segel di dalam jiwanya. Detik itu juga, kesadaran Wu Tian terlempar keluar dari realitas gua, jatuh ke dalam sebuah pusaran kilasan ingatan purba yang teramat masif dari Daratan Agung Shenzhou.

​Di dalam benaknya, langit berubah menjadi merah darah yang pekat. Wu Tian melihat sesosok entitas raksasa—yang anehnya adalah dirinya sendiri—berdiri dengan angkuh di puncak Gunung Tengkorak Abadi. Entitas itu memegang sebilah tombak hitam yang memancarkan hawa kematian yang sanggup merobek hukum semesta. Di bawah kakinya, jutaan pasukan iblis bertubuh raksasa dan petarung fisik purba berlutut menyembah, meneriakkan nama aslinya di masa lalu sebagai sosok tirani absolut yang paling ditakuti oleh seluruh sekte dewa dan penguasa langit.

​Kilasan berikutnya bergeser pada sebuah pertempuran agung yang apokaliptik. Tujuh Penguasa Ranah Langit Tertinggi—para dewa yang menguasai hukum alam semesta—berkumpul bersama, mengeroyoknya dengan segala jenis senjata pusaka kedewataan karena rasa takut yang teramat sangat akan kekuatan fisik monsternya yang sanggup menghancurkan tatanan langit. Hantaman gabungan tujuh penguasa itulah yang akhirnya menghancurkan tubuh aslinya, merobek jiwanya menjadi serpihan, dan melempar sisa raganya jatuh menembus ruang dan waktu hingga terdampar di wilayah Yunzhou yang terpencil ini.

​ZUUUT!

​Kesadaran Wu Tian tersentak kembali to dunia nyata. Napasnya memburu berat, dan untuk pertama kalinya dalam hidup, sepasang mata hitam legam Wu Tian memancarkan seulas kebingungan yang teramat sangat. Ia menatap telapak tangannya sendiri yang dipenuhi kabut hitam dalam kegelapan gua.

​Siapa aku yang sebenarnya?

​Pertanyaan itu bergema hebat di dalam kepalanya. Sejak terbangun di wilayah cabang terpencil, ingatan masa kecilnya menunjukkan bahwa ia adalah bagian dari keturunan darah Klan Wu, seorang bocah luar yang dicampakkan karena tidak memiliki bakat spiritual. Namun, kilasan ingatan barusan terasa terlalu nyata, terlalu pekat, dan terlalu agung. Apakah dia benar-benar anak manusia jelata dari Klan Wu yang kebetulan memiliki kelainan fisik, ataukah dia sebenarnya adalah reinkarnasi dari iblis penguasa tirani purba penghuni daratan Shenzhou yang sedang meminjam raga manusia ini? Batas antara identitas manusia luar dan monster masa lalu itu mendadak menjadi abu-abu, menciptakan labirin kebingungan di dalam benaknya.

​Namun, insting predator di dalam tubuhnya tidak membiarkan Wu Tian tenggelam dalam kebingungan terlalu lama. Darah purbanya yang telah terpicu oleh ingatan masa lalu mendadak bergejolak menggila.

​BOOOM...!!!

​Kabut hitam pekat yang sarat akan hawa kematian murni meledak hebat dari sekujur pori-pori kulit Wu Tian. Aura hitam itu bergerak dengan sangat rakus, menelan dan mengisap habis seluruh kabut Qi putih cair di dalam gua spiritual serta sisa energi ungu dari batu inti secara paksa.

​KRAK! KRAK! RETAK!

​Suara derit tulang, sendi, dan otot Wu Tian yang patah lalu menyatu kembali berulang kali terdengar teramat mengerikan di sudut gua. Tubuh fisiknya sedang dipaksa berevolusi, meremukkan struktur manusia biasa dan membangun kembali fondasi tubuh tirani Shenzhou yang sempat hancur di masa lalu. Setiap jengkal serat ototnya memadat hingga ke tingkat yang tidak masuk akal.

