Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.
Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!
kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Mahluk Spiritual
Perjalanan berikutnya berjalan cukup lancar. Hutan yang lebat mulai beralih menjadi padang rumput luas yang dikelilingi oleh bukit-bukit kecil yang ditumbuhi pepohonan spiritual. Udara menjadi semakin segar dan konsentrasi energi spiritual di udara juga semakin tinggi, menunjukkan bahwa mereka semakin dekat dengan Pegunungan Roh Langit.
Yun Xi ternyata memiliki pengetahuan yang luas tentang flora dan fauna di wilayah ini. Ia mampu mengidentifikasi berbagai jenis tumbuhan spiritual yang bisa digunakan sebagai ramuan obat atau bahan kultivasi. Bahkan ia berhasil menemukan sebuah kolam air spiritual yang tersembunyi di antara batu-batu besar, memberikan kesempatan bagi mereka semua untuk membersihkan diri dan mengisi kembali persediaan air mereka.
Selama perjalanan, Nova seringkali melihat Yun Xi yang diam-diam memperhatikannya dengan tatapan yang penuh rasa ingin tahu. Kadang kala mereka berbicara tentang dunia kultivasi dan berbagai sekte yang ada di Planet Galastos. Yun Xi bahkan memberitahu mereka bahwa Sekte Bunga Akar Abadi terkenal dengan kemampuan mereka dalam menyembuhkan dan merawat luka, serta memiliki pengetahuan mendalam tentang ramuan spiritual.
“Jika kau tidak keberatan,” ucap Yun Xi pada Nova saat mereka berjalan sedikit di belakang rombongan utama, “aku ingin melihat pedangmu yang itu. Aku merasa ada sesuatu yang sangat istimewa dari pedangmu itu.”
Nova tidak ragu untuk menarik Oceanus Crown Blade dari sarungnya. Cahaya biru yang lembut memancar dari bilah pedang, sementara Batu Merah di gagangnya mengeluarkan dengungan pelan. Yun Xi dengan hati-hati mengambil pedang itu dengan kedua tangannya, wajahnya penuh dengan kagum.
“Energi yang keluar dari pedang ini sangat murni,” bisiknya dengan kagum. “Dan aku merasakan ada hubungan khusus antara kau dan pedang ini. Bukankah ini adalah senjata kuno yang hilang?”
Nova mengangguk pelan. “Aku tidak tahu banyak tentang asal-usulnya. Aku hanya mendapatkan pedang ini dari seorang teman.”
Tian Long yang berada di dalam lautan jiwa Nova tiba-tiba berbicara lagi. “Anak muda, gadis ini benar-benar memiliki darah kuno yang murni. Aku bisa merasakan getaran darahnya yang sama dengan beberapa ras bangsawan kuno yang pernah ada di dunia ini. Jaga jarak namun tetap berhati-hati terhadapnya.”
Nova hanya bisa mengangguk dalam hati. Ia memang merasa ada sesuatu yang berbeda dari Yun Xi, selain kecantikannya yang alami, ada aura tertentu yang mengelilinginya yang membuatnya tampak berbeda dari kultivator lain yang pernah ia temui.
***
Hari-hari berlalu dan mereka semakin dekat dengan Kota Bintang Tujuh. Pada hari kelima perjalanan, mereka memasuki sebuah lembah yang indah dengan sungai jernih yang mengalir di tengahnya. Pepohonan besar menjulang tinggi di kedua sisi lembah, sementara bunga-bunga spiritual berwarna-warni bermekaran di mana-mana.
Namun suasana yang damai itu tiba-tiba terganggu ketika beberapa sosok berjubah hitam muncul dari balik pepohonan besar, menghalangi jalan mereka. Ada sekitar sepuluh orang dengan aura yang dingin dan penuh dengan energi gelap yang mengerikan.
“Lembah Iblis Hitam,” bisik Lin Xue dengan wajah yang serius. “Apa yang mereka inginkan di wilayah ini?”
