tentang dua remaja yang bersahabat bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan.
Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan.
Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu.
Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.
ig author: Salbiah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salbiah pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tunangan
Suasana pendaftaran universitas trilogi (UT) kini terlihat ramai dengan murid yang ingin mendaftar. Di antara kerumunan itu terlihat Rigecherta, Tivane, Milenia, Luci, Ella dan River yang sedang duduk di kursi tunggu untuk mengisi formulir masing-masing.
" Ini kita kalo nggak semua keterima gimana?" Tanya Ella sudah takut jika mereka malah tidak bisa sekolah bersama.
" Ya nggak papa lah. Selagi masih komunikasi dan sering kumpul sih masih aman" jawab Tivane.
" Btw si River mana?" Tanya Ella karena tak melihat makhluk berisik satu itu.
" Ciee nyariin nih ye" goda Skyler heboh.
" Kasih tau anaknya ah. Pasti dia bakal ke senangan" ucap Tivane juga ikutan menggoda.
" Nggak woi apaan sih. Gue cuma heran aja. Biasanya kan dia tuh brisik plus heboh banget" elak Ella salah tingkah.
" Hm... Iyain dah.." goda mereka semua membuat Ella menunduk malu.
" Terus si Veros mana?" Tanya Luci membuat semua menoleh ke arahnya.
" Dia katanya mau lanjut ke Bandung tapi masih pertimbangan." Jawab Skyler membuat Luci manggut-manggut.
" Kenapa nanyain Veros?" Tanya Tivane menatapnya.
" Nggak papa sih" jawab Luci pelan.
" Eh hai... Kamu Rige kan" tiba-tiba datang seorang perempuan . Semua sontak menoleh dan mengerutkan alis.
" Siapa ya?" Tanya Rigecherta.
" Gue Zea.. masa lo lupa Zea Ayzel Achella " ucap cewek itu menggebu-gebu.
" Siapa sih Ge?" Tanya Skyler menatap aneh.
" Entah " jawab Rigecherta singkat.
" Itu loh.. yang ketemu di toko buku" ucap Zea sedikit tertohok karena di lupakan.
" Nggak tau lupa" jawab Rigecherta dingin.
" Sayang.." panggil Tivane manja sambil menatap dengan raut wajah tak suka melihat cewe itu seperti menyukai pacarnya.
" Kamu ketemu cewe lain di belakang aku?" Tanya Tivane sengaja di manjakan sambil melirik sinis ke arah Zea sekalh mengatakan bahwa cowo inia dalah miliknya.
" Enggak, kayaknya cuma kebetulan" jawab Rigecherta santai lalu merangkul dan mengelus rambut Tivane.
" Dia pacar lo?" Tanya Zea menatap ke arah Tivane.
" Tunangan." Tukas Tivane menekan kata-katanya. Zea sedikit terkejut mendengarnya. Bukan hanya Zea bahkan semua teman mereka pun ikutan terkejut.
" Oh.. Btw kalian mau daftar di sini juga Rige?" Tanya Zea masih ngarep di notice.
" Iya sih awalnya. Tapi kayaknya nggak jadi deh" jawab Skyler menyadari raut wajah tak suka Rigecherta. Ia pun ikut tak senang melihat gadis di depannya.
"Eh kok gitu?" Tanya Zea masih berusaha genit.
" Kata gue mending Lo pergi dulu deh" usir Milenia dengan nada jengah.
" Eh sorry. Gue ganggu kalian ya? Yaudah gue pergi dulu ya. Bye Rige.." ucap Zea berusaha manis sebelum pergi. Ia berjalan dengan langkah kesal karena di usir.
" Yaelah caper banget dah" sungut Ella menatap geram pada cewe itu.
" Tau tuh. Caper banget" tambah Tivane dengan wajah dongkol luar biasa.
" Eh emang kalian udah tunangan ya?" Tanya Luci saat teringat oleh ucapan Tivane tadi.
" Habis ini" jawab Rigecherta lalu mendekat ke arah Tivane, menyadari kekesalan cewe itu.
Semua mata langsung menatap nya kaget.
" Kok kita nggak di undang?" Tanya Skyler langsung mencak-mencak dramatis.
" Ya ini tadi di bilangin. Kalian datang aja nanti jam 2" sahut Tivane masih kesal sambil membuang oandang, menjauhi Rigecherta yang berusaha membujuk.
" Udah ih.. jangan kesel gitu" bujuk Milenia membuat Rigecherta langsung menarik Tivane ke dalam pelukannya dan memainkan pipi gadis itu dengan gemas.