​Seiring dengan evolusi gila tersebut, satu jurus fisik purba tingkat rendah dari memori Shenzhou-nya berhasil pulih sepenuhnya: "Tinjuan Penghancur Altar"—sebuah teknik eksekusi yang murni mengompresi tekanan udara dan kerapatan massa menjadi daya hancur absolut tanpa membutuhkan seulas pun energi spiritual (Qi).

​Beberapa hari berlalu dalam keheningan kultivasi yang intens. Ketika fajar hari terakhir menyingsing, Wu Tian perlahan membuka sepasang matanya. Kilatan hitam di dalam matanya kini tidak lagi sekadar kosong, melainkan memiliki sorot keagungan dingin dari seorang penguasa masa lalu yang telah menemukan kembali sebagian jati dirinya.

​Di dekat kolam, Wu Lin juga baru saja membuka matanya. Berkat kepadatan energi gua, ia berhasil menerobos satu tingkat kecil dalam kultivasinya. Namun, saat ia menatap ke arah Wu Tian yang sedang berjalan keluar dari kegelapan sudut gua, Wu Lin reflek menahan napasnya sejenak. Hawa kehadiran Wu Tian terasa jauh lebih menindas, lebih pekat, dan lebih berbahaya dari beberapa hari yang lalu, membuat instingnya merasakan sedikit getaran gentar.

​Namun, begitu mereka melangkah keluar dari gerbang batu Puncak Langit, atmosfer damai kultivasi itu seketika hancur lebur.

​Wu Chen dan Wu Ao sudah berdiri menunggu di depan gerbang dengan wajah yang teramat pucat pasi, tubuh mereka gemetar dengan keringat dingin yang membasahi pakaian mereka. Di tangan kanan Wu Chen, menggantung selembar kertas perkamen berwarna merah tua yang memancarkan bau darah yang menyengat.

​"Wu... Wu Tian..." suara Wu Chen tercekat di tenggorokan saat ia menyodorkan kertas tersebut. "Aliansi Sekte Pedang Langit dan Klan Li... mereka baru saja mengirimkan Surat Tantangan Darah secara sepihak kepada klan kita. Jadwal Turnamen Tiga Klan dimajukan secara mendadak menjadi besok pagi!"

​Wu Ao melanjutkan dengan gigi yang gemeretak tegang. "Perwakilan nomor satu mereka, monster pedang dari Sekte Pedang Langit, telah bersumpah di depan publik bahwa di atas panggung perbatasan darah besok... dia sendiri yang akan mengambil kepalamu dan mencabik-cabik seluruh tubuhmu sebagai pembalasan atas hancurnya Li Zhen dan Wu Yan!"

​Mendengar kabar buruk berskala wilayah tersebut, Wu Lin seketika menutup mulutnya dengan wajah cemas. Namun, Wu Tian hanya menatap surat darah merah itu dengan pandangan datarnya yang dingin.

​Kebingungan tentang siapa dirinya yang sempat melanda malam tadi seketika menguap, digantikan oleh gairah bertarung purba yang mendidih di dalam dadanya. Tidak peduli apakah ia manusia Klan Wu atau iblis reinkarnasi Shenzhou, bagi Wu Tian, kenyataannya hanya satu: ada serangga luar yang kembali berisik dan menantang nyawanya.

​Sudut bibirnya perlahan tertarik tinggi, membentuk sebuah seringai iblis yang teramat lebar di bawah sinar matahari fajar. Badai yang sesungguhnya telah tiba di depan mata, dan sang monster siap untuk menyambutnya dengan genangan darah.

1
Mamat Stone
/Bomb//Bomb//Bomb/
Mamat Stone
/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Mamat Stone
/Casual/🤩/Casual/
Mamat Stone
🤩/CoolGuy/🤩
LanzT0k3
lanjut thor
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
y@y@
⭐👍🏿👍🏼👍🏿⭐
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Iskandar Muda
bagus cerita ny simple padat
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Hammer//Hammer//Skull/
Mamat Stone
😈👊👊
Mamat Stone
💪👊
Mamat Stone
/Ok//Good/
Agus Rose
kasih judul setiap bab nya biar lebih menarik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!