NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikahi Tuan Duda

Dipaksa Menikahi Tuan Duda

Status: tamat
Genre:Dosen / Duda / Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Ly_Nand

🌶Boleh Skip Part Boncabe🌶

Niat hati bekerja menjadi guru bimbel untuk menambah pendapatannya, justru Rini berada di situasi rumit yang membuatnya terjebak pada duda dingin yang juga dosen di kampusnya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
"ingat, pernikahan ini hanya demi Adam. jangan harap ada cinta atau pun hubungan suami istri yang sebenarnya." Kalimat menusuk dari suami yang baru dinikahinya seketika membuatnya kecewa.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Meski tak dianggap bahkan kehadirannya seolah antara ada dan tiada dimata suaminya. Rini terus menjalankan tugasnya sebagai istri, kecuali hubungan ranjang.

Namun di suatu malam,

"Mas... tolong hentikan. Kamu sadar aku siapa?"
Pria itu terus menjamah seluruh tubuh Rini, bahkan semua pakain Rini telah disobek dan dibuang entah kemana.
"Aku tahu kamu istriku sekarang. Lakukan saja kewajibanmu untuk melayaniku" tak ada suara dengan kelembutan.
"Mash..." Rini merasakan sakit saat bagian intinya ditrobos.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ly_Nand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Mas, Bukan Pak

"Maaf, pak. Kenapa ya?"

"Bisa tidak kamu berhenti memanggil saya, Pak? Rasanya telinga saya gatal mendengarnya."

"Maaf, bagaimana saya harus memanggil anda?"

"Huh..." Papa Adam menghembuskan nafasnya dengan kasar.

"Bukankah kita sudah sepakat untuk menikah?"

"Iya, terus apa ada hal yang saya lewatkan?"

"Aku tahu, kita melakukan ini untuk Adam. Bahkan diantara kita belum ada cinta. Tapi apa kamu tidak ingin mencoba dari hal yang paling mudah untuk membuat hubungan kita lebih baik?"

"Apa yang harus saya lakukan, Pak? eh... maaf saya masih bingung bagaimana saya harus memanggil anda."

"Bagaimana dulu ibumu memanggil ayahmu?"

"Karena kami orang jawa, jadi ibu biasa memanggil Mas kepada ayah saya."

"Kalau begitu biasakan seperti ibumu memanggil ayahmu."

"Saya harus memanggil dengan sebutan Mas?, Apa itu tidak apa-apa?"

"Apa masalahnya?, justru yang menjadi masalah kalau orang mendengar calon istri saya memanggil saya dengan sebutan bapak. Bisa-bisa mereka pikir saya Bapak kamu."

"Hi... " Rini tertawa melihat ekspresi Papa Adam.

"Kenapa kamu tertawa? Ada yang lucu?"

"Ah.. maaf. Saya hanya melihat anda tadi seperti Adam kalau sedang kesal karena saya goda."

"Oh... jadi kamu mau bilang saya seperti anak kecil... begitu kan?"

"Bu-bukan, maaf kalau anda tidak suka."

"Berhentilah bersikap formal" Papa Adam mengacak sedikit rambut Rini hingga membuatnya terkejut dengan perlakuan kecil itu. "Bersikaplah biasa, jangan terlalu kaku. Ini juga bisa membawa pengaruh baik untuk Adam. dan ingat ubah panggilan kamu. Tidak ada panggilan Pak lagi."

"Baik, Mas" Rini merasa wajahnya menghangat. Ia begitu malu kalau harus memanggil Papa Adam dengan sebutan itu. "Tapi, Mas. Em... siapa nama Mas?"

"Ya tuhan... jadi kamu belum tahu namaku?"

Rini hanya meringis, memang kenyataannya dia tidak tahu siapa nama majikannya itu, ah ralat sekaran statusnya bukan majikan lagi tapi calon suami. Dia terlalu fokus dengan Adam sampai tidak begitu memperdulikan orang lain.

"Namaku Dean Prayoga Ardhana. Terserah padamu bagaimana kamu mau memanggilku."

"Kalau tante biasa memanggil Mas dengan nama apa?"

"Di keluarga lebih sering memanggil dengan nama Dean, tapi waktu sekolah teman-teman banyak yang memanggil dengan nama Yoga karena saat itu ada lebih dari dua nama Dean. Dan panggilan Yoga bertahan sampai sekarang di tempat kerja."

"Boleh saya panggil Mas Dean saja?"

"Tentu, silahkan. Dan tambahan lagi, jangan terlalu formal, pakai aku-kamu."

"Baik, Mas."

"Good girl!" Dean mengacak pelan rambut Rini membuat jantungnya semakin tidak aman. "Yuk, kita turun. Kalau terus disini kita tidak jadi beli kue untuk Adam"

...****************...

