NovelToon NovelToon
KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Sistem
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: GEELANG

Setelah kehilangan adik perempuannya dan hancur di dunia fana, Han Yu terbangun di tubuh sesosok makhluk dari Sekte Iblis yang terdampar di wilayah suci Lembah Lingshu, ras suci yang sedang berperang melawan umat manusia karena perbudakan asmara. Bukannya mati dieksekusi, Han Yu justru membangkitkan warisan langka yang tabu: Jalur Kaisar Pesona.
​Berbekal ketampanan surgawi yang mutlak, stamina tiada tanding, dan teknik manipulasi sukma, Han Yu mengubah musuh-musuhnya menjadi pelayan yang patuh. Dari murid klan yang dingin, janda kultivator yang kesepian, hingga para tetua bijaksana dan Ratu Lembah, semuanya bertekuk lutut di bawah pesonanya. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Han Yu tidak bertarung dengan pedang yang menghancurkan langit, melainkan menaklukkan dunia dari atas ranjang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 - Langkah Pertama Sang Pengikat Sukma

Kehangatan malam di dalam ruang kitab paviliun Tetua Ling Er terasa begitu tenang pasca badai kultivasi ganda yang melanda sepanjang siang. Han Yu bersandar di kepala dipan kayu cendana dengan posisi setengah duduk, membiarkan tubuh polos Tetua Ling Er yang lemas tanpa daya bersandar manja di atas dada bidangnya. Detak jantung wanita matang itu terdengar teratur, sebuah kontras dari jeritan nikmat yang dikeluarkannya beberapa jam lalu. Han Yu mengulurkan jemari tangannya, membelai rambut pirang gurunya yang tampak agak berantakan, merasakan kelembutan setiap helainya yang kini telah sepenuhnya terikat oleh takdir sukmanya.

Sambil menikmati momen ketenangan tersebut, Han Yu memfokuskan benaknya untuk memeriksa perubahan yang terjadi di dalam dimensi sistem batin Kaisar Pesona miliknya. Kenaikan tingkat menuju Level 2 yang baru saja diraihnya membawa perubahan yang sangat masif pada struktur danyuan miliknya.

Aliran informasi energi batin bermanifestasi dengan anggun di depan pandangan jiwanya, menjabarkan status barunya sebagai seorang Pengikat Sukma. Kapasitas penampungan energi kegelapan di dalam meridian fisiknya kini telah meluas hingga dua kali lipat dari sebelumnya, beralih dari tahap awal Iblis Rendah menuju tahap menengah yang jauh lebih kokoh dan stabil. Rasa nyeri yang biasanya tertinggal akibat pemaksaan transformasi iblis raksasa kini telah terkikis habis, digantikan oleh hawa hangat yang menyegarkan sekujur tubuhnya.

Han Yu memusatkan perhatiannya pada mantra baru yang berhasil dibukanya, yaitu Kontrol Udara atau Mantra Kecepatan Angin Absolut. Keberadaan mantra ini seolah menjadi pelengkap yang sangat sempurna bagi atribut kegelapan yang dimilikinya. Dengan menggabungkan elemen angin dan kegelapan, dia tidak hanya bisa menyelinap di dalam bayangan, melainkan juga mampu bergerak melesat dengan kecepatan tinggi tanpa menimbulkan riak udara atau suara sekecil apa pun di dunia nyata. Kemampuan ini menjadi modal yang teramat berharga bagi rencana pembalasan dendam terselubungnya terhadap perwira penjaga bejat, Ling Feng.

Tetua Ling Er perlahan membuka sepasang kelopak mata hijaunya yang indah. Kabut gairah yang sempat menguasai pikirannya kini telah berganti dengan binar kasih sayang yang teramat dalam dan penuh kepasrahan mutlak kepada sang murid. Wajah cantiknya merona merah muda saat menyadari posisi tubuh mereka yang masih menyatu erat di bawah selimut sutra ungu. Dia mendongakkan wajahnya, menatap rahang tegas Han Yu dengan tatapan yang begitu teduh.

"Han Yu... apa yang telah kamu lakukan kepada diriku?" tanya Tetua Ling Er dengan nada suara yang sangat lirih, lembut, dan dipenuhi getaran manja yang belum pernah dia tunjukkan kepada siapa pun di klan ini. "Meridian angin milikku yang selama hampir seratus tahun tertahan di puncak hambatan, secara tidak masuk akal berhasil menerobos maju hanya karena penyatuan sukma bersamamu tadi siang. Energi batin kegelapanmu tidak merusak jiwaku, melainkan justru mematangkan fondasi kekuatanku."

Han Yu menyeringai tampan, mendaratkan sebuah kecupan hangat di kening gurunya yang kini telah resmi menjadi wanita miliknya. "Bukankah aku sudah mengatakannya kepadamu, Guru? Jalur kultivasi milikku memang dirancang untuk membawa kebahagiaan dan kesempurnaan mutlak bagi wanita yang bersedia menyerahkan sukmanya kepadaku. Kenaikan ranahmu adalah bukti bahwa ketampanan dan energi batin aku membawa berkah surgawi."

Tetua Ling Er hanya bisa membenamkan wajah meronanya di ceruk leher Han Yu, menghembuskan napas hangatnya di sana seraya memeluk tubuh kekar Han Yu semakin erat. Jiwa dan raganya kini telah sepenuhnya mengabdi kepada pemuda iblis di hadapannya, membuat status batinnya di dalam lembar takdir sistem menetap pada angka kepatuhan seratus persen. Segala bentuk kecurigaan atau hukum klan yang kaku tidak lagi memiliki arti di dalam benak kepalanya.

