"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."
Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"
"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.
****
Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.
Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9.
Sorak sorak para murid pun terdengar, saat dirinya melewati koridor sekolah.
"Jenny!"
"Benarkah dia itu Jenny yang berada di kelas murid anak anak pintar? Kenapa dia bisa bersama dengan Nathan si culun."
"Kenapa penampilan Jenny hari ini sungguh terlihat sangat berbeda? Apa yang salah dengan nya?"
"Kenapa hari ini Jenny terlihat begitu sexy?"
"Bukan sexy, dia lebih ke arah murahan!"
"Apakah dia itu sangat primadona SMA Taruna? Apa mata ku tidak salah lihat dia memakai pakaian kurang bahan seperti itu?"
"Itu Jenny!
"Apakah Jenny bersama di Culun?"
Beberapa orang nampak membicarakan Jenny.
***
Sementara itu Jenny sendiri memilih untuk fokus dengan langkah kakinya. Walaupun sekarang ini dirinya benar benar menjadi pusat perhatian di SMA Taruna.
Di tambah lagi Jenny berjalan di belakang Vector dan juga ibunya, hal itu sungguh membuat satu sekolah SMA Taruna menjadi riuh.
"Gallen, coba lo lihat penampilan cewek yang menolak cinta lo itu beberapa kali! Bukankah dia terlihat seperti cewek murahan!!" tegur perempuan yang berdiri di samping Gallen.
"Kau benar Indira! Pakaian yang Jenny kenakan saat ini terlihat sangat minim, tapi ntah kenapa aku malah suka dengan penampilan barunya," sahut Gallen dengan sebuah senyuman miring.
Indira terlihat mengepalkan tangannya. Ada rasa kesal yang menyelimuti hatinya, alih alih Gallen akan mencibir seragam sekolah yang di kenakan oleh Jenny. Gallen malah terlihat memuji seragam yang Jenny kenakan.
"Iya Boss, Jenny sekarang ini terlihat lebih cantik dan juga aduhai," timpal Kelvin, ia adalah anggota geng milik Gallen di SMA Taruna.
Gallen adalah ketua tim basket di SMA Taruna ini, bukan hanya ketua tim basket saja, ia juga menjadi ketua geng yang ada di SMA Taruna ini.
Gallen adalah murid laki laki pintar, kaya dan juga populer sama seperti Jenny. Bahkan ia juga berada di satu kelas yang sama dengan Jenny.
Jenny memilih acuh, saat ia mendengar banyak murid perempuan yang membicarakan hal buruk tentang dirinya.
Bukanya Jenny tidak malu dengan pakaian yang ia gunakan sekarang ini, tapi ia memang tidak ada pilihan lain.
"Jenny, kamu hanya membutuhkan waktu kurang dari dua tahun untuk lulus dari SMA Taruna ini! Ayo hilangkan rasa malu dan juga egomu itu. Semua ini demi pengobatan ibu mu, bukankah hanya ibumu seorang yang kamu punyai di dunia ini! Dan semua ini kamu lakukan untuk menebus karma maupun dosa dosa yang di buat oleh ayahmu selama hidupnya." gumam Jenny dalam hatinya. Ia berusaha untuk memberikan semangat untuk dirinya sendiri.
Karena berjalan sembari melamun, Jenny tak sengaja menabrak tubuh tuan mudanya.
"Kalau jalan itu lihat lihat!" tegur Vina dengan nada ketus. Kala melihat Jenny menabrak anaknya, padahal Jenny menabrak pelan.
"Maaf Nyonya," sahut Jenny sopan.
"Sekarang kau itu ikut masuk ke dalam ruang kepala sekolah!"
"Baik," sahut Jenny dengan nada sopan. Lalu ia terlihat mengekor Tuan dan juga Nyonya nya untuk masuk ke dalam ruang kepala sekolah.
Sementara itu, Vector nampak termenung. Ia berkali kali terlihat memegang dadanya, karena jantungnya itu berdetak sangat cepat. Karena tadi saat Jenny menabraknya.
Tidak sengaja dada Jenny mengenai punggungnya, sebuah sentuhan kehangatan yang membuat seluruh darah Vector nampak membeku.
***
"Apakah Jenny menyebut ibu Nathan si Culun dengan sebutan Nyonya?"
"Mungkin lo itu salah dengar, karena Jenny itu juga berasal dari keluarga yang sangat kaya. Bahkan gue juga sering di ajak main ke rumahnya!"
"Tapi gue tadi gak salah dengar Gie. Gue dengar kalau Jenny nyebut nama Nyonya."
"Tapi gak mungkinlah, gak lucu juga kali. Masak Jenny sang primadona sekolah menjadi pelayan sekarang!"
"Ya anggap saja kita itu salah dengar!"
"Tapi bisa saja kita itu tidak salah!"
"Apa maksud mu?"
"Kalau sampai iya Jenny sang primadona sekolah itu jatuh miskin dan menjadi pelayan si culun! Wah berita itu bisa viral, dan gue orang pertama yang akan membuat syukuran atas kehancuran Jenny. Hahaha. Apa lo itu lupa? Berita tentang kematian Ayah Jenny, bisa saja dia jadi miskin karena itu!"
