NovelToon NovelToon
Bukan Salah Rasa

Bukan Salah Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:37.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ikha dito

"Cynta, kenalin ini Gama ... temen kampung gue" ucap Maya sambil meraih pergelangan tangan Cynta untuk berkenalan dengan seorang cowok yang terlihat dingin dan angkuh.

"Dan perlahan rasa itu datang dan tumbuh bersemi begitu saja tanpa bisa gue cegah ...." Cynta.

"Jangan salahkan dirimu jika rasa itu datang ... Karna rasa kita sama ...." Gama.

Bagaimana akhir kisah Gama dan Cynta, meski keduanya memiliki rasa yang sama akankah cinta mereka berlanjut di saat Cynta mengetahui bahwa Maya sangat mencintai Gama semenjak sahabatnya itu duduk di bangku SMP ...

Akankah Cynta tega menyakiti Maya ...???

Mampir yak ke lapak Gama and Cynta biar bisa tau kisah akhir ceritanya ...

Kita lanjut baca yukkk ...


Nama tokoh, tempat, alur cerita hanyalah kehaluan othor ... tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan real othor yakk ...

Selamat Membaca ...

Semoga syukak ... Tengyu so much for my beloved readers 😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikha dito, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akal akalan?

"Ta... elo tidur?" Gama sedikit menolehkan kepala ke belakang saat merasakan punggungnya berat. Sepertinya kepala Cynta menyender dengan nyaman pada punggung lebarnya.

"Ta..." Gama menaikkan bahu kirinya saat tidak mendapat respon dari gadis yang tengah diboncengnya tersebut.

"Dia tidur apa ya..." gumam Gama kemudian memutuskan untuk menepikan motor besarnya.

Setelah mencapai trotoar, Gama segera mematikan motor lalu menurunkan standar motornya.

"Cynta." Gama membalik setengah tubuhnya seraya menggoyang lengan tangan Cynta yang masih memeluk tubuhnya.

Egh...

Cynta menggeliat seraya menjauhkan wajah dari punggung Gama.

"Udah sampai ya?" Cynta dengan mengerjapkan kedua kelopak mata yang sempat terpejam.

Terdengar hembusan nafas kesal Gama saat menyadari bahwa Cynta memang telah tertidur di belakang punggungnya.

"Kita dimana sih Gam?" tanya Cynta saat mengetahui bahwa mereka bukan berada di depan rumah kosnya.

"Elo tadi ketiduran?" Gama mengabaikan pertanyaan Cynta.

"Eh... iya. Sorry." Cynta dengan mengusap belakang lehernya saat menyadari kesalahannya.

"Bahaya tau nggak. Kalau lo jatuh gimana coba." Gama.

"Sorry Gam, sorry. Keknya gue kecapekan deh."

"Itu tu efek diajakin pulang nggak mau." sungut Gama.

"Sorry deh. Gue naik taxi aja Gam, daripada bahaya." Cynta hendak menurunkan tubuhnya dari boncengan Gama namun lelaki itu buru buru menahannya.

"Nggak usah bentar lagi nyampe."

"Daripada gue membahayakan kita berdua, lebih baik gue nna..."

"Udah nggak usah cerewet. Pegangan yang kenceng." potong Gama membawa kedua tangan Cynta melingkar pada tubuhnya.

"Loh belanjaan lo mana?" tanya Cynta saat menyadari tangannya tidak memegang paperbag milik Gama.

"Tuh gue cantolin." tunjuk Gama pada stang motor yang telah digantungi oleh paper bag belanjaan Gama.

"Nggak takut putus nanti?"

Yang dimaksud Cynta adalah pegangan paperbag belanjaan Gama.

"Nggak."

"Kenapa nggak dari awal aja dicantolin di situ, gue kan nggak perlu meluk meluk lo." dumel Cynta namun tidak terdengar oleh Gama karena lelaki itu telah menyalakan mesin motor besarnya kembali.

"Kok nggak peluk gue?" Gama sedikit menoleh saat hendak melajukan motor kedua tangan Cynta tak kunjung melingkar pada tubuhnya.

"Ngapain? Kan belanjaan lo udah aman di sana." tunjuk Cynta dengan dagu pada paperbag yang menggantung pada stang motor Gama.

"Tapi kan lo ngantuk Ta, ntar kalau lo jatuh gue yang repot."

Jangan bilang kalau itu cuma akal akalan Gama doang buat bikin Cynta melekat pada tubuhnya.... Entahlah.... yang tahu maksud dan tujuan Gama cuma othor😉

"Ngantuk gue udah tadi Gam, sekarang ngantuk gue udah kabur. Lenyap, hilang, menguap..." Cynta berusaha membuat Gama percaya padanya.

"Tetep aja gue nggak mau repot kalau tiba tiba aja ngantuk lo datang lagi."

"Nggak bakalan Gama... lagian tinggal deket ini. Nggak mungkin gue ngantuk lagi."

"Anginnya sepoi sepoi Ta, gue nyetirnya pelan. Mata lo bisa nutup lagi ntar." Gama tetap saja berargumen agar Cynta melingkarkan kedua tangan ke tubuhnya.

"Enggak enggak... itu nggak bakal terjadi. Lagian lo bawa motornya pelan kan?! Lo tinggal tepuk gue aja kalau lo ngerasa gue ketiduran lagi." keukeuh Cynta enggan melakukan permintaan Gama untuk memeluk tubuhnya.

"Keras kepala banget sih jadi orang." Gama membalik setengah tubuhnya. Segera meraih tangan kiri Cynta yang berada dekat dengan jangkauannya.

"Mana satu." Gama dengan tatapan kesal.

"Gam..."

"Mau pulang nggak?"