Salah satu sosok berjubah hitam yang tampak sebagai pemimpin melangkah maju, membuka tudungnya untuk menunjukkan wajah yang penuh dengan bekas luka dan tatapan yang kejam. “Kita telah menunggu kalian lama sekali, anggota Sekte Awan Biru. Dan juga kau, pemuda yang membawa senjata kuno itu.”
Nova segera mengambil posisi siap bertempur, Oceanus Crown Blade sudah tergenggam erat di tangannya. “Kalian mengikuti kita dari Kota Yunfeng?”
Pemimpin itu hanya tersenyum dingin. “Kita telah mengawasi setiap langkahmu sejak kau membuat kami malu di Kota Yunfeng. Sekarang, serahkan senjata itu dan gadis itu kepada kami, atau kalian semua akan mati di sini.”
Yan Mei segera menarik busurnya yang khusus untuk menembak jarum spiritual. “Mimpi kau! Siapa bilang kita akan menyerah begitu saja?”
Gu Shen mengayunkan tombaknya dengan penuh semangat. “Mari kita lihat saja siapa yang akan memenangkan pertempuran kali ini!”
Namun pemimpin Lembah Iblis Hitam hanya menghela napas seolah merasa terganggu. “Kalau begitu, kalian meminta sendiri untuk mati.”
Ia mengangkat tangannya ke atas langit, lalu mulai mengucapkan mantra dengan suara yang dalam dan menyeramkan. Udara di sekitar mereka segera menjadi dingin, sementara awan gelap mulai berkumpul di atas langit lembah itu. Energi gelap mulai terkonsentrasi di sekitar mereka, membuat semua tanaman spiritual di sekitar mulai layu dan mati.
“Semua orang bersiap!” teriak Lin Xue sambil menarik pedangnya yang memancarkan cahaya biru terang. “Mereka akan menggunakan sihir gelap tingkat tinggi!”
Yun Xi juga mulai mengeluarkan pedangnya yang tipis, energi hijau zamrud mulai mengelilingi tubuhnya. “Aku akan membantu kalian dengan kemampuan penyembuhanku. Jangan biarkan diri kalian terluka parah!”
Nova merasakan bagaimana Oceanus Crown Blade mulai bergetar dengan cepat di tangannya, seolah merespons kehadiran energi gelap yang jahat. Batu Merah di gagangnya mulai memancarkan cahaya merah yang semakin terang, sementara bilah pedangnya mengeluarkan suara dengungan yang semakin keras.
“Anak muda,” kata Tian Long dengan suara yang serius, “ini adalah kesempatan yang baik untuk menguji kemampuanmu yang sebenarnya. Gunakan semua kekuatan yang kau miliki untuk menghadapi mereka!”
Nova menarik napas dalam-dalam, mata matanya mulai terpancarkan cahaya biru yang kuat. Ia siap menghadapi ancaman terbesar yang telah mereka temui sejak meninggalkan Kota Yunfeng. Pertempuran yang akan datang tidak hanya akan menguji kekuatan mereka sebagai kultivator, tetapi juga akan mengungkap rahasia yang lebih dalam tentang mengapa mereka menjadi target Lembah Iblis Hitam…
Di balik pepohonan yang jauh, sosok bayangan berjubah hitam yang pernah mengawasi kepergian mereka dari Kota Yunfeng masih berdiri dalam diam. Senyum dingin masih terukir di wajahnya ketika ia melihat bagaimana pertempuran akan segera dimulai.
“Semoga kau bisa bertahan hidup, Nova,” bisiknya dengan suara yang rendah namun jelas terdengar di antara hembusan angin.
Tepat ketika kalimat terakhir pria berjubah hitam itu lenyap bersama embusan angin, seluruh lembah mendadak bergetar hebat.
Bukan karena benturan aura para kultivator...
Melainkan karena sesuatu yang jauh lebih besar sedang bangkit dari bawah tanah.