" Udah ya sayang marahnya.." bujuk Rigecherta masih memainkan pipi gadis itu.
" Lagian dia nyebelin banget.." sungut Tivane membuat Rigecherta terkekeh dan melepaskan pelukan lalu merapikan rambut gadis itu dengan lembut.
" GUYS.." suara toa datang. Mereka semua kompak menoleh ke arah River yang datang berlari riang di ikuti Veros yang berjalan santai di belakang.
" Lah? Kalian ngapain?" Tanya Skyler langsung berdiri menyambut dan memeluk River dengan riang.
" Ya gitu kata bokap harus tetep kuliah walau sambil buka bengkel" jawab River setelah melepaskan diri dari Skyler dan langsung menatap Ella dengan senyuman.
" Cie.. langsung ayangnya yang di liat.." goda Skyler heboh.
" Cie cie.." goda mereka semua membuat Ella menunduk malu.
" Terus lo?" Tanya Luci pada Veros.
" Gue lanjut di sini. Bokap katanya masih bisa handle yang di sana" jawab Veros.
" Oh.." mereka ber oh ria saja.
" Jadi kita sekampus nih?" Tanya Milenia langsung bertos ria dengan Tivane.
* Siang hari *
Kini suasana di taman belakang rumah Tivane terlihat Rigecherta dan ibunya serta teman-teman nya dan juga member Blake heart sudah di sana.
Acara pertunangan itu di buat sederhana. Hanya teman-teman mereka saja yang menghadiri.
Saat Tivane keluar dari rumah Rigecherta langsung membeku dan terpaku menatapi Tivane yang datang di samping ayahnya.
" Ciee... Serasi banget.." goda Skyler menyenggol lengan Rigecherta.
" Diam Lo" ucap Rigecherta melotot kecil ke arah Skyler yang malah tertawa tanpa dosa.
Tivane sampai di depan Rigecherta membuat Rigecherta mendadak gugup dan mengeluarkan cincin emas yang berkilau cantik dan elegan dengan ukiran pangkal nama mereka di dalam cincin itu.
" Tivane Gafisia. Di depan orang tua kita dan teman-teman kita sebagai saksi. Aku mau kamu jadi tunangan aku. Kamu mau kan tunangan sama aku?" Rigecherta menatap dalam mata Tivane.
" Maaf ya, aku baru bisa beli cincin ini buat kamu. Tapi aku janji, kalau duit aku lebih banyak, aku beliin yang lebih bagus buat kamu" ucap Rigecherta denga suara dalam namun sarat dengan janji yang tulus.
" Terima-terima" riang teman-teman mereka.
Rigecherta menatap mata gadis itu dengan lembut membuat Tivane mengangguk kecil dengan wajah malu-malu.
" Iya aku mau" jawab Tivane pelan.
Rigecherta langsung berbinar dan menyematkan cincin ini di cari manis Tivane.
" Woww.. selamat.." ucap teman-teman mereka kompak dan meleleh salting sendiri sambil menatap gemas ke arah keduanya.
Rigecherta langsung menarik Tivane ke dalam pelukannya dan menekan gemas tubuh Tivane di dalam dekapannya.
Tivane terkekeh kecil dan membalas pelukan itu.
" Di cium dong tunangannya" kelakar Skyler, River Ella dan Luci bersama.
" Apaan sih?" Decak Tivane melotot kecil ke arah mereka.
Rigecherta menunduk mendekat dan berhenti tepat di depan wajah Tivane membuat Tivane langsung menegak.
" Jangan aneh-aneh deh, ada papa, sama mama kamu juga" ucap Tivane panik sendiri saat Rigecherta mendekat wajah.
Namun Rigecherta hanya tersenyum lalu mengecup singkat pipi gembul Tivane dengan lembut dan gemas. Padahal Tivane hampir di buat jantungan tadi karena mengira cow ini akan mencium bibirnya.
" Aaaa.. kalian lucu banget..." Ucap Milenia merengek iri.
Ella dan Luci tersenyum lebar menatapi keduanya yang terlihat sangat happy.
"Lo juga mau?" Tanya Veros tiba-tiba membuat Milenia menendangnya menjauh.
" Awas lo. Alergi gue" ucap Milenia namun Veros hanya tertawa puas.
Luci diam-diam melirik melihat tawa Veros yang baru ia lihat dari sejak pertama mereka bertemu.