Setelah kehilangan adik perempuannya dan hancur di dunia fana, Han Yu terbangun di tubuh sesosok makhluk dari Sekte Iblis yang terdampar di wilayah suci Lembah Lingshu, ras suci yang sedang berperang melawan umat manusia karena perbudakan asmara. Bukannya mati dieksekusi, Han Yu justru membangkitkan warisan langka yang tabu: Jalur Kaisar Pesona.
Berbekal ketampanan surgawi yang mutlak, stamina tiada tanding, dan teknik manipulasi sukma, Han Yu mengubah musuh-musuhnya menjadi pelayan yang patuh. Dari murid klan yang dingin, janda kultivator yang kesepian, hingga para tetua bijaksana dan Ratu Lembah, semuanya bertekuk lutut di bawah pesonanya. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Han Yu tidak bertarung dengan pedang yang menghancurkan langit, melainkan menaklukkan dunia dari atas ranjang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3 - Ruang Kesadaran Misterius
Han Yu membaringkan tubuhnya yang letih di atas ranjang batu di dalam sel penjara yang dingin. Dia perlahan memejamkan sepasang mata birunya, membiarkan napasnya teratur. Dari luar, dia tampak seolah-olah sudah terlelap ke dalam tidur yang nyenyak, namun kenyataannya kesadaran Han Yu justru sedang ditarik masuk ke dalam sebuah dimensi yang sama sekali asing.
Saat membuka mata di dalam dunia batinnya, Han Yu mendapati dirinya berdiri di tengah-tengah ruang hampa berlantai putih tak berujung. Di hadapannya, menjulang enam buah patung raksasa yang terpahat dari batu giok purba. Masing-masing patung itu memancarkan tekanan energi yang berbeda, mewakili jalan kultivasi legendaris.
Han Yu melangkah pelan, mengamati satu per satu. Patung pertama adalah seorang Panglima Perang bertubuh kekar dengan zirah berat. Patung kedua adalah Pendekar Pedang yang memancarkan niat membunuh yang tajam. Patung ketiga adalah Ahli Mantra yang dikelilingi simbol-simbol kuno. Patung keempat adalah Pengendali Mayat dengan aura kematian yang pekat. Patung kelima adalah Pembunuh Bayangan yang sosoknya seolah menyatu dengan kegelapan.
Namun, pandangan Han Yu terhenti pada patung keenam yang berada di ujung. Patung itu menggambarkan sosok pria berambut sangat panjang yang menjuntai indah. Sepasang matanya hitam pekat, sangat dalam menyerupai jurang tak berdasar. Di atas bahunya, hinggap seekor burung gagak bermata merah, sementara seekor ular sanca perak melingkari lengan kirinya dengan anggun.
Han Yu menggaruk bagian belakang kepalanya, merasa sangat bingung dengan fenomena aneh ini. Tiba-tiba, sebuah prasasti cahaya tembus pandang bermanifestasi di udara, mengambang tepat di depan wajahnya. Prasasti itu menampilkan tulisan kuno yang bergetar penuh energi, menyuruhnya untuk memilih satu jalur takdir kultivasi.
Pilihan itu terdiri dari Jalan Panglima Perang, Jalan Pendekar Pedang, Jalan Ahli Mantra, Jalan Pengendali Mayat, Jalan Pembunuh Bayangan, dan pilihan terakhir yang membuat Han Yu mengernyitkan dahi karena tidak mengerti, yaitu Jalan Kaisar Pesona.
Han Yu mengamati nama terakhir itu dengan saksama. Begitu fokusnya tertuju pada teks tersebut, prasasti cahaya di depannya mendadak berubah, menjabarkan seluruh rahasia dari Jalan Kaisar Pesona.
Jalur ini adalah sebuah jalan kultivasi langka yang berfokus pada seni rayuan, keindahan surgawi, dan manipulasi sukma. Seorang kultivator yang mengambil jalan ini akan dianugerahi pesona magis tingkat tinggi serta kemampuan mutlak untuk menarik perhatian makhluk lain. Gaya bertarungnya dibedakan oleh keanggunan, ketenangan, dan keindahan dalam setiap gerakan yang dilakukan.
Prasasti itu juga menjabarkan tiga spesialisasi utama. Pertama adalah Pemikat Sukma, di mana kultivator mampu memikat lawan-lawannya dan merayu mereka hingga menurunkan kewaspadaan serta melemahkan niat bertarung. Kedua adalah Estetika Surgawi, sebuah kemampuan menggunakan efek energi spiritual untuk meningkatkan ketampanan dan karisma fisik guna memukau siapa saja yang memandang. Ketiga adalah Manipulator Sanubari, sebuah seni menguasai emosi orang lain hanya melalui untaian kata dan gerak-gerik tubuh.
