Chloe Weiss, pewaris tunggal di keluarga Weiss tapi nasibnya tidak seindah yang dibayangkan, Chloe dengan kondisinya yang sehat harus menelan pil pahit, saat ibu kandungnya meninggal dunia.
Ayah dan ibu tirinya bersekongkol memasukkannya ke rumah sakit jiwa, dan menguasai seluruh harta kekayaan yang di tinggalkan oleh ibunya.
Tapi setelah lima tahun kemudian, Chloe kembali dengan jiwa yang berbeda untuk merenggut apa yang menjadi miliknya.
Bukan hanya itu saja, Chloe juga mengambil calon suami saudara tirinya, dan apa yang di lakukannya itu membuat Ayah dan ibu tirinya sangat murka.?
Siapakah sosok jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss, gadis yang di kenal sangat lamah dan bodoh?
Apakah jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss itu juga mempunyai dendam dengan seseorang di kehidupan sebelumnya sehingga Alam dan semesta memberikannya kehidupan kedua.?
Yang penasaran, ikuti terus ceritanya sampai akhir 🤗🤗🥰.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rindu Sosok Ibu
"Nona?" Wanita paruh baya itu menghampiri. "Sudah selesai?"
Chloe mengangguk. Wajahnya kembali pucat, dan gemetar. Akting.
"Iya, Nyonya. Terima kasih," ia mengembalikan ponsel wanita itu. Tak lupa ia sudah menghapus panggilan terakhir di ponsel itu. "Keluarga saya masih dalam perjalanan... Katanya dua jam lagi baru tiba."
"Ya ampun," wanita itu kembali iba. "Kasihan. Dingin sekali di sini, dan bajumu sangat tipis, Nak. Wajahmu juga terlihat pucat. Bagaimana kalau kau menunggu keluargamu di rumah Bibi saja? Kebetulan rumah Bibi tidak jauh dari sini."
Chloe terdiam. Otaknya berputar cepat. Rumah orang asing, itu berbahaya. Tapi jika ia menolak, ia justru akan membahayakan dirinya sendiri. Dua jam itu waktu yang cukup lama. Bisa saja anak buah Alexander menemukan keberadaannya dan menangkapnya.
Dalam hati Chloe berkata, "Ikut saja. Sambil menunggu Elsa datang."
Chloe menarik napas, lalu mengangguk pelan.
"Boleh, Bibi..." bisiknya. "Maaf merepotkan..."
"Tidak merepotkan sama sekali, Nak," wanita itu langsung tersenyum. "Namaku Martha. Rumah Bibi cuma sepuluh menit jalan kaki dari sini. Nanti Bibi akan buatkan kau sup hangat."
Chloe hanya tersenyum. Karena jujur, selain merasa tubuh barunya ini lemah, ia juga merasa sangat lapar. Sejak kemarin ia tidak pernah makan apa pun.
"Ayo, Nak," ucap Martha sambil menggandeng tangan Chloe untuk pergi ke rumahnya.
Jalanan masih terlihat ramai. Salju tipis mulai turun.
Tangan Martha hangat. Tapi tangan Chloe dingin dan gemetar.
Sepanjang jalan Chloe terus melirik ke tiap sudut. Takut ada mobil hitam. Takut ada yang mengenal wajahnya.
"Kau tinggal sendirian, Bibi?" tanya Chloe pelan.
"Iya, Nak," Martha tersenyum sedih. "Suamiku sudah meninggal tiga tahun yang lalu. Anak-anakku di Lyon. Jadi rumah sepi."
Chloe lagi-lagi mengangguk mendengar apa yang dikatakan wanita paruh baya itu.
Sepuluh menit kemudian mereka sampai.
Rumah kecil. Cat putih. Ada pot bunga mati di depan. Tapi di dalamnya hangat. Ada bau kayu bakar.
"Ayo masuk, Nak," Martha melepas coat Chloe. "Ya Tuhan, kurus sekali kau, Nak."
Chloe hanya menanggapinya dengan senyum tipis. Sebagai jiwa Daisy yang hidup di dalam tubuh Chloe ini, memang ia akui tubuh ini sangat kurus. Tidak seperti tubuh Daisy di kehidupan sebelumnya yang cantik dan menggoda.
Chloe duduk di sofa tua. Selimut langsung disampirkan ke badannya.
"Tunggu sebentar ya, Nak. Bibi buat sup untukmu," ucap Martha dengan lembut, seperti seorang ibu kepada anaknya.
Chloe kembali mengangguk sambil tersenyum. Lalu Martha melangkah masuk ke dalam dapur, meninggalkan Chloe sendirian di ruang tamu untuk menghangatkan tubuhnya.
Ruang tamu itu sederhana. Ada foto keluarga di dinding. Martha, suaminya, dan dua anaknya.
Chloe menarik selimut lebih rapat. Mengusap tangannya sendiri.
Dari dapur terdengar suara pisau memotong sayur dan wajan mendesis.
Sepuluh menit kemudian.
Martha keluar membawa semangkuk sup ayam. Uapnya hangat.
"Makan, Nak. Pelan-pelan ya," Martha duduk di sebelahnya. "Sudah berapa hari berada di Geneva, Nak?"
Chloe menunduk. "Sudah dua hari, Bi..." suaranya serak. Tentu saja Chloe berbohong. Ia tidak bisa menceritakan apa yang terjadi pada dirinya yang sebenarnya, apalagi kepada orang asing yang baru ia kenal.
"Ya ampun, pantas kurus sekali. Makan yang banyak ya, Nak," ucap Martha penuh perhatian.
