NovelToon NovelToon
Logika Diatas Cinta

Logika Diatas Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Seeula

Nadine Lavena membatalkan pernikahannya tiga minggu sebelum hari H setelah membongkar perselingkuhan tunangannya, Heyden Ames, di depan diskusi formal dua keluarga besar. Pengkhianatan itu membangkitkan trauma masa kecil saat dibuang ibu kandungnya, membuat Nadine skeptis pada cinta dan hanya memercayai uang.
Seminggu kemudian, di sebuah restoran industrial, Nadine menyaksikan Kyle Ernest pewaris bisnis sedingin es disiram air oleh teman kencan butanya akibat klausul pernikahan kontrak yang teramat kaku. Senyum sinis Nadine memicu harga diri Kyle yang angkuh hingga melayangkan tantangan gila: pernikahan kontrak tiga tahun dengan gaji 100 juta per bulan dan denda pembatalan 30 miliar.
Nadine menerima tantangan itu demi uang, murni sebagai mitra kerja. Namun, Kyle tidak menduga bahwa di balik sikap acuh tak acuh Nadine, wanita itu menyimpan kecerdikan tajam untuk menghadapi badai fitnah dari Kinara Inka, masa lalu Kyle yang licik yang tiba-tiba kembali untuk merebut segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seeula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Skandal yang Mengintip dari Balik Bayangan dan Motivator Terbaik Nadine

​Aroma asap rokok yang pekat berpadu dengan bau alkohol murahan memenuhi udara pengap di dalam ruangan kantor kecil di kawasan industri pinggiran kota. Cahaya lampu neon yang berkedip bising di langit-langit memproyeksikan bayangan suram di atas dinding dengan cat yang mulai mengelupas.

​Kinara Inka duduk di atas kursi plastik dengan raut wajah yang dipenuhi amarah membara. Jemarinya yang dilapisi kuteks merah yang mulai terkelupas mencengkeram erat selembar kertas draf rencana baru hingga meremuk di bagian ujungnya. Di hadapannya, Heyden Ames berjalan mondar-mandir dengan napas memburu. Sisa-sisa ketegangan dari ruang interogasi kantor polisi masih membekas jelas pada gurat lelah di wajah tampannya yang kini tampak kotor dan berandalan.

​"Pria es itu benar-benar tidak punya perasaan! Dia membekukan seluruh akses rekeningku dan mencekal pasporku hingga aku telantar di jalanan kota ini seperti pengemis!"

​Kinara menghentakkan kakinya kasar ke lantai semen, meluapkan seluruh dendam yang menyumbat dadanya.

​"Itu karena rencana bodohmu yang menggunakan kamera mikro murahan itu mudah sekali diendus oleh Nadine, Kinara!"

​Heyden menghentikan langkah kakinya, berbalik menatap Kinara dengan sorot mata yang tidak kalah tajam dan dipenuhi kemurkaan.

​"Nadine Lavena itu bukan wanita bodoh yang bisa kamu jatuhkan dengan drama air mata. Dia memiliki otak yang sangat cerdik dan licik di balik wajah anggunnya."

​Kinara berdiri dari kursinya, membuang lembaran kertas kusut itu ke atas meja kayu lapuk dengan gerakan menyentak. Sepasang matanya berkilat penuh kelicikan yang kian menajam di balik keremangan ruangan.

​"Kita tidak bisa menyerah begitu saja, Heyden. Pernikahan mereka hanyalah sebuah kontrak bisnis di atas kertas. Aku tahu persis isi draf perjanjian itu dari sekretaris Kyle sebelum aku diusir dari rumah Menteng. Mereka tidur di kamar terpisah dan dilarang melakukan sentuhan fisik di dalam rumah."

​Heyden mengernyitkan dahi rapat-rapat, meraba dagunya yang mulai ditumbuhi janggut tipis. Ketertarikan yang culas perlahan menggantikan keputusasaannya.