Lebih jauh lagi, Han Yu melihat empat teknik dasar yang akan langsung dikuasainya. Teknik pertama adalah Seni Pemikat Jiwa untuk menciptakan ilusi magis yang menghipnotis sasaran. Teknik kedua adalah Komunikasi Penyelaras Rasa yang membuat penggunanya pandai berbicara, mudah mencari kesamaan, dan mengarahkan dialog demi memengaruhi lawan bicara. Teknik ketiga adalah Paras Sempurna yang mampu mengubah getaran aura wajah demi memicu kekaguman penonton. Teknik keempat adalah Sentuhan Lembut Surgawi, sebuah kemampuan mistis yang mampu membuat seorang wanita merasakan kenikmatan luar biasa hanya melalui satu sentuhan fisik.
Jalur ini juga memberikan tiga fitur bawaan, yaitu Peningkatan Karisma Alami, Aura Ketertarikan Menular yang membuat interaksi sosial selalu berhasil, serta Stamina Tiada Tanding yang memberikan ketahanan fisik luar biasa ketika berada di atas ranjang. Jalur Kaisar Pesona menegaskan bahwa seni rayuan bisa menjadi senjata paling mematikan untuk mengendalikan dunia dengan rasa percaya diri.
Han Yu tertawa gugup menyaksikan semua tulisan aneh itu. Dia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Apa-apaan semua kegilaan ini, pikirnya.
Namun, sebelum dia sempat mundur, patung giok pria bermata malam di depannya mendadak retak dan menjelma menjadi sosok hidup. Pria tampan itu tersenyum dengan sangat lembut, lalu membungkuk memberikan penghormatan yang sangat anggun kepada Han Yu.
Han Yu menahan napas, mencoba menyadarkan dirinya sendiri dari apa yang dia kira sebagai mimpi buruk. Dia melayangkan satu pukulan keras ke pipinya sendiri demi memeriksa realitas. Rasa sakit yang menyengat di pipinya membuktikan bahwa ini bukanlah sebuah ilusi tidur.
Han Yu harus mengakui bahwa sosok di depannya memang sangat pantas menyandang gelar tersebut. Sosok pria itu tampak sangat maskulin dengan postur tubuh yang berotot namun ramping dan proporsional. Rambut hitamnya yang panjang mengalir indah hingga menyentuh tulang ekor, dan setiap gerakannya memancarkan wibawa bangsawan yang bercampur dengan pesona yang mematikan.
Jika saja Han Yu seorang wanita, dia pasti sudah jatuh hati pada sosok ini. Namun, karena dia seorang pria, rasa iri yang besar mendadak bangkit di dalam dadanya melihat ketampanan yang tidak masuk akal tersebut.
Seandainya di dunia lamanya dia memiliki penampilan sesempurna ini, dia tidak akan berakhir merana sebagai buruh kasar yang kesepian. Han Yu menghela napas sedih, lalu menepuk pundak pria patung hidup itu seraya bergumam parau, meminta agar pria itu meminjamkan sedikit saja ketampanannya.
Mendengar permintaan itu, pria bermata malam tersebut membuka matanya lebar-lebar seolah terkejut, sebelum akhirnya tawanya yang renyah bergetar di dalam ruangan. Han Yu tersentak kaget ketika pria itu menjawab dengan suara yang sangat berat, dalam, dan menggoda, menyatakan bahwa hal itu sama sekali bukan masalah.
Seketika itu juga, seluruh tubuh pria misterius itu meledak dalam cahaya keemasan yang sangat menyilaukan. Han Yu refleks menutup kedua matanya menggunakan lengan baju. Sedetik kemudian, rasa panas yang membakar mengalir deras ke seluruh pembuluh darah dan meridian tubuhnya, disusul oleh sebuah gema suara gaib yang bergaung langsung di dalam pusat jiwanya.
Suara itu memberitahukan bahwa Jalan Kaisar Pesona telah dipilih secara mutlak, dan jalur kultivasi berikutnya baru bisa dibuka setelah Han Yu mencapai tingkat keseratus dari ranah ini.
Han Yu berteriak penuh amarah, memaki energi gaib yang mengikatnya sebelum akhirnya kesadarannya benar-benar runtuh dan tenggelam ke dalam kegelapan total.