Setelah membiarkan gurunya beristirahat selama satu jam lagi untuk memulihkan kondisi fisiknya yang lelah akibat hantaman stamina kelas satu miliknya, Han Yu perlahan bangkit berdiri dari atas dipan. Dia mengenakan kembali jubah hijau sutra miliknya dengan gerakan yang sangat fleksibel dan rapi. Ketampanan surgawinya yang kini telah diperkuat oleh karisma Level 2 memancar semakin kuat, membuat Tetua Ling Er yang masih berbaring di atas dipan menatapnya tanpa berkedip dengan pandangan mata yang dipenuhi oleh rasa kagum dan pemujaan yang mendalam.

"Guru, aku harus kembali sejenak ke paviliun kediamanku untuk mengonsolidasikan energi batin yang baru saja naik tingkat," ucap Han Yu seraya menyunggingkan sebuah senyuman manis yang menghanyutkan sanubari. "Besok pagi, aku akan kembali ke tempat ini untuk melanjutkan penguraian prasasti kuno bersama Anda."

"Pergilah, Muridku... jaga dirimu baik-baik," jawab Tetua Ling Er dengan nada suara yang teramat patuh, tatapan matanya terus melekat mengikuti setiap pergerakan tubuh Han Yu hingga pemuda itu melangkah keluar melewati tirai sutra aula ruang kitab.

Begitu menapakkan kakinya di luar paviliun Tetua Ling Er, Han Yu segera menguji kemampuan mantra baru yang didapatkannya. Dia memfokuskan meridiannya untuk mengaktifkan Mantra Kecepatan Angin Absolut secara tersembunyi. Seketika itu juga, tubuh kekarnya terasa menjadi seringan kapas. Hanya dengan satu hentakan kaki yang halus di atas tanah giok, wujud fisik Han Yu melesat maju ke depan dengan kecepatan yang luar biasa tinggi, membelah keheningan malam Lembah Lingshu tanpa menimbulkan riak angin atau suara desauan sekecil apa pun. Kecepatan ini jauh melampaui teknik meringkas jarak yang dia gunakan sore tadi.

Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit, Han Yu telah tiba kembali di depan pintu paviliun kediamannya yang terletak di dahan pohon dewa kuno. Dia mendorong daun pintu tersebut perlahan lalu melangkah masuk ke dalam ruangan yang beraroma dupa cendana hangat.

Kehadirannya yang tiba-tiba langsung disambut oleh dua sesosok tubuh seksi pelayan pribadinya yang sejak tadi duduk menanti dengan cemas di atas dipan. Mei Li dan Qing Er seketika melompat bangun dari posisi mereka. Begitu mencium adanya aroma keharuman wanita lain yang sangat pekat melekat di sekujur jubah hijau dan tubuh tuannya, sepasang mata hijau kedua gadis pelayan itu langsung berkilat memancarkan rasa cemburu yang samar namun manja.

"Tuan... Anda menghabiskan waktu seharian di tempat Tetua Ling Er hingga larut malam begini," merajuk Qing Er seraya melangkah mendekat dan langsung memeluk pinggang ramping Han Yu dari arah samping, menyandarkan tubuh langsingnya yang seksi dengan hanfu pelayan mini yang menggoda.

"Apakah Tetua Ling Er memperlakukan Tuan dengan sangat baik di sana?" timpal Mei Li ikut mendekat dari sisi lain, sepasang payudara montoknya menempel ketat di lengan kekar Han Yu saat dia mendongak menatap wajah tampan tuannya dengan binar mata penuh kerinduan.

Han Yu tertawa renyah melihat tingkah laku kedua pelayan setianya yang sangat menggemaskan tersebut. Karisma Pengikat Sukma miliknya mengalir keluar secara alami, membuat kedua pipi pelayan jelita itu merona merah padam hanya dengan jarak sedekat ini. Han Yu menarik tubuh Mei Li dan Qing Er ke dalam dekapan lengan kokohnya secara bersamaan, mengusap punggung mereka dengan sangat lembut menggunakan teknik Sentuhan Lembut Surgawi untuk menenangkan gejolak kecemburuan di hati mereka.

"Tentu saja guruku memperlakukan aku dengan sangat baik, bahkan dia memberikan penghargaan yang sangat luar biasa untuk tuan kalian ini," ucap Han Yu dengan nada suara yang sangat dalam dan seulas seringai nakal yang terukir di bibir tampannya. "Namun, terlepas dari apa yang terjadi di sana, aku tetap merindukan kehangatan dari kedua pelayan setiaku ini di atas ranjang paviliun kita."

Mendengar untaian kalimat manis yang memabukkan tersebut, rasa cemburu di dalam hati Mei Li dan Qing Er langsung meleleh sirna tanpa sisa, berganti dengan luapan hasrat dan rasa lapar yang teramat besar akan sentuhan fisik Han Yu yang perkasa. Mereka berdua menganggukkan kepala mereka dengan sangat patuh dan manja, membiarkan Han Yu menuntun tubuh molek mereka menuju ke arah ranjang batu giok besar di tengah ruangan, bersiap untuk menghabiskan sisa malam yang panjang dalam lingkaran pergulatan gairah yang panas demi menyelaraskan kembali esensi energi batin mereka.

1
Blue Manusia Biasa
jujur aja langsung capek mataku lihatnya thor😭 panjang banget paragraf nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!