Chloe menyuap sup itu dengan pelan. Hangatnya sup itu membuat matanya panas. Bukan karena ia tidak menyukai rasanya, tapi di kehidupan sebelumnya sebagai seorang Daisy, ia hidup di dalam istana besar dengan dikelilingi kemewahan.
Tapi di balik kemewahan yang ia miliki, ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Bahkan mengetahui wajah ibu kandungnya pun tidak. Dan ayahnya selalu mengatakan jika ibunya pergi karena tidak menyukai pekerjaan ayahnya di dunia bawah.
Tapi ia tidak pernah sedikit pun membenci ibu kandungnya. Justru ia sangat berharap bisa bertemu dengan ibu kandungnya. Tapi takdir berkata lain. Saat raganya mati dan jiwanya kembali hidup di dalam raga Chloe Weiss, yang tak lain adalah putri ibunya dari suami keduanya.
Daisy mendapatkan kabar mengejutkan saat mengetahui jika ibunya sudah meninggal karena dibunuh oleh ibu tiri pemilik tubuh yang saat ini jiwanya tempati. Selain itu, wanita yang bernama Chloe ini dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa dengan paksa. Dan setiap hari ia harus merasakan siksaan dan kekejaman dari Dokter Gio, dokter yang ditugaskan oleh ibu tirinya untuk menyiksanya di dalam rumah sakit jiwa.
Chloe meneteskan air matanya. Dan Martha melihat itu.
Martha panik. Ia langsung mengusap air mata Chloe dengan jari jempolnya yang kasar tapi hangat.
"Eh... kenapa nangis, Nak?" bisik Martha. "Supnya tidak enak ya?"
Chloe menggeleng cepat. "Tidak... tidak, Bibi. Justru ini sup terenak yang pernah aku makan."
"Lalu kenapa?"
Chloe diam sejenak, sambil menghela napasnya pelan. "Aku hanya merindukan ibuku, Bi," jawab Chloe.
Mata Martha langsung berkaca-kaca. Ia menarik Chloe ke dalam pelukannya.
"Sini, Nak... sini," Martha mengusap rambut panjang Chloe pelan. "Rindu ibu sakit ya?"
Chloe mengangguk di bahu Martha. Air matanya jatuh semakin deras.
Bukan air mata akting. Tapi ini air mata Daisy, yang selama ini terpendam karena rasa rindunya pada sosok seorang ibu. Yang wajahnya baru tadi malam ia lihat, tapi hanya sebentar saja. Lalu bayangan itu hilang bersama cahaya putih di malam yang gelap.
"Kalau Bibi boleh tahu, ibumu di mana, Nak?" tanya Martha hati-hati.
"Ibu... ibuku dia sudah meninggal, Bi," jawab Daisy.
Martha terdiam. Napasnya tertahan. Lalu ia mengusap punggung Chloe dengan lembut. "Maafkan Bibi ya, Nak... Bibi sudah lancang bertanya."
Chloe melepaskan pelukannya dari Martha sambil menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa, Bibi."
Martha tersenyum lembut. "Ayo dihabiskan supnya, Nak. Lalu istirahat sebentar sebelum keluargamu datang menjemputmu."
Chloe mengangguk. Ia menghabiskan sisa sup itu pelan. Hangatnya sampai ke dada.
Setelah selesai makan, Martha menuntun Chloe ke kamarnya. Ada ranjang kayu dengan selimut rajut. Bau lavender.
"Tidur ya, Nak," Martha menyelimuti Chloe. "Kalau ada apa-apa panggil Bibi."
Chloe menarik selimut itu sampai ke dagu. "Iya, Bibi. Makasih."
Martha tersenyum lembut, mengusap kepala Chloe. "Tidur yang nyenyak ya, Nak."
Setelah itu wanita paruh baya itu melangkah keluar dari kamar.
Chloe menutup matanya. Ia masih punya waktu satu jam untuk tidur sebelum Elsa datang menjemputnya.
Rencananya, ia ingin kembali ke Zurich terlebih dahulu untuk menemui ayahnya dan menceritakan semua yang terjadi pada dirinya sebelum ia ditembak mati oleh musuh ayahnya. Lalu kembali hidup di tubuh saudara tirinya yang lemah ini.
Walaupun ayahnya tidak akan mudah percaya dengan apa yang akan ia katakan nanti, tapi Chloe, atau jiwa Daisy, akan berusaha keras untuk membuktikan jika apa yang dikatakannya itu benar.
Baru setelah itu ia akan kembali ke Geneva untuk membalas kematian ibu kandung dan juga adik tirinya. Dan merenggut semua harta kekayaan ibunya yang selama ini dinikmati oleh Alexander dan juga Serena.
Jiwa Daisy yang hidup di dalam raga Chloe ini berjanji akan membuat Alexander dan Serena menyesal pernah hidup di dunia ini.
---
Jangan lupa dukungannya ya guys 🙏 😊 🥰 🥰.
dan skraang queen ad ddsnaa ,, d tubuh Chloe weiss
baru berkarya lgiii ,,
tenang aq gx kmn2 tetap mantengin NT buat nunggu kelanjutan cerita kk ,,
🤭🤭🤭🫣🫣🫣😂😂😂😂😂
tp apa gx kaget tuh nanti pa mertua dr Zurich dtg ke geneva ,,🤔🤔🤔🤔😂😂😂
sebagai penebus dy dlu menyakiti queen daisy tanpa sadar ,,
menguasai harta yg bukan hak ny ,,
membuang pewaris ,, tp tenang karma mereka sdang otw menghampiri 😏😏😏😏😏
dtggu kelanjutan ny yx kak
semakiiiiin memanaaas ,,