NovelToon NovelToon
Menikahi Wanita Taruhan

Menikahi Wanita Taruhan

Status: tamat
Genre:Duda / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Karena Taruhan / Tamat
Popularitas:650.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rositi

“Kamu lihat wanita yang memakai gaun merah muda itu? Jika kamu bisa menidurinya malam ini juga, ayo kita menikah lagi!” ucap Zoya.

Awalnya, Hyera tak lebih dari wanita taruhan yang harus Elmer tiduri, seperti syarat yang harus Elmer jalani agar dirinya bisa kembali menikah dengan Zoya sang mantan istri. Namun, pesona Hyera yang selain sangat cantik mirip barbie hidup, tapi juga penuh keceriaan sekaligus hangat, membuat dunia Elmer hanya dimiliki Hyera. Zoya bahkan tak lagi penting bagi Elmer, terlebih selama ini, Zoya selalu semena-mena kepada Elmer.

Elmer bahkan berjuang penuh untuk bisa menikahi Hyera dan mengukir cinta yang manis bersama Hyera.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31 : Hujan Dan Permintaan Hyera

Sore kali ini terbilang mendung, ditemani semilir angin yang terasa cukup dingin. Elmer yang ada di depan salah satu restorannya yakin, sebentar lagi akan turun hujan. Terlebih, aroma tanah juga terc.ium sangat kuat. Bergegas ia mempercepat langkah sambil tersenyum menatap apa yang ia bawa. Di tangan kanannya, ia membawa kantong transparan berukuran kecil. Di sana ada helai lembut warna merah muda bertabur serbuk putih yang terbungkus di daun pisang kering.

Dari dalam restoran, Hyera sudah menatap penuh tanya sang suami. Tadi, Hyera memergoki Elmer sempat senyum-senyum sendiri mengawasi kantong transparan yang dibawa. Hyera sengaja mempercepat langkahnya untuk segera sampai ke Elmer. Meski dari langkah Elmer, harusnya suaminya itu juga akan masuk ke dalam restoran.

“S—sayang,” ucap Hyera sambil buru-buru menyelinap di antara pintu kaca. Alasan yang sedari awal membuatnya bisa mengawasi Elmer dengan leluasa dari dalam restoran.

Dipanggil sayang untuk pertama kalinya oleh Hyera, Elmer langsung tersipu. Selain itu, Elmer yang menatap Hyera penuh cinta juga refleks berhenti melangkah.

“Ini buat kamu,” ucap Elmer dan bagi Hyera sangat manis.

Padahal, Hyera tak sampai menyembah kepada Hyera. Bahkan, yang Elmer berikan kepada Hyera juga hanya kantong transparan dan jauh dari kesan mahal apalagi mewah. Namun, Hyera merasa suaminya tulus melakukannya. Ketulusan yang membuat hatinya hangat sekaligus berbunga-bunga.

“Apa ini?” balas Hyera tak kalah manis. Ia menerima pemberian sang suami kemudian melongoknya. Senyum cerah menghiasi ekspresi terkejutnya. Senyum cerah yang seolah menjelma menjadi pelangi di sore kali ini yang mendung.

“Rambut nenek! Mana, penjualnya mana? Aku mau lagi!” heboh Hyera langsung antusias.

“Sudah pergi. Sudah habis juga. Itu beneran tinggal segitu. Tapi tadi saya sempat tanya, katanya tiap hari lewat,” jelas Elmer benar-benar sabar. “Rambut nenek, tapi yang jual kakek-kakek.”

Penjelasan tambahan dari Elmer membuat Hyera tertawa. Tawa yang Hyera lakukan sambil memeluk erat suaminya.

“Om ngelawak!” ucap Hyera di sela tawanya tak lama setelah sang suami sampai mengangkat tubuhnya.

