NovelToon NovelToon
Pinangan Kedua

Pinangan Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:937.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mak Nyak

Dani adalah seorang duda beranak dua. Setelah kepergian istrinya, Dani tidak pernah mau membuka hatinya untuk wanita lain. Mengingat luka yang dia torehkan pada anak sulungnya, membuat dia takut untuk menggantikan posisi almarhumah sang istri di hatinya.

Pertemuannya dengan Disa yang tidak disengaja membuat hatinya bergejolak. Perhatian yang dia berikan secara diam-diam semakin membuat benih cinta itu tumbuh makin lebat. Tapi dia kembali terbayang akan ketakutannya.

Akankah cinta terjadi diantara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak Nyak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ateng

"Dari kemarin Salwa masih ceria, Pak. Kalau di sekolah dia baik-baik saja. Biasanya jam istirahat main sama temannya, apa mungkin di rumah?" terang wali kelas Salwa.

Dani menghela napas. Dia masih belum menemukan apa yang disembunyikan oleh si bungsu. Ia pamit karena terburu oleh waktu. Masih abu-abu untuk mengetahui masalah Salwa.

Murungnya Salwa membuat Dani tidak fokus bekerja. Bagaimana dia akan memecahkan misteri itu? Sedangkan dia tidak mempunyai petunjuk. Kini ia teringat almarhumah Inaya.

Ya, kini Dani mempunyai cara untuk mengetahui masalah Salwa. Si bungsu sangat mirip dengan sifat ibunya. Dia hanya akan bercerita pada orang yang sangat dekat dengannya. Dan saat ini, yang paling dekat dengan gadis cilik itu adalah Aidha.

Reza datang menghampiri Dani. Memberikan kunci motor Disa padanya. Tidak lupa juga menyodorkan kuitansi pembayaran. Tahu saja calon iparnya itu baru saja menggesek uang di ATM.

Dani memberikan sejumlah uang pada Reza. Membuat pemuda setengah tua itu tersenyum sumringah.

"Za, bentar deh!" cegah Dani saat Reza balik badan.

"Ada apa, Mas?" tanya Reza.

"Itu, di mata kamu ada apanya?"

"Emang ada apa?"

"Kok warnanya hijau?" tanya Dani lagi.

Reza mengusap matanya, baru tersadar jika Dani sedang bercanda.

"Dasar pemuda setengah tua! Iyalah hijau! Kan baru nerima duit! Ha-ha-ha. Sudah belajar tentang itu-itu belum?"

Reza menggeleng. Tidak paham maksud uvapan Dani. Membuat calon kakak ipar menyesal hanya memberikan kode. Harusnya bicara gamblang. Lalu dia membisikkan sesuatu di telinga Reza.

"Gitu doang nggak tahu. Bergaul dong!" Dani menepuk bahunya.

"Bergaul sama siapa?" tanya Reza dengan wajah masam.

Dani berdahem dan menaikkan kerah bajunya. "Mumpung gratis, nih!"

"Ogah! Meluluhkan hati Disa aja belum bisa mau sok ngajarin Ane! Ha-ha-ha ...." Reza berlalu meninggalkan Dani.

Dani menjadi semakin bersemangat. Ada alasan lagi untuk berkomunikasi dengan Disa. Sepertinya memang Allah merestui mereka. Nyatanya selalu ada kesempatan yang datang menyapa.

Me : (mengirim gambar kunci motor yang tergeletak di atas meja)

Dia sengaja hanya mengirim gambar. Ingin mengobrak-abrik benteng pertahanan wanita itu. Menunggu balasan sambil menyeringai senang.

Klunting!

Dani secepat kilat menyabet ponselnya. Membuka dan membaca isi pesan yang masuk. Disa membalas whatsapp yang dikirimkannya. Kedua sudut bibir duda itu tertarik ke atas.

Nampak senyuman yang sangat manis jika dinikmati. Pintar juga dia berlagak marah dengan Disa. Membuat si wanita tidak enak hati. Meminta maaf karena menyinggung perasaannya.

