Dua orang yang tidak saling mengenal satu sama lain telah dijodohkan semasa kecil oleh kedua orang tua mereka masing–masing. Davin Syaputra, berusia 23 tahun, bersifat dingin, cuek tampan dan disukai banyak kuam hawa sedangkan si wanita cantik berusia 18tahun Donna Vania kusuma dan sudah mempunyai kekasih yang dicintainya.
Akankah cinta tumbuh di antara mereka, apalagi Vania sudah mempunyai seorang kekasih.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Puluh Tiga
Tinggal Dua hari lagi Vania mendengar nama lulus dan Persiapan resepsi pernikahan Vania dan Davin sudah hampir selesai. Di kafe Vania janjian Bersama Letta, Rissa dan Indra. Vania sudah sampai duluan tanpa di temani Davin karena udah percaya sama Vania dan teman-temannya termasuk Indra. tak lama Letta dan Rissa datang bersamaan.
“Assalamualaikum” sapa Letta dan Rissa
“Waailakumsalam “ balas Vania
“Kok bisa Bersama datangnya? Janjian?” tanya Vania
“Ga kita ketemu di parkiran masuk jadi bareng” jawab Letta dan mereka berdua duduk berhadapan dengan Vania
“Lu minta ketemuan disini untuk apa Van?” tanya Rissa
Vania langsung memberikan undangan resepsi pada Letta dan Rissa, Mereka yang melihat undangannya langsung tersenyum .
“ jadi terima nich kak Davin dengan tulus?” tanya Letta dan Vania hanya mengangguk kepala
“Indra Belum datang?” tanya Letta Lagi
Vania hanya menggeleng kepala, Tak lama kemudian Indra datang. Letta yang melihat Indra datang langsung pindah duduk dekat Vania tanpa Vania meminta.
“Assalamualaikum” Sapa Indra
“Waailakumsalam” Balas Vania, Letta dan Rissa bersamaan
“Maaf macet tadi, Dari tadi ?” tanya Indra basa basi, dan langsung duduk di samping Rissa
“lumayan Dra,” ucap Letta
Vania memberikan Undangan resepsi pernikahan dan menaruhnya di atas meja dan menggeser pada Indra yang duduk di hadapannya.
“ Maaf Dra, Maaf .. gue udah nikah uda jalan beberapa bulan lalu ini alasan gue minta putus sama lu, gue dijodohkan dan ini undangan resepsi pernikahan gue” ucap Vania gugup karena baru jujur. Indra yang melihat undangan Vania hanya tersenyum.
“Ga papa Van, lu pantas bahagia” ucap Indra
“Dra lu ga marah ?” tanya Vania Indra hanya menggeleng kepala
“ga gue ga marah, walau sakit awalnya. Kita ga jodoh jodohku orang lain“ ucap Indra dan Vania tersenyum bahagia karena Indra mau memaafkannya dan mereka memesan makanan untuk temani mereka ngobrol. Pesanan mereka datang
“Dra lu belum tau mau kemana habis sma, kita bertiga udah daftar di beberapa universitas fakultas kedokteran, tapi kami belum tau lu mau kemana habis ini?” tanya Letta
“maaf gue baru mau ngomong, satu minggu lagi gue brangkat ke LA untuk kuliah di sana ambil bisnis lanjutin bisnis keluargaku” ucap Indra yang membuat Vania dan Letta kaget sedangkan Rissa hanya diam
“tega lu ya dra, mau brangkat ga ngomong- ngomong, “ ucap Letta
“Maaf “ ucap Indra
“Tapi ingat kita di sini dan liburan sering temui kita” ucap Vania yang dianggukin oleh Letta dan Rissa
“Iya gue selalu ingat kalian kok, dan cinta aku ada disini juga“ ucap Indra yang membuat Vania dan Letta memandang indra tapi tidak dengan Rissa yang diam dan hanya menjadi pendengar saja. Vania memandang Indra dengan tatapan heran dan menatap tajam Indra
“Biasa aja Van memandang gue, Masi cemburu?” ucap indra
Vania yang mendengar Indra berkata begitu hanya mendengus malas
“Kenalin ke kita Dra” Ucap Vania
“Siapa Dra?” tanya Letta penasaran
“Maaf untuk sekarang ini Dia belum mau kenalin karena pacar gue masih mengira gue masih sayang lu Van, tapi jujur ga ada lagi perasaan sama lu Van, Ketika tau gue berusaha melupakan perasaan sama lu Van dan sekarang perasaan gue ke lu udah pindah ke lain hati.“ jelas Indra Vania mengerti begitupun letta
“Boleh Kita antar lu Dra?” Tanya letta, Indra hanya mengangguk kepala.
“Riss lu kenapa dari tadi Diam melulu ada masalah ?” Tanya Vania yang curiga Rissa hanya diam dari tadi Rissa hanya menggeleng
“Ga ada masalah kok“ Ucap Rissa gugup, Vania yang tau Rissa berbohong dengan sikapnya hanya bisa diam dan tak mau memaksa Rissa untuk bercerita mungkin masalah pribadi yang tak mau teman-temannya tau. Setelah selesai Indra, Vania, Letta dan Rissa pulang, sampai di parkiran Vania yang melihat pak damar yang menunggunya. Sedangkan Letta seperti biasa dengan selalu membawa motor.