“Ngelawak bagaimana? Kan itu namanya memang rambut nenek, tapi yang jual kakek-kakek. Tadi pas lihat-lihat, curiga itu jualan apa. Karena pasti biasanya jualannya langka. Eh, alhamdullilah. Salah satu kesukaanmu kan? Tapi jangan banyak-banyak, takutnya gigi kamu sakit,” ucap Elmer dan lagi-lagi membuat Hyera tertawa. Meski tawa kali ini, Hyera lakukan karena ngenes.

“Onty!” seru seorang bocah.

Mendengar itu, Hyera langsung panik. Ternyata, anak kembar Calista—Gemintang dan Gemilang. Keduanya datang menyertai kedatangan pak Helios. Baik Elmer maupun Hyera langsung kebingungan. Hyera bahkan nyaris terban.ting karena buru-buru mencoba turun. Beruntung Elmer dengan sigap menangkap.

Ketika Elmer dan Hyera langsung bergegas menyalami tangan kanan pak Helios dengan takzim, begitu juga dengan Gemilang dan Gemintang. Bocah berusia sekitar tiga tahunan itu juga langsung kepo pada apa yang Hyera bawa di kantong transparan.

“Kalian belum pulang? Katanya mau tengokin mama Ami?” tanya pak Helios sambil menatap wajah Hyera maupun Elmer, silih berganti.

Hyera baru akan menjawab, tapi si kembar kompak bertanya, “Onty, itu apa? Kelihatannya enak. Aku mau dong!”

Alih-alih membalas apalagi langsung membaginya, Hyera malah memasang wajah ngenes kepada sang suami. Elmer yang dibegitukan justru menahan tawa.

“Kasih, besok kan penjualnya datang lagi,” bisik Elmer, tapi sang istri malah ngambek.

“Enggak mau,” rengek Hyera berbisik-bisik.

“Bagi-bagi dikit,” yakin Elmer.

“Apa sih?” lirih pak Helios jadi kepo.

“Ayo, ... ayo masuk. Dibagi di dalam, ya!” ucap Elmer sambil menggandeng Gemilang dan Gemintang.

“Sayang ih,” rengek Hyera yang Elmer tinggal.

“Rambut nenek?” lirih pak Helios yang akhirnya tahu, tapi ia juga berakhir menertawakan sang putri. Meski tentu saja, ia tidak berani melakukannya terang-terangan.

“Ayo dibagi di dalam,” bujuk pak Helios sambil merangkul punggung Hyera.

“Papa, ini dari suamiku loh. Niatnya enggak akan aku makan. Mau aku kotakin, abadikan sama keresek-kereseknya!” rengek Hyera berbisik-bisik, tapi pak Helios malah menertawakannya.

“Papa ....”

“Tadi suami kamu bilang, besok yang jual datang lagi, kan?” ucap pak Helios.

“Tapi ini pemberian yang pertama, Pa!” rengek Hyera yang pada akhirnya tetap membagi rambut nenek pemberian suaminya.

Beres acara termasuk pertemuan dengan pak Helios, Hyera dan Elmer pulang. Hujan baru saja turun ketika mereka sudah ada di tengah perjalanan.

“Hujan pertama, ya?” lembut Hyera antusias mengawasi hujan di luar.

“Pertama, ... setelah menikah?” balas Elmer.

Hyera langsung tersenyum antusias membalas Elmer sambil mengangguk.

“Jangan meminta saya mengajakmu hujan-hujanan karena kamu gampang masuk angin,” lembut Elmer masih fokus dengan kemudinya.

“Tapi aku pengin!” rengek Hyera yang kemudian berkata, “Semoga nanti pas turun di rumah sakit, masih ada hujan.”

“Nanti kalau sudah enggak ada, saya buatkan hujan pakai shower,” ucap Elmer.

“Aku ngambek kalau doa Om malah begitu!” ucap Hyera langsung bersedekap sekaligus memberi sang suami punggung.

Hyera lebih memilih mengawasi suasana luar yang masih disertai hujan cukup deras, ketimbang kembali mengobrol dengan Elmer.

“Sayang,” bujuk Elmer yang sudah ketar-ketir.