Lagi lagi Cynta harus kalah dengan sifat Gama yang pemaksa. Belum lagi tatapan mata elangnya yang selalu saja berhasil mengintimidasinya. Dengan raut wajah cemberut Cynta terpaksa mengulurkan tangan kanannya melingkari pinggang Gama.

"Dari tadi kek. Gini aja susah banget sih." Gama membuat dua tangan Cynta bertemu dan saling bertaut.

Gama kembali melajukan motor sportnya dengan kecepatan sedang. Dia tak ingin lengah, kalau kalau Cynta mengantuk lagi. Apalagi saat teringat bagaimana gadis itu tak sengaja tertidur di kamarnya, membuat Gama yakin bahwa gadis itu ceroboh dan bisa saja kembali tertidur.

Ciiit....

Sett...

Dug...

"Auww..." Cynta mengusap keningnya yang telah terbentur helm milik Gama. "Dibilangin jangan ngebut jugak. Ngeyel banget sedih jadi orang."

"Gue nggak ngebut Ta. Ada kucing tu..."

"Mana?" Cynta melongokkan kepala ke depan namun tidak menemukan apa apa.

"Elo sengaja kan Gam?" kesal Cynta karena kedua manik hitamnya tidak menemukan seekor kucing pun di depan motor Gama.

"Udah lari kali."

"Heleh. Pasti akal akalan lo doang."

"Enggak, beneran tadi ada kucing tiba tiba berhenti di situ Ta."

"Ck... ya udah buruan jalan lagi." Perintah Cynta pada Gama.

"Tadi beneran ada kok. Sumpah gue nggak bohong." Gama meyakinkan Cynta karena dia tidak suka jika Cynta menuduhnya berbohong.

"Iya... iya gue percaya. Buruan jalan."

"Ayok jalan Gam..." Ajak Cynta kembali saat Gama belum juga melajukan motor sportnya.

"Gue nggak bohong Ta." Gama merasa kecewa karena Cynta terdengar tidak mempercayai ucapannya.

"Iya gue tau. Gue udah bilang kan kalau gue percaya." Cynta tidak menyangka jika Gama masih mempermasalahkan perkataannya.

"Nada lo seakan tak percaya sama gue."

"Kenapa Gama jadi sensitif gini sih..." ungkap batinnya seraya menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan.

"Gue percaya sama lo Gam... Sorry mungkin karena gue lelah aja jadi cara ngomong gue salah." Cynta memilih mengalah agar perdebatan yang tidak berguna itu segera berakhir.

Gama pun akhirnya kembali menjalankan motor besarnya untuk menuju kos Cynta yang dia sudah tahu alamatnya. Karena Gama sudah pernah berkunjung ke kosan Maya dengan teman temannya.

Telapak tangan kiri Gama menarik kedua tangan Cynta yang terasa mengendur lalu menangkupnya. Gama takut gadis itu kembali memejamkan mata. Meski kemungkinan itu sangat kecil terjadi mengingat jarak menuju kos Maya sudah tidak jauh lagi namun entah mengapa lingkaran kedua tangan Cynta pada tubuhnya membuatnya nyaman. Dan Gama seakan tak rela jika kedua tangan itu lepas dari tubuhnya.

Berbeda dengan Gama yang merasa nyaman dengan posisi tersebut. Cynta justru merasa canggung pada posisi kedua tangannya saat ini. Apalagi kedua tangannya yang bertaut itu menumpu tak jauh dari inti tubuh lelaki tersebut . Sedikit saja tangannya salah gerak sudah pasti akan merasakan benda haram menonjol di balik celana jins yang Gama kenakan.

Perlahan Cynta mencoba menarik kedua tangannya, namun sayang pergerakan tangannya disadari oleh Gama. Lelaki itu memperkuat tangkupan kedua tangan Cynta seolah tak rela jika tangan ramping itu lepas dari tubuhnya.

Dan yang membuat Cynta tercekat adalah posisi kedua tangannya menumpu tepat di atas sesuatu yang menonjol yang Cynta tahu pasti benda apa itu.

Cynta harus menelan salivanya kuat, dalam hati merutuki kesalahannya yang membuat kedua tangannya terjebak di atas benda haram milik Gama.

Seketika wajahnya terasa panas apalagi saat ini otaknya kembali mengingat peristiwa saat berada di outlet tempat Gama berbelanja beberapa jam lalu.

❤❤❤❤

1
Aftine
ditungguin up kak
Dina Vanti
kok nggak pernah up lagi to kak...lama amat
Anonim
kk gk mo update th lama aku nunggu kk nya update
Nur fadillah
Wadidadawww...Mas Es batunya sudah caiiir...😀😀🤣
Nur fadillah
Waduh...duh...bikin berabe neng Cynta...🤣🤣❤
Nur fadillah
Heemmm...kalau cinta sudah membara rasanya gimana gitu...love..love..😀😀❤❤❤
Nur fadillah
Pasti cembukuuurr....🤣🤣
Nur fadillah
waduh...wafuh...ciapa tuh...🤣🤣
Nur fadillah
Heehee...asyiik...
Nur fadillah
Heeheer...nah kan..kan...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Heeheee...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Semangat 45 Thooorrr....💪🏻💪🏻🔥🇮🇩
Leny Mariani
lanjut
Ida Nursanti
up nya kelamaan..jadi lupa ceritanya
nona damayanti
mana sambungan nya
Aftine
ingat gama cyn
septi 💎
aw aw aw gercep nih pak dosen 😁
Rhiedha Nasrowi
wihh pak dosen to the poin aja yak 😁😁😁
septi 💎
ya ketahuan 😂
Septi Husna
ih si dosen main tembak2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!