NovelToon NovelToon
MY HOT KILLER LECTURER

MY HOT KILLER LECTURER

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

"Aku memaafkan pengkhianatanmu demi nama baik keluarga, tapi hatiku sudah mati."

Arga, CEO 30 tahun, terjebak nikah bisnis dengan istri yang hamil anak orang lain. Hatinya dikunci rapat.

Sampai Queen, mahasiswi bar-bar 20 tahun + pewaris universitasnya, datang dan menantang semua aturan.
Satu ciuman di club malam meruntuhkan tembok esnya.

Sekarang Arga harus pilih: Tetap di neraka pernikahan, atau terbakar dalam gairah terlarang dengan mahasiswinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JEJAK YANG TERTINGGAL

Dua minggu telah berlalu sejak pertemuan tegang di kediaman Adhitama.

Hari itu hujan.

Piring pecah.

Teriakan.

Polisi.

Kini, kehidupan di kampus mulai kembali normal.

Setidaknya di permukaan.

Arga masih menjadi dosen killer yang disegani.

Jasnya rapi.

Tatapannya tajam.

Tidak ada mahasiswa yang berani terlambat di kelasnya.

Tapi yang tidak orang tahu: di saku jasnya selalu ada foto USG pertama Queen.

Dan Queen tetap menjadi mahasiswi energik yang selalu duduk di bangku tengah.

Masih pakai scrunchie warna-warni.

Masih suka nyatet pakai stabilo.

Tapi kini ia selalu ditemani dua pengawal berbadan besar yang duduk di bangku paling belakang.

Namun, di balik topeng profesionalisme itu, ada ketegangan yang merayap di bawah tanah.

Seperti kabel listrik yang hampir putus.

Keysha tidak tinggal diam.

Setelah kehilangan hak atas harta gono-gini dan hak asuh bayinya karena bukti perselingkuhan yang dibongkar Arga di pengadilan agama, ia berubah menjadi sosok yang pendendam.

Bayinya dibawa ke panti asuhan atas perintah hakim.

Suaminya meninggalkannya.

Keluarga Dirgantara memblacklist namanya.

Ia tidak lagi memiliki apa-apa.

Dan itulah yang membuatnya berbahaya.

Orang yang sudah kehilangan segalanya tidak punya apa-apa lagi untuk ditakuti.

---

Sore itu, langit mendung.

Angin berhembus membawa bau hujan.

Queen baru saja keluar dari perpustakaan setelah menyelesaikan tugas tambahan.

Proposal skripsinya.

Ia ingin lulus tepat waktu, meski perutnya sudah mulai terlihat.

Pengawalnya, Mas Bayu dan Mas Dedi, yang selalu menjaga jarak aman, mengikuti dengan sigap.

Tapi mereka tetap 10 meter di belakang, sesuai permintaan Queen.

"Aku nggak mau dikekang banget, Mas."

Namun, saat Queen melewati koridor samping yang menuju parkiran belakang, koridor yang sepi dan banyak pilar, ia merasa ada seseorang yang memperhatikannya.

Bulu kuduknya meremang.

Dingin.

'Tap. Tap. Tap.'

Langkah kaki seseorang terdengar di belakangnya.

Pelan.

Mengikuti iramanya.

Queen berhenti.

Jantungnya berdegup.

Ia menoleh cepat, tapi koridor itu kosong.

Hanya ada bayangan pohon besar di luar yang menari-nari tertiup angin senja.

Daun kering berjatuhan.

"Siapa di sana?" teriak Queen.

Suaranya sedikit gemetar.

Tangan otomatis melindungi perutnya.

Tiba-tiba, sesosok bayangan muncul dari balik pilar beton.

Bukan orang asing.

Melainkan wajah yang sudah sangat ia kenal.

Wajah yang pernah ia lihat menangis di rumah sakit.

Keysha.

Penampilan wanita itu jauh dari kesan elegan biasanya.

Gaun desainernya sudah tidak ada.

Yang ada hanya kaos hitam lusuh dan celana jeans.

Rambutnya berantakan, tidak disasak.

Wajahnya pucat dengan riasan yang tidak rapi, maskara luntur.

Dan matanya... matanya merah.

Bukan karena nangis.

Karena dendam.

"Kaget melihatku?"