Karena Hyera tetap diam, Elmer sengaja mencari tempat untuk berhenti tapi tak sampai mengganggu lalu lintas. Mengingat kini memang sedang macet-macetnya. Elmer sengaja memarkir mobilnya di depan sebuah ruko tutup.

Hyera menatap bingung ulah suaminya. Kenyataan Elmer yang buru-buru turun, padahal Hyera yakin, tempat mereka berhenti bukan tujuan mereka.

“Ayo!” sergah Elmer sesaat setelah membuka pintu mobilnya untuk Hyera. Ia mengulurkan tangan kanannya dan memang siap menggandeng tangan kiri Hyera.

“Memangnya kita sudah sampai? Aku rasa, ini bukan rumah inap mama Om,” ucap Hyera.

“Katanya mau main hujan?” sergah Elmer.

“E—tapi, kita kan mau ke mama Ami dulu, kan?” balas Hyera masih berusaha menolak.

“Nanti kalau saya enggak mendahulukan kamu, kamu ngambek. Saya salah lagi,” balas Elmer dan langsung membuat Hyera salah tingkah.

“Ayo, ... mumpung hujannya masih ada. Dan suasana juga belum malam-malam banget!” sergah Elmer lagi.

Kali ini, Hyera langsung antusias. Ia membiarkan tangan kirinya digandeng tangan kanan Elmer. Sementara tangan kanannya menenteng tas. Namun setelah Elmer menutup pintu dan suaminya juga sampai menekan tombol kunci, tas di tangan kanannya juga diboyong oleh Elmer.

“Keinginan kamu kali ini agak lain sih. Untung, hari ini kamu pakai serba panjang. Enggak kebayang kalau pakai dress selutut apalagi di atas lutut. Alamatnya langsung mampir ke hotel!” keluh Elmer sambil terus menuntun Hyera ke halte sebelah.

Hyera yang mendengar keluhan Elmer, hanya tertawa lemas. Untuk pertama kalinya ia dengan sang suami mengomel, itu pun malah terdengar lucu.

1
ayu cantik
suka
Maulana Akbar
/Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Rose Reea
Poor Hyera 🥺
Alexander Xavier
mana novel anak nya mereka, si elra, kok gda, Thor, apa beda apk apa gmn
My.mitsubishi.triton Adventure X
Yang mana ya? X ditemukan di akun nya
chacha
ini novelnya yg mana ya author?
Retno Astuti
alurnya suka banget kak🥰🤩
Septi Lahat
pelan2 aj pak helios pelajaran buat mrk yg sdh nyakitin ank bontot,, biar mrk yahok...
Septi Lahat
good job hyera,, ayo el jgn diem aja bantu nonjok dikit nggk pa2 deh😁😁😁
Safa Almira
suka
Alivaaaa
aku mampir Thor 😊
Ambar Ajeng
o
yuliati sumantri
Luar biasa
Nurchasanah Al Amir
almer ini yg dulu tunangan istrinya Hasan sebelm amnesia kah?,
septika suri
Lumayan
septika suri
Biasa
Qaisaa Nazarudin
Papa Helios kelamaan bertindaknya, bertele-tele..Apa nunggu sampai rumah tangga anak hancur,baru bertindak?Kesabaran seseorang itu batas nya lho,Kalo selalu di pojokkan dan di teror,Lama2 akan kemakan juga omongannya..
Qaisaa Nazarudin
Lha kan sama2 JALANG, sama2 Pelakor,Jelas kah dia membela sebangsanya..Elmer aja yg terlalu bodoh utk menilai..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan kenak Elmer,Harusnya dia jujur dari awal,Biar Hyera dengar dari mulutnya,bukan dari mulut orang lain.. Ternyata Elmer benar2 Pria Lemah..ckk miris..
Qaisaa Nazarudin
Nomornya Emang udah di BLOKIR,Tapi takutnya Zoya atau papanya akan datangin kamu atau Hyera,Dan membocorkan semuanya ke Hyera, Menurut ku mending kamu jujur ke Hyera,Dari Hyera mendengarnya dari orang lain..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!