Disa : Alhamdulillah sudah jadi, nanti saya suruh Riski mengambil di rumah Bapak. Terima kasih.

Disa : Saya minta maaf jika menyinggung Bapak.

Dani membiarkan pesan itu. Tidak berniat membalasnya. Berharap Disa menanyakan perasaannya. Ada pesan masuk lagi.

Disa : Biayanya berapa, Pak? Tolong dibalas karena ini terkait dengan uang yang akan saya titipkan ke adik saya.

Duda itu malah cengengesan membiarkan pesan terbaca. Bertekad tidak akan membalasnya. Sok jual mahal padahal ingin sekali mengobrol dengan Disa.

***

Jam pulang sekolah tiba. Seperti biasa, Salwa akan dijemput oleh Pak Kus. Dia masih menunggu mobil hitam itu menghampirinya. Tidak lama, yang ditunggu tiba.

Pak Adi memanggil nama Salwa dan menyuruhnya ke gerbang sekolah. Pak Kus tersenyum menyambut majikan ciliknya itu. Meminta maaf karena telat menjemput. Mereka masuk ke dalam mobil.

Salwa terkejut mendapati seorang pemuda yang sama seperti kemarin. Ya, kemarin Pak Kus juga telat menjemput karena ada urusan sedikit dengan keponakannya. Dan hari ini, laki-laki itu ikut lagi.

Salwa tidak ingin menatap mata pemuda itu. Dia sangat takut memandangi lelaki itu. Pasalnya, tatapan mendamba dari orang itu sangat mengintimidasi. Membuat gadis cilik itu gemetar.

"Non, mampir beli bensin sebentar ya? Pak Kus takut nanti mogok karena sudah hampir habis." Pak Kus meminta izin pada Salwa.

Gadis itu hanya mengangguk. Ketakutan pada pemuda yang duduk di samping Pak Kus. Setelah sampai di pom bensin, Salwa berpesan pada supirnya untuk tidak lama-lama.

"Pak Kus, nyetirnya cepet dikit. Kalau perlu lewat jalan tikus saja biar cepat sampai rumah!" perintah Salwa dengan nada gemetar.

Pak Kus heran dengan Salwa. Tidak biasanya dia seperti itu. Malah, kadang gadis itu minta mampir ke indomei untuk membeli jajan. Tapi sudah dua hari ini hal itu tidak terjadi.

"Kelas berapa, Dik?" tanya lelaki yang bernama Ateng.

Salwa diam tidak mau menjawab. Tangan Ateng mulai mencolek paha Salwa. Membuat gadis itu langsung bergeser di belakang Pak Kus.

"Teng, tanganmu!" Pak Kus memperingatkan keponakannya.

"Iya-iya Pakdhe. Enak ya jadi supir orang kaya. Adem, bawanya mobil halus! Ateng mau dong kerjaan kayak gini!" seru Ateng sambil menyeringai.

Salwa menutup telinga dan matanya. Berharap jawaban Pak Kus menolaknya. Dia benar-benar takut dengan orang itu.

"Cari kerja yang lain, Teng. Di pabrik sana lho, sesuai jurusan sekolahmu. Kok malah ingin jadi supir kayak Pakdhe! Memang kamu bisa nyetir?" tanya Pak Kus.

"Lho yo mesti bisa! Ateng gitu lhoh! Kan dulu pernah diajarin bapak!"

Pak Kus tidak menjawab lagi. Dia segera turun dari mobil karena gerbang kompleks tertutup. Entah siapa yang menutupnya, membuat lelaki berumur itu harus membukanya lagi.

Tangan Ateng dengan cekatan mere*mas paha Salwa. Gadis itu segera menepisnya. Hampir berteriak tapi gagal. Ateng mengancamnya dengan sesuatu yang membuat gadis cilik itu bungkam.