​"Lalu apa rencanamu sekarang? Kyle Ernest memiliki jaringan intelijen yang sangat kuat di kota ini. Kita tidak bisa menyentuh rumah Menteng itu lagi jika tidak ingin berakhir di balik jeruji besi."

​"Jika kita tidak bisa menyentuh mereka dari dalam rumah, kita akan menghancurkan mereka melalui jalur luar, lewat media massa dan orang tua Kyle."

​Kinara menarik sudut bibirnya, membentuk seulas senyuman culas yang mengerikan di bawah temaram lampu neon.

​"Akhir pekan ini, keluarga Ernest akan mengadakan acara peresmian yayasan panti asuhan besar-besaran yang dihadiri oleh ratusan wartawan media nasional. Kita akan menyewa beberapa orang untuk menyebarkan dokumen draf asli pernikahan kontrak mereka ke tengah-tengah kerumunan wartawan tepat saat Kyle dan Nadine sedang berakting mesra di atas panggung."

​Heyden terdiam sesaat, membayangkan kekacauan besar yang akan terjadi. Sebuah ide culas yang setara mulai berputar di dalam kepalanya yang korup, memicu binar keserakan yang kian membara.

​"Sebuah skandal penipuan publik terbesar dari seorang CEO Ernest Group? Jika dokumen kontrak delapan pasal itu bocor ke media, saham perusahaan Ernest akan merosot tajam dalam hitungan jam. Orang tua Kyle pasti akan langsung mengusir Nadine keluar dari silsilah keluarga karena dianggap membawa sial dan mencoreng nama baik dinasti mereka."

​"Tepat sekali. Dan saat posisi Nadine hancur dan diusir dari rumah itu, aku akan datang kembali ke hadapan Kyle sebagai seorang wanita yang paling menderita dan tulus untuk menyelamatkan reputasinya. Kita akan meraup keuntungan ratusan miliar dari runtuhnya saham Ernest, Heyden."

​Tawa kecil yang dipenuhi keserakan tanpa batas lolos dari bibir Kinara, menggema ganjil di dalam ruangan kantor yang sempit dan berdebu itu. Dua makhluk parasit yang dipenuhi rasa dendam itu mulai menyusun detail eksekusi rencana pembocoran dokumen draf kontrak pernikahan tersebut dengan sangat rapi dari balik bayangan kota. Mereka mengira telah memegang kartu as yang paling mematikan untuk menjatuhkan posisi Nadine Lavena, tanpa menyadari sedikit pun bahwa wanita berparas unik itu selalu berada beberapa langkah di depan setiap pergerakan musuhnya.

​Aroma wewangian bunga bakung segar yang harum lembut berpadu dengan keharuman khas dari kain wol karpet merah baru memenuhi udara lobi utama gedung konvensi mewah. Malam ini, peresmian yayasan panti asuhan keluarga Ernest digelar dengan sangat megah. Ratusan lampu kilat dari kamera wartawan media massa terus-menerus memancarkan pijar putih yang menyilaukan di sepanjang jalur masuk tamu agung, menciptakan atmosfer kelas atas yang dipenuhi prestise dan kekuasaan absolut.

​Gedung konvensi itu tampak sangat elegan dengan dekorasi pilar-pilar tinggi berlapis emas dan kain beludru gantung berwarna biru tua. Jajaran relasi bisnis kelas kakap serta anggota keluarga besar konglomerat yang mengenakan pakaian formal terbaik mereka saling bertegur sapa, memamerkan tawa formalitas yang mewah di bawah cahaya lampu kristal raksasa.

​Sebuah mobil sedan mewah hitam mengilat berhenti tepat di depan undakan karpet merah. Pintu kabin belakang terbuka perlahan, menampilkan sosok Kyle Ernest yang melangkah keluar terlebih dahulu. Postur tubuhnya yang tegap dan maskulin dibalut setelan jas hitam tuksedo dengan dasi kupu-kupu sutra yang terpasang sempurna. Pria beraura es itu tampak luar biasa tampan, memancarkan kembali wibawa dingin seorang CEO yang tidak tersentuh oleh kehangatan sekitar.