Sebulan berlalu dan kondisi Adam semakin baik. Meski Adam masih belum mau tidur tanpa Rini, setidaknya bocah kecil itu bisa bermain dengan ceria lagi. Beberapa kali Dean dan Rini hadirkan anak-anak panti di rumah untuk membuat Adam lebih ceria, nyatanya hal itu memang efektif karena Adam merasa nyaman dengan anak-anak panti.

Hari ini Rini berencana untuk menemui dosennya karena harus meminta tanda tangan di lembar pengesahan skripsinya. Untuk itu dari semalam dia sudah membicarakan hal ini pada Adam.

"Rin, sudah mau berangkat?" sapa calon mertua Rini yang kini telah ia panggil dengan sebutan mama.

"Iya, Ma. Titip Adam, Ma. Mungkin nanti Rini pulang agak lama karena mau bereskan barang di tempat kos."

"Ajak saja Dean supaya kamu tidak kesulitan."

"Kenapa, Ma?" Orang yang disebut tiba-tiba muncul diantara mereka.

"Rini hari ini mau bereskan barangnya di tempat kos. Kamu sama calon istri kok gak perhatian, sih. Dibantu dong!"

"Jadi hari ini, Rin? Bukannya besok?" Dean justru mengalihkan pandangannya pada RIni.

"Iya, Mas. Mau aku bereskan hari ini saja. Kata ibu kos penyewa baru mau lihat-lihat besok. Jadi sepertinya hari ini saja beresinnya, toh barangnya tidak banyak."

"Kenapa tidak bilang? Mau dikerjakan sendiri?" Dean mencubit hidung calon istrinya itu.

"Mas... Sakit..."

"Manja, ini gak keras, Rin!"

"Udah ah, malah mesra-mesraan disini. Tuh dilihat Adam" Mama Bella mengalihkan perhatian mereka pada Adam yang berjalan ke arah mereka.

"Papa sudah mau berangkat?"

"Iya sayang, Maaf ya kalau Papa sering pulang malam. Papa harus banyak menyelesaikan tugas sebelum Papa libur kerja."

"Tidak apa-apa, Pa. Kata kak Rini, Papa harus bekerja keras karena Papa tidak mau kita kesusahan. Terimakasih, Papa. Adam sayang, Papa."

"Papa juga sayang Adam" Adam dan Dean saling berpelukan.

"Kak Rini sini, ikut peluk Adam"

"Kan sudah sama Papa" Rini mencoba menolak karena masih canggung.

"Kemarilah..." Dean menarik tangan Rini hingga mereka berpelukan bertiga.

"Mas... Rini malu"

"Kenapa harus malu? justru kamu haru membiasakan diri."

Cup Cup

Dean mengecup puncak kepala Adam dan Rini.

"Mas...." Rini melotot

"Wajah kak Rini jadi merah seperti kepiting." Ucapan Adam mengundang tawa Keluarga kecil Ardhana.

...****************...

"Bagaimana persiapa pernikahan kamu? Gak kerasa seminggu lagi kamu berubah status." Tanya Amel.

Saat ini mereka sedang makan siang di kafe Brian karena Amel tidak ada jadwal ke kampus.

"Aku tidak terlalu tahu, semua diurus Mas Dean dan Mama. Mereka memang menanyakan pendapatku, tapi eksekusinya aku tidak terlalu ikut campur. Sebaiknya memang seperti ini. Aku bingung dengan ribetnya ngurus pernikahan."

"Kalau Skripsimu sendiri bagaimana?"

"Pak Yoga kayaknya akhir-akhir ini lagi good mood. Jadi semua berjalan lancar aman terkendali"

"Syukur lah..."

"Aku gak bisa lama disini, Mel. Hari ini aku mau bereskan barang di tempat kos."

"Maaf ya gak bisa bantu."

"Gak apa, Katanya nanti Mas Dean mau nyusul kesana langsung buat bantu-bantu."

"Syukurlah kamu tidak sendiri."

"Kalau begitu aku balik sekarang ya, Mel. Takut kesorean."

Rini pin keluar untuk segera menuju ke tempat Kos nya. Namun sampai di pintu keluar, Brian memanggilnya.

"Rin, bisa kita bicara?"

"Tapi aku harus segera ke tempat kos, Kak. Ibu Kos sudah menunggu."

"Kalau begitu kita bicara di jalan sambil aku antar kamu. Bagaimana?"

"Baiklah"

Di perjalanan menuju tempat kos Rini mereka mengobrol.

"Bagaimana persiapan pernikahanmu?"

"Lancar, kak."

"Apa kamu bahagia?"

"Sejauh ini aku baik-baik saja, kak."

"Apa kalian saling mencintai?"

"Aku tidak tahu perasaan kami disebut dengan istilah seperti apa tepatnya. Namun yang kami rasakan, kami bahagia karena apa yang menjadi tujuan awal pernikahan kami sedikit demi sedikit mulai terwujud."

