NovelToon NovelToon
Sistem Dewi Rubah

Sistem Dewi Rubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

⚠️⚠️TIDAK ADA UNSUR LGBT, NAMANYA JUGA DEWI RUBAH, YANG PALING DISUKAI ADALAH JIWA DAN TUBUH MEREKA⚠️⚠️

Bagaimana kalau seorang Dewi rubah yang dihukum malah melarikan diri? kucingnya yang selama ini seperti kucing biasa ternyata kucing dunia. bersenang-senang? tentu saja hal itu yang paling disukai nona rubah kita ini. bagaimana kesenangan nona rubah di dunia manusia dan pelarian nya? di setiap cerita akan beda judul utama karena dia tidak hanya melarikan diri, tetapi juga menjadi sistem kesenangan diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kontrak yang harus ditandatangani

Lili menghela napas atau setidaknya, mengeluarkan suara yang mirip helaan napas kucing. "Baiklah. Sebelum kau terlalu bersemangat, aku perlu memodifikasi sistemku agar bisa mengakomodasi rencanamu ini. Dan kau perlu menandatangani kontrak."

"Kontrak?" Lucy memiringkan kepala.

"Agar kita terikat secara resmi." Lili mengangkat cakarnya, dan tiba-tiba sebuah gulungan kertas bercahaya muncul di udara di antara mereka. Kertas itu mengambang, di atasnya terdapat tulisan-tulisan ilahi yang berpendar lembut. "Ini adalah syarat dan ketentuan sistem. Aku sudah memodifikasinya sesuai dengan apa yang kita diskusikan."

Lucy meraih gulungan itu dan membacanya atau lebih tepatnya, pura-pura membacanya. Matanya melompat-lompat dari satu poin ke poin lain.

"Syarat utama: Tuan rumah yang ditempati harus memiliki keinginan membalas dendam yang kuat," Lili mulai menjelaskan. "Nilai suka yang terkumpul akan dikonversi menjadi energi sistem dengan rasio satu banding seratus. Nilai kebencian dari musuh akan menjadi bonus dengan rasio satu banding lima puluh."

"Kenapa nilai kebencian lebih kecil rasionya?"

"Karena seperti yang kubilang, kebencian itu berisik. Lebih sulit diolah, lebih kotor. Tapi tetap berguna."

Lucy melanjutkan membaca. "Durasi kontrak: sampai misi membalas dendam selesai dan target nilai suka tercapai."

"Ya. Setelah itu, kau bisa memilih untuk keluar dari tubuh tersebut dan pindah ke dunia lain. Atau kau bisa menetap lebih lama kalau mau."

"Apa ada ketentuan soal Kakak Pertama?"

Lili tersenyum tipis. "Selama kita terus bergerak, melompat dari satu dunia ke dunia lain, dan selama energiku cukup untuk menutupi jejak kita, Kakak Pertamamu tidak akan bisa menemukan kita. Anggap saja setiap dunia yang kita kunjungi adalah tempat persembunyian baru."

Lucy menyeringai. "Aku suka itu. Jadi selain mengumpulkan energi, kita juga terus bersembunyi. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui."

"Tepat."

Tanpa ragu, Lucy menyentuh bagian bawah gulungan itu dengan ujung jarinya. Seketika, tanda tangan berpendar berbentuk siluet rubah berekor sembilan muncul di sana. Gulungan itu kemudian melingkar dan menghilang ke dalam tubuh Lili.

"Kontrak diaktifkan," kata Lili. "Sekarang aku akan menjelaskan informasi penting tentang dunia-dunia yang akan kita masuki."

"Dengar-dengaran!" Lucy kembali menjatuhkan diri ke kursi malasnya dan meraih anggur lagi.

Lili melompat ke pangkuannya, meringkuk di sana. "Dunia yang akan kita masuki adalah dunia paralel. Setiap dunia memiliki alur ceritanya sendiri, karakternya sendiri, dan aturannya sendiri. Beberapa mirip dengan alam manusia yang kau kenal, beberapa lagi sangat berbeda."

"Seperti apa bedanya?"