"Kalau kamu berani teriak, kakakmu bakal aku culik dan bunuh! Paham kamu? Jadi, biarkan Mas Ateng menikmatinya sebentar," ucap Ateng dengan tangan hendak meraih dada Salwa.

Untung saja Pak Kus segera kembali ke mobil. Ateng langsung tersenyum kepada pamannya. Salwa sudah menangis tanpa suara. Setelah sampai rumah gadis itu langsung turun dari mobil dan berlari. Pak Kus bertanya pada Ateng.

"Mana Ateng tahu!" jawabnya sambil mengangkat bahu.

Salwa dan Aidha pergi ke Bonang untuk mengaji. Kaki Disa sudah tidak bengkak ataupun nyeri. Tapi, mereka kasihan jika ustazah kesayangan harus bersusah payah. Riski yang disuruh mengambil motor kakaknya berada di belakang mobil hitam itu.

Disa benar-benar merasakan sesuatu yang lain dari anak didiknya itu. Lebih murung dari hari sebelumnya. Dia mencoba bertanya lagi pada Salwa. Tetap saja gadis itu bungkam.

Aidha mencoba bertanya seperti pesan papahnya. Berharap Salwa mau terbuka dengan dia. Tetap sama, gadis itu hanya bungkam dan diam. Membisu tidak berniat menceritakan kegelisahan hatinya.

Keesokan harinya, Salwa meminta Dani mengantar dan menjemputnya. Tidak mau dijemput oleh Pak Kus. Saat ditanya alasannya, dia hanya bilang tidak apa-apa.

Dani menuruti keinginan si bungsu. Mengantar dan menjemputnya hari itu. Tapi, lain hari dia tidak bisa. Kepala dinas meminta dia untuk berangkat terlebih dahulu ke tempat jambore nasional.

1
Nana Tulipa
Authooorrr.... saya udah ketawa² geli sendirian ini 3 bab.... 😅😅😅
Jumi Nar
Luar biasa
Bahari Sandra Puspita
waow, cerita yg luar biasa mak..
pernah nyantri dulu mak?

suka banget ceritanya, apalagi diselipkan beberapa ajaran Islam di dalamnya..
romantismenya bikin pengen jg mak😁..
mana diselipin ulah geng somplak jg, jadinya makin seru..
yah lumayanlah buat ngobatin kerinduan sama kejahilan geng somplak..

sehat2 terus ya mak..
tetap semangat berkarya dimanapun berada..
😘🥰😍🤩
Bahari Sandra Puspita
kangen geng somplak
titiek
kangen mak nyak. kok gak pernah muncul lg dgn cerita2nya.
Frandamia 💀
Luar biasa
Ardina L
ceritanya bagus kak
Grace_ Official
Luar biasa
bunga
luar biasa
Rahma Inayah
mama nya ank2 sdh otw
Rahma Inayah
kirain dani sktr 35 an ..pst guru ngajinnya disa
Rahma Inayah
bgus ceritanya..
Siti Hadijah
sesak nafas baca nya
Try Susilowaty
makkkk aq ksini lagiiiiiii
kngen ama krya2 mu makkkkk
Patrish
owalah mas Reza... mbok yo ojo medhit... lak yo wis berhasil to percobaane.... kari nunggu ngidam...
Patrish
dasar pak polisi... selalu cari kambing hitam... putih dinamai blacky...pusiingg dah🐑🐑🐑
Patrish
wkwkwkwkkkk... ditapuk sandal swallow... pedhes no... mesti dadi jontor.. 🥴🥴🥴🥴🥴🥴
Patrish
kebetulan hari ini tgl 26...tapi Januari 2023😩😩😩😩....masalahnya aku telaat nemu novel ini... kali saja Disa sudah mulai ngidam.. ato sudah siap siap mau lahiran ya.. 😀😀😀
Patrish
wallaaahhhh.... kacauuuu...
Patrish
waduh... pak Dani sudah hancur luluh... sampai ga bisa berfikir normal... 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!