"Rin, Maaf kalau membuat kamu jadi kurang nyaman. Kamu tahu perasaan kakak padamu. Tapi apapun itu, kakak tetap ingin diantara bersikap seperti biasanya."

"Rini tahu, kak. Rini bahkan merasa beruntung merasakan bagaimana rasanya perhatian seorang kakak sejak mengenal kak Brian dan Amel. Bagiku kalian keluargaku."

1
Ratnaa Dinataa
iya thor mna cerita amel sma dokter gantengnya 😢
Soraya
mampir thor
Marina Tarigan
apa ayaj ibumu sdh berpisah stacy atau seperti kelusrga hidup sendiri 2 papamu punya selingkuhan dan ibumu juga begotu mlnya tfk perduli dgnmu berjuang utl masa depan selagi mereka masih membiayai hidupmu biarkan saja
Marina Tarigan
nanti tiap thn beranak Ririn apa sdh be KB anakmu msh perlu ibunya masih terlampau kevil
Marina Tarigan
biasanya gol drh O pendonor kesemua gol drh atau mungkin Adam itu anak selingkuhan Lisa kali karena lisa dulu punya laki2 lain
Marina Tarigan
ngeri kali nasipmu Lisa pacar meninggalkanmu sesudah hartamu dikuras spi habis dan meninggalkanmu di jalanan dan suami yg super pintar ceo dosen punya harta menggunung mulai sekarang tata hidupmu dgn berserah kpd Tuhan besarkan anakmu dgn baik dan Adam biarkan dia mengerti dulu demi phisnya sampai kapanpun kamu ttp ibu yg melahirkannya ke dunia ini
Marina Tarigan
adam tdk bisa dipaksan dia masih kecil belum bisa mengerti apa2 buat dia trauma nantinya
Marina Tarigan
coba lagi Alisa sampai darah penghabisan lawanmu sekarang sdh tahu sepak terjangmu dan sdh banyak punya mata2 mengawssi kamu
Marina Tarigan
akibat kesakitan yg pernah kau alami Rini dasa otak cerdasmu timbul dgn luar bisa bagus hancurkan Alisa tanpa dia darimana dan kamu Andre. kasihan sekali kamu dijadilan alisa cuma alat pemuas penyakinya😄 yg gila kamu belum pernah main wanita perjakamu sdh di obok2 wanita biadap bagus kamu sadar lah dgn lingkunganmu
Marina Tarigan
semasa Bean masih sendiri beberapa thn tak bisa kamu taklukkan lisa ini sdh nikah dgn wanita yg pintar semoga jeratanmu pd Andre berbalik padamu
Marina Tarigan
aduh Andre begitulah laki 2 pd umumnys asal digesek sedikit imannya terus hanvur kalau kau ladeni iblis itu kau akan masuk kehancuranmu Andre dikantor itu bukan lagi Bean yg berkuasa tapi Rini sdg mematai 2 lisa ular itu
Marina Tarigan
memang suamimu Rini perlu otaknya perlu di rukiah sifatnya kekanak2an
Marina Tarigan
pelacur itu kalau tdk dibenturkan kepslanya ketembok itu bikin rmh tggamu hancut baru beberapa menit daling memaafkan datang lagi ulsr cobra
Marina Tarigan
kamu marah sm lisa kamu siksa idtrimu begitu krjam behitu Rini sangat tulus merawst anakmu Afam
Marina Tarigan
suami biadap karena cembufu buta kamu perlakukan istri sahmu seperti binatang brian itu sdh deperti saudara bagi Rini karena keluarga mereka membantu Rini seperti kelusrganya karena kesakitanmu dgn mantan istrimu itu kamu lampiaskan brengsekmu sm istri sahmu yg sdh mengobati trauma analmu sendiri kok perangaimu sangat biadap
Marina Tarigan
lanjut
Marina Tarigan
kok ada dosen se biadap brengselk kurang ajar sepeperti itu walsupun kamu ydk mencintai apakah patut kamu buat begitu kasarnya seperti pelacur tdk dia masih perawan kalau aku rini sdh kutendang asetnya itu biar mati sekalian maaf cetitanya terlampau sadis begitu Rimi mash sangat muda diperlakukan seperti anjingpun tdk lebih
Marina Tarigan
kamu idola banyak pemuda karena kepintaranmu tdk neko2 tulus bekerja kamu anak baik tdk pernah pacaran kamu mau dinikahi duda yg pernah disakiti mantan istrinya hingga infasnya ke kamu tahankan kalau kamu danghup ya
Marina Tarigan
belum akad pun sdh ada masallah minta undur saja sdh lagi pun menurut aku terlampau cepat Rini menerima belum tahu sedikitpun sifat masing2 Dean jauh lebih tua dari Rini aturan dia yg dewasa betul bisa membingbing kalau aku pasti aku pergi diam2
Marina Tarigan
kok mudah kali Rini menerima perjodohan itu kalau dgn segi finansial memang tdk akan kekurangan apapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!