DUUUUM!
Tanah di bawah kaki mereka retak membentuk puluhan celah panjang yang menjalar ke segala arah. Sungai yang semula mengalir tenang berubah bergolak, sementara pepohonan spiritual di sepanjang lembah bergoyang hebat seolah diterpa badai yang tak kasatmata.
Ekspresi Lin Xue langsung berubah. "Semua mundur!"
Belum sempat siapa pun bergerak, sebuah pilar batu raksasa tiba-tiba menerobos keluar dari dalam tanah, disusul semburan energi hitam yang membubung tinggi hingga menembus awan.
Wajah Yun Xi mendadak pucat. "Itu... tidak mungkin...."
Nova menoleh cepat. "Kau mengenalnya?"
Yun Xi menggigit bibirnya sebelum menjawab dengan suara bergetar.
"Segel..."
"Mereka sedang membuka Segel Kuno."
Ucapan itu membuat Tian Long yang berada di dalam lautan jiwa Nova tiba-tiba membuka kedua matanya lebar.
Untuk pertama kalinya sejak mereka meninggalkan Bumi, ekspresi naga kuno itu berubah drastis.
"Apa?"
"Tidak..."
"Mustahil!"
Nova merasakan perubahan emosi Tian Long dan langsung menyadari bahwa keadaan jauh lebih buruk daripada yang terlihat.
"Kakek tua."
"Apa yang terjadi?"
Suara naga kuno itu terdengar berat.
"Jika dugaanku benar..."
"...orang-orang Lembah Iblis Hitam sama sekali bukan target utama."
"Mereka hanya pengorbanan."
Nova mengernyit. "Pengorbanan?"
"Ya."
Tatapan Tian Long seolah menembus ruang.
"Mereka sengaja memancingmu datang ke lembah ini."
"Bukan untuk membunuhmu..."
"...melainkan menggunakan auramu sebagai kunci."
Jantung Nova berdegup lebih cepat. "Kunci?"
Belum sempat Tian Long menjelaskan lebih jauh...
KRAAAAK!
Seluruh lembah kembali berguncang. Pilar batu yang menjulang di tengah lembah perlahan retak dari bagian tengahnya.
Retakan demi retakan menyebar seperti jaring laba-laba, sementara cahaya merah tua mulai merembes keluar dari dalamnya.
Udara berubah semakin berat. Langit yang semula cerah kini tertutup awan hitam pekat.
Suara tawa pelan tiba-tiba bergema dari balik pilar batu. Tawa itu tua...
Serak... Namun dipenuhi tekanan yang membuat bahkan para kultivator Ranah Mortal Langit sulit bernapas.
Pemimpin Lembah Iblis Hitam langsung berlutut.
"Selamat datang..."
"...Yang Mulia."
Kesepuluh anggota Lembah Iblis Hitam ikut bersujud tanpa berani mengangkat kepala. Lin Xue, Gu Shen, Yan Mei, Qin Yu, bahkan Yun Xi membeku di tempat.
Mereka semua dapat merasakan satu kenyataan yang mengerikan. Aura yang keluar dari balik segel itu...
Jauh melampaui siapa pun yang pernah mereka temui. Bahkan...
Tekanannya terasa lebih menyesakkan daripada Tetua Xu, seorang Mortal King.
Tian Long menarik napas panjang.
Suaranya dipenuhi keseriusan yang belum pernah Nova dengar sebelumnya.
"Anak muda..."
"Jangan bertarung dengannya."
"Jangan mencoba menyentuh makhluk itu."
"Karena jika segelnya benar-benar terbuka..."
"...maka musuh pertama yang akan kau hadapi di Planet Galastos bukan lagi Lembah Iblis Hitam."
"Tetapi..."
"...salah satu sisa makhluk dari Era Kekacauan Kuno yang seharusnya telah musnah puluhan ribu tahun yang lalu."