Keysha menyeringai.

Giginya keliatan.

Sebuah tawa kering yang terdengar parau.

Seperti orang gila.

"Kangen ya sama mantan nyonya Dirgantara?"

Queen mundur selangkah.

Napasnya pendek.

Ia memberi isyarat pada pengawalnya untuk tetap di tempat.

Belum.

Jangan bikin keributan.

"Mau apa kamu di sini, Keysha?"

tanya Queen.

Suaranya ia paksa tegas.

"Kamu sudah tidak punya urusan lagi dengan Arga.

Apalagi denganku. Pergi sana."

Keysha tertawa keras.

'Ha ha ha!'

Suaranya menggema di koridor yang sepi.

Sampai ke ujung.

"Tidak punya urusan?"

Keysha meludah ke lantai.

"Kamu pikir dengan mengambil suamiku, harta keluargaku, dan martabatku, semuanya selesai?

Kamu enak-enakan hamil, sementara aku diusir!"

Ia menunjuk perut Queen.

"Kamu hamil, kan? Anak haram dari pria yang masih menjadi suamiku secara hukum! Belum sah cerainya!"

"Kalian sedang dalam proses cerai!"

balas Queen tegas.

Ia mengangkat dagu.

Berusaha menutupi rasa takutnya.

"Dan kamu sendiri yang menghancurkan pernikahan itu! Kalian selingkuh!"

Keysha mendekat dengan cepat.

Terlalu cepat.

Tangannya merogoh sesuatu dari dalam tas kecil selempangnya.

Sebuah botol kecil.

Bening.

Ada cairannya.

"Kaamu ingin menjadi Nyonya Dirgantara?"

desis Keysha.

"Mari kita lihat seberapa cantik kamu setelah ini.

Lihat seberapa Arga masih mau sama kamu kalau muka kamu..."

Sebelum Keysha sempat membuka tutup botol itu, sebuah tangan kekar mencengkeram pergelangan tangannya dari belakang.

Kuat.

'DUK!'

Arga muncul dari balik sudut koridor.

Napasnya ngos-ngosan.

Ia pasti lari dari gedung fakultas.

Wajahnya murka.

Merah.

Ia membanting tubuh Keysha hingga wanita itu tersungkur ke lantai.

Botol itu terlepas.

'Pecah.'

Cairannya menguap, baunya menyengat.

"CUKUP, KEYSHA!"

suara Arga menggelegar.

Dingin dan tajam seperti bilah pisau.

"Jika kamu berani menyentuh Queen sehelai rambut pun, aku akan memastikan kamu membusuk di penjara selamanya!"

Keysha yang tersungkur di lantai hanya bisa menatap Arga dengan benci.

Air liurnya menetes.

"Kamu mencintainya lebih dari segalanya, bukan?

Lihat saja, Arga.

Kebahagiaanmu tidak akan bertahan lama.

Aku akan pastikan itu."

Arga tidak memedulikan ancaman itu.

Ia bahkan tidak melirik Keysha lagi.

Ia segera menarik Queen ke dalam pelukannya.

Memeriksa dari atas ke bawah.

"Kamu tidak apa-apa? Dia nyentuh kamu? Perutmu?"

Queen menggeleng lemah.

Masih syok.

Tubuhnya gemetar.

"Aku... aku takut, Mas..."

"Ayo kita pergi dari sini. Sekarang," kata Arga.

Tanpa basa-basi, Arga menggendong Queen ala pengantin.

Mengangkatnya.

Tindakan yang sangat tidak profesional di depan publik.

Di depan mahasiswa yang mulai mengintip dari kelas.

Tapi ia tidak peduli.

Ia membawa Queen menuju mobilnya yang diparkir di depan.

Meninggalkan Keysha yang masih terdiam di lantai koridor dengan tatapan kosong yang penuh kebencian.

Dua pengawal langsung mengamankan Keysha.

---

Malam itu, di dalam apartemen yang kini dijaga lebih ketat, 24 jam, CCTV di setiap sudut, Arga duduk di samping tempat tidur tempat Queen beristirahat.

Lampu temaram.

Hanya lampu baca yang menyala.

Ia tampak lelah.

Ada garis di dahinya.

Beban menjaga rahasia dan keselamatan orang yang dicintainya mulai menguras energinya.

"Mas," panggil Queen pelan.

Ia belum tidur.

"Apa kita akan selalu hidup dalam ketakutan seperti ini? Sembunyi-sembunyi? Dijaga terus?"

Arga menatap jendela besar yang menghadap ke gemerlap lampu kota Jakarta.

Ribuan titik cahaya.

"Aku sudah memerintahkan tim pengacara untuk mengajukan perintah penahanan terhadap Keysha," kata Arga.

"Pasal pengancaman dan percobaan penganiayaan.

Dia akan dipenjara."

"Dan mulai besok, kamu tidak perlu ke kampus dulu.

Aku akan mengurus izin cuti akademismu.Kuliah online dulu.Sampai semuanya aman."

Queen menghela napas panjang.

"Tapi aku ingin lulus, Mas.Tepat waktu. Aku tidak ingin kehamilanku menghambat cita-citaku. Aku janji sama almarhumah mama."

Arga menggenggam tangan Queen.

Mencium punggung tangannya.

Menatapnya dengan penuh keyakinan.

"Kamu akan lulus," kata Arga.

"Aku akan memastikan itu.Aku akan datangkan dosen ke sini kalau perlu.Tapi keselamatanmu dan bayi kita adalah prioritas nomor satu."

Ia menepuk perut Queen pelan.

"Setelah bayi ini lahir dan Keysha benar-benar hilang dari jangkauan kita, barulah kita bisa hidup seperti orang normal, jalan ke mall, nonton bioskop.

Tanpa pengawal."

Queen terdiam.

Ia menyadari bahwa mencintai Arga bukan sekadar tentang romansa, dinner candle light, dan pelukan.

Tapi juga tentang menanggung risiko besar.

Tentang jadi target.

Tentang jadi berita.

Namun, melihat dedikasi Arga, melihat cara Arga lari-lari menyelamatkannya sore tadi, ia tidak menyesal sedikit pun.

"Mas," bisik Queen lagi.

Suaranya melembut.

Ia menyentuh pipi Arga.

"Janji padaku satu hal. Apapun yang terjadi nanti.

Apapun yang Keysha lakukan. Jangan pernah biarkan dendam Keysha mengubahmu menjadi orang yang dingin seperti dulu.

Dosen killer yang tidak punya hati."

Arga tersenyum.

Senyuman yang tulus.

Menyentuh hatinya sendiri.

Ia menyentuh perut Queen yang mulai sedikit mengeras.

"Aku tidak akan bisa menjadi dingin lagi," bisik Arga.

"Karena sekarang ada kamu dan bayi kita yang menjadi alasan utamaku untuk tetap hangat.

Kalian rumahku."

Malam itu, mereka tertidur dengan saling berpegangan tangan.

Jari kelingking bertaut.

Di balik jendela apartemen yang tinggi di lantai 32, dunia mungkin tampak berbahaya.

Ada Keysha.

Ada paparazzi.

Ada gosip.

Tapi di dalam ruangan itu, mereka menciptakan dunia mereka sendiri.

Dunia kecil yang hangat.

Dunia di mana tidak ada Keysha, tidak ada gosip kampus, dan tidak ada lagi dinding kaca yang menghalangi cinta mereka.

---

Namun, di kegelapan lantai bawah apartemen, di parkiran basement, sebuah mobil hitam diam-diam mengawasi.

Mesinnya mati.

Lampunya mati.

Seseorang di dalamnya memakai topi dan masker.

Menatap unit apartemen Queen di lantai paling atas dengan pandangan yang sulit diartikan.

Bukan benci.

Bukan sayang.

Lebih seperti... menghitung.

Di dashboard ada map.

Isinya: jadwal kontrol Queen, denah apartemen, dan satu foto Arga sedang menggendong Queen sore tadi.

Sebuah rencana baru sedang disusun.

Lebih rapi.

Lebih sunyi.

Dan lebih mematikan dari sebelumnya.

Karena Keysha mungkin sudah kalah.

Tapi orang yang membiayai Keysha selama ini... belum.

Badai belum berakhir.

Justru, badai yang sesungguhnya baru saja bersiap untuk menerjang.

1
atik
Bagus
putri auliza
baguss bangettt
recom lah pokoknyaa
putri auliza
thorr yang panjang lagi dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!