NovelToon NovelToon
The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: SweetMoon2025

​"Bagaimana setangkai mawar membalas dendam saat kelopaknya ditarik habis?"

​Dicap kutukan karena berambut red wine dan bermata storm silver, Annaline diusir dan kamarnya dibakar oleh keluarga kandungnya. Namun, pelarian ke Imperium Aethelgard justru membangkitkan rahasia darah 400 tahun lalu: Thread Magic, sang Sihir Benang Takdir.

​Bersama prajurit misterius bermata perak yang menyimpan otoritas tertinggi, Annaline mulai merajut jaring perang dan bisnis lewat butik barunya.

​Siapakah pria itu sebenarnya? Dan rahasia kelam apa yang akan terkoyak saat sang putri terbuang mulai menarik benang kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SweetMoon2025, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Interogasi Sang "Tikus Kecil"

​"Mohon maaf, Nyonya, Anda harus menunggu di luar. Ini perintah langsung dari Komandan Tertinggi," ucap seorang prajurit dengan tegas, menghalangi langkah Marry di depan pintu pos pemeriksaan militer bazar yang ingin ikut masuk menemani Anna.

​Marry menatap Anna dengan mata penuh kecemasan. "Anna, Nak ...."

​"Tidak apa-apa, Ibu. Tunggu saja di luar, aku akan baik-baik saja," bisik Anna menenangkan, meski tangannya sendiri sedingin es di balik jubah linen kelabunya.

​Begitu pintu kayu ek yang tebal itu ditutup dari luar, atmosfer di dalam ruangan mendadak dingin hingga terasa membekukan. Dua prajurit zirah yang membawanya langsung berdiri tegap, meletakkan saputangan sitaan di atas meja kerja kayu mahogani yang besar, lalu membungkuk hormat pada sosok pria tegap yang duduk di kursi utama membelakangi mereka.

​Aethan Cassian Solaris.

​Pria itu mengenakan seragam militer hitam khas Solmara dengan aksen perak di bahunya. Rambut hitamnya yang legam membingkai sepasang mata tajam abu-abunya yang kini tengah menatap dingin ke arah batu detektor sihir di tangannya yanh diserahkan salah satu anak buahnya. Batu itu masih bergetar hebat, memancarkan pendaran cahaya merah pekat yang tidak wajar di dekat saputangan mawar milik Anna di atas meja.

​Aethan tidak langsung melihat ke arah Anna. Ia hanya mengangkat satu tangannya dengan lambat, memberikan isyarat. "Semua keluar. Aku sendiri yang akan menginterogasi tikus kecil ini."

​"Siap, Komandan!"

​Kedua prajurit itu segera memberi salam hormat lalu melangkah keluar dengan cepat, menyisakan keheningan yang mencekam di dalam ruangan. Jantung Anna bertalu luar biasa cepat hingga dadanya terasa sakit. Ia meremas jemarinya sendiri di balik lengan baju, menunduk sedalam mungkin.

​Aethan bangkit dari kursinya. Langkah sepatu bot yang berat terdengar lambat namun penuh tekanan, bergaung di atas lantai batu saat ia mulai berjalan memutari Anna. Semburan aura dominasi dan intimidasi yang kuat menguar dari tubuh tinggi tegap pria itu, menguliti ketahanan mental Anna.

​"Berjualan barang magis tanpa segel Guild di area bazar Solmara," suara Aethan terdengar rendah dan berbahaya. "Katakan padaku, Tikus Kecil ... apakah kau seorang penyelundup dari perbatasan, atau mata-mata yang mencoba mengedarkan item sihir ilegal ke kalangan bangsawan kita?"

​"Ampun, tuan! B-Bukan, saya bukan bermaksud seperti itu, Tuan!" Anna refleks berseru, suaranya sedikit bergetar namun terdengar polos dan jujur. "Saya bukan kriminal, bukan juga mata-mata. Saya hanya penjahit miskin dari pinggiran kota yang mencoba peruntungan dengan berjualan hari ini."

​Aethan berhenti tepat di depan Anna, membuat bayangan tubuh besarnya mengurung gadis itu sepenuhnya. "Penjahit miskin tidak bisa menenun kain yang memancarkan sisa Mana seaktif ini. Dari mana kau mendapatkan pasokan sihir ini? Siapa penyihir di belakangmu?"

​"Saya benar-benar tidak tahu apa itu Mana, Tuan!" Anna mendongak sedikit, memperlihatkan mata peraknya yang tampak ketakutan namun memancarkan kejujuran. "Saya berani bersumpah demi Dewa! Saya hanya memotong kain katun yang saya beli dengan harga murah, lalu merendam serat kainnya dengan minyak perasan berbagai tanaman liar dan ekstrak bunga mawar yang tumbuh di hutan lereng bukit belakang rumah kami. Saya melakukannya hanya agar kainnya berbau harum dan jahitannya tidak mudah rapuh saat dicuci!"

​Aethan menyipitkan matanya yang tajam. Ia mengamati setiap perubahan ekspresi di wajah Anna, mencari kebohongan, namun dia tidak menemukan apa-apa selain kepolosan seorang gadis desa yang ketakutan.

Deg.

'Mata itu?' batin Aethan. Tapi pemilik mata abu-abu di Solmara bukan hanya dirinya atau gadis ini saya, ada banyak disini. Namun, ada hal lain yang mendadak mengacaukan fokus Aethan, selain warna mata gadis kecil ini.

​Tepat saat ia berdiri sedekat ini dengan Anna, detak jantung di dalam dada Aethan mendadak berdenyut liar dengan ritme yang tidak wajar. Ada riakan energi hangat yang mendadak bangkit dari dalam darahnya, merespons keberadaan gadis di depannya. Detak jantung yang bertalu cepat itu terasa sangat familier, riakan yang sama persis dengan yang ia rasakan di tengah kota waktu itu!