"Tapi seminggu ini dia masih memakai barang branded, bahkan ke sekolah masih mengendarai mobil sportnya."
"Ayo kita pergi dari sini! Nanti kita bisa cari tahu! Gue bener benar ingin menghancurkan cewek sok cantik itu! Gara gara dia gue putus sama pacar gue!"
Ke dua orang murid yang bernama Sarah dan Gie sedang membicarakan Jenny, keduanya tadi habis dari ruang guru. Dan ke duanya tidak sengaja melihat Jenny yang berjalan dengan murid laki laki culun yang terkenal tidak di sukai bahkan di bully di SMA Taruna ini.
Gie dan juga Sarah tidak satu kelas dengan Jenny, tapi ke duanya sempat dekat dengan Jenny waktu baru masuk kelas 1 SMA.
****
*******
**
Di dalam ruangan kepala sekolah.
Brakkk
"Kenapa kepala sekolah seperti anda tidak punya sopan santun dan juga etika? Walaupun jika saya bukan pemilik saham di sekolah ini. Anda harus memberikan hormat dan pelayanan terbaik anda pada saya. Bukanya malah merendahkan saya, karena saya adalah ibu kandung dari Zionathan Vector anak yang terkenal bodoh dan paling di bully di sekolah ini!" Vina benar benar murka, mati matian ia menahan jengkel, amarah dan juga emosi akibat mood buruknya di pagi hari. Malah kepala sekolah memancing amrahnya, kepala sekolah itu malah membicarakan semua hal buruk perihal anak nya di sekolah ini, seperti terlambat dalam hal memahami pelajaran, dan selalu tertinggal dalam kegiatan apapun!
Kepala sekolah SMA Taruna ini benar benar terlihat kasar dan tidak hormat saat berbicara dengan Vina, apakah karena Vina itu adalah ibu kandung murid terbodoh yang ada di SMA Taruna.
"Bukankah tindakan menggebrak meja seperti yang anda lakukan sekarang ini benar benar tidak mencerminkan tindakan sopan santun! Apakah tindakan brutal dan juga urakan seperti yang anda lakukan sekarang ini itu mencerminkan sebagai seoarang wanita berkelas seperti seorang pemilik saham sekolah ini!" Kepala sekolah yang bernama Rani itu memang belum tahu menahu perihal pemindahan kepemilikan saham utama. Yang tadinya saham utama itu masih di miliki oleh keluarga Antama yaitu Ayah Jenny.
Jennny sendiri yang mendengar kepala sekolah menghina Vina hanya bisa menelan ludahnya yang kelu, ia malah merasa bersalah sendiri. Iya karena ulah Ayahnya Vector jadi berubah dan ke dua orang tua Vetorlah yang harus menanggung akibatnya.
Karena Rani memang hanya di dapuk untuk menjadi kepala sekolah, tentu saja ia tidak tahu menahu mengenai urusan saham atau pun pemilik Sekolah ini.
"Padahal Vector kecil adalah anak yang pintar, anak ku jadi berubah seperti ini gara gar gara orang sekarah yang begitu haus pada kekuasaan dan juga harta!" Vina terlihat melirik tajam ke arah Jenny yang sedang berdiri mematung.
"Jadi ibu Vina yang terhormat, Anak anda tidak bisa masuk ke dalam kelas jajaran murid pintar di sekolah ini! Terima kasih, kalau begitu saya persilahkan untuk keluar," kata Rani kepada Vina, ia terlihat mengusir VIna dengan cara halus.
"Dan .. Jenny, segera kembali ke dalam kelasmu. Karena bel masuk kelas sudah berbunyi." titah Rani pada Jenny.
"Baik Bu Rani,' sahut Jenny.
"Tunggu! kau hanya boleh masuk ke dalam kelas mu jika sudah mendapatkan ijin dariku!" kata Vina sembari berdiri dengan gerakan tubuh yang terlihat begitu angkuh.
"Ibu Vina, tolong biarkan murid berprestasi ini untuk masuk ke dalam kelasnya. Saya benar benar takut kalau sampai Jenny itu ketularan bodohnya seperti Zionathan yang dalam otaknya itu hanya kosong!" sindir Rani, ia benar benar di buat muak dengan permintaan ibu dari murid terbodoh di satu sekolahan.
Rani sadar, jika dirinya mengabulkan permintaan dari Vina itu sama saja ia sedang menggali kuburannya sendiri. Tentu hal itu akan berdampak pada reputasinya sebagai kepala sekolah di sekolah ini.
Bagaimana bisa murid terbodoh masuk ke dalam kelas tipe A, kelas terbaik di SMA Taruna ini. Kelas yang di sisi oleh 30 murid paling pintar di SMA Taruna, dan Vector adalah murid yang mendapatkan peringkat ke 450 dari 450 sekolah.
"Diamlah! Aku akan mengundang komite pengurus sekolah ini, agar sekarang dia segera datang kesini untuk memecat anda kepala sekolah Rani!" ancam Vina, ia terlihat sibuk menelpon seseorang.
"Saya tidak takut! Silahkan saja!"
Sementara Jenny hanya bisa menggigit bibir bawahnya saja.
kalo berkenan mampir juga ya😉