NovelToon NovelToon
Setelah Terlahir Kembali, Aku Menikahi Jenderal Perang

Setelah Terlahir Kembali, Aku Menikahi Jenderal Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: AnaDww

Dinginnya malam di puncak musim dingin menampar Gu Mingyue dengan kenyataan yang kejam. Alih-alih kehangatan, sang suami justru menyuguhkan cawan berisi racun demi bisa bersanding dengan perempuan lain. Di ambang kematiannya yang tragis, Mingyue menyadari bahwa ketulusannya selama ini hanyalah sebuah kesia-siaan.

Kini, takdir memberinya kesempatan kedua. Terlahir kembali di masa lalu, Gu Mingyue bersumpah demi sisa napasnya: ia tidak akan pernah lagi menjadi istri penurut yang mencintai Adipati Yu'an, Zhao Yuchen.

Langkahnya kali ini membawa Mingyue bertemu dengan Shen Mufeng—Jenderal Perang Penakluk Utara yang terkenal dingin, tegas, tajam, dan anti-wanita. Menolak mengulang tragedi yang sama, Gu Mingyue membulatkan tekad: ia akan menikahi sang Jenderal Agung dan membiarkan mantan suaminya hancur dalam penyesalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnaDww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TigaSatu—Sidang Istana

Di aula sidang istana yang megah, Kaisar duduk di atas kursi kebesarannya dengan tenang. Mahkota manik-manik yang dikenakannya menjuntai, menunjukkan keagungan mutlak seorang penguasa tertinggi. Di lantai bawah panggung naga, para menteri dan pejabat kelas atas berdiri berbaris rapi dengan pakaian resmi mereka yang melambangkan pangkat masing-masing.

Keheningan aula mendadak terusik saat Shen Mufeng berjalan masuk. Sang Jenderal Agung melangkah dengan zirah perangnya yang bergemerincing pelan, menciptakan gaung yang berwibawa di setiap ketukan langkahnya. Sebuah pedang pusaka tersampir gagah di pinggang kirinya—sebuah hak istimewa yang jarang dimiliki pejabat lain.

"Salam Yang Mulia Kaisar. Semoga Anda panjang umur, adil, dan sejahtera," ucap Shen Mufeng lantang sembari mengepalkan tangan di depan dada dan menundukkan kepalanya hormat.

Suara kasak-kusuk dan bisik-bisik dari barisan para menteri seketika terdengar sayup-sayup, memenuhi aula yang mendadak dipenuhi oleh aura ketegangan.

Ketukan pelan dari jemari sang Kaisar di atas sandaran kursi naga seketika menghentikan sayup bisikan yang sempat memenuhi aula. Deheman pelan sang penguasa terdengar menggema, membuat seluruh menteri menundukkan kepala lebih dalam. Tatapan tajam Kaisar tertuju lurus ke arah Shen Mufeng.

"Jenderal Shen, aku memiliki tugas penting untuk Anda," ujar Kaisar dengan nada suara yang berwibawa.

"Hamba siap menerima titah, Yang Mulia," balas Shen Mufeng tegas tanpa keraguan.

Salah seorang kasim senior melangkah maju ke hadapan Shen Mufeng, membuka segulung kain sutra kuning keemasan lalu membacakan tugas tersebut dengan suara lantang yang bergema di seluruh penjuru aula:

"Berdasarkan titah suci Kaisar, Jenderal Agung Shen Mufeng dengan ini ditugaskan untuk memimpin pasukan ke wilayah barat demi menumpas pergerakan kaum barbar yang mulai mengancam stabilitas perbatasan kekaisaran."

Beberapa menteri kembali berbisik pelan mendengar titah tersebut. Tak lama, salah seorang pejabat maju ke tengah aula untuk mempertanyakan keputusan sang penguasa.

"Yang Mulia, bukankah wilayah barat selama ini berada di bawah yurisdiksi Jenderal Gu? Bukankah itu adalah tugas beliau sebagai pelindung wilayah barat?"

Perdana Menteri Kiri—yang dikenal memiliki hubungan teramat dekat dengan Jenderal Gu—ikut melangkah maju, memperkuat protes tersebut. "Yang Mulia, memindahkan wewenang komando secara mendadak seperti ini dikhawatirkan akan memicu gesekan dan ketidakstabilan di antara para jenderal tertinggi kita."

Sang Kaisar kembali mengetuk sandaran kursi naganya dengan jemari tangannya. Ketukan itu terdengar lambat namun penuh tekanan, sebelum beliau berdeham pelan demi membungkam protes yang ada.

"Perdana Menteri Wei," ucap Kaisar, suaranya mendadak berubah sedingin es."Jenderal Gu telah berkali-kali melaporkan kemenangan. Namun setiap kali laporan kemenangan itu tiba di mejaku, kaum barbar kembali muncul beberapa bulan kemudian. Katakan padaku, apakah itu layak disebut kemenangan?"

Kaisar mengalihkan tatapannya, menatap bangga ke arah sang Jenderal Agung yang berdiri tegak tanpa riak di wajahnya. "Di usianya yang masih sangat muda, Tuan Shen Mufeng telah berhasil mengamankan wilayah utara secara total, bahkan sanggup memaksa mereka menandatangani perjanjian damai abadi antar-dua wilayah. Dengan pencapaian mutlak seperti itu, bagaimana mungkin aku tidak memercayainya untuk membereskan wilayah barat yang terus-menerus didera masalah?"