“Ris lu belum di jemput? Berarti biar gue yang antar aja” ucap Letta
“Ga usah biar Rissa sama gue, Gue yang antar pulangga papakan?“ ucap Indra menatap memohon pada Rissa dan Letta
Rissa hanya diam dan bingung,
“Udah biar Indra yang antar aja searah kita berdua yang ga … kan arah rumah kalian berdua beda dari sini“ Ucap Vania pada Letta
Rissa akhirnya ikut Indra dan Letta naik motornya sedangkan Vania dengan pak damar kekantor Davin karena Vania udah janji dari kafe ketemu sama teman-temannya langsung ke kantor Davin.
Flashback on
Setelah acara ulang tahunnya Letta selesai Rava meminta Indra mengantarkan Rissa pulang karena mereka searah dari hotel.
“ Dra kaka minta tolong antar Rissa pulang ke rumah?” ucap Rava
“Bisa kak .. “ jawab Indra
“Dra, Rissa makasih ya dan maaf kalau gue marah dari tadi” ucap Letta.
Rissa dan Indra hanya tersenyum Melihat kebahagiaan Letta.
“Awas calon suamimu marah lagi” canda Indra Dan mereka semua ketawa
Indra dan Rissa pamit pulang. Indra mengantarkan Rissa pulang ke rumahnya. Sesampainya di depan rumah Rissa,
“makasih dra udah ngantar gue pulang” ucap Rissa dan Indra mengangguk dengan senyum.
Indra yang diam – diam mulai menyukai Rissa langsung menghentikan dengan memegang tangan Rissa
“tunggu Ris…”
Rissa yang mau membuka pintu mobil langsung berhenti dan memandang Indra
“ada apa dra?” tanya Rissa“gue tau ini terlalu cepat tapi gue ga tau perasaan ini muncul. Sejak kapan tapi gue Cuma mau ngomong kalau gue suka sama lu Riss,“ ucap Indra sambil memandang Rissa. Rissa yang mendengar itu diam tapi detak jantungnya berdetak kencang dan Rissa gugup
“Lu jangan bercanda dra .. ga lucu…” ucap Rissa
“gue ga bercanda Rissa gue sungguh-sungguh… cewek yang gue cerita selama ini itu lu Riss”ucap Indra serius yang membuat Rissa kaget dan memandang Mata Indra mencari kejujuran tapi Rissa menatap Indra dan dia yakin indra tidak bercanda.
“Dra maaf, kasih gue waktu gue ga mau sebagai pelarian Lu, kasih waktu buat gue” ucap Rissa
“gue uda yakin lu akan bicara kaya gini karena gue belum lama putus sama Vania tapi ketika kita bersama gue merasa nyaman sama lu Ris, “ Ucap Indra
“kan kita biasanya jalan juga sama Letta “ ucap Rissa
“Gue sering antar lu makanya gue udah suka sama lu Rissa dan gue bisa minta jawaban sebelum gue berangkat ke LA minggu depan” ucap Indra
Rissa kaget dengan ucapan Indra
“Lu kuliah disana dra?” tanya Rissa
Dan Indra mengangguk kepalanya dan Indra mengambil sesuatu dari sakunya. Kotak berbentuk hati berwarna merah dan pada Rissa. Rissa mengambilnya dan membuka kotak tersebut Rissa kaget dengan isinya.
“Cincin .. dra?”
“Ya Cincin, gue mau sebelum pergi gue mau kita memakai ini, jika lu memakai cincin ini berarti lu udah menjadi calon istri gue. Dan ketika gue selesai kuliah kita nikah, boleh?” tanya Indra penuh harapan.
“Kasih gue waktu dra, “
Indra diam dan memegang tangan Rissa
“baiklah aku kasih waktu, jika kamu ga memakai sampai aku berangkat itu artinya kamu nolak aku” ucap Indra
“aku .. kamu ?“ tanya Rissa heran
“ya mulai sekarang aku dan kamu ga ada lu dan gue“ ucap Indra dan Rissa mengangguk
“Dra bisa rahasiakan ini dari Letta dan Vania?“ tanya Rissa dan Indra memandang Rissa heran
“aku ga mau mereka tau dulu sebelum aku jawab“ ucap Rissa dengan terpaksa Indra mau merahasiakan dari Letta dan Vania.
“makasih.. “ ucap Rissa
Rissa lalu membuka pintu mobil
“makasih udah ngantar aku pulang.. Assalamualaikum”ucap Rissa
“Waailakumsalam” jawab Indra dan Rissa menutup pintu mobil lalu masuk Rumah. Indra yang melihat Rissa udah masuk Rumah dia lalu menjalankan mobilnya pulang.
Flashback off
Cowok= SISWA