​Kyle membalikkan tubuh tegapnya ke arah kabin mobil. Dengan gestur tubuh pria sejati yang teramat protektif dan penuh perhatian, ia mengulurkan telapak tangan kanannya yang kokoh ke arah dalam pintu mobil.

​Nadine Lavena menyambut uluran tangan dingin itu. Ia melangkah keluar dari mobil dengan keanggunan alami yang mutlak, seketika menyedot seluruh perhatian dan menghentikan jepretan acak para fotografer sebelum beralih memusatkan lensa mereka ke arahnya.

​Malam ini, ia mengenakan gaun malam panjang berpotongan mermaid dari bahan kain brokat perak bertabur manik-manik kristal swarovski kecil yang berkilau indah seperti taburan bintang di bawah sorot lampu gedung. Rambut hitam pekatnya dibiarkan terurai bergelombang dengan riasan wajah yang natural namun memancarkan ketegasan aura uniknya yang menawan.

​Nadine menyelipkan jemari tangannya yang lentik, melingkari lengan kekar Kyle dengan tingkat kedekatan fisik yang sangat pas dan terlihat begitu mesra di depan publik. Sebuah performa prima demi memenuhi kompensasi tambahan tujuh puluh lima juta rupiah yang telah ia terima dengan aman di rekeningnya tadi siang.

​"Tersenyumlah sedikit lebih rileks, Suamiku yang terhormat. Kilat kamera di sebelah kanan kita sedang mengambil sudut gambar profil wajah Anda yang paling dingin."

​Nadine berbisik dengan nada suara yang teramat manis dan penuh kepalsuan di sela-sela senyuman menawannya kepada para wartawan yang terus memanggil nama mereka.

​Kyle Ernest menarik sudut kakinya tipis, menampilkan seulas senyuman menawan yang sangat jarang ia perlihatkan kepada media massa. Ketampanan wajahnya yang melunak di bawah kilatan cahaya membuat riuh bisik-bisik kekaguman terdengar dari kerumunan tamu wanita di sekitar karpet merah.

​"Kualitas aktingmu malam ini benar-benar sangat mengagumkan, Nona Nadine. Genggaman tanganmu terasa begitu hangat seolah-olah kamu benar-benar mencintai diriku dan bukan aliran uang di rekeningmu."

​"Uang adalah motivator terbaik untuk profesionalitas kerja yang tanpa cacat, Pak Kyle."

​Nadine membalas dengan bisikan yang tidak kalah tajam di sela-sela langkah anggun mereka menyusuri karpet merah menuju ke arah ruang VIP tempat kedua orang tua Kyle sudah menunggu.

​{Akting mesra di hadapan puluhan kamera dengan bayaran tujuh puluh lima juta untuk satu malam? Ini adalah pekerjaan paling mudah dan menyenangkan di dunia. Biarkan mereka mengambil gambar sepuasnya, selama digit saldo di rekeningku terus bertambah.}

​Nyonya Ernest yang berdiri di dekat jajaran panitia yayasan tersenyum dengan sangat puas dan bangga saat melihat keserasian dan keharmonisan nyata yang ditampilkan oleh putra dan menantunya di hadapan publik malam itu. Pembawaan Nadine yang sangat anggun, tenang, dan berwibawa di depan jepretan kamera wartawan berhasil membungkam seluruh gunjingan negatif mengenai pernikahan mendadak mereka yang sempat menghebohkan kota beberapa waktu lalu.

​Namun, di tengah-tengah atmosfer kemewahan dan tawa palsu yang memenuhi ruangan gedung konvensi itu, sebuah riak badai sabotase dari balik bayangan sedang bergerak mendekat dengan sangat cepat. Lembaran-lembaran draf hitam di atas putih yang selama ini mereka sembunyikan dengan rapi siap meledakkan skandal terbesar yang bisa menghancurkan seluruh sandiwara indah di atas karpet merah tersebut dalam sekali hentakan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!