Mendengar argumen telak dari Kaisar yang secara tidak langsung menampar kemampuan militer Jenderal Gu—ayah kandung Mingyue, Perdana Menteri Wei seketika bungkam dan mundur ke barisannya dengan wajah tegang.

Shen Mufeng menerima gulungan titah suci itu dari tangan kasim senior. Sebuah senyuman tipis yang sarat akan makna terbit di bibirnya. Ia kembali memberikan hormat dengan khidmat. "Hamba akan menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya, Yang Mulia," ucapnya mantap.

Butuh waktu beberapa saat hingga seluruh rangkaian sidang di aula istana selesai. Shen Mufeng keluar paling akhir dari aula Sidang Istana setelah menyelesaikan urusan administratif dan serah terima dokumen militer dengan seorang kasim istana.

Langkah kakinya baru saja menuruni undakan tangga batu aula istana yang megah ketika Perdana Menteri Wei rupanya telah berdiri menunggu di sana dengan sikap congkaknya yang biasa.

"Tuan Shen, Anda rupanya begitu pandai mengambil hati," ucap Perdana Menteri Wei dengan nada tenang, memotong jalan dan mengikuti pergerakan Mufeng.

"Terima kasih atas pujian Anda, Perdana Menteri Wei," sahut Mufeng dingin tanpa menghentikan langkah.

Perdana Menteri Wei mendengus remeh. "Bahkan sampai rela menikahi putri dari saingan politik Anda sendiri demi memuluskan jalan."

Shen Mufeng menghentikan langkahnya tepat di undakan tangga terakhir. Ia mengangkat sudut bibirnya tenang, lalu menoleh lurus ke arah Perdana Menteri Wei dengan sorot mata yang mengintimidasi.

"Demi negeri, tidak ada kata musuh di antara para jenderal yang setia," ujar Shen Mufeng, suaranya rendah namun menekan. "Aku bergerak murni demi kedamaian kekaisaran. Jika ayah mertuaku merasa terganggu dengan keputusan Kaisar mengamankan wilayah barat menggunakan pasukanku, tentu hal itu justru akan memicu tanda tanya yang besar, bukan?"

Perdana Menteri Wei seketika terdiam sesaat. Ia menatap ke dalam sepasang mata gelap milik anak muda yang kini telah menjelma menjadi panglima besar kekaisaran tersebut. Merasa posisinya tersudut oleh argumen Mufeng yang bisa dituduh sebagai tindakan makar jika membantah, Perdana Menteri Wei terpaksa terkekeh pelan demi mencairkan ketegangan.

"Tentu saja, Tuan Shen. Tenang saja, ayah mertuamu pasti juga selalu bergerak demi kepentingan negara," balas Perdana Menteri Wei, mencoba menyelamatkan muka sebelum akhirnya berbalik pergi dengan langkah terburu-buru.

...----------------...

1
Arix Zhufa
semangat thor...cerita nya bagus 👍
Ana Dww: Terimakasih udah mampir kak ❣️ Kelanjutannya bakal makin seru deh !
total 1 replies
Markuyappang
kalo aku minta up banyak banyak wajar tidak sih heheheh kepo kelanjutannya gimanaa kek wow ini mah bener bener menumpas habis penghianat dari bawah sampe atas ke akar akarnya kalo bisa
Ana Dww: 😭😭😭 Makasih banyak loh, buat kalian hari ini aku update dua bab sekaligus. Ditunggu yang menyusul yaa
total 3 replies
𝖛𝖎𝖛𝖎𝖆𝖓 𝖓𝖆𝖙𝖆𝖘𝖆🌻
thor semangat nulisnya💪 aku tunggu yaa😍
Ana Dww: Thank you kak ❣️
total 3 replies
Mydar Diamond
up up lanjuutt 💪ya
Ana Dww: Hai kak, makasih udah mampir. Siap deh, ini aku editin bab selanjutnya buat kalian semua ❣️❣️❣️
total 1 replies
Sofian Ramli
mampir Thor....semoga ga lama upny...🙏🙏
Ana Dww: kuusahakan setiap hari update 🦭 Kalau lagi gak sibuk ku up-in dua bab sekaligus buat kalian 🦭
total 1 replies
Arix Zhufa
ipar yg tidak tau diri...kenapa tdk minta ke istrimu?
Ana Dww: 🦭Soalnya lebih kaya raya mingyue kak
total 1 replies
gendhis jawi
aahh zhao iki cen ra mutu tenan...
Ana Dww: @Ide bagus iniii
total 3 replies
Arix Zhufa
semangat up nya 😍
Arix Zhufa
saya maraton baca bab 1 - 33 cerita nya seru..semangat ya author 👍
Ana Dww: Tungguin kelanjutan kisah Mufeng—Mingyue ya ❣️
total 2 replies
Ana Dww
Sengaja Up Dua Bab Sekaligus biar kalian senang ❣️
Arix Zhufa
mampir thor
Ana Dww: Terimakasih udah mampir ❣️ Semoga menghiburmu
total 1 replies
Anna Setyo
semangat up thor yg banyqk
Ana Dww: Siap! Segera Cuss Ku Editin bab selanjutnya
total 1 replies
**Maulina**
lanjut semangat thor 💪
Ana Dww: Siap Kak 🦭 Terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Ana Dww
Hai semua, ini adalah karya pertamaku dengan tema pembalasan wanita bergenre Fantasi Kelahiran Kembali.

Iseng aja bikin karena lagi suka nonton drachin 🦭

Semoga kalian menyukainya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!