​Aethan mengepalkan tangannya di balik punggung, mencoba menekan gejolak aneh tersebut. "Minyak tanaman liar tidak akan bisa mengecoh batu detektor, Gadis Kecil. Peraturan Solmara sangat ketat. Apa pun alasanmu, komoditas yang mengandung unsur magis wajib didaftarkan resmi ke Guild Dagang agar tidak dianggap sebagai ancaman keamanan."

​"Maafkan saya, Tuan. Saya tidak akan mengulanginya lagi," sahut Anna buru-buru, tubuhnya lemas karena lega mendengar nada bicara pria itu yang sedikit melunak.

​"Ambil keranjangmu dan pergi dari sini. Jika aku menangkapmu menjual barang ilegal ini lagi di bazar minggu depan tanpa izin resmi ...." Aethan menggantung kalimatnya, memberikan tatapan mengancam yang dingin. ".... kau tidak akan bisa lepas dengan mudah! Penjara bawah tanah yanh dingi dan bau siap menyambutmu, Nona!"

​"B-baik, Tuan! Terima kasih atas kemurahan hati Anda!" Anna membungkuk dalam-dalam dengan tergesa-gesa.

​Namun, karena rasa takut yang telanjur menguras seluruh tenaganya, kaki Anna mendadak mati rasa saat ia berbalik untuk melangkah pergi. Kakinya tersangkut ujung kayu dari kursi yang ia duduki.

​"Ah!" Anna memekik pelan saat tubuhnya kehilangan keseimbangan dan limbung jatuh ke belakang.

​SRET!

​Dengan refleks yang luar biasa cepat, tangan kekar Aethan terulur. Sebelum tubuh Anna menyentuh lantai batu yang keras, lengan pria itu sudah melingkar di pinggang ramping Anna, dengan cepat menarik tubuh mungil gadis itu masuk ke dalam rengkuhannya.

​DEG!

​Waktu seolah berhenti dan wajah Anna mendarat tepat di atas dada berzirah Aethan, aroma maskulin yang bercampur wangi besi langsung memenuhi indra penciumannya. Di sisi lain, pelukan yang begitu erat itu membuat denyut aneh di jantung keduanya berdentam luar biasa hebat, seolah-olah kutukan atau takdir di dalam darah mereka sedang berteriak saling mengenali.

​Aethan tertegun, napasnya memburu saat merasakan kehangatan tubuh gadis di pelukannya. Namun, karena gerakan sentakan yang terlalu tiba-tiba tadi, lilitan kain linen kelabu yang membungkus kepala Anna bergeser dan sedikit melonggar.

​Tepat di bawah dagu Aethan, jalinan kain itu merosot, membuat beberapa helai rambut panjang dengan warna merah anggur (red wine) yang sengaja di sembunyikan oleh Anna berkilau mencuat keluar dengan bebas, kontras dengan kulit leher Anna yang putih bersih.

​Mata elang Aethan seketika membelalak lebar menangkap kilatan warna langka tersebut. Warnanya persis seperti ....

​"Kau ...." bisik Aethan dengan suara yang mendadak serak, tatapannya terkunci pada helaian rambut merah anggur itu.

'Gadis pinggir jalan tempo hari, yang beberapa hari ini memenuhi pikirannya,' batin Aethan kaget.

1
Anne Soraya
lanjut
Razi Maulidi
awal bab yang indah kk.... ceritanya bikin sedih di awalnya.... semangat....
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih kak 🫶🤗
total 1 replies
WidBy
Lanjut kak 🤭
Mutiara
Kok belum up lagi?
Mutiara
5 bab Thor? keren bnget. besok 5 bab LG kan? 🤭
WidBy
lanjut thor
한스 HANSEN (HiAtus SEmeNtara)
aku hadir mom!
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Yes, dear. Thankyouuu 🫶🫶🫶
total 1 replies
Vhin Ananta
Sweet yang nggak Sweet karena bikkn mewek 🫣..
lanjut yaaaaa
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih Kak Vhin 😘😘😘
total 1 replies
Mutiara
makin seru ni. keren la pokknya. jadi cermin itu apa y?
WidBy
Aetan mulai tertarik ke Ana ya? 🤭
Cutiepie18
Di bab awal udah sedih banget ya, di tambah di akhir makin kena fitnah, pasti ini cewek kuat banget ngadepin semua itu, dan pas waktu perkataan itu, gue penasaran, siapasih tunangan yang di rebut itu. emgnya dia pantas direbutkan?... lanjuuut...😍
Cutiepie18: sama2 kakak, 😍😍😍... keren bgt novel novel kakk👍
total 2 replies
Mutiara
Aku mau saputangana 😍
Mutiara
wih paman Paul keren banget Weh. ternyata ya ternyata 👍🤭
WidBy
rumah siapa y? ayo bangkit An, tunjukkan k keluarga Virelle
Asley Naynay
makin penasarn rumah siapa yg di tempati? semoga aja mary sm paul g jahat
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Rumah siapa ya hmmm ikuti terus ya, Kak 😆🫶
total 1 replies
Asley Naynay
Nyonya Rosa 😭🫶🏼 bikn trharu
Asley Naynay
siapa yang sangka ternyata Paman Paul 😱👍💪
Mutiara
sialan. apes banget jadi Analin. lawan ayo lawan
Mutiara
anjg di usir. pdhl anak kandung. woilah
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Sabar, Kak sabar 😆🫶
total 1 replies
Mutiara
bab satunya seru. kasian banget analin y. jahat keluarganya
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Iya ya, Kak 🥲 baca terus bab seru lainnya ya 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!