"Bisa dari segi teknologi, ada dunia yang masih di era kerajaan, ada yang sudah futuristik. Bisa dari segi makhluk, ada dunia yang dihuni manusia biasa, ada yang dihuni vampir dan manusia serigala. Bahkan ada dunia yang seluruhnya dihuni oleh binatang buas yang bisa bicara."

Mata Lucy berbinar. "Dunia vampir? Itu terdengar menarik!"

"Kau akan menemukan banyak hal menarik di sana," Lili melanjutkan. "Tapi ada satu aturan penting: kau tidak boleh menggunakan kekuatan dewimu secara terbuka. Itu bisa merusak keseimbangan dunia yang kita masuki dan yang lebih penting bisa menarik perhatian."

"Jadi aku harus pura-pura menjadi manusia biasa?"

"Tidak juga. Kau tetap bisa menggunakan kekuatanmu, tapi dalam batas wajar. Anggap saja kau adalah 'cheat' bagi pemilik tubuh yang kau tempati. Kekuatan dewi yang terbatas, dikemas dalam bentuk 'skill' atau 'kemampuan spesial' yang masuk akal dalam konteks dunia tersebut."

Lucy mengangguk-angguk. "Aku mengerti. Jadi kalau di dunia vampir, mungkin aku bisa memberikan kemampuan untuk berjalan di bawah sinar matahari atau semacamnya?"

"Tergantung situasi. Nanti kita akan melihat detailnya saat sudah masuk ke dunia tujuan." Lili menguap kecil. "Satu hal lagi. Pemilik tubuh yang akan kau tempati biasanya adalah karakter yang dalam istilah dunia paralel disebut 'karakter pendukung yang tersakiti'. Mereka adalah orang-orang yang dalam alur cerita asli dikhianati, dihancurkan, atau diabaikan."

"Orang-orang yang terzalimi," gumam Lucy.

"Ya. Mereka memiliki dendam yang kuat, dan biasanya mereka juga memiliki potensi yang tidak pernah sempat berkembang karena campur tangan karakter utama atau antagonis dalam cerita mereka."

Lucy menyeringai. "Jadi kita akan membantu mereka naik ke puncak sambil membalas dendam, dan di saat yang sama, kita kumpulkan nilai suka dari orang-orang di sekitar?"

"Tepat."

"Aku suka rencana ini." Lucy mengusap kepala Lili. "Kau benar-benar sistem yang hebat."

Lili mendengkur pelan, menikmati usapan itu. "Aku tahu."

"Jadi," Lucy menatap tiga bulan di langit ungu, "kapan kita mulai misi pertama kita?"

Lili mengangkat kepalanya. "Segera. Tapi sebelumnya, aku perlu mengisi sedikit energi dulu."

"Caranya?"

"Tidur." Lili sudah memejamkan mata. "Kucing perlu tidur delapan belas jam sehari. Sistem dunia yang berbentuk kucing... mungkin butuh dua puluh jam."

"Apa?! Itu hampir seharian penuh!"

"Makanya jangan ganggu. Kalau energiku penuh, kita bisa langsung berangkat."

Lucy menggerutu, tapi tetap mengelus bulu putih Lili yang lembut. Kucing itu sudah mulai mendengkur pelan, tubuhnya naik-turun dalam ritme pernapasan yang tenang.

Dia menatap kastil emasnya, lalu ke langit ungu, lalu ke tiga bulan yang bersinar. Ini adalah awal dari petualangan yang bahkan dirinya sendiri tidak tahu ujungnya. Tapi satu hal yang pasti, dia akan menikmati setiap detiknya. Menggoda manusia, mengumpulkan nilai suka, membalas dendam atas nama orang lain, dan sambil lalu... terus bersembunyi dari Kakak Pertama.

Kakak Pertama, Kakak Kedua, dan yang lainnya... maaf ya. Tapi aku belum mau pulang. Dunia masih terlalu luas dan terlalu menyenangkan untuk kulewatkan.

Lucy tersenyum pada dirinya sendiri, lalu menutup mata. Besok atau lusa, tergantung seberapa lama Lili tidur petualangan sesungguhnya akan dimulai.

Sistem Nilai Suka akan segera beraksi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!