NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Setelah pertarungan ujian melawan Sonia, sikap para prajurit dan penduduk Amazon Lily terhadap Ryden berubah drastis. Rasa permusuhan yang sebelumnya kental kini digantikan dengan rasa hormat dan penasaran, meski kewaspadaan alami mereka terhadap kaum pria tetap tidak sepenuhnya hilang begitu saja.

Hancock secara pribadi mengundang Ryden dan Elira untuk tinggal beberapa hari lebih lama di istana, memberi alasan bahwa mereka masih perlu memastikan kapal Angkatan Laut benar-benar telah pergi jauh dari perairan sekitar pulau. Namun Ryden bisa merasakan alasan sesungguhnya jauh lebih personal dari yang diungkapkan sang Ratu Kuja.

"Kau tidak perlu mencari alasan," ucap Ryden suatu sore, ketika mereka berjalan berdua menyusuri taman istana yang dipenuhi bunga-bunga eksotis, sementara Elira memilih beristirahat di kamarnya. "Jika kau ingin kami tinggal lebih lama, kau cukup mengatakannya."

Hancock terdiam sejenak, wajahnya sedikit memerah—sebuah pemandangan langka bagi seseorang yang biasanya begitu percaya diri dan berwibawa di hadapan siapa pun.

"Aku... tidak terbiasa mengungkapkan hal semacam ini secara langsung," akunya jujur, nada suaranya jauh lebih lembut dari biasanya. "Kau adalah pria pertama yang tidak menatapku dengan rasa takut, atau justru dengan nafsu rendahan seperti kebanyakan pria yang pernah kutemui sebelumnya."

Ryden menatap Hancock dengan pemahaman yang tulus. Meski hanya mengenalnya beberapa hari, ia bisa merasakan lapisan-lapisan kompleks di balik topeng keangkuhan yang selama ini dipertahankan sang Ratu Kuja—sebuah kesepian tersembunyi dari seseorang yang memegang kekuasaan besar namun jarang menemukan orang yang bisa memandangnya sebagai individu, bukan sekadar simbol kekuatan atau kecantikan semata.

"Aku menghormatimu sebagai seorang pemimpin, dan sebagai seorang pribadi," ucap Ryden tulus. "Kekuatan dan posisimu tidak mengubah cara pandangku terhadapmu sebagai seseorang yang pantas dihormati atas usahamu sendiri."

Kata-kata sederhana itu tampak menyentuh sesuatu yang dalam pada diri Hancock, matanya berkaca-kaca sesaat sebelum ia buru-buru mengalihkan pandangan, mencoba menyembunyikan emosi yang jarang ia perlihatkan kepada siapa pun.

"Kau pria yang aneh, Ryden Vale," gumamnya pelan, meski ada senyum tulus tersembunyi di balik kata-katanya.

Malam itu, sebelum akhirnya Ryden dan Elira memutuskan untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya, Hancock secara pribadi mengunjungi kamar tamu Ryden, membawa sebuah kotak kecil berisi sepasang gelang perak berukir motif ular—simbol khas suku Kuja.

"Ini adalah tanda pengakuan resmi dari suku Kuja," jelas Hancock, menyerahkan kotak itu dengan sikap yang berusaha terlihat formal meski jelas menyembunyikan sesuatu yang lebih personal di baliknya.

"Siapa pun yang memakainya akan diizinkan kembali ke pulau ini kapan pun, tanpa perlu takut disandera sebagai tawanan lagi."

Ryden menerima hadiah itu dengan penuh rasa hormat, merasakan bobot makna yang jauh lebih besar dari sekadar benda fisik semata. Sebuah notifikasi kecil muncul di sudut penglihatannya saat ia menyentuh gelang itu.

[SISTEM LOGIN HARIAN. -- INSPEKSI ITEM]

Rank : B

Item: Gelang Kehormatan Suku Kuja

Efek: Akses Bebas ke Amazon Lily, Sedikit Peningkatan :

Resistensi terhadap Racun (Warisan Khusus Suku Kuja)

Ryden tersenyum tipis membaca notifikasi itu, menyimpan gelang tersebut dengan hati-hati. "Terima kasih, Hancock. Ini artinya banyak bagiku."

"Jangan terlalu percaya diri," Hancock buru-buru menegaskan dengan nada dipaksakan angkuh, meski semburat merah di wajahnya sulit disembunyikan sepenuhnya. "Aku hanya tidak ingin ada urusan yang belum selesai denganmu."

Keesokan paginya, ketika Ryden dan Elira akhirnya bersiap melanjutkan perjalanan mereka, Hancock mengantar mereka hingga ke dermaga, sebuah kehormatan yang jarang sekali ia berikan kepada siapa pun—apalagi kepada seorang pria asing yang baru beberapa hari ia kenal.

"Jaga dirimu baik-baik di luar sana," ucap Hancock, suaranya penuh perhatian yang tulus meski berusaha terdengar biasa saja. "Dan... jika kau pernah membutuhkan tempat berlindung, atau sekadar ingin singgah, pulau ini akan selalu terbuka untukmu."

"Aku akan mengingatnya," Ryden tersenyum tulus, menaiki kapal kecilnya bersama Elira.

Ketika kapal mereka mulai menjauh dari dermaga, Ryden sempat menoleh ke belakang, menyaksikan sosok Hancock yang berdiri anggun mengawasi kepergian mereka, sebuah pemandangan yang akan terus tersimpan dalam ingatannya sebagai salah satu momen paling berkesan sepanjang perjalanannya di dunia One Piece.

Amazon Lily, pikir Ryden sambil menatap pulau yang perlahan menghilang di kejauhan, sebuah babak baru yang benar-benar tak terduga. Aku bertanya-tanya, kapan takdir akan mempertemukan kita kembali.

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!