Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Istana penuh harta.
Krakk..
Pyarrr...
"Akhirnya...," ucap sesosok bayangan hitam.
"Akhirnya yang mulia raja Gu-rong bangkit lagi!!!" seru bangsa iblis.
"Kekuatan itu ternyata sangat hebat..," ucap raja iblis Gu-rong.
Beberapa hari setelah kejadian yang ada di pasar desa Panxy, terlihat pagi itu Arin sedang membantu nyonya beruang yang sedang berada di ladang.
"Kakak, apa kamu tidak mau mengambil buah itu!" tanya Fan kepada Arin. dia menunjuk ke arah pohon yang terlihat tinggi besar itu.
"Kamu bisa panjat?" tanya Arin.
Fen menganggukkan kepalanya.
"Ayo kesana." ajak Arin.
Di depan pohon super besar itu, Arin bersama si kembar sedang menatap pohon yang super besar itu. Pohon raksasa yang ukurannya begitu besar.
"Wuihhhh... Pohonnya besar banget, ini kalau di ukur tanganku ngak sampai." ucap Arin yang menatap kagum.
"Ini pohon yang selalu di bicarakan oleh orang-orang yang ada di sini." ucap Fan.
"Memangnya ini pohon apa?" tanya Arin.
"Ini pohon Jiwa, kata ibu pohon ini dulu tempat raja siluman melakukan meditasi." jawab Fen.
"O..," ucap sepatah dari Arin. Tiba-tiba saja tangan Arin terulur kemudian menyentuh pohon itu. Dan...,
Plass..
Arin menghilang di depan si kembar.
Si kembar saling menatap satu sama lain, lalu..., "Aaaaaa!!!!" si kembar berteriak. "Kakak cantik menghilang!" teriak mereka.
Setelah itu si kembar langsung berlari menemui ibu mereka, sedangkan Arin saat ini berada di suatu tempat.
Bug..
Arin menabrak sesuatu. "Aduh..,"
Kedua mata Arin melihat apa yang ada di depannya, dia melihat tempat keberadaannya yang sekarang ini. Sebuah tempat yang sangat berbeda dengan desa Hen.
"Ini dimana?"
Arin kebingungan dengan tempatnya berada. Pemandangan yang ada di depannya sangat berbeda dengan desa Hen, beberapa patung seolah hidup hanya saja membeku. Arin melangkah menyusuri tempatnya berada, di tempat itu ada beberapa patung pria berwajah tampan dan ada beberapa patung hewan yang seolah siap menerjang. Di sana juga ada beberapa patung yang sangat menakutkan, seolah patung-patung itu hendak menyerang.
"Kenapa aku tiba-tiba ada di sini? bukannya tadi aku bersama dengan si kembar?" Arin menatap tempatnya berada.
Sebuah desa yang nampak hidup namun dalam keadaan membeku, di depannya ada sebuah istana yang begitu besar dengan beberapa prajurit yang berdiri di sana. Arin semakin penasaran, dia melangkah memasuki istana tersebut, langkah kakinya seperti dituntun oleh seseorang.
"Wow..., tempat ini benar-benar sangat luar biasa, mereka ini patung atau makhluk hidup ya? kok mereka seperti punya nyawa." ucap Arin pelan.
Dia kemudian menyentuh bunga yang sudah membeku dan beberapa tanaman yang ada di sana, kakinya semakin melangkah memasuki istana tempatnya berada, di dalam istana itu situasinya seperti orang yang sedang bertarung, di sana ada beberapa hewan yang begitu besar bahkan ukurannya seperti raksasa.
"Ini makhluk kalau hidup aku pasti sudah menjadi makanannya, lihat aja mulutnya besar banget." ucap Arin ketika melihat harimau yang ukurannya seperti patung raksasa. Arin menyentuh harimau itu sembari tertawa terbahak-bahak. "Hahaha... Untung saja kamu itu cuma patung, coba kalau kamu hidup, pasti aku sudah menjadi makananmu." ucap Arin yang kemudian malah memukul kepala harimau itu. setelah itu dia berjalan memasuki istana yang lebih dalam.
"Wuaaaa...," mulut Arin terbuka lebar ketika melihat di dalam istana itu ada Permata begitu besar dengan beberapa perhiasan giok Dan kilauan Permata mutiara.
Cringgg...,
Kedua mata Arin langsung berbinar seolah mendapatkan harta karun yang begitu luar biasa. "Wow.. ini tempat harta karun? lihatlah ada Permata, mutiara dan banyak banget barang-barang berharga lainnya. Kalau aku bisa bawa ini keluar aku bisa kaya raya ini." ucap Arin.
Tanpa menunggu Arin langsung mengambil batu-batuan berharga tersebut, di sana juga ada bongkahan emas dan beberapa barang berharga yang lain. Batu mutiara berserakan di lantai, batu permata dan beberapa batu berkilau yang lain seperti memang sudah menunggu Arin mengambilnya. Tanpa mengatakan apapun Arin langsung memasukkan batu-batu itu ke dalam pakaiannya, senyumnya begitu lebar, matanya berkilau seperti cermin yang terkena cahaya matahari.
"Asik.. asik.., aku jadi kaya raya, aku jadi kaya raya. Asik.. asik.. aku jadi wanita kaya raya, kalau aku keluar dari sini akan ku jual ini semuanya, setelah itu aku akan membeli apapun yang aku inginkan." ujar Arin yang kemudian berhenti. ketika dia berada di depan sebuah patung yang sangat besar, patung naga yang seolah seperti kristal.
"Wow.m patung ini besar banget, kalau dijual laku berapa ya? andai saja aku bisa membawa ini semuanya ke duniaku, pasti aku akan jadi triliuner." ucap Arin sembari membayangkan apa yang akan terjadi padanya setelah menjual seluruh batu berharga itu. mulutnya seolah mengeluarkan liur yang menetes dengan begitu deras.
"Ya Tuhan.. ini benar-benar sangat luar biasa, ternyata di desa siluman ini menyimpan harta yang sangat berharga." ucap Arin. dia meletakkan beberapa batu berharga yang ada di tangannya, dia lebih fokus kepada patung kristal yang ada di depannya. Patung ular naga dengan ukuran yang sangat besar, di kepala naga itu ada permata berwarna merah menyala seolah meminta untuk diambil.
Arin menyentuh patung naga itu, menyentuhnya dari ujung kepala sampai menyentuh kedua kakinya. "Kenapa aku tidak seperti yang ada di novel-novel, aku mempunyai ruang dimensi untuk membawa harta-harta ini." ucap Arin yang kemudian memeluk patung naga.
Arin memeluk patung naga itu sembari tersenyum, dia memeluknya dengan begitu erat, membayangkan dirinya yang dipenuhi dengan lembaran-lembaran uang yang begitu banyak. Entah berapa lama Arin memeluk patung naga tersebut, sesaat kemudian hembusan angin memenuhi tempat itu. Arin mulai merasakan hawa yang ada di ruangan itu perlahan-lahan semakin dingin.
"Kenapa tiba-tiba dingin banget." ucap Arin yang kemudian melihat di sekitarnya tiba-tiba menjadi bongkahan es kristal. melihat itu Arin bergegas memanjat pohon patung naga dan memeluknya dengan begitu erat.
"Kenapa tiba-tiba ada butiran-butiran es? mereka mau menjebakku ya? mau membunuhku ya?" ucap Arin yang nampak wajahnya bersentuhan dengan wajah naga.
Trakk..
Trakk..
Terdengar suara retakan perlahan-lahan, retakan itu seperti retakan halus yang siap meledak kapan saja. "Suara apaan itu?" ucap Arin yang mencari asal suara.
Pranggg..
tiba-tiba saja patung naga yang dia peluk erat itu pecah berhamburan, kedua mata Arin membulat terkejut.
Wusss...
Angin berhembus begitu kencang, tiba-tiba saja sebuah cahaya memenuhi patung yang dia peluk itu, seekor naga nampak bergerak. Arin bisa merasakan denyut jantung dari Si naga perlahan sebuah kilauan cahaya itu menyilaukan mata Arin. sesaat kemudian patung naga itu berubah menjadi sosok pria berambut putih bertubuh besar, saat ini Arin berada di gendongan sosok pria itu. Arin yang terkejut sontak saja berteriak dengan suara yang sangat kencang.
"Aaaaaaaa?!